burnzone

AD (728x60)

Iblis, Setan Paling Purba, dan Orang Kebatinan Paling Sakti Takut Anda Membaca Tulisan Ini

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik situs ini pada peramban Chrome
Gustave-Doré's illustration to the Divine-Comedy



Salam alaikum, Sobat Sarang...
Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yang bertajuk Tauhid Islam Tidak Mengajarkan Pengesaan Tuhan dan Dua Hal Utama yang Dilalaikan Ulama. Mudah-mudahan, jika Allah menghendaki, setelah ini baru kita melangkah ke bahasan yang pernah dijanjikan pada tulisan terdahulu, Ketahuilah tentang Ruh Qudus.

Hal-hal yang tertulis di bawah ini mungkin akan membuat Sobat terbelalak. Sungguh, saya sendiri tak menyangka bahwa akhirnya tulisan ini boleh dijadikan konsumsi publik. Bukan karena isinya berupa kekeramatan, melainkan karena isi tulisan ini wajib dibaca dengan pemahaman, bukan dengan salah paham. Sedangkan kebanyakan orang sering memulainya dengan salah paham. 

Bagaimana agar tidak terjadi salah paham mencerap tulisan ini? Jika boleh saya memberi saran: bacalah tanpa mengandalkan kecerdasan diri, bacalah dengan santai, sucikan hati dan pikiran dari prasangka, dan jangan memaksakan diri. Biarkan akal ruhani (iman) yang berlaku. Biarlah Allah Swt. yang membuat kita paham atau tidak paham, bukan diri kita. InsyaAllah, apa pun hasilnya, berarti itu yang semestinya terjadi.

Apa yang akan Sobat baca adalah Pusaka Madinah: diturunkan dari Nabi Muhammad Rasulullah Saw. melalui jalur khawasul khawas. Karena sudah diamanahkan, maka wajib bagi saya untuk menyampaikannya. Dengan bismillaahirrahmaanirraahhiim saya mulai:

Sifat Nafsiyah

Allah sudah menyatakan kelakuan-Nya dan perbuatan-Nya (Af'al-Nya) yang berwujud segala ciptaan-Nya kepada manusia. Kita melihat ciptaan Allah, itu artinya Allah memperlihatkan kelakuan-Nya dan perbuatan-Nya. Berarti Allah menyatakan hal-hal keadaan Diri-Nya yang bersifat Nafsiyah, Salbiyah, Ma`ani, dan Ma'nawiyah. Hanya orang-orang tauhid dan ulama besar masa lalu yang tahu benar soal ini.

Allah menunjukkan kepada hamba-Nya karena Allah Ta'ala ini Esa Zat-Nya, Esa Sifat-Nya, Esa Asma-Nya, dan Esa Af'al-Nya. Tahulah kita asalnya Allah Ta'ala itu Esa Zat-Sifat-Asma-Af`al-Nya.

Sifat Nafsiyah menjelaskan Zat Allah itu ada selama-lamanya dan adanya Zat Allah itu tidak disebabkan oleh suatu sebab.

Jelaslah Zat itu di-ada-kan Allah. Allah sendiri tanpa sebab apa pun. Jadi, ada juga yang di-ada-kan Allah dengan sebab, tetapi Zat Allah itu di-ada-kan Allah dengan sendiri-nya tanpa sebab dan ada selama-lamanya. Kekal tidak rusak-binasa. Inilah pengertian Sifat Nafsiyah, yaitu menerangkan tentang Diri Zat.

Tentang Diri Allah sendiri, tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af'al. Selain dari Diri Allah Pribadi ber-zat, ber-sifat, ber-asma, ber-af'al.

Maka dalam beramal ibadah:
"Jangan kausembah Zat-Ku, Sifat-Ku, Asma-Ku, Af'al-Ku, tetapi sembahlah Aku." (Hadis Qudsi)


Tubuh Mahasuci

Allah itu tubuh alam. Bagaimana Tubuh Allah itu? Wajib Mahasuci. Bersih sebersih-bersihnya: tidak berwarna, tidak berbau, tidak berbentuk, tidak bertempat, bukan terang, bukan gelap, bukan kabut, bukan mendung, bukan seperti batas pandang, tetapi Tubuh Allah itu Mahasuci: tiada seumpamanya. Ini yang perlu kita ketahui.

Tubuh Allah itu meliputi sekalian alam. Alam apa saja. Bukan alam yang meliputi Tubuh Allah, melainkan Tubuh Allah meliputi sekalian alam.

Sewaktu tubuh alam saja yang ada, tentulah belum ada sesuatu. Sewaktu Tuhan saja Ada, tentulah belum ada tubuh alam atau tubuh maharuang. Inilah diistilahkan kosong sekosong-kosongnya. Ruang tidak ada, bahkan kosong pun tidak ada.
Di kosong sekosong-kosongnya sudah tetap ADA. Yang sudah tetap ADA jangan dikata lagi. Naik saksilah kamu (syahadat).

Sebenarnya tubuh alam atau maharuang adalah min nuurihi Nabiyika; Cahaya Nabi; Nur Muhammad dari Nur Ilahi. {ada pertentangan soal ini, silakan klik tautan berikut menuju catatan kaki}

Maharuang itulah Nur Ilahi. Nur ini jangan diartikan berupa "cahaya (tampak/muhaddas)", tapi Nur mengacu pada Nama. Jadi, Cahaya Tuhan itulah bernama Allah. [Allah Pribadi tak bernama, Bukankah Allah itu Ismu Zat alias Nama bagi Zat?]

Cahaya Tuhan ini tidak bisa ditembus oleh sesuatu apa pun, tetapi Cahaya Tuhan dapat menembus segala sesuatu. Zat dan cahaya-cahaya pun ditembus-Nya.

Tuhan terlindung oleh Cahaya-Nya. Bukan berlindung, melainkan terlindung. Cahaya Tuhan itu Mahasuci; bersih sebersih-bersihnya. Mengapa manusia banyak yang tidak tahu? Masih ragu akan perjumpaan dengan Tuhannya.

أَلَآ إِنَّہُمۡ فِى مِرۡيَةٍ۬ مِّن لِّقَآءِ رَبِّهِمۡ‌ۗ أَلَآ إِنَّهُ ۥ بِكُلِّ شَىۡءٍ۬ مُّحِيطُۢ
Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu. (Q.S. Fushilat: 54)


Maka dalam hidup ini hendaklah kita sadar sesadar-sadarnya bahwa keber-ada-an kita ini di dalam Tubuh Mahasuci dan bertubuhkan Mahasuci. Kalau kesadaran ini men-"jadi", segala alam apa saja yang ada di Tubuh Mahasuci akan kelihatan.


Sahabat Anas bin Malik meriwayatkan suatu ketika Rasulullah SAW sedang berjalan-jalan. Beliau bertemu dengan seorang sahabat Anshar bernama Haritsah. 
Rasulullah SAW bertanya: "Bagaimana keadaanmu ya Haritsah?
Haritsah menjawab, "Hamba sekarang benar-benar menjadi seorang mukmin billah". 
Rasulullah SAW menjawab: "Yaa Haritsah, pikirkanlah dahulu apa yang engkau ucapkan itu, setiap ucapan itu harus dibuktikan!"
Haritsah menjawab : "Ya Rasulullah, hawa nafsu telah menyingkir, kalau malam tiba hamba berjaga untuk beribadah kepada Allah dan di waktu siang hamba berpuasa.... Sekarang ini hamba dapat melihat Arsy Allah tampak dengan jelas di depan hamba... Hamba dapat melihat orang di surga saling kunjung mengunjungi, Hamba dapat melihat orang di neraka berteriak-teriak..."
Maka Rasulullah Saw. berkata, "Engkau menjadi orang yang imannya dinyatakan dengan terang oleh Allah SWT di qolbimu".


Sabda Rasulullah Saw.:
…takutlah kamu akan firasat orang-orang mukmin, sebab mereka memandang dengan cahaya Allah…



Bukan ilmu yang men-"jadi", tapi kesadaran yang men-"jadi". Kalau ilmu saja, belum tentu dapat melihat sekalian alam (alam barzakh, alam akhirat, alam para nabi, dll). Akan tetapi, kalau kesadaran kita betul-betul sadar dan tidak ada keraguan lagi bahwa kita bertubuhkan Mahasuci dan berada di dalam Mahasuci--kalau kesadaran ini men-"jadi"--Anda akan merasakan sendiri kebenarannya.

Jadi, penting sekali kesadaran itu dijaga siang-malam, di mana saja berada. InysaAllah tidak akan ada ilmu apa pun yang bisa menembus Anda. Karena Anda sudah bertubuh Mahasuci atau bertubuhkan zat mutlak. Jangan Anda saja yang ada di dalam Mahasuci, bawa semua anak-istri-sanak-keluarga Anda. InsyaAllah terhindarkan dari gangguan-gangguan yang bersifat kesetanan.

Begitu juga ketika Anda menghadapi siapa saja. Sadari Mahasuci tubuh Anda, di dalam Mahasuci Anda berada. Bacalah syahadat. Sudah itu diam sediam-diamnya. Jangan baca ini-itu. Jangan ada zikir-zikir lagi karena Tuhan bukan berupa baca-baca dan zikir-zikir. 

Kalau mau bukti, silakan pakai untuk menghadapi orang-orang kebatinan, kanuragan, dan orang-orang "sakti" lainnya. Atau pakai ketika berada di tempat yang terkenal angker. Tak usah pakai baca-baca. Cukup dengan kesadaran dan diam saja.


Tentang Diam

Apa yang dimaksud dengan diam?
Yang dikatakan diam itu: tidak ada sesuatu lagi, hanya Tuhan saja ADA. Tidak ada dipikir-pikir, dirasa-rasa. Inilah pengertian diam sediam-diamnya. Artinya Tuhan saja ADA. [Laysa kamitslihi syai'un saja yang ADA.]

Di sinilah kita menyatukan pikiran dan perasaan. Bagaimana cara menyatukan pikiran dan perasaan? Diamkan pusat (sama-tengah-hati). Mendiamkan pusat itu bukan ditarik ke dalam atau dinaik-naikkan. 

Jika sudah mempraktikan ini, silakan beritahu saya bagaimana rasanya. Kalau sudah mempraktikkan ini, tidak perlu lagi mengonsumsi obat-obat penenang dan sebagainya.


Agama Itu Bukan Kebatinan 

Tasawuf itu kebatinan. Baru sampai sir saja (sampai ke batin), sedangkan tauhid hakiki itu sampai ke yang ada di dalam sir itu. Sampai ke wa fi sirri Ana.

Ketahuilah, agama itu bukan kebatinan. Agama itu mengandung kejasmanian, kenuranian, keruhanian, dan kerabbanian.

Kebatinan itu masih mempergunakan tekanan alam: untuk ini-untuk itu. Sedangkan, keruhanian adalah tekanan ketuhanan. Itulah sebabnya kebatinan tidak bisa melawan tekanan ketuhanan.

Lihatlah benda-benda angkasa itu. Berapa milyar ton beratnya. Mengapa tidak berguguran menabrak Bumi atau saling menabrak di antara mereka sendiri? Sedangkan gaya tarik (gravitasi) saja masih bisa ditembus. Orang tauhid bilang karena ada tekanan ketuhanan. Tekanan ketuhanan ini tekanan zat mutlak.

Ingat postulat Einstein:
"Segala sesuatu di jagat raya ini bergerak, hanya satu yang diam."
[Tetapi  Einstein pun tidak bisa menyebutkan apa yang diam itu.]

Kelebihan zat asam (ether) mati, kekurangan zat asam mati. Coba kalau bertubuhkan zat mutlak, tidak akan mati. Buktinya: di akhirat nanti, mengapa kita tidak pandai mati? Karena di akhirat kelak kita hidup dengan zat mutlak.

Rasulullah Saw. bermikraj bisa sampai ke mana saja. Hidup terus. Tidak bawa zat asam karena beliau sudah hidup dengan zat mutlak.





Tentang Budduhun

Manusia banyak tidak menyadari bahwa pada setiap dahi manusia itu ada mahkotanya. Mahkota itulah Nur Illahi (Cahaya Tuhan). Biasa ulama lama mengatakan."Ada budduhun-nya."

Maka untuk perisai keselamatan dunia-akhirat diri kita, pakailah:
"Tuhan tubuhku. Ya Budduhun."

(Jangan terbalik! Jangan salah paham. Bukan tubuhku Tuhan, tapi Tuhan tubuhku. Dahulukan Tuhan)

Coba kita lihat, orang yang salat itu mengaku dirinya Tuhan. Jangan salah paham dengan perkataan ini. Bukan kita mengaku diri kita Tuhan, melainkan Diri Tuhan yang kita akui "Allahu Akbar" atau ketika membaca Fatihah dan surat-surat lain, semua itu yang kita aku: Diri Tuhan.Maka dalam salat itu hati kita harus kekal terus dengan Tuhan. 

Kalau kita aku diri kita Tuhan, kafir.
   Kalau tidak kita aku diri Tuhan, kufur.

4 Potensi Pandangan Manusia

Jangan lupa, perlu kita ketahui bahwa kita ini mempunyai 4 pandangan:
  1. pandangan jasmani,
  2. pandangan ruhani,
  3. pandangan nurani (rahasia)
  4. pandangan Rabbani (Tuhan)

سَنُرِيهِمۡ ءَايَـٰتِنَا فِى ٱلۡأَفَاقِ وَفِىٓ أَنفُسِہِمۡ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمۡ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ‌ۗ أَوَلَمۡ يَكۡفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ ۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ۬ شَہِيدٌ
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Qur'an itu benar.(Q.S. Fushilaat: 53)



Bagaimana kita meng-karam-kan pandang kita pada pandangan Rabbani?
Jika pandangan Rabbani ini kita gunakan, Anda duduk di kutub utara, kami bisa melihat Anda. Pelajarilah kacamata yang empat ini. Hanya orang-orang arif billah yang bisa mempraktikkannya. Carilah pengetahuan orang-orang arif billah karena banyak manusia tidak tahu, sekarang manusia sudah banyak terbenam dalam lumpur sehingga untuk bertemu pun susah.

Jika kita bertubuhkan kertas kosong, mustahil tidak mengetahui dengan pasti detail setiap huruf dan maknanya.

Jika kita bertubuhkan samudera, mustahil tidak tahu detail kehidupan air.



Musyahadah yang benar:
Hasilnya bisa mendapatkan kasyaf qalbi dan kasyaf sir.


Wassalam. Amin.

- Syaikh Sirad -


"Jika kebenaran yg disampaikan Rasulullah kepadaku aku berikan kepada kalian, niscaya kalian akan menghalalkan darahku dan memenggal kepalaku."
-Ali bin Abi Thalib r.a.-



catatan kaki:
Sobat mungkin ada yang belum mengetahui soal adanya konflik tiada henti soal ke-sahih-an suatu hadis. Konflik ini erat kaitannya dengan fenomena bergolongan-golongannya di tubuh Islam, utamanya golongan besar Sunni dan Syiah [jika Allah berkehendak, insyaAllah kita bahas soal hadis "73 golongan" ya]. Kedua golongan ini saling mensahihkah hadis "keluaran" sendiri dan mengingkari hadis keluaran selainnya. Keduanya saling menuduh "berbohong atas nama Rasulullah Saw.". Salah satunya hadis tentang "makhluk pertama yang diciptakan Allah."

Hadis "makhluk pertama" yang dipegang kelompok Sunni:
“Yang pertama kali Allah ciptakan adalah al-Qalam (pena), lalu Allah berfirman kepadanya: ‘Tulislah!’ Ia menjawab: ‘Wahai Rabb-ku apa yang harus aku tulis?’ Allah berfirman: ‘Tulislah taqdir segala sesuatu sampai terjadinya hari Kiamat.’” HR. Abu Dawud [no. 4700], Shahih Abi Dawud [no. 3933], at-Tirmidzi [no. 2155, 3319], Ibnu Abi ‘Ashim dalam as-Sunnah [no. 102], al-Ajurry dalam asy-Syari’ah [no.180], Ahmad [V/317], Abu Dawud ath-Thayalisi [no. 577], dari Sahabat ‘Ubadah bin ash-Shamit Radhiyallahu ‘anhu, hadits ini shahih).

Hadis "makhluk pertama" yang dipegang kelompok Syiah:
“Saya bertanya: ‘Wahai Rasulullah, Demi bapak dan ibu saya sebagai tebusan bagimu, kabarkan kepada saya tentang makhluk yang pertama Allah ciptakan sebelum Dia menciptakan selainnya.’ Beliau menjawab: ‘Wahai Jabir, makhluk yang pertama Allah ciptakan adalah cahaya Nabimu yang Dia ciptakan dari cahaya-Nya. Kemudian Dia menjadikan cahaya tersebut berputar dengan kuat sesuai dengan kehendak-Nya. Belum ada saat itu lembaran, pena, surga, neraka, malaikat, nabi, langit, bumi, matahari, bulan, jin, dan juga manusia. Ketika Allah hendak menciptakan, Dia membagi cahaya tersebut menjadi 4 bagian. Kemudian, Allah menciptakan pena dari bagian cahaya yang pertama; lembaran dari bagian cahaya yang kedua; dan `Arsy dari bagian cahaya yang ketiga. Selanjutnya, Allah membagi bagian cahaya yang keempat menjadi 4 bagian lagi. Lalu, Allah menciptakan (malaikat) penopang `Arsy dari bagian cahaya yang pertama; Kursi dari bagian cahaya yang kedua; dan malaikat yang lainnya dari bagian cahaya yang ketiga. …[di akhir hadits beliau mengatakan] Beginilah permulaan penciptaan Nabimu, ya Jabir.” Diriwayatkan oleh Abdur-Razzaq (wafat 211H) dlm Musannaf-nya, menurut Imam Qastallani dlm al-Mawahib al-Laduniyya (1:55) & Zarqani dlm Syarah al-Mawahib (1:56 dari edisi Matba’a al-’amira di Kairo)

Untuk kasus ini, saya cenderung berbaik sangka pada keduanya dan mencari bukti keterkaitan keduanya pada sumber Islam yang tak perlu sanad lagi, yaitu Quran. Allah itu Esa, maka segala sesuatu itu saling terkait. 

Dalam ilmu linguistik (kebahasaan) ada subdisiplin yang disebut semiotika, yaitu ilmu tentang hubungan tanda-penanda-petanda. Berikut ini analogi sederhana tentang kemungkinan yang ada:


Semiotika Qalam dan Nur

Singkatnya, silakan Sobat perdalam ayat-ayat Quran yang menyebutkan soal "nuur". Dalam analisis sederhana ini disimpulkan adanya kemungkinan kedua kelompok sama-sama menerima hadis yang benar. Keduanya menerima hadis bermakna serupa dengan redaksi yang berbeda

Dengan tanpa mengurangi rasa hormat, siapa pun yang menafsirkan Nur Muhammad identik dengan Nabi Muhammad Saw. bin Abdullah binti Aminah yang lahir di Mekah dan wafat di Madinah, sungguh Anda kurang cermat meng-iqra dalil. 

Mohon bedakan klausa berikut:
Wahai Jabir, makhluk yang pertama Allah ciptakan adalah cahaya Nabimu 
                                                    dengan
Wahai Jabir, makhluk yang pertama Allah ciptakan adalah Nabimu. 

Ya, saya sadari tulisan ini akan membuat sebagian orang menandai saya sebagai seorang Syiah atau pendukung Syiah. Itu saya serahkah di hadirat Allah Swt. saat ini detik ini juga. Sejujurnya saya tidak berani beranalogi ini-itu seandainya informasi soal Nur Muhammad tersebut bukanlah dari seorang arif billah yang tidak berdiri dalam golongan mana pun. Mengenai ini semua, tentu akan kita dapati kebenarannya di hadapan al-Mizan kelak. Allahu'alam.
Tags: , ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

113 komentar:

Agung Prasetyo mengatakan...

Malam mas, lama gak menyapa blog ini. Hehehe :f:

Sebelum mengetahui artikel ini, saya mencoba untuk menyatukan pikiran dan perasaan saya melalui bantuan teknologi brainwave atau mensinkronisasi 2 belahan otak agar selaras, kemudian masuk ke gelombang otak Alpha atau Theta. Yang secara otomatis menghasilkan perasaan nyaman atau enak. Ini saya pelajari dari buku Quantum Ikhlas milik Erbe Sentanu.

Selain itu, saya juga merasa ada sesuatu kesadaran yang membuat saya ingin sekali mendalami tentang banyaknya sesuatu yang diciptakan Tuhan.

Soalnya saya tertarik hal-hal yang ada dalam buku Quantum Ikhlas tentang ilmu pengetahuan terhadap kehidupan ini dan yang pastinya ilmu pengetahuan itu ada sumbernya. Saya yakin sumbernya dari Tuhan.

Saya mencoba menguatkan pemahaman saya mengenai keber-ada-an Tuhan mas. Sedikit yang saya pahami dari dokumenter atau buku-buku, di Al-Quran ternyata terdapat korelasi tentang apa yang ada di kehidupan saat ini.

Tapi, teknologi itu yang saya maksud diatas hanya alat bantu. Beberapa orang juga mampu menyatukan pikiran dan perasaannya tanpa teknologi brainwave. Mungkin, bisa jadi beberapa orang itu memiliki pengetahuan mengenai apa yg ditulis mas Mux.

Kalau ada pemahaman saya yang kurang benar, mohon diluruskan mas.

Mas, mau tanya. Maksud dari "Tuhan tubuhku. Ya Budduhun." itu pemahamannya gimana ya?

MUXLIMO mengatakan...

@Agung Prasetyo
Malam juga, Mas Agung {maaps telat banget ni jawabnya, sama2 malam tapi beda jauh tanggalnya.. :17: }

Yap, bener Mas.. kondisi tenang itu ada di gelombang dengan frekuensi rendah (Alpha atau Theta) ya.. dan mudah-mudahan kondisi itu bisa kita tingkatkan terus hingga menuju puncaknya, yaitu zero brain wave, alias kondisi tanpa gelombang lagi.

btw, yang Mas Agung maksud dengan teknologi brainwawe itu bentuknya berupa alat atau mesin? Wah, kalo memang gitu, keren tuh.. jadi mempermudah orang untuk praktik tafakur..

Sejujurnya saya belum mendalami buku Mas Erbe itu, tapi saya baca resensinya jadi tau betapa Mas Erbe Sentanu dengan QUantum Ikhlas-nya berhasil menyadarkan umat akan keesaan SIfat-Sifat Allah dengan para makhluknya: alam semesta dan manusia beserta teknologinya. :)

Mudah-mudahan teknik Quantum Ikhlas ini tidak berhenti hanya di Sifat-Sifat Allah ya, mudah-mudahan dilanjutkan lagi oleh Mas erbe Sentanu hingga ke Zat, bahkan lebih lagi. Aamiin.

Dan semoga Mas Erbe tetap istiqamah di jalur tauhid dan semoga tidak pernah menyimpulkan puncak Quantum Ikhlas pada praktik astral projection yang sekarang ini justru sedang digandrungi para muslim.. nauzubillah.. :17: :16:

Benar, Mas.. teknologi itu jika berupa barang, saya juga jadi pengen beli nih.. hehehe.. soale memang gak semudah dalam teorinya yang namanya praktik tafakur ("mengingat" Allah itu)

MUXLIMO mengatakan...

@MUXLIMO

Yaa Budduhun:
Ini adalah ikrar pengakuan kita bahwa kita ini, manusia, adalah makhluk ketuhanan, bukan makhluk kehambaan (seperti malaikat dan jin).

Hanya manusia yang proses penciptaannya melibatkan "tiupan" Ruh ke dalam jasad oleh Allah. Ini yang membuat manusia itu kedudukannya mulia dibandingkan makhluk lain.

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul, (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (Al A’raf: 172)

Nah, Ruh ini juga yang dikenal sebagai Nur Muhammad yang kedudukannya juga tidak terpisah (esa) dengan Nur Illahi.

Jadi, ketika setiap manusia itu punya ruh, maka dalam diri setiap manusia (muslim-nonmuslim) ada Nur Muhammad-nya. Pancaran Nur Muhammad yang terpancar dari orang2 yang Allah kehendaki inilah yang disebut budduhun.

btw, Mas Agung.. sebenarnya saya sebelum komentar jawaban yang ini, saya udah bahas panjang-lebar soal Tuhan tubuhku, tapi..masyaAllah.. setelah saya klik publish dan refresh.. komentar itu gak muncul! :17: Allahua'lam ke mana perginya komentar balasan yang panjang itu.. :a: insyaAllah nanti saya ulang lagi kalau badan udah segar lagi.. *udah ngantuk berat nih.. campur bete cape3 komentar tp gak muncul,,, :5:

sementara ini saya persingkat bahwa perkataan Tuhan tubuhku itu identik dengan ucapan basmalah "Bismillahirrahmaanirrahim" yang penuh pemahaman dan penghayatan, bukan ucapan basmalah "kosong" yang tidak berbekas dan memberi bekas di hati kita ketika mengucapkannya.

Tapi sama sekali ini bukan upaya bid'ah bathil mau mengganti-ganti syariat basmalah dengan perkataan lain, sama sekali tidak demikian. Justru dari pemahaman soal "Tuhan tubuhku" ini, insyaAllah kita ber-basmalah dengan sebenar-benar pemahaman dan sebenar penghambaan pada Allah. Allahua'lam. [bersambung] ^_^

MUXLIMO mengatakan...

@Agung Prasetyo


@Agung Prasetyo
Salam alaikum, Mas Agung.. saya datang lagi, hehehe..

Penjelasan soal perkataan Tuhan tubuhku:

Yang perlu ditegaskan pada diri kita sebelum membahas ini adalah bahwa tulisan ini tidak mengajarkan kita merasa menjadi Tuhan, atau kita mengaku bisa setara dengan Tuhan. Itu mustahil 'kan. :)

Perkataan "Tuhan tubuhku, yaa budduhun" sebenarnya hanyalah penegasan kembali dari ikrar syahadat kita, sekaligus adalah penegasan setiap bentuk kalimah zikir yang kita kenal, seperti "laa ilaaha illa Allah, subhan Allah, bi Ismi Allah, alhamdu li Allah, dll.

Perkataan Tuhan tubuhku menegaskan makna kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dalam versi bahasa Indonesianya. Kita orang Indonesia yang sehari2 mengucapkan zikir2 berbahasa Arab itu lama2 kehilangan penghayatan karena kita sudah terbiasa membacanya dalam bahasa Arab.

Contoh:
Ketika ada orang memuji kita, lalu kita ucapkan "alhamdulillah", bisa-bisa orang anggap kita takabur dengan pujian itu.

padahal, ucapan "alhamdulillah" ketika kita menerima pujian itu benar sekali, tepat sekali.

Karena ketika itu kita sama dengan mengatakan: {ah.. terima kasih atas pujianmu, tapi ingat kawan.. segala puji itu hanya hak Allah} <-- ini sesuai dengan makna tafsir "alhamdu li Allah" [yang bermakna "sesungguhnya segala puji hanya hak Allah]

Nah, kembali ke Tuhan tubuhku:
Di Quran disebutkan berkali2 bahwa Allah itu Maha Meliputi segala sesuatu (Al-Muhiith).

Artinya, baik secara Ilmu-Nya maupun secara Hadirat-Nya, Allah itu meliputi sekalian alam, semesta, termasuk meliputi diri kita.

Maka, perkataan Tuhan tubuhku adalah benar ketika kita memahami bahwa sumber penciptaan segala sesuatu, termasuk diri kita, adalah berzatkan Zat Allah dan diliputi oleh Zat Allah.

Sifat Maha Meliputi Allah pada diri kita itu: Meliputi dari luar sekaligus Membungkus dari dalam.

Bagaikan es batu dan air.
Es batu itu berzatkan air, diliputi dari luar oleh air dan dibungkus dari dalam oleh air.

Begitulah keesaan Tuhan dan hamba itu. tapi bukan menyatu, bukan melebur, bukan penyatuan, melainkan esa

[dalilnya: wallahu bi kulli syai'in muhiit dan wa nahnu aqrabu min hadlil wariid ada di postingan Melihat Allah]

Contoh lain:
Ketika kita baca basmalah, kita itu 'kan memaknainya sebagai penegasan keesaan Allah dan makhluknya, karena kita baca "bismillah" tentu dengan maksud bahwa Allah beserta kita pada waktu kita memulai suatu perbuatan.

Dengan mengucap "bismillah" sebelum berbuat sesuatu, kita mengakui bahwa tidak akan bergerak satu zarah pun tanpa Allah [laa hawla wa laa quwwata illa bi Allah]

Artinya, kita mengakui bahwa perbuatan makhluk itu semata-mata dalam keberadaan Perbuatan Allah.

wah, panjang dan memusingkan ya, Mas.. :D

simpulan singkatnya:
Tuhan tubuhku, yaa budduhun
ini sekadar penegasan penghayatan versi bahasa kita atas kalimah syahadat dan atau segala bentuk zikir dalam Islam.

Tuhan tubuhku: Dari Allah karena Allah berasal dari Allah dan akan kembali ke Allah; hanya Allah yang ADA.

yaa budduhun: Dari risalah Muhammad Saw kami mengenal-Mu

Peringatan Tegas:
Tentu ini tidak dimaksudkan agar kita mengganti cara pengucapan syahadat maupun zikir2 berbahasa Arab yang kita kenal selama ini. Tidak sama sekali! sebab jika kita perlakukan seperti itu, itulah yang dinamakan bidah dan sesat dan haram.

Demikian, Mas Agung.. mohon maaf kalau penjelasan saya ini kurang berkenan. Memang bahasan kita ini bahasan yang berat ya.. jika masih belum jelas, saya persilakan Mas Agung add YM saya: muxlimo@yahoo.com [biasanya kalau ngobrol langsung bisa lebih mudah saling memahami dibandingkan via tulisan ya. InsyaAllah.]

Astagfirullahal azhiim. Alhamdulillah. Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuuh, Mas Agung. ^_^

The Tutorial Machine mengatakan...

Saya pernah mengikuti suatu paham/pengajaran (entah apa istilah yang tepatnya), diajarkan pula ritual dengan cara duduk serta menutup tujuh lubang tertentu. Dalam keadaan tersebut katanya kita bisa "terbang" (istilah mereka "Mi'raj"), "melihat" dimensi lain (pendapat pribadi saya adalah fenomena saja), katanya ritual ini bisa menjumpai cahaya Allah. Ritual tersebut diikuti dengan "doa (lagi-lagi istilah mereka)" yang menurut saya adalah asmaul husna, ada yang namanya Doa 10, Doa 20 dan Doa 30. Mereka menamakan ritual ini sebagai shalat.
Lama kelamaan saya tidak tahu apa yang sebenarnya saya lakukan ini dan kemana ujung dari ritual ini, sehingga akhirnya saya meninggalkan cara ritual seperti ini. Yang memprihatinkan adalah beberapa anggauta keluarga malah meninggalkan salah satunya adalah shalat 5 waktu, dan berani mengatakan bahwa shalat 5 waktu tidak ada dalam Al Quran dan mereka lebih meyakini ritual seperti tersebut diatas.
Saya pernah nekad melakukan ritual ini (secara sembunyi-sembunyi) persis dihadapan pintu Ka'bah, saya mendapatkan visi sebuah bentuk yang sulit untuk dijelaskan wujudnya. Sekembali dari Mekkah saya bertanya kepada "guru" dan orang-orang yang saya anggap tahu tentang marifat, namun tidak seorangpun mampu menjelaskan tentang visi batin yang saya lihat dalam ritual itu. Hampir setahun berlalu, akhirnya saya menemukan jawaban dari apa yang saya alami itu pada hamparan motif sajadah yang saya pakai dalam shalat (syariat).

MUXLIMO mengatakan...

MasyaAllah.. informasi ini bener2 bikin prihatin ya Mas..
asli saya tak habis pikir bisa ada orang berani mengajarkan umat untuk membunuh syariat. :17: Apalagi digantikan dengan ritual yang sama sekali tidak pernah dicontohkan Rasulullah Saw. seperti itu.

Bisa jadi ini varian dari aliran "Quran Suci" yang juga menolak hadis-hadis dan menolak melakukan salat 5 waktu dengan alasan tidak ada di Quran. [mereka hanya mau menerima yang dari Quran, padahal Quran dan hadis-hadis itu disampaikan melalui lisan Nabi Muhammad Saw. juga ya.. :18:]

Beberapa waktu lalu di facebook, saya juga debat dengan muslim Inggris yang mengaku sebagai "Quranist" <-- alias dari aliran "Quran Suci" juga. Waktu itu saya tantang dia:"Kamu yakin Nabi Muhammad Rasulullah Saw. tidak pernah melakukan salat seumur hidup beliau?!!" dia tidak berani jawab lalu kabur begitu saja.. :18:

Doa 10, doa 20, dst. juga baru saya dengar dari Mas. Yang saya tahu ajaran ulama2 tauhid itu paling soal Sifat 20.

Saya terkesan dengan pengalaman ruhani, Mas ini.. sungguh menggetarkan meski saya tidak tahu detailnya seperti apa. Tapi saya yakin, setelah mendapat "pemandangan" setahun setelahnya, Mas menyimpulkan bahwa apa yang Allah pandangkan pada Mas waktu itu bukanlah wujud Tuhan, melainkan wujud makhluk-Nya yang dipandangkan pada Mas sebagai petunjuk. Betul tidak, Mas?! :25:

Agung Prasetyo mengatakan...

Wow.. Makasih banyak mas udah panjang lebar memberikan penjelasan buat saya. Jadi ngeropotin mas Mux. Hehehe

Sekarang saya jauh lebih tahu mas. Cuma agak kurang paham. Hehehe.. Tapi nanti saya ulang-ulang lagi bacanya.

Saya add YMnya mas, begitu nyampe di Malang. Soalnya lg pulkam ke Kaltim. Sapa tahu bisa tanya-tanya lagi. Maaf mas lebih sering tanya daripada sharing. Soalnya ilmunya masih gak banyak. Hehe

MUXLIMO mengatakan...

Hehehe gak ngerepotin kok Mas.. justru saya seneng kalau kajian di blog ini jadi bahan diskusi. Memang wajar kalau kita tidak langsung paham secara instan, Mas. Saya juga memahaminya melalui proses dalam bimbingan guru ngaji.

Kata guru ngaji saya, "Kamu catat-catat saja dulu. Masalah pahamnya, biar Allah yang memahamkannya, bukan kecerdasanmu." Dan insyaAllah.. Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Pencurah Ilmu akan senantiasa menunjuki. :25:

[img]http://c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/4_175.png[/img]
Dan orang-orang yang berjihad untuk [mencari keridhaan] Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al-Ankabut:69)

[img]http://c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/29_69.png[/img]
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang kepada [agama]-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya [surga] dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus [untuk sampai] kepada-Nya.

Wah, ternyata Mas aslinya dari Kaltim toh.. :2: baru tau saya.. kirain asli dari Jawa. Pasti ortunya Mas Agung perantau juga ya.. Kita tetanggaan dong Mas, saya di Ponti merantau dari Jawa hehehe ketuker yah.. :21:

pamanah rasa mengatakan...

tulisannya menarik....terima kasih

MUXLIMO mengatakan...

http://c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/4_175.png
Dan orang-orang yang berjihad untuk [mencari keridhaan] Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al-Ankabut:69)


http://c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/29_69.png
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang kepada [agama]-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya [surga] dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus [untuk sampai] kepada-Nya.

MUXLIMO mengatakan...

makasih kembali,Mas.. :25:

Khartie Kebumen mengatakan...

SEDIKIT mengerti TAPI masih kurang paham.......
Aku baca ulang deh,pelan pelan...(^_^)
mumpung lagi santai......
semoga lebih mengerti lagi......

Anonim mengatakan...

Maaf om, ketika om menulis "Agama itu bukan kebatinan, Tasawuf adalah kebatinan" saya sedikit berbeda dengan pendapat om tersebut. mungkin kita memandang tasawuf dari arah yang berbeda.^^

Tasawuf adalah teori sedang prakteknya haruslah ber-tharikat, teori tanpa praktek adalah 0 (nol). Mengapa harus bertharikat, sebab di dalam tharikat ada Sang Mursyid (Pembimbing), jika mendalami teori tanpa ada yang membimbing tentu akal inilah yang akan mereka-reka.

Tasawuf bukan kebatinan, hanya saja kebanyakan orang yang belajar tasawuf untuk mencari kebatinan, mungkin hal ini lah yang menyebabkan om menganggap tasawuf itu kebatinan.

sekali lagi mohon maaf om, jika salah kata dari saya.
saya pengamal tasawuf, juga pengamal tharikat, maka saya tahu yang sebenarnya karena saya sudah berada di dalamnya.^^

MUXLIMO mengatakan...

Errmm..sebenernya yang di atas itu bukan pandangan murni saya, melainkan dari guru tauhid saya, Syaikh Siradj, Bang..

Setakat pengetahuan saya, ada beberapa hal prinsip yang memang beda tipis antara tauhid dengan tasawwuf, Bang:
(1) Tasawwuf masih memandang adanya dualisme Tuhan-hamba,
Ini tampak pada bacaan zikir tertinggi yang ada di
tasawwuf, yaitu zikir "Huwa" atau zikir "Hu",
sedangkan di tauhid, zikir tertinggi adalah zikir yang
tanpa huruf-tanpa suara (laa bi harfin wa laa shautin.)

(2) Tasawwuf memandang letak Nur Muhammad itu ada di dada,
sedangkan tauhid memandang yang di dada itu baru hati
sanubari
, bukan hati nurani. Tauhid berkeyakinan
Nur Muhammad itu pada jasad ini adalah di sama-tengah-hati,
yaitu di pusat.

Dalam tauhid, dikatakan bahwa hati sanubari yang di dada
itu masih tempat bercampurnya nafs dan bisikan setan, jadi
untuk berjumpa Sang Nafs, nafs musti suci sebagaimana
Sang Nafs yang Mahasuci.

Caranya yaitu nafs musti selaras dengan Nur Muhammad (hati
nurani) yang ada di sama tengah hati. Itu sebabnya di atas
dikatakan "tauhid hakiki itu sampai ke yang ada di
dalam sir itu. Sampai ke wa fi sirri Ana.


Tentu, pengalaman dari ilmu tauhid ini tidak dimaksudkan untuk mendiskreditkan ilmu tasawwuf, tetapi sekadar nasihat dan tarbiyah, ya Bang. :21: Bisa jadi memang tidak semua aliran tasawwuf yang mengarah pada kebatinan. Seperti yang Abang bilang di atas "hanya saja kebanyakan orang yang belajar tasawuf untuk mencari kebatinan,..."

Allahua'lam. :25:

jasaasmara mengatakan...

Assalammualaikum.....

Saya ingin bertanyakn sohabat... kalau boleh tolong jawap soalan saya sohabat saya bingung para ulama sering menyebut2 tentang tuhan dan allah apa perbedan antara allah dan tuhan

jasaasmara mengatakan...

Assalammualaikum.....

Saya ingin bertanyakn sohabat... kalau boleh tolong jawap soalan saya sohabat saya bingung para ulama sering menyebut2 tentang tuhan dan allah apa perbedan antara allah dan tuhan

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas Jasaasmara,
Ini sebenarnya pertanyaan gampang-gampang susah ya.. bergantung pada apa yang dicari dalam pertanyaan tsb. :21:

Adapun dalam pemahaman tauhid, yang disebut "Tuhan" adalah yang menjadi sembahan, yang menjadi tujuan utama sekaligus tujuan akhir setiap makhluk.

Dalam Islam, Tuhan sebagai sembahan adalah yang menjadi hal utama dalam pikiran dan perasaan, yang menjadi tumpuan harap dan takut, yang menjadi tujuan utama sekaligus akhir setiap makhluk, yaitu Allah Subhanahu wa ta'ala.

Nah, jadi jika ada seorang muslim mengaku bertuhankan Allah Swt., tetapi tidak menyadari bahwa sebenarnya yang menjadi tujuan utamanya dalam hidup, yang menjadi tumpuan harap dan cemasnya, yang utama dalam pikiran dan perasaannya adalah (misalnya) membahagiakan anak-istri-keluarga, atau meraih kekayaan, kepintaran, ketenaran, kehebatan, atau pun kedigjayaan; sesungguhnya dia sedang berbohong dalam bertauhid, berbohong dalam hal bertuhan di hadapan Allah Swt.

Sebab insan tersebut tidak menyadari bahwa apa yang menjadi fokus pikiran dan perasaannya, itulah sembahannya.

Jadi, adakalanya jika kita buta tauhid, kita tidak sadar telah menuhankan yang bukan Allah Swt.

Simpulan:
Allah pastilah Tuhan;
tetapi tidak semua yang dituhankan manusia itu Allah.


Demikian kira-kira yang bisa saya sampaikan, Mas Jasaasmara. Mohon maaf bila ada kesalahan atau kekurangan di sana-sini ya. :21:

Jasa jasaAsmara mengatakan...

Terima kasih atas jawapannya...
Maaf soalannya berulang kali d hantar

Dapat sekiranya berhubung secara privacy mas... kalau ada whatsapp bagus juga... jika tak jadi keberatan dan saya ingin mengucapkan selamat hari raya maaf zahir batin....

MUXLIMO mengatakan...

Terima kasih kembali, Bang Jasa,, tidak mengapa, memang pertanyaan inilah pertanyaan penting yang semestinya menjadi pertanyaan para muslim yang meng-iqra dengan baik agama Islamnya, insyaAllah. :25:

Tentu saya senang sekali bisa bersilaturahim lebih live dengan Abang. Sayang sekali phone saya phone tua jadi tak bisa diinstal whatssapp, Bang.. :-( Jika berkenan bisa kita lanjutkan silaturahim di YM bagaimana? addressnya: muxlimo@yahoo.com

Ya, Bang ..selamat hari raya aidil fitri, mohon maaf zahir-batin juga tuk Abang dan keluarga di sana ya. ^_^

bahtiarian mengatakan...

Sesungguhnya yang layak disiapkan saat mengarungi samudera tauhid adalah perahunya. Dan saat perahu itu sudah jadi, kembangkan layarnya atau hidupkan mesinnya untuk menguji apakah ada yang bocor atau tidak. Tapi bagaimana mungkin kita bisa membuat perahu tanpa ada yang menunjukkan kepada kita bagaimana cara membuat perahu dan cara berlayar?

MUXLIMO mengatakan...

Maksudnya, Kang? :10:

bahtiarian mengatakan...

Alhamdulillaah... itu hasil diskusi hingga subuh dengan dulur tauhid...
Maksudnya sederhana, perahu itu ibarat/simbol ibadah yang beraneka ragam a.l. salat, puasa, haji, zakat, zikir, fikir, muamalah, tafakkur, khalwat, dst. Lalu, layarkan perahu itu, buktikan/praktikkan pada diri pribadi dan ajak kerabat dekat kita dalam kehidupan di dunia ini seluruh aspek ketauhidan; قو أنفسكم و أهلكم نارا jaga diri dan kerabat dekat kalian dari api (neraka) yang bahan bakarnya manusia dan batu... Buktikan bahwa Allaah itu Maharahmaan, Maharahiim, buktikan bahwa Allaah itu Mahasuci, buktikan keesaan Tuhan dst, dalam kehidupan sehari-hari setiap detik, setiap waktu. Buktikan dalam makna praktikkan, rasakan, hayati, bukan sekadar bukti-bukti logis... Insya Allaah wa astaghfirullaah...

bahtiarian mengatakan...

Dan bagaimana kita bisa menyiapkan perahu tanpa pernah ada yang memberi tahu kita bagaimana cara membuat perahu dan selanjutnya berlayar?

MUXLIMO mengatakan...

Ooh.. ya, mengenai praktiknya dalam keseharian, tentu diserahkan pada setiap hamba, yang ketetapan Allah atas diri dan keluarganya, tentu tidak selalu sama dengan hamba Allah yang lain. Demikian juga dengan pencapaiannya masing-masing. Betul kan 'Kang?! :D

Adapun perumpamaan-perumpamaan yang ada di atas sebenarnya bukan berusaha melogis-logiskan, melainkan untuk mendekatkan paham saja, Kang. :)

Memang kita dalam tauhid diajarkan untuk mengenal rasa di dalam rasa; di dalam rasa ada rasa. Meski demikian, juga diwanti-wanti agar kita jangan merasa-rasa, sebab merasa-rasa itu masih jatuh di kebatinan, atau paling dalam jatuh di sir.. sedangkan yang disampaikan di sini adalah pondasi untuk meraih yang di dalam sir itu. Sebab Tuhan bukan rasa-rasa. Dikhawatirkan juga tauhid kita hanya jatuh di Sifat, sedangkan kita diminta untuk sampai pada Yang Punya Sifat. :)

Di sini justru saya masih bingung dengan pertanyaan Akang.. (hampura pisan ah, hehe) :D

{Dan bagaimana kita bisa menyiapkan perahu tanpa pernah ada yang memberi tahu kita bagaimana cara membuat perahu dan selanjutnya berlayar?}

Kalau perahu itu ibarat syariat, bukankah sudah dibuatkan oleh Rasulullah tinggal kita naiki dan kembangkan layarnya..bukan gitu, Kang?! :10:
Asli masih binun, sebab kalau dikaitkan dengan diktean Pak Undang di atas, justru yang di atas itu sebenarnya teknik untuk menaiki dan mengembangkan layar perahu dengan sebenar-benarnya pelayaran. sebenar-benarnya pelaksanaan dan penghayatan syariat. sebenar-benarnya pengenalan.

Asli masih binun ku tanyaan na... :9: :21:

bahtiarian mengatakan...

Betul sekali bahwa syariat sudah dibuatkan Allaah lalu disampaikan oleh Rasul Allaah. Lalu yang terkadang terlupa adalah bahwa sampainya syariat itu kepada kita di abad ini melalui beberapa kurun generasi, melalui para awliya'Allaah yang, terutama, bertugas di bumi Indonesia tercinta. Setidaknya, melalui para orang tua kita. Melalui merekalah kita mengetahui perahu macam apa yang akan atau bisa kita buat...
n.b. pertanyaan itu sebenarnya retoris belaka he he

MUXLIMO mengatakan...

Beuh!!Ternyata cuman retorika.. :17: pantes aja ane binun.. :18: *btw, besok jadi ka ptk kan 'Kang?! Oleh2 na jangan lupa.. :3:

busandi mengatakan...

setelah di baca baca, saya sangat suka dengan artikel artikel yang pak muxlimo share, soal nya saya lagi ngumpulin ilmu ilmu islam, baik itu pro maupun kontra.

ternyata juga pak admin adalah orang jawa dan tinggal di pontianak, sedangkan saya adalah orang kalimantan barat juga tepatnya kota Sambas (mencuri salam itu baik,brarti mencuri perkenalan itu baik meski ngak di tanya) hehehe,, salam kenal pak admin

MUXLIMO mengatakan...

Alhamdulillaaah.. akhirnya jumpa juga dengan sesama Kalbar di blogger nih..
makasih atas apresiasinya, Bro.. moga gak kapok ya main ke sini. Saya add ya gpluse-nya. Salam kenal balik, Bang Busandi. :25:

MUXLIMO mengatakan...

:2: ternyata linknya bukan ke g+, rupanya ke Fesbuk ya? tetep ane add juga :3:

WYAGHTA mengatakan...

Assalamu'alaikum Mas Mux, ijinkan saya mengcopy bagian bagian terpenting dan yang pastinya sangat penting bagi pemahaman dan pendalaman pengetahuan Islam saya dan keluarga. Semoga kita semua diberikan jalan yang lurus hingga meraih ridho-Nya. Amin.

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas WYAGHTA,
Silakan Mas.. ilmu tauhid memang hak setiap umat Muhammad Saw. dan akan berhasil guna hanya bagi umat Muhammad Saw. :25:

Semoga bermanfaat buat Mas dan keluarga ya. Aamiin. :)

moerad qrad mengatakan...

sekali lagi terima kasih atas pencerahannya kang MUX,,,maaf saya belum bisa memberikan tanggapan, saya hanya bisa menjadi seoran gpembaca setia saja untuk saat ini....semoga kedepannya semakin banyak ilmu Allah swt. yang digukakan kepada saya...aamiin

AerialSKY mengatakan...

Assalamu'alaikumu warahmatullahi wabarakaatuh.

Mau mengomentari yang tentang diam itu...
Klo setahu ai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan kepada umatnya agar berlindung/ meminta pertolongan kepada Allah subhanahu wa ta'ala dengan berdo'a dan juga berzikir...

“(Dan) Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu.” (QS. Al Mukmin : 60)

“(Dan) apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al Baqarah : 186)

“Siapa saja yang tidak mau memohon (sesuatu) kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah)

“Mintalah kepada Allah akan kemurahan-Nya, karena sesungguhnya Allah senang apabila dimintai (sesuatu).” (HR Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud)

“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah, selain daripada doa.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Hurairah)

“Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan memutus hubungan silaturrahim, kecuali Allah akan memberikan kepadanya satu diantara tiga hal : dikabulkan doanya ; ditangguhkan hingga hari kiamat ; atau dijauhkan dari suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Ahmad dari Abi Said Al Khudri)

“Tidak ada seorang muslim pun di muka bumi ini yang berdoa kepada Allah, kecuali akan dikabulkan doanya atau dijauhkan suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Tirmidzi dan Hakim dari Ubadah Ibn Shamit)

Ada do'a yang bersifat umum (bisa kita rangkai sendiri) tapi ada juga do'a yang khusus (sesuai kondisi/ situasi).

Contoh yang umum do'a sesudah sholat dan di waktu2 lain di luar yang khusus.

Contoh yang khusus misalkan do'a ketika singgah di tempat yang asing & angker...

Diriwayatkan dari 'Uqbah bin Amir, ia berkata; Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda:

اَللَّهُـمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ يَوْمِ السُّوْءِ، وَمِنْ لَيْلَةِ السُّوْءِ، وَمِنْ سَاعَةِ السُّوْءِ، وَمِنْ صَاحِبِ السُّوْءِ، وَمِنْ جَارِ السُّوْءِ فِيْ دَارِ الْـمُقَامَةِ

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hari yang buruk, malam yang buruk, waktu yang buruk, teman yang jahat, dan tetangga yang jahat di tempat tinggal tetapku." (HR. Al-Thabrani dalam al-Kabir-nya (14227) dengan isnad yang shahih. al-Hafidz Al-Haitsami menyebutkannya dalam Majma' al-Zawaa-id (10/144) dan mengatakan: Diriwayatkan al-Thabrani dan Rijalnya rijal shahih kecuali Bisyr bin Tsabit al-Bazzar, beliau tsiqat. Lihat juga Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 1443)

Contoh lain do'a ketika bersin...

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah mencintai bersin dan membenci menguap, maka apabila salah seorang dari kalian bersin dan bertahmid kepada Allah maka wajib atas seluruh muslim yang mendengarkannya untuk mengatakan : yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu), adapun menguap maka sesungguhnya dia dari syaithan, maka apabila salah seorang dari kalian menguap maka hendaknya dia tahan semampunya…[HR. Al-Bukhari (6226)]

Bahkan jika kita mengganti do'a yang khusus yang sudah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan do'a lainnya, maka itu termasuk perkara bid'ah.

Untuk komentar artikelnya bisa ditambahkan dalil ini Om biar makin jelas...

"Tidak sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(TQS Asyura’: 11)

“……….Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia(Allah).”(TQS Al Ikhlas :4)

AerialSKY mengatakan...

Assalamu'alaikumu warahmatullahi wabarakaatuh.

Mau mengomentari yang tentang diam itu...
Klo setahu ai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan kepada umatnya agar berlindung/ meminta pertolongan kepada Allah subhanahu wa ta'ala dengan berdo'a dan juga berzikir...

“(Dan) Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu.” (QS. Al Mukmin : 60)

“(Dan) apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al Baqarah : 186)

“Siapa saja yang tidak mau memohon (sesuatu) kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah)

“Mintalah kepada Allah akan kemurahan-Nya, karena sesungguhnya Allah senang apabila dimintai (sesuatu).” (HR Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud)

“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah, selain daripada doa.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Hurairah)

“Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan memutus hubungan silaturrahim, kecuali Allah akan memberikan kepadanya satu diantara tiga hal : dikabulkan doanya ; ditangguhkan hingga hari kiamat ; atau dijauhkan dari suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Ahmad dari Abi Said Al Khudri)

“Tidak ada seorang muslim pun di muka bumi ini yang berdoa kepada Allah, kecuali akan dikabulkan doanya atau dijauhkan suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Tirmidzi dan Hakim dari Ubadah Ibn Shamit)

Ada do'a yang bersifat umum (bisa kita rangkai sendiri) tapi ada juga do'a yang khusus (sesuai kondisi/ situasi).

Contoh yang umum do'a sesudah sholat dan di waktu2 lain di luar yang khusus.

Contoh yang khusus misalkan do'a ketika singgah di tempat yang asing & angker...

Diriwayatkan dari 'Uqbah bin Amir, ia berkata; Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda:

اَللَّهُـمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ يَوْمِ السُّوْءِ، وَمِنْ لَيْلَةِ السُّوْءِ، وَمِنْ سَاعَةِ السُّوْءِ، وَمِنْ صَاحِبِ السُّوْءِ، وَمِنْ جَارِ السُّوْءِ فِيْ دَارِ الْـمُقَامَةِ

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hari yang buruk, malam yang buruk, waktu yang buruk, teman yang jahat, dan tetangga yang jahat di tempat tinggal tetapku." (HR. Al-Thabrani dalam al-Kabir-nya (14227) dengan isnad yang shahih. al-Hafidz Al-Haitsami menyebutkannya dalam Majma' al-Zawaa-id (10/144) dan mengatakan: Diriwayatkan al-Thabrani dan Rijalnya rijal shahih kecuali Bisyr bin Tsabit al-Bazzar, beliau tsiqat. Lihat juga Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 1443)

Contoh lain do'a ketika bersin...

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah mencintai bersin dan membenci menguap, maka apabila salah seorang dari kalian bersin dan bertahmid kepada Allah maka wajib atas seluruh muslim yang mendengarkannya untuk mengatakan : yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu), adapun menguap maka sesungguhnya dia dari syaithan, maka apabila salah seorang dari kalian menguap maka hendaknya dia tahan semampunya…[HR. Al-Bukhari (6226)]

Bahkan jika kita mengganti do'a yang khusus yang sudah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan do'a lainnya, maka itu termasuk perkara bid'ah.

Untuk komentar artikelnya bisa ditambahkan dalil ini Om biar makin jelas...

"Tidak sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(TQS Asyura’: 11)

“……….Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia(Allah).”(TQS Al Ikhlas :4)

kaze kate mengatakan...

menyimak saja :)

MUXLIMO mengatakan...

insyaAllah.. aamiiin, Mbak Karthie.. :25:

MUXLIMO mengatakan...

makasih kembali Mas Bro Moerad.. iya, kita sama-sama saling mendoakan ya.. dan yakinkan doa Mas di atas itu pasti diijabah Allah Swt. aamiiin. :25:

MUXLIMO mengatakan...

alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas Ai.. :)

Ya, sebenarnya kami di sini pun tidak bersetuju dengan prinsip wahdat al wujud itu. Bahkan, kami memandang itu adalah pemahaman tauhid yang hampir sampai, tapi kemudian terbelokkan oleh bisikan setan, Mas. Sebagaimana pernah dimuat di sini:http://muxlimo.blogspot.com/2010/12/tauhid-wihdatul-wujud-freemasonry.html

Adapun mengenai "diam" sebenarnya dari diskusi panjang saya dengan Bang Arbi di komentar-komentar di atas, bisa disimpulkan bahwa sebenarnya sama sekali tidak ada anjuran untuk mengganti model doa dan zikir yang sudah disunnahkan Nabi Muhammad Saw. sebab yang disampaikan di sini sebenarnya berkaitan dengan "rukun qalbi" dalam salat, doa, dan ibadah lainnya, Mas.

Rukun qalbi ini sebenarnya yang dipandang Allah, sebab seandainya kita lalai dari memahami tauhid, maka ketika kita berdoa, atau kita sederhanakan,

ketika kita membaca "Bi Ismi Allah ar-Rahmaan ar-Raahiim" <-- jika pemahaman kita baru sampai ke Asma, artinya doa kita itu belum sampai ke Allah atau belum sampai ke Tuhan yang sesungguhnya. (bisa jadi ini jatuhnya malah menyembah Asma, bukan menyembah Yang Punya Asma.)

Sebagaimana diwasiatkan Rasulullah dalam hadis qudsy berikut.
"Jangan kausembah Zat-Ku, Sifat-Ku, Asma-Ku, Af'al-Ku, tetapi sembahlah Aku." (Hadis Qudsi)

Nah, itu sebab pentingnya mendalami ilmu tauhid agar kita bisa membedakan zat sifat, zat-mutlak, dan Pencipta sekalian zat.

Justru dengan menggali makna hakiki setiap dalil melalui kajian tauhidlah.. doa kita, i'tikad kita dalam ibadah, bisa sampai ke Allah (tidak tersangkut di Af`al-Nya, Asma-Nya, Sifat-Nya, maupun Zat-Nya). Dari kaji tauhid inilah, kita antar doa kita sampai pada Pemilik Af'al, Asma, Sifat, dan Zat.

Jadi, sama sekali di sini kami tidak sedang menyampaikan bahwa berdoa itu minta ke selain Allah atau ada manusia bisa setara dengan Allah, sama sekali tidak, ya Mas. :25:

Anonim mengatakan...

Banyak banget copy paste-nya Mas Ai :)

Jabat hangat,
-Arbi-

papanya daanish mengatakan...

Assalamu'alaikum
salam kenal bro mux...
lagi browsing "tipu daya iblis dalam astral" dapetnya blog ini... dibaca2 mantap jg isinya..
boleh tau lokasinya dimana bro? kl deket kan saya bisa dateng ke tmp bro mux..

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam w rahmatullahi w barakatuh, papanya daanish alias Bang Bro "W" :D

MasyaAllah.. dari keyword yang dicari aja udah nandain Bang Bro ini emang umat Muhammad yang gak gampang ketipu muslihat rapuh trio laknatullah.. :8:

Salam kenal juga, Bang.. :25:

MUXLIMO mengatakan...

oya, lokasi ane di Pontianak, Kalbar, Bang Bro.. kejauhan ya.. :14:

Anonim mengatakan...

Antox-Situbondo Jatim
Bagaimana cara menyatukan pikiran dan perasaan? Diamkan pusat (sama-tengah-hati). Mendiamkan pusat itu bukan ditarik ke dalam atau dinaik-naikkan.
(yang ini mohon penjelasan Om Mux sperti apa praktekx yg om mux sdri jlankan),ini hal yg sy cb slalu gagal dg metode yg di share byk skali di blog2 lain. ujung2x sy tertidur pulas... :) hehe... mgkin tips dr Om mux dpt mbntu sy.. Mkasih sbelumx.

Bang Arbi mengatakan...

Salam kenal mas antox,
Pertanyaan ini pernah saya tanyakan ke kangmux di http://muxlimo.blogspot.com/2011/12/dua-hal-utama-yang-dilalaikan-ulama.html
silahkan baca comment-nya. disitu ada tanya jawab ane dg kangmux. Semoga membantu.

Jabat hangat

Anonim mengatakan...

mantap bang arbi, langsung ke TKP saya ...
slam knl bang arbi :)

MUX LIMO mengatakan...

Subhanallah wal hamdulillah.. bertambah lagi keluarga tauhid kita.. :16:

sekali lagi, makasih banyak atas bantuannya, Bang Arbi.. dan jangan sungkan juga sampaikan pengalaman praktik Abang pada saudara2 kita di sini ya.. sebab bisa jadi penyampaian Abang bisa lebih mudah berterima bagi saudara kita di sini. btw, ini sekadar pengganti lelahnya, Bang.. ~O) :D

Mas Antox, jangan sungkan ya, Mas.. sesama muslim 'kan tolong-menolong dalam kebaikan ya :25:

Bang Arbi mengatakan...

makasi kangmux utk sajennya..https://lh4.googleusercontent.com/-JbHh03bZc6o/UHXx-P_GC6I/AAAAAAAAGQQ/yEDCaNiVm4c/s36/rewog.gif saya rasa sudah cukup. saya mau pulang dulu ya. dateng ga dijemput, pulang ga dianter....hihihi :7:

MUX LIMO mengatakan...

Astagfirullah.. ternyata ane sodaraan ama makhluk yang.... begituan.. :g:

Bang Arbi mengatakan...

maksudnya qiyamuhu binafsihi kang... dateng ga dijemput pulang ga diantar.
dateng ya dateng sendiri....
pulang ya pulang sendiri...hihihi

MUXLIMO mengatakan...

:c: Qiyamuhu bi Nafsihi mah gak dateng gak pergi, Bang.. hayooooooo... bilangin Abah Tobelo loh.. :6: :3:

Bang Arbi mengatakan...

kalau sudah sendiri dan paham makna ke-sendiri-an kan artinya sama juga kang. ga ada lagi datang ga ada lagi pergi....ga ada lagi taraki ga ada lagi tanazul, melainkan hanya kiasan belaka. ngeles kek bajaj. hehehe....
ampyunnnn jgn dibilangin abah tobelo n abah siradj, SMS aja boleh? kaburrrr :7:

aan mengatakan...

kang saya nih bingung..nih share apa nanya..krn saya juga lg mengalami ketauhidan..dan saya berapa kali gagal..(krn kurang ilmu atau emang digagalkan iblis) ceritanya panjang tapi intinya saja ya kang..saya mau mencari dan menghidupkan nur muhamad pada diri saya tapi yg saya temui hawa nafsu ama rasa dendam (iblis kali ya). hawa nafsu di sebelah kanan pusat hati..rasa dendam kiri atas ..kiri bawah lagi dianalisa apa?tapi inget beberapa tahun silam pernah ngalami kek gini..akhirnya kondisi gue..gue buat Zero atau lebih tepatnya gue satu'in semua..gue gak peduli siapapun itu(padahal enak kan kalau kita bisa mengenal dan merasakan nur muhamad) mohon pencerahan

MUXLIMO mengatakan...

wadawhh.. :2: jangan bilang minta "pencerahan" ah, Mas.. heheh asli saya juga masih kelas murid kok..

I see.. :-? wah, sebenernya saya juga baru tau soal pembagian di pusat hati-kanan,kiri, sama kiri bawah, itu, Mas.. tapi kalau gak salah di tasawuf ada tuh titik2 yang letaknya persis seperti kalau umat vatikan mau berdoa. Tapi saya yakin, yang dipegang saudara2 kita di tasawuf bukan pengaruh dari keyakinan lain sebab pernah ada penjelasannya tapi saya lupa :14:

Iya, Mas.. pastikan kalau yang muncul justru emosi atau dendam, pasti itu datang dari musuh yang nyata, yaitu trio laknatullah: Iblis-Dajjal-setan.

Sebab, apa pun amalan dalam ibadah Islam yang benar, pasti hasilnya sesuai dengan dalil di Quran:"Hanya dengan mengingat Allah-lah jiwamu akan tenang."

Upaya Mas untuk menetralisasi gejala negatif itu dengan cara menyatukan semuanya udah cukup mengena, Mas.. tapi..saya belum tau, yang Mas satukan itu apa aja?

Kalau dalam praktik tauhid yang diajarkan Guru, yang disatukan itu ingatan dan perasaan, sebab dari keduanyalah muncul ini-itu pada diri manusia.. lebih sering sebagai sumber kegelisahan dan keluh kesah. [Di Quran disebutkan sifat anak-cucu Adam itu senantiasa berkeluh-kesah]

Mengapa menyatukan ingatan dan perasaan?
Sebab,WAJIB TANPA ADA KESYIRIKAN SEBESAR ZARAH PUN di dalam peribadatan Islam.

Nah, karena kita ketahui Allah mewanti-wanti berkali-kali bahwa Diri-Nya itu laysa kamitslihis syaiun [Melihat Tuhan Saat Ini Juga] maka aktivitas mengingat Allah berbeda keadaannya dengan aktivitas mengingat selain Allah (para makhluk-Nya).

Kalau mengingat alam ciptaan:pakai pikiran dan perasaan.
Kalau mengingat Pencipta: Tidak pakai pikiran dan perasaan.
kalau gak salah di al-Baqarah ada perintah Allah Swt. pada Musa a.s.:"Tanggalkan kedua alas kakimu! Sebab kamu akan memasuki lembah yang suci."


Bagaimana cara menyatukan ingatan dan perasaan?
InsyaAllah dengan mendiamkannya (men-cuek-kan) pikiran dan perasaan. Bukan dikosong-kosongkan ya, Mas. :20: Kalau dikosong2kan nanti jin yang masuk.

Untuk detail praktik tafakur hakiki, bila berkenan Mas bisa baca di sini: FAQ1 dan FAQ 2

Demikian yang bisa saya sampaikan, Mas Aan. Lebih kurangnya mohon dimaafkan ya. :25:

MUXLIMO mengatakan...

n.b.
Kalau praktik tafakurnya benar, pasti nanti Mas bisa merasakan Nur Muhammad pada diri Mas.
http://lh5.googleusercontent.com/-_zoLovtiL6g/UM26wgL9e4I/AAAAAAAAH34/uyAjyowW2bU/s89/inshallah.gif

Sebab praktik ini dari Rasulullah Saw. juga Mas.. "Pusaka Madinah" :25:

matahari senja mengatakan...

http://lh6.googleusercontent.com/-03SePZBireE/ULpkLsg1uKI/AAAAAAAAHkI/8jJOWJf6mTg/s76/salam.gif
sebetulnya saya masih bingung Kang.....mungkin ada kalimat simple yg mudah dipahami gtu???
tp http://lh5.googleusercontent.com/-_zoLovtiL6g/UM26wgL9e4I/AAAAAAAAH34/uyAjyowW2bU/s89/inshallah.gif bermanfaat untuk saya pribadi.. :)

Bang Arbi mengatakan...

Bacanya memang perlu diulang2 mas bro. mudahan paham juga nantinya.

cantiqprast mengatakan...

ulasan ttg Nur Muhammad udh saya baca....saya setuju dg bbrp pendapat diatas... bs bantu saya ya Mas... ulasan ttg Nur Allah...
Trims banget...

Vallian Sayoga mengatakan...

Maap gan, Mau nanya rada OOT. Sebenernya indra ke 6 dalam Islam itu benar2 ada apa rekaan setan?

MUXLIMO mengatakan...

http://lh5.googleusercontent.com/-NyfcNUQUYYA/ULpkRODStNI/AAAAAAAAHmA/pS9ZZXWpcWU/s74/wsalam.gif Neng Matahari Senja a.k.a ASR :}} insyaAllah nanti kita perdalam lagi dari step awal di gplus yahh.. :D sing sabar tur junun yah.. hehehe :25:

MUXLIMO mengatakan...

tentang Nur Allah biasanya kami sandingkan juga dalam pembicaraan yang terkait Nur Muhammad, Mbak. Bisa dibaca2 lagi di label "di sama-tengah hati" :20:

MUXLIMO mengatakan...

Sixth-sense dalam Islam ada kok, Mas.
"Takutilah firasat orang mukmin karena ia memandang dengan Cahaya Allah." [H.R. Bukhari]

Tapi di Islam, kelebihan ini terbagi 3:
1. mukjizat bagi para nabi,
2. karamah bagi para wali, arif billah, mukminin wal mukminaat, dan
3. istidraj bagi para pengikut setan. [Q.S. al-Baqarah:102 dan Q.S. Saba:20]

Contoh istidraj ultimat yang nanti akan dipertunjukkan di akhir zaman ada pada diri Dajjal Laknatullah. Contoh istidraj kecilnya seperti: kemampuan paranormal, fenomena indigo, astral projection, santet, kanuragan, dan kebisa-kebisa kebatinan lainnya. Allahua'lam.

skema kedudukan ke-3 jenis sixth-sense ini bisa dilihat di sini.

MUXLIMO mengatakan...

Sandaran dalil untuk istidraj dari Allah:

"maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya" (As-Syam 91:8-10)

joni muara mengatakan...

sudahkah anda praktekan.....mas bro.....berarti bisa dong kita bertemu karena kita tidak berjarak tetapi kita juga tidak bersentuh

joni muara mengatakan...

kata orang sih belum tau cari tau kalo sdh tau buang tau mas,,,......

scorpio knight mengatakan...

Tuhan kok didefinisikan?tapi menurut saya bahasa tulisannya bagus,tidak memaksa,menyampaikan argumen secara implisit,namun seluruh tulisan sudah pasti harus ada pertanggung jawabannya

MUXLIMO mengatakan...

Di sebelah mananya tulisan di atas mendefinisikan Tuhan, Mas?
Perlu diketahui bahwa postingan di bawah label di sama-tengah hati semuanya dipertanggungjawabkan dunia-akhirat. Nah, selanjutnya tentu umat dipersilakan untuk bersetuju atau menolak.

Damar mengatakan...

Assalammualaikum ..
terimakasih artikel yang bagus buat saya yang masih belajar
apa boleh add YM

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, alhamdulillah bila "pesan hakiki"-nya sampai.. Mas Damar.. silakan add saya di muxlimo@yahoo.com| oya, mohon beri prolog ya di invitenya.. soale biasa kalau yang add tanpa prolog saya cuekin :}} mohon maklum. :21:

guk pri mengatakan...

masih setia nyimak dan copas artikel2 bagus di blog ini...:)

MUXLIMO mengatakan...

Alhamdulillah.. http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif

muhammad afdal mengatakan...

assalamu alaikum salam kenal..... mohon pencerahanx bang...hakikatul muhammadiyah itu apa bang

Jay Irawan mengatakan...

Deskripsi yg anda uraikan dari awal secara keseluruhan bertele-tele, teori tentang Allaah yang diperumit, ditambah penggunaan kalimat2 yg berputar-putar & membingungkan. Berpotensi mengaburkan/mendangkalkan pemahaman akidah terutama bagi yg masih awam/belajar tahap awal tentang ilmu agama Islam/ketauhidan, terutama yang ingin mengenal lbh dekat SIAPA ITU ALLAAH SWT. Saya sendiri masih dalam tahap belajar mendalami Islam, tapi terus terang saja, saya masih lebih bisa memahami dan menyerap dengan mudah tafsir Al-Qur'an dan hadits-hadits yang disampaikan Rasulullaah Muhammad SAW ketimbang deskripsi anda yang berbelit-belit. Selain itu saya juga menemukan satu kalimat FATAL dan BERBAHAYA dlm deskripsi anda : "JANGAN ADA ZIKIR-ZIKIR LAGI karena tuhan buka berupa baca-baca dan zikir-zikir." "Jangan ada zikir-zikir lagi", ini saja sudah merupakan kalimat/ajakan sesat, krnarena jelas di dalam Islam, umatnya justru diperintahkan untuk banyak-banyak berdzikir (mengingat) Allaah SWT, dan salah satunya dengan cara menyebut Asma-Nya. Sebagaimana firman Allaah SWT dalam beberapa ayat Al-Qur'an :

1) "Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allaah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang." [Q.S. Al Ahzab: 41-42]

2) "Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allaah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (An Nisa 103)

3) Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. 206- Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allaah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya lah mereka bersujud. (Al A’raaf 205-206)

4) Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Al A’raaf 180)

5) Serulah Allaah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaulhusna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam saalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” (Al Israa 110)

Jadi jelaslah, kalimat anda yang saya kutip tadi benar-benar SESAT-MENYESATKAN, karena jelas bertentangan dengan firman Allaah SWT sendiri, meskipun kalimat anda tersebut mungkin menitikberatkan pada suatu keadaan tertentu. Namun tetap saja secara keseluruhan, bahkan kalimat anda tersebut bisa jadi konteksnya meluas ke arah larangan untuk membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an dan mendirikan sholat, karena sudah sangat jelas kedua hal tersebut pun merupakan bagian dari dzikir, dan shalat adalah bentuk dzikir / ibadah inti dari bentuk aplikasi penyembahan umat Islam kepada Allaah SWT.

Marilah kita aplikasikan saja bentuk-bentuk ibadah yang memang sudah jelas dibenarkan dan disyari'atkan dalam Al-Qur'an dan Aunnah-sunnah Rasulullaah SAW. Jangan sampai kita terjerumus dalam bentuk-bentuk ibadah dan atau ritual yang syubhat, tidak disyari'atkan dalam ajaran agama Islam, bahkan berpotensi mendangkalkan akidah kita.

Sekali lagi ini pandangan saya pribadi. Semoga Allaah SWT selalu memberi petunjuk yang benar kepada seluruh umat Islam dan melindungi kita dari tipu daya iblis dan bala tentaranya bahkan yang dikemas dalam bentuk paling samar, halus, dan terselubung sekali pun. Aamiin

Unknown mengatakan...

JANGAN ADA ZIKIR-ZIKIR LAGI karena tuhan buka berupa baca-baca dan zikir-zikir.

Kalau saya memahami makna kata diatas adalah makna yang digunakan untuk praktek bukan makna teoritis.

MUXLIMO mengatakan...

Deskripsi yg anda uraikan dari awal secara keseluruhan bertele-tele, teori tentang Allaah yang diperumit, ditambah penggunaan kalimat2 yg berputar-putar & membingungkan. Berpotensi mengaburkan/mendangkalkan pemahaman akidah terutama bagi yg masih awam/belajar tahap awal tentang ilmu agama Islam/ketauhidan, terutama yang ingin mengenal lbh dekat SIAPA ITU ALLAAH SWT.

Coba Anda simak yang berikut ini pelan-pelan dan tanpa nafsu ya. Tanpa nafsu=ikhlas:

Al-Baqarah (2) : 115
وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah

Al-Baqarah (2) : 186
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.





أَلَا إِنَّهُمْ فِي مِرْيَةٍ مِّن لِّقَاءِ رَبِّهِمْ ۗ أَلَا إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُّحِيطٌ [٤١:٥٤]
Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu.

Yang Allah sindir di ayat di atas itu orang-orang seperti Anda, Anda kaget, gaman, kalap bin histeris karena

1. yang di pikiran Anda dan pikiran ulama kebanyakan, berjumpa Allah itu nanti nunggu mati dulu.

Padahal dalil-dalil berikut juga bukan terlepas dari ke-esa-an dalil Allah.
Al-Kahfi: 110

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاء رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

Sabda Rasulullah Saw:
Mutu qabla anta mutu; matikan dirimu sebelum mati.

MUXLIMO mengatakan...

2. karena selama ini Anda beragama melulu diajari cuma soal syariat: hukum dan akhlak, tapi tidak diajari pondasi agama tentang tauhid. Ingat, dalam tarikh, Rasulullah pada ±11 tahun pertama syiar Islam mengajarkan dulu tauhid pada umat: tentang apa, siapa, dan bagaimana yang disebut Allah itu, baru kemudian turun perintah syariat. Kalau mau, silakan baca: Awwaluddin Syariatullah di antara Kita.

Jadinya gak kesampaian benak Anda kalau makna Dia Maha Meliputi segala sesuatu| bahwasanya Aku adalah dekat. | kemana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah <-- itu mengisyaratkan jelas bahwa kedekatan kita dengan Allah ini persis seperti ikan dengan air. Ke mana pun ikan menghadap, di situ wajah air. #think :20:

Siapa pun yang tidak yakin, bahkan mengingkari bahwa segala sesuatu, bahwa seluruh alam dan makhluk-makhluk itu hidup dan ber-ada di dalam Tubuh Allah, dan tidak menyadari bahwa ALLAH TIDAK BERTEMPAT DAN TIDAK MEMERLUKAN TEMPA, BAHKAN ALLAH ITULAH TEMPAT BAGI SEKALIAN MAKHLUK-NYA, terkena sanksi minimal dan maksimal:

A. minimal Anda kena mudharatnya
"Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka Barangsiapa melihat [kebenaran itu], maka [manfaatnya] bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta [tidak melihat kebenaran itu], maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku [Muhammad] sekali-kali bukanlah pemelihara[mu]". [Qs. Al-An'am:104]

Kalimat terakhir berarti: "Masih mengingkari kebenaran setelah diterangkan sejelas-jelasnya, jangan harap berhak mendapat syafaat Rasulullah Saw. di akhirat kelak."

B. maksimalnya terhukum kafir bahkan lebih rendah daripada binatang
"… Mereka (manusia) punya hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah), punya mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), punya telinga tetapi tidak mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka (manusia) yang seperti itu sama (martabatnya) dengan hewan bahkan lebih rendah (lagi) dari binatang." (QS 7:179)

Siapa yang menentukan sanksi itu?? Allah, bukan sayah :D

MUXLIMO mengatakan...

:8: Bang/Mbak Yuslin.. memang kepahaman akan tauhid itu murni karunia langsung dari Allah ya.. Alhamdulillah.. http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif

MUXLIMO mengatakan...

Itulah sebabnya wahyu pertama, perintah pertama di ayat pertama yang turun itu: IQRA. IQRA itu artinya pikirkanlah Perkataan-perkataan Allah itu. Allah berfirman, kita memikirkan maksud firman Allah itu. Karena Allah Berfirman bahkan sampai membuatkan perumpamaan-perumpamaan dari sisi-Nya itu supaya manusia berpikir! [Al Bagarah, ayat 26] supaya manusia beneran pantas disebut "...orang-orang yang berakal, [yaitu] orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi [seraya berkata]: "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Q.S. Al-Imran: 190-191)

Kalau ada ulama hapal Quran hapal hadis tapi hanya untuk mengulang Perkataan yang Allah Katakan, :c: APA BEDANYA DENGAN BEO?!

Jadilah banyak sekarang ini ULAMA BEO, UMAT BEO. Gitu, Bung Jay. Coba diiqra lagi tu Quran, kalau gak mau iqra, bagus bakar aja tu Quran di rumah Anda.

MUXLIMO mengatakan...

"Jangan ada zikir-zikir lagi", ini saja sudah merupakan kalimat/ajakan sesat, krnarena jelas di dalam Islam, umatnya justru diperintahkan untuk banyak-banyak berdzikir (mengingat) Allaah SWT, dan salah satunya dengan cara menyebut Asma-Nya.

Pertama: salah satunya dengan cara menyebut Asma-Nya.
Kalau menyebut Asma tapi tidak kenal dengan Diri Yang Punya Asma. Zikir Anda zikir pembohong bin munafik.

Contoh:
Anda berkata, "Tuh, lihat itu.. Si Sok Tau Adam."
Anda menunjuk dan menyebut ke arahku karena Anda kenal.
Nah, jadi apa dan siapa yang kamu tunjuk waktu tahiyat dalam shalat itu? Kenal gak? Kalau gak kenal, percuma Anda shalat karena dinilai Allah itu shalat pembohong bin munafik. Makin Anda shalat, makin kena tuntut nanti di akhirat. Itulah shalat orang-orang yang celaka.

4. Maka celakalah bagi orang-orang yang sholat. 5. (yaitu) orang-orang yang LALAI dalam sholatnya.
[Q.S. Al Ma’un 4-5]

Kenapa udah shalat masih celaka? Karena Allah jauh-jauh hari sudah wanti-wanti, "Aku tidak mau tahu kalau di yaumil qiyamah kamu gak tau tentang keesaan Tuhan-hamba yang sudah Ku-beri tahu di al-Fushilat:54 itu!"[Q.S. Al-A'raaf:172]

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَن تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ [٧:١٧٢]
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang LENGAH terhadap ini (keesaan Tuhan)".

MUXLIMO mengatakan...

Kedua: Anda sebut sendiri "salah satunya" dengan menyebut Asma-Nya.

Jadi yang namanya zikir itu banyak modelnya. "Salah satunya" dengan menyebut Asma-Nya, "salah duanya" dengan tafakur hakiki alias diam. Kenapa kok gitu? Ginihhh ceritanyahhh..

Anda zikir dengan menyebut "Subhanallah" 5000X misalnya.
Pas zikir itu, mulut dan lidah Anda cape.. zikir yang belum sampai 5000 itu tanpa sadar pindah ke dalam hati. Anda zikir dengan menyebut "Subhanallah" dengan hati, bukan dengan mulut lagi.

Nah, waktu hati juga udah mulai letih zikir dengan menyebut "Subhanallah" ..apa yang terjadi? BOHONG kalau Anda tidak mengakui bahwa ujung-ujungnya Anda terdiam tapi masih merasa dalam keadaan zikir!

Itulah makna "sebanyak-banyaknya" dalam dalil2 yang Anda berondongkan pada kami di sini. Paham gak?

Dan kata siapa kami membunuh sunnah agar manusia berhenti shalat? Baca deh yang iniiihhhhh:
Seri Tips Shalat Khusyuk.

Dan kata siapa kami membunuh sunnah agar manusia berzikir/wirid memuji Tuhannya? Baca deh yang iniiihhhhh: Jalan Zikir yang sampai ke Tuhan, di situ bahkan kami mengingatkan jangan sampai berzikir2 tanpa ilmu. Masa zikir-zikir ujung-ujungnya histeris meraung-raung, ketakutan, bahkan ada yang pingsan segala. Baca tuh hai para ahli zikir.

Dan kata siapa kami membunuh sunnah agar manusia bertadarus Quran? Baca deh yang iniiihhhhh:
Tafakur, Tadarus, Tajalli.

MUXLIMO mengatakan...

LAST BUT NOT LEAST TO JAY:
Jangan kira zikir dengan cara diam-tafakur tidak ada dasar sejarah dan dalilnya dalam Quran.

Rasulullah SAW Bersabda:
الصلاة عماد الدين والصمت أفضل والصدقة تطفئ غضب الرّبّ والصمت أفضل والصوم جُنة من النار والصمت أفضل والجهاد سنام الدين والصمت أفضل.
“Salat adalah tiang agama, tetapi diam itu lebih utama, sedekah dapat memadamkan murka Allah, tetapi diam itu lebih utama, puasa adalah periasai dari siksa neraka, tetapi diam itu lebih utama, jihad puncaknya agama, tetapi diam itu lebih utama.”

Di Hadis lain juga Nabi SAW bersabda:
الصمت أرفع العبادات
“Diam adalah bentuk ibadah yang paling tinggi.” (HR. Ad-dailami dari Abu Hurairah)


Adapun Hadist-Hadist Rasulullah SAW yang menerangkan keutamaan Diam:

الصمت زين للعالم وستر للجاهل
“Diam itu adalah perhiasan bagi orang ‘alim (pandai) dan selimut bagi orang jahil (bodoh).”

الصمت سيد الأخلاق
“Diam adalah akhlak yang paling utama.”

الصمت حكمٌ وقليلٌ فاعله
“Diam itu mengandung hikmah yang banyak, tetapi sedikit orang yang melakukannya.”

Pijakan Sejarah dan Dalil "Diam-Sadar" dalam Islam. http://lh6.googleusercontent.com/-SAmAIsEDuUs/ULpkFGcrmAI/AAAAAAAAHiM/5y7eDO-TE00/s93/fatwa.gif

Dadah.. :D

anjumi tanawar mengatakan...

Assalamu'alaikum, terus terang saya sgt setuju dan suka dgn postingan2 kakak, bisa mmberi pencerahan meskipun masih ngambang di sayanya karena belum bisa menerapkan, masih kencur dan fikiran masih suka di awang2, jadi ijin nyimak dulu saja. makasih

anjumi tanawar mengatakan...

Assalamu'alaikum, terus terang saya sgt setuju dan suka dgn postingan2 kakak, bisa mmberi pencerahan meskipun masih ngambang di sayanya karena belum bisa menerapkan, masih kencur dan fikiran masih suka di awang2, jadi ijin nyimak dulu saja. makasih

muri ady mengatakan...

salam.... walaupun terlambat syukur saya dapat mengetahui blog ini.. oh ya mas.. apapun istilah, pandangan serta lain -lain.. bukankah kesemuanya itu hanya menuju kepada yang satu ??? nama Allah menunjukkan keangungannya dan semesta alam.. tapi tolong tuan beri pencerahan kepada saya.. 99 nama allah yang ada dalm Quran, walaupun sebenarnya tak terbatas.. tapi aapa nama yang satu itu >???????? trims atas pencerahannya dan jawabannya.. terimakasih buannnyaaaakkk..

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, subhanallah walhamdulillah..tiadanya penolakan hati Mbak atas kebenaran hakiki di atas saja sudah menunjukkan Mbak meraih "tarikan" Allah untuk paham makrifat.

InsyaAllah dengan istiqamah dalam pola pikir tauhidi ini kita semua akan merasakan buahnya []Q.S. Al-Ankabut:69]. Sebab hanya Islam yang valid total di 3 ranah ini:
ilmu [teori]- amal [praktik] - muanayahnya [pembuktian nyata].

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas Muri,
Benar semua mengacu ke Yang Satu; "syuhudul kasrah fil wahdah"

dan .. InsyaAllah Nama ultimat Tuhan kita adalah Tiada Nama, Mas. Makasih atas kunjungan Mas dan moga gak kapok ya main di mari :D

Fendi Irawan mengatakan...

Assalamu'alaikum mas mux..
salam kenal mas muxlimu.ada banyak hal yang ingin saya tanyakan,krn minimnya ilmu saya ttg islam.sebenarnya tulisan mas mux blm selesai saya baca,krn blm sampainya pemahaman saya.yang saya ingin tanyakan :
1. selama ini saya hanya menjalankan syariat dulu,setelah saya baca sedikit tulisan mas ttg Allah, saya jd bertanya apakah di dalam islam lebih didahulukan ilmu ma'rifat dulu baru syariat??
2. bisakah saya merasakan Allah didalam hati sementara sy banyak dosa,pikiran kotor,hati jg kotor?
3. jujur dalam hati saya rasanya ingin mencari Allah.karna selama ini rasaya saya jauh sekali dari Allah padahal ibadah wajib saya alhamdulillah tidak pernah ktiinggalan lg.tp kenapa susah sekali merasakan Allah dalam hati??apakah karna saya belum kenal Allah??
4. bagaimana caranya biar saya bisa merasakan Allah??apakah saya harus belajar ilmu ma'rifat dulu??

itu saja pertanyaan dari saya mas.terima kasih sebelumnya mas muxlimo..

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas Fendi..
Salam kenal balik ya.. saya senang dengan kejujuran Mas. Meskipun belum menuntaskan bacaan di atas tapi tampak jelas bahwa Mas tidak menolak mentah-mentah isi bacaan karena insyaAllah Mas tidak "menutup telinga" atas bisikan ruhani Mas sendiri bahwa hal di atas bisa dipahami sehingga yakin ini bukan hal yang "menyeramkan".

Berbeda dengan beberapa orang lain yang sudah terlalu tebal "hijab syariatnya" sehingga belum apa-apa langsung bisik setan yang didengarnya. Alhamdulillah, dari titik ini Mas bisa dibilang sudah berdiri di gerbang kaum khawwasul khawwas. InsyaAllah, aamiiin.

1. selama ini saya hanya menjalankan syariat dulu,setelah saya baca sedikit tulisan mas ttg Allah, saya jd bertanya apakah di dalam islam lebih didahulukan ilmu ma'rifat dulu baru syariat??

Benar sekali, Mas. Yang ditekankan di dalam Islam adalah kenali dulu Yang Disembah, baru melakukan penyembahan.

Analogi dalam Pemilu, misalnya [meskipun saya selalu golput karena demokrasi itu kepalsuan, hehehe]. Bagaimana mungkin kita bisa memilih pemimpin dengan baik jika kita tidak mau tahu dulu siapa calon pemimpin yang akan kita coblos. Kalau kita asal coblos lalu langsung niatkan menjadi warga negara yang baik.. tetap saja artinya kita zalim pada diri sendiri, bahkan pada sesama rakyat. Itu karena kesungguhan dan pengabdian kita sebagai rakyat didasarkan pada "asal pilih".

Dalam kaitannya dengan tarikh penyampaian Islam, Mas Fendi bisa membulatkan lagi pemahaman mengenai kedudukan tauhid/makrifatullah dalam Islam ini di postingan Awwaluddin Syariatullah Di Antara Kita

2. bisakah saya merasakan Allah didalam hati sementara sy banyak dosa,pikiran kotor,hati jg kotor?
Tentu bisa, Mas. Meskipun jasad dan nafs [jiwa] kita ini penuh dosa, tetap ruh kita suci karena berasal dari Yang Mahasuci [Q.S. Hijr:29]. [manusia itu makhluk 3 in 1: jasad-nafs-ruh, maka yang diazab di barzakh dan akhirat adalah jasad dan nafs yang tidak esa dengan ruhnya sendiri. Tidak esa dengan ruh sendiri sama dengan tidak esa dengan Allah]

Satu bukti bahwa Mas masih bisa merasakan Allah adalah Mas masih sempatkan diri untuk bermuzakarah di sini. :D Ingat-ingat lagi terbitnya niat untuk komen di sini. Yakin deh, itu dari ruh. Dari ruh artinya dari Allah langsung [Q.S. Adz-Dzariyat:21 dan Al-A`raf:172].

MUXLIMO mengatakan...

3. jujur dalam hati saya rasanya ingin mencari Allah.karna selama ini rasaya saya jauh sekali dari Allah padahal ibadah wajib saya alhamdulillah tidak pernah ktiinggalan lg.tp kenapa susah sekali merasakan Allah dalam hati??apakah karna saya belum kenal Allah??

Alhamdulillah, mencari Allah memang fitrah setiap manusia [muslim-nonmuslim], sesuai dengan tujuan Allah dalam menciptakan sekalian makhluk. Ini perlu diketahui sebab dengan mengetahui tujuan penciptaanlah kita bisa mengenal sebenar-benar Tuhan yang kita sembah. Peribahasanya, "tak kenal, maka tak sayang" ya, Mas. :D

InsyaAllah, kalau sudah kenal apa-siapa-bagaimana dan apa yang dikehendaki Allah atas manusia itu, ibadah Mas bukan lagi sekadar ibadah karena "harap" dan "takut", melainkan ibadah yang otomatis ikhlas saking bersyukurnya kita setelah tahu betapa Allah itu.. sangat pantas, layak, dan sangat berhak disembah. [Meskipun Allah tidak memerlukan penyembahan karena Allah itu Mahakaya (Sifat Istirna Allah ]

4. bagaimana caranya biar saya bisa merasakan Allah??apakah saya harus belajar ilmu ma'rifat dulu??

Benar, Mas.. sebab memahami tauhid itu termasuk fardhu 'ain bagi setiap muslim yang sudah baligh.

Demikian, Mas Fendi.. mudah-mudahan tidak keberatan saya beri referensi link-link terkait di catatan ini. Bukan hendak menggurui, sekadar sebagai saran bacaan aja ya. Sebagai bonus di waktu senggang, mudah-mudahan Mas Fendi suka juga yang ini: Kebenaran Selalu bersama Penyampainya.

Allahua'lam. Oya, selamat Mas.. insyaAllah Mas sudah sedang berdiri di gerbang menuju Puncak Keberuntungan Seorang Hamba :21:

MUXLIMO mengatakan...

Mengapa kami berani menyimpulkan bahwa bisikan ilham dari ruh artinya dari Allah langsung karena di Q.S.Al-A`raf:172 tersebut kita tahu, bahwa yang bisa berdialog langsung dengan Allah adalah ruh. Bahkan sama', bashar, kalam, dan potensi "kuasa" pada diri manusia ini sebenarnya milik ruh, bukan milik jasad dan nafs kita ini. Allahua'lam. :)

Fendi Irawan mengatakan...

Aamiin..
Alhamdulillah, sudah sedikit paham dengan penjelasannya.kalau bisa sedikit paham itu bukan berati karna kecerdasan saya bukan??tapi lebih karna ijin Allah.

terkadang hati ini merasa yakin dengan sesuatu,namun suatu saat keyakinan itu berkurang,alias muncul keragu-raguan.apakah ini termasuk bisikan setan???
misalnya,saya kadang merasa yakin dengan ibadah saya,namun beberapa waktu kemudian menjadi ragu-ragu.saya selalu memohon petunjuk kepada Allah agar ditunjukan ke jalan yang benar,jalan ketauhidan,jalan orang-orang yang diberi nikmat.

setelah membaca tulisan mas, yang saya tangkap adalah kalau kita ini hidup di tubuhnya Allah.jadi menjadi logis kalau Allah Maha Mengetahui karna semua makhluk ciptaanNya hidup di dalam tubuhNya.dan Allah Maha Mengetahui setiap isi hati manusia karna Allah itu berada diantara manusia dan hatinya.benar ga mas??mohon koreksi dan bimbingannya agar saya bisa mengenal Allah

MUXLIMO mengatakan...

Subhanallah..betul sekali, Mas Fendi.. bahwa kita ini bukan paham, melainkan dipahamkan Allah. Apalagi dalam urusan makrifatullah ini.

Ya, Mas.. kerja setan itu di hati manusia kalau tidak hasut, ya menimbulkan was-was. Tapi kalau pahaman kita tentang tauhid ini sudah bulat, apalagi kalau dibuktikan dan terasa sendiri kebenarannya, itulah kita sudah beserta Allah. Dan insyaAllah keyakinan kita takkan bisa digoyahkan lagi karena senantiasa berusaha ber-Islam, beriman, dan ber-ihsan dengan sebenar-benarnya.

Mungkin dalam hal ibadah kita masih ada lalai dan di kehidupan sehari-hari masih terjerumus pada dosa, tapi untuk urusan akidah, kita teguh keyakinan tanpa ragu barang sedebu pun. Inilah modal utama kita.

Sesungguhnya setan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya. [Q.S. An-Nahl:99]

{setelah membaca tulisan mas, yang saya tangkap adalah kalau kita ini hidup di tubuhnya Allah.jadi menjadi logis kalau Allah Maha Mengetahui karna semua makhluk ciptaanNya hidup di dalam tubuhNya.dan Allah Maha Mengetahui setiap isi hati manusia karna Allah itu berada di antara manusia dan hatinya.}

InsyaAllah benar demikian, Mas. Nur Ilahi yang kita sebut Tubuh Allah di sini memang bersifat meliputi sekalian alam [Q.S. Nur:35 dan Al-Fushilat:54], termasuk meliputi diri kita. Bahkan, Nur Ilahi ini benar-benar meliputi kita zahir-batin sampai ke zarah-zarah, Mas. Allahu Ahad. Allahu Akbar.

MUXLIMO mengatakan...

Kalau Abah Sirad memaknai hakiki ayat di atas sebagai, "Orang yang ada Aku-nya tidak bisa kau ganggu wahai Iblis-setan." :)

Jefry Dewangga mengatakan...

Super sekali bang saya suka banget kalimat ini:
"Allah pastilah Tuhan; tetapi tidak semua yang dituhankan manusia itu Allah. "

Fendi Irawan mengatakan...

Alhamdulillah..sudah semakin paham mas..

tulisan mas mengenai manyatukan pikiran dengan perasaan dengan cara mencuekan segala yang ada di hati dan pikiran saya sudah saya coba beberapa hari ini mas.alhamdulillah, saya merasa ada yang berubah dalam diri saya mas.

kalau biasanya saat sholat saya biasanya sering menguap baik itu karna mengantuk atau tidak.setelah saya praktikan mencuekan sagala perasaan dan pikiran, saya tidak pernah menguap lagi.apakah ini hanya perasaan saya atau bukan??

o ya mas mux, bisa ga dibuatkan daftar tulisan mas yang harus saya baca dari awal sampai sekarang biar memudahkan yang lain juga yang baru bergabung diblog mas yang mempelajari tauhid.
terima kasih sebelumnya.

btw,backsound nya kok apa judulnya mas, kaya musik hampa gt:D

MUXLIMO mengatakan...

Alhamdulillaaah.. seneng tau kabar perkembangan baru dari hasil mengamalkan rukun qalbi tsb., Mas Fendi. Yakin deh, itu bukan "cuman perasaan" Mas aja. Itulah muanayah alias pembuktian nyata dari amalan rukun qalbi yang diajarkan Rasulullah Saw. Semua Sobat Sarang yang sudi mencobanya sudah membuktikan sendiri dan mendapatkan manfaatnya. Alhamdulillah.

Mengenai daftar tulisan dari yang dasar.. bisa sih, tapi asli saya gak berani janjikan. Soale khawatir belum ada waktu luangnya, Mas. InsyaAllah mudah2an ke depannya bisa saya penuhi ya. *pe er mau bikin daftar istilah tauhid juga belum jadi-jadi nih.. :14: Mohon sabar.. sementara ini, jajal aja semua tulisan di sini, biar Allah yang pahamkan kita aja ya :D

Maklum juga ya..soale aslinya blog ini gak diniatin jadi semacam "situs resmi" pengajian kami sih.. tp alhamdulillah juga sih,..saya bersyukur dan merasa beruntung..

wkwkwk itu OST-nya game Assassin's Creed Brotherhood, Mas.. awalnya sih suram.. tapi ke sananya asik kok.. coba dengerin sampe akhir.. asek dieh.. :13: :D

roy macho mengatakan...

assalamualaikum..
bang mux...gambar orang duduk bersila yg memancarkan sinar kuning dan putih yg ini nih,bang mux, persis sama seperti yg saya alami...sekitar seminggu lalu,saat tafakur sambil berbaring..tiba2 tubuh terasa sperti mengeluarkan angin kencang namun halus,dan saya melihat bayangan2 sosok hitam yg tak jelas ujud nya , lalu saya teriakan 'tuhan tubuh ku, yaa budduhun'...lalu saya niatkan dahi saya memancar budduhun..nah dari dahi ini memancar sinar kuning lurus seperti di gambar diatas tadi..lalu mata saya tidak bisa memandang apa2lgi karena pancaran sinar putih yg begitu besar memancar ..apakah memang seperti itu sensasi budduhun yg terpancar? dan saat itu saya mndengar suara umpatan2 marah pada saya karena punya pancaran sinar itu.. tetapi dia yg bersuara itu tdk berani melakukan sesuatu yg buruk pada saya saat itu..

Bang Arbi mengatakan...

:) Alhamdulillah... selamat mas roy :) InsyaAllah itu karunia. baiknya confirm ke Kangmux utk kepastiannya. karena perlu konfirmasi ke Abah. Terharu ane brad :) ternyata makin kesini makin banyak yang berhasil latihan DIAM-nya.

mengenai umpatan2 itu pasti dari setan yg tidak senang dengan keberhasilanmu TAJALLI. siapkan saja sapu tangan utk air matamu.

kata Abah : dari sejak zaman azali iblis tidak pernah bisa melihat cahaya budduhun. terkena cahayanya saja dia hancur. jadi iblis selalu sembunyi dari cahaya ini dan orang2 yang terlah aktif budduhunnya ini. IBLIS TIDAK PERNAH KENAL CAHAYA BUDDUHUN INI SAMPAI SAAT INI :)

roy macho mengatakan...

bang arbi,
jujur saja, kalo soal tangis mnangis, hati saya ini termasuk paling bebal dan bengal..ortu saya meninggal saja ,saya gak nangis..waktu saya mengalami kecelakaan motor sehabis melakukan maksiat saja, saya gak nangis..sehabis mengerjakan maksiat saja, mata saya gak bisa nangis. swaktu ikut2an teman dlm renungan malam muharam di mesjid agung palembang, 99,9 % jemaah menangis, saya termasuk 0,1% yg gak bisa nangis.saya jg bingung dgn kebebalan dan kebengalan saya ini..seolah2 semua hal itu biasa saja bagi saya dan tdk brbekas ceramah dan doa balutan sedih pada hati saya.. mudah2n ada perbaikan yg besar dlm diri saya,entah kapan saya gak tahu...aamiin

Bang Arbi mengatakan...

mas roy yang macho,
InsyaAllah mas akan merasakan juga itu nanti. karena yang menangis itu bukan kita tetap RQ yg ada dipusat itu karena terharu "akhirnya jasad ini mengenal juga pada Tuhannya / Tajalli". ini sesuatu yag pasti terjadi. pasti terjadi dan ga bisa ditahan itu brad. yang anmnya karunia itu datangnya tidak bisa dipaksa2 dan tidak bisa ditolak bila dia datang. pasrahkan saja.

Oya, hari minggu kemarin ane ada telp abah tentang yg brad alami itu. Alhamdulillah, kata abah teruskan tafakurnya.

roy macho mengatakan...

trimakasih, bang arbi,my brother.. atas penjelasannya..

roy macho mengatakan...

bang arbi,
kemarin sore kalo gak salah sekitar jam 4 kurang, saya coba tafakur sambil tidur miring ke kiri dan dua kaki agak meringkuk..lalu saya merasakan dari puser keluar sangat deras sekali sesuatu yg tidak tampak..mungkin tepat nya kalo dibilang rasa nya seperti menyembur sangat deras sekali..trus tubuh serasa melebur ..nah sesudah itu ,bang, saya bingung nih mau cerita'in seperti apa nih sensasi nya..dibilang seperti melebur, takut salah sebut nih..ada juga seperti rasa tekanan yg kuat sekali dari segala penjuru( dari dalam,dari kiri,kanan,atas bawah,luar).. tapi ini terjadi sangat sebentar sekali..kurang lebih cuma sekitar 5 menit an,bang..

roy macho mengatakan...

bagaimana,bang mux? apakah proses sensasi yg diatas itu sdh trmasuk proses yg betul? apakah saya masih terpengaruh proses astral-projection dalam praktek tafakur tsb?

MUXLIMO mengatakan...

oh,,maaps hampir kelewat jawab, Bang Roy.. gejala dari pusar ini bermacam-macam, Bang.. tp selama itu di wilayah pusar.. jangan kuatir.. kuncinya: lanjutkan terus praktiknya dan apa pun yang terjadi dalam praktik itu.. setiap ada gejala baru.. baguskan lagi diamnya.. ada perkembangan baru..baguskan lagi diamnya.. begitu seterusnya, Bang.

InsyaAllah kalau Allah berkehendak, akan sampai pada gejala ultimat. aamiiiin. http://lh4.googleusercontent.com/-suVNZJQsYKI/UNs8eY3Dw0I/AAAAAAAAH8s/fIF6VqYbCfA/s21/aamiiin.png

roy macho mengatakan...

bang mux, kalo udah pada gejala ultimat, apakah saya harus mnjadi murid abah syekh sirad?
o ya, bang, artikel mana yg menunjukkan 'gejala ultimat'? saya ingin baca ,tpi gak tau di bagian judul yg mana..

Ahmad Z mengatakan...

teruskan tafakur diam, bersihkan niat,bersihkan niat,bersihkan niat, abaikan gejala2, sensasi2, karena gejala itu tidak bisa dilukiskan atau dituliskan, selama masih bisa terukur dengan kata2 semua itu masih proses.. hingga saat itu membuatmu benar2 terdiam, tak terlukiskan sedikitpun bahkan untuk mengabarkan kamu tiada sanggup.

CMIIW maaf sy juga dlm proses belajar
http://lh5.googleusercontent.com/-Mx36Nkeb3AI/UFXhjODroRI/AAAAAAAAFv0/a0Xs599J4Sw/h120/sungkem.gif

roy macho mengatakan...

thanks, bang ahmad..
o ya, bang mux, kalo menurut abah syaikh sirad di artikel, salah satu awal dari sekian banyak gejala ultimat nya itu sampai ' nikmat senikmat nikmat nya' atau kalo dari mengutip pendapat nya bang arbi sampai 'ruh qudus' terharu dan menangis atau terasa 'dzuk' nya karena telah mengenal tuhan...
ya Allah ,brkehendak lah kpd ku..aamiin..

MUXLIMO mengatakan...

coba buka yang ini, Mas Roy, Mengenal Diri :20:

Toviek Gordon mengatakan...

Assalamualaikum kang mux dan sobat semua, jujur sudah lama saya berpikir/merenung tapi selalu tidak pernah paham sepenuhnya (clek) ttg konsep Maha Meliputi (Fushilat : 54), paling paham saya cuma bisa menyimpulkan sperti udara meliputi benda, air meliputi ikan, tanah meliputi cacing, dan saya takut tersalah mengambil kesimpulan, padahal sy sangat ingin paham perkara ketuhanan sprti ini, tapi memang sulit sekali dimengerti konsep maha meliputi ini, pantas banyak ulama skg umumnya berpendapat "di atas arsy" dan jarang "maha meliputi", paling2 berkata DzatAllah di atas arsy, ilmuNya yg maha meliputi... maafkan dulu sy bsikap sombong dan sok berilmu padahal sy juga sama bodoh,,

Toviek Gordon mengatakan...

oiya saya mau bertanya lagi utk sobat sarang semua, ada akidah/kaidah dalam Diinul Islam bahwa Al-Quran tidak diciptakan dan bukan makhluk tapi Kalamullah, jadi Al-Quran itu maksudnya sifat Allah seperti wajah Allah, atau bagaimana yg benar ? maaf klw oot

Toviek Gordon mengatakan...

tambahan : Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah (2:115).. sebenarnya jelas maksudnya tapi pikiran (mgkin was2 syethon) saya selalu menghindar, bagaimana jika kita menghadap tempat nista, contoh : diskotik bar dll, dimana wajah Allahnya ? itukah wajah Allah ? atau udara yg meliputinya ? karena itu saya lebih suka menganggap bahwa Allah itu adalah yang Haqq adanya, dan selainNya hanyalah sekumpulan persepsi/gelombang frekuensi semata..

Pasundan Makalangan mengatakan...

Salam mas mux....

Artikel yang luar biasa hebat nih....
Bahagia sekali mas mux, yang bisa memahami hal-hal tersebut diatas yang dimana, bagi saya ini adalah hal yang baru...

Mas mux, saya mau nanya mengenai hal apa saja yang harus kita pelajari tentang Allah.
Apakah hanya sebatas sifat-sifatnya, atau juga boleh kepada Dzatnya mas? Atau boleh lebih dari itu? kalo ada tentang Allah selain Sifat dan Dzat? adakah hal yang lainnya selain dua yang tadi.

Mas mux, saya merasa anda mempunyai pengetahuan ketuhanan yang luar biasa, mohon pencerahan ilmunya...

Salam...

MUX SPARROW mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Kang Pasundan.. walah kelewat banget saya tau komen ini ..ampun, Kang.. http://lh3.googleusercontent.com/-NqVo3xA9PKo/UHWI1ur_DgI/AAAAAAAAGMQ/XphTQxVYEDI/s50/umak-amuk.gif

Jadi skema sederhananya seperti ini, Kang:
Sekalian makhluk itu dari Nur Muhammad <== Nur Muhammad dari Nur Illahi.

Nur Muhammad itu Sifat Allah <-- Sifat Tuhan bukan Tuhan,
Nur Ilahi atau Cahaya Tuhan itu Zat Allah <-- Zat Tuhan bukan Tuhan

Nah, Allah yang sebenar-benar Tuhan itu secara hakiki disebut Zatnya Zat Allah. [Zatnya Zat: artinya bukan berupa Zat ya. Jadi, Tuhan itu bukan berupa Zat :20: ]

Sifat Allah [Nur Muhammad] dan Zat Allah [Nur Ilahi] saja sudah laysa kamitslihi syaiun [tidak terjangkau akal], apalagi Tuhan, Sang Pemilik Sifat dan Zat itu.

Simpulan:
Kita dilarang memikirkan Zat Allah karena memang tidak mungkin dilakukan. Kalau dipaksakan, pasti gila. Gitu kira-kira, Kang. Allahua'lam.

MUX SPARROW mengatakan...

Pesan Guru kami, Abah Sirad.. "Soal Tuhan [Diri Pribadi Tuhan] cukup disadari saja Tuhan itu ADA. Titik. Jangan diotak-atik lagi." :20:

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism