burnzone

AD (728x60)

Awwaluddin Syariatullah Di Antara Kita

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome.

Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC. Harap maklum.
landscape mode.

Kita yang ditakdirkan hidup pada kurun sepeninggal Nabi Muhammad dan menjadii muslim karena keturunan, tidak salah jika lebih dulu mengenal syariat sebelum makrifat. Tetapi, kebanyakan muslim awam, bahkan tidak tahu sama sekali bahwa setelah syariat wajib mempelajari makrifat; bahwa di dalam Islam juga ada ajaran tauhid yang wajib dipelajari guna melengkapkan ibadah kita kepada Allah Swt.. Bahkan, banyak sekali muslim yang tertipu dengan fatwa anonim bahwa,“Ingin tahu tentang Tuhan itu dosa!”

Padahal, justru inilah anjuran Nabi sejak awal. Padahal, inilah tujuan utama penciptaan manusia. Sedangkan yang dilarang itu mengira-kira tentang Tuhan dengan akal telanjang atau memikirkan Tuhan tanpa berdasarkan ilmu agama.

Tauhid adalah fardu. Mencari yang halal juga fardu. Mencari ilmu-ilmu yang menyangkut kegiatan sehari-hari juga fardu. Ikhlas dalam beramal juga fardu. Tidak meminta ganti dalam beramal juga fardu. (Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani)


Rasul Saw. mengajarkan bahwa fitrah ke-manusia-an itu sesungguhnya cenderung kapada agama tauhid dan senantiasa membutuhkan Tuhan. Oleh sebab itu, ada perkataan,

awwaluddin makrifatullah,'awal agama agama adalah mengenal Allah.


Ini diperkuat oleh dalil-dalil yang menerangkan tujuan penciptaan manusia, seperti tersurat dalam firman-firman Allah Swt. berikut ini.
  • Aku adalah harta yang tersembunyi. Aku ingin dikenal, maka Aku menciptakan makhluk(hadis qudsi)
  • Tidak kuciptakan jin dan manusia selain untuk beribadah kepada-Ku.
  • Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (Q.S. Al-Baqarah:30)
  • Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh-Ku,.... (Al-Hijr:29)
  • Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.(Ar-Rūm:30)
  • Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?(Q.S. Al-Mu`minūn:115)


Mempelajari tauhid sesungguhnya wajib bagi setiap muslim. Sama wajibnya dengan mengerjakan ibadah fardu lain. Jika kita cermati sejarah penyebaran Islam selama ±23 tahun, tercatat bahwa pada mulanya yang diajarkan Nabi Muhammad Saw. adalah ajaran aqidah (tauhid); mengenai siapa manusia itu dan siapa, di mana, dan bagaimana yang benar-benar disebut Tuhan itu. Adapun perintah mengerjakan ibadah syariat baru turun pada tahun ke-11 ketika beliau mengalami peristiwa Isra Mikraj. Jadi, dalam Islam sejatinya makrifat mendahului syariat.



kenal Yang Disembah, baru menyembah




Inti ajaran tauhid adalah mengenal siapa yang disembah sebelum melakukan penyembahan. Ibnu Abbas, seorang mufasir Alquran periode awal, menafsirkan kata-kata “beribadah kepada-Ku” (ya`budūni) dalam Q.S. Aż-żariyāt: 56 bermakna “mengetahui-Ku” (ya`rifūni) (Karamustafa dalam pengantar buku Mencari Tuhan, 2006). Memang, tidak logis jika kita mengabdi pada raja atau sultan yang tidak kita kenali. Prinsip agama sebagai (penggunaan) akal (adīnul aqli) menuntut hal ini. Jangan sampai keber-agama-an manusia berakal maju kembali seperti keber-agama-an manusia primitif—yang menyembah berhala-berhala akibat persangkaan-persangkaan mereka tentang teori ketuhanan. Tauhid mengingatkan manusia bahwa penobatan Tuhan sebagai Tuhan tidaklah sahih jika kriterianya didapat melaluii persangkaan manusia semata.

Hanya Tuhan yang mengetahui Tuhan.

Sebuah hubungan baru terjalin dengan baik setelah seseorang memperkenalkan dirinya atau setelah terjadi proses saling mengenal. Sederhananya, dalam ajaran tauhid Allah-lah yang lebih dulu memperkenalkan Diri, Zat, Nama, Sifat, dan Perbuatan-Nya kepada makhluk melalui firman-firman-Nya. Ini agar manusia tidak lagi mengulangi kebodohan umat-umat sebelumnya.

Untuk menyinggung satu sifat saja, Allah menurunkan banyak dalil dalam Alquran yang menginformasikan bahwa Ia bersifat Maha Mengetahui. Berikut ini beberapa petikannya.

  • Allah meliputi langit dan bumi.(Q.S. Al-Baqarah: 255)
  • Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah: 115)
  • Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (Q.S.Al-Hadīd: 4)
  • Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. (Q.S. Al-Baqarah: 186)
  • Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). (Q.S. Al-An`am: 59)
  • Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit (Q.S. Yunus: 61)


Berdasarkan petikan ayat-ayat di atas, kita paling tidak menyadari kelogisan mengapa Tuhan itu Mahatahu. Premis-premis di atas mengisyaratkan bahwa Allah meliputi seisi alam sehingga ke mana pun memandang di situlah “Wajah”-Nya. Jadi, Tuhan itu dekat, berada di mana saja kita berada (berbeda dengan kalimat "Tuhan itu ada di mana-mana" <-- ini pandangan yang tersesat).

Allah Mengetahui gugurnya sehelai daun karena Allah meliputi seluruh alam, seperti air yang meliputi tubuh ikan di samudera. Ya, kita ini diliputi oleh Allah! Kita senantiasa berenang-renang dalam samudera ketuhanan; tidak terpisah dari-Nya sedetik pun. Sangat logis jika Allah Maha Mengetahui segala sesuatu karena segala sesuatu itu berada “di dalam” Allah sendiri. (Pemahaman ini sekadar pemahaman tauhid dasar yang tidak dimaksudkan untuk mengecilkan makna kemahatahuan Allah yang hakiki. Allahua'lam bishawab)

Dengan mempelajari ilmunya, atas Izin-Nya setiap muslim akan benar-benar merasakan kehadiran Yang Kuasa. Atas Kehendak-Nya, setiap muslim akan serta-merta menjadi ihsan tanpa perlu meng-ihsan-ihsan-kan diri.

Dengan pemahaman sederhana seperti itu saja, beramal ibadah rasanya menjadi mudah (padahal, kita belum lagi membahas dalil Q.S. Qāf:16 yang berbunyi:”Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” Bukankah urat leher itu ada di dalam tubuh kita?! Ternyata Allah Swt. lebih dekat lagi).



Awwaluddin Syariatullah Di Antara Kita
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2010-08-18T03:24:00+07:00
Awwaluddin Syariatullah Di Antara Kita
5 411 reviews
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome
Tags: , ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

20 komentar:

abigail mengatakan...

Allah jauh berada di sorga tapi Allah dekat pada umat-Nya yg mencari dan mendekat pada-Nya...Allah Mahatahu dan tdk ada yng tersembunyi dari hadapan-Nya..Allah ada di hati umat yg mencintai-Nya..God bless u my friend

MUXLIMO mengatakan...

Setuju, sobat.. thanks 4 the comment :)
God Bless You to aswell :)

bahtiar mengatakan...

@ abigail
Allah jauh berada di sorga????? Mengapa Allah bertempat??? :B:

Avin mengatakan...

Allahulladhi kholaqossamaawaati wal ardh tsummastwaa 'alal'arsy

kaze kate mengatakan...

assalaamu'alaykumuwarohmatullohi wa barokaatuh

KH. Muxlimo's Lair yang baik hati dan Budiman ( puke :24: )

saya mau bertanya!!!! bolehkah? jika boleh maka saya akan bertanya!!! dan jika memang itu memang benar2 boleh, maka pertanyaan saya itu, mungkin pertanyaanya hanyalah 1. dan 1 juga mungkin cukuplah ya Pak KH. Muxlimo's Lair yang baik hati dan Budiman ..... jadi begini pak, mmmm sebenarnya pertanyaanya mudah untuk di jawab kok, hanya perlu membaca saja! pastinya bolehkan....

hanya bertanya, Kela di baca teh geningan tunduh :9:

isukan dui wae ah :3: asli euy kudu maca dua kali :12:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam w rahmatullahi w barakatuh, Cep Kaze yang budimin <--kurang berbudi soalnya min=minus, wjkakajaakaka!) :g:

Ini tuh maxzuudnya apah? Mau nanya tapi prolog na panjaaaaang..sampai-sampai GAK ADA PERTANYAANNYA! hayang di :24: sugan.. :22:

Bang Arbi mengatakan...

ada-ada aja nih cep kaze...itu semua pertanyaan ya? akhirnya malah ane yg bertanya-tanya...itu paragrap terakhir artinya apaan? https://lh3.googleusercontent.com/-H5C4-lpTlCA/UFV6-n9fGvI/AAAAAAAAFgM/OUcR0r0xIHs/s128/cacags.gif

Bang Arbi mengatakan...

kangmux yang Budiman (mengutip cep kaze) kalo boleh ane usul, utk MUXFORUM (Blogger Comment) jangan dibatasi 20 comment dong. knp ga semua comment satu hari aja yg ditampilkan. jadi kalo mau cek comment kan ga ada yg kelewat. kalo dibatasi 20 comment, sementara kalo yg comment ada 120.000 jiwa kan ane ga bisa mantau apa2 aja yg udah dijawab dan yang belum dijawab. mengingat kesibukan kangmux dengan kegiatannya yg multi tasking (sesi pemotretan, wawancara, ngangkot) hahaha... usul yaa...diterima sukur ga diterima kebangetan.

MUXLIMO mengatakan...

yang bagian manaaaa... :24:

MUXLIMO mengatakan...

ah.. baiklah.. usul diterima.. (*daripada jatah sesi ngangkot berkurang) =))

Bang Arbi mengatakan...

yess... http://3.bp.blogspot.com/-w0VIh_82phc/TwuhZFMYF-I/AAAAAAAACBI/i_faZv8BSBk/s1600/geol-ngarep.gif

Bang Arbi mengatakan...

nyang ini lhowww...abdi mah teu tiasa sunda (taunya cuman ini doang hehehe)

"Kela di baca teh geningan tunduh kokosehan

isukan dui wae ah muahaha asli euy kudu maca dua kali jampe-harupat"

MUXLIMO mengatakan...

{Kela di baca teh geningan tunduh} kokosehan
"Tunggu.. dibaca tuh malah ngantuk ternyata"
kokosehan=:9:

{isukan dui wae ah muahaha asli euy kudu maca dua kali}

"besok lagi aja ah .muahahah.. asli ni musti baca dua kali.."
jampe harupat=:12: Bang.. :3:

Bang Arbi mengatakan...

hahaha.. :D bokap ane bisa tuh bahasa sunda. kalo lg manggaleh dateng orang sunda mereka udah ngebodor aja tuh. ternyata bokap tau juga prinsip marketing. kata beliyau bagaimana cara mengambil uang di kantong orang tapi orangnya malah ketawa. hahaha https://lh3.googleusercontent.com/-8wtXl5v8lW8/UFXgsebsyCI/AAAAAAAAFvs/oJaS8vE-Vwk/s128/gituloh.gif

MUX LIMO mengatakan...

Ondee mandeee... akhirnyo kalua juo juruih jitu marketingnyo ko.. :8: :19:

Si Arnol mengatakan...

Padang banget... =))

Alam Warda Ritonga mengatakan...

Asalamu alaikum warahmatullah sobat sarang semua...

link : English Version

http://3.bp.blogspot.com/-rL40tzjrSeQ/UZxMGTPcHkI/AAAAAAAALE4/LVmVaxxnhOY/s640/Tawheed.comes.First.jpg

Devi hendra mengatakan...

hahaa bingung urang komen naun atu

Arya Devi mengatakan...

assalaamu'alaykumuwarohmatullohi wa barokaatuh...
Awal agama-agama adalah mengenal Allah...ini menjadi bagian hiden kurikulum tersendiri bagi Guru PAI di pelajaran-pelajaran agama di sekolah...yang sementara ini hanya mengedepankan "keilmuan semata" padahal ini bagian yang sangat mendasar.

salam damai selalu :D

Arya Devi mengatakan...

Terimakasih mas....dada ini berasa bergetaran..... membaca rahasia-rahasia yang selama ini "pelit" dibuka oleh guru-guru...

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism