burnzone

AD (728x60)

Fardhu 'Ain dan Jalan Istiqamah dalam Pengetahuan Hakiki

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik situs ini pada peramban Chrome
Fardhu `Ain: 
Yang Wajib Diketahui oleh Muslim Laki-laki dan Perempuan


ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu & janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yg tak mengetahui.[Q.S. Al- Jaatsiyah:18]


Peraturan yang ada di dalam agama itu ada masalah keislaman [rukun Islam], ada masalah keimanan [rukun iman], dan masalah keihsanan. Inilah fondasi agama.

Keislaman. Sempuranakan keislaman itu dengan pengetahuan fiqih [hukum syara`].
Keimanan. Sempurnakan keimanan itu dengan menggunakan pengetahuan tauhid; menggunakan hukum aqli.
Keihsanan. Sempurnakan keihsanan itu dengan hakikat dan makrifat yang ada dalam tasawwuf.

Mengapa orang tasawwuf kebanyakan membenci orang tauhid? Padahal orang tauhid selalu mendukung selama tasawwufnya benar: selama prinsip hakikat dan makrifat yang dipegangnya sesuai dengan fondasi prinsip-prinsip tauhid yang hakiki. Tasawwuf harus hati-hati. Jangan salah memegang hakikat-makrifat. Kalau salah, bisa-bisa jatuhnya zindik.

Jadi, di dalam agama ada rukun Islam, rukun iman, dan rukun ihsan. Yang dikatakan rukun di dalam agama ini sifatnya wajib. Shalat saja salah rukunnya, batal: tidak diterima. Rukun berlaku sewaktu kita sedang mengerjakan ibadah. Sebelum mengerjakan ibadah, berlakulah syarat. Maka dalam ibadah perlu kita ketahui syarat, rukun, dan pembatalnya. Inilah ilmu fardhu `ain yang wajib diketahui oleh setiap muslim laki-laki dan muslim perempuan. Mau tidak mau, siapa belum mengetahui ilmu fardhu `ain, musti balik lagi ke pelajaran SD dulu mengenai paham dan amal dalam beragama.

Masalah pondasi dalam agama ini jangan disepelekan. Api besar itu asalnya dari api kecil. Ingat ada riwayat ketika Nabi Muhammad Rasulullah Saw. beserta sebagaian sahabat terhenti langkah di depan sebuah makam orang Islam. Ketika ditanya, rupanya sang ahli kubur sedang disiksa hanya karena selama hidup dia tidak ber-istibra setiap sehabis buang air kecil!

Kita saja merasa diri ini dijadikan oleh ibu-bapak kita [alih-alih merasa dijadikan oleh Allah], batal shalat kita, batal pula syahadat kita. Beginilah caranya orang tauhid mengingatkan jalan syariat. Kita sesama muslim ini perlu saling mengingatkan karena manusia itu tidak luput dari lalai dan lupa.

Bagaimana nur cahaya ilmu akan terpancar pada wajah kita kalau kebersihan lahiriah ini disepelekan. Kalau zaman dahulu, kelihatan orang ahli ibadah itu cerah dirinya, seperti bercahaya-cahaya. Sampai wafat pun kelihatan terpancar cahaya itu pada jasadnya. Mudah-mudahan pada era sekarang ini cahaya-cahaya ibadah itu juga mulai terpancar lagi pada setiap umat Islam. Aamiin.

Ini semua karena setiap pekerjaan syariat itu ada hikmahnya. Seperti kita melihat garam. Syariatnya kita melihat segandu garam. hakikatnya air lautlah itu.

Demikian juga kita melaksanakan perintah dan larangan dalam syariat, seremeh apa pun, itu sama kita dengan mengerjakan "segandu garam" dengan hikmah "seluas samudera".

Itulah betapa dalam bersyariat, ada hikmah besar. Apalah artinya bersyariat kalau kita tidak paham soal hakikat dan hikmah. Contoh: membasuh muka selepas bangun tidur, pasti berbeda hikmahnya dengan membasuh wajah pada saat kita berwudhu. Demikian seterusnya dengan anggota zahir ini, berbeda nilai pekerjaan kita yang di luar syariat dengan yang di dalam syariat.

Dari sini tampaklah sudah, betapa pekerjaan syariat itu banyak hikmahnya. Sampai-sampai Imam Ghazali mengajarkan wirid-wirid ketika kita membasuh setiap anggota zahir dalam aktivitas berwudhu. Tentulah wirid-wirid ini mengandung hikmahnya tersendiri. Juga jangan dilupakan pengetahuan tentang  tentang najis lahiriah [semua orang tahu] dan najis batiniah [ujub, riya, sum'ah takabur, dll].

Kita harus tahu, bahwa yang disukai Allah itu orang yang shalatnya tepat waktu, bukan masalah diterima atau tidaknya shalat itu. Yang tepat waktu ini yang disukai Allah.

Mengapa saya bawa Anda ke bawah dalam persoalan ini? Karena kebanyakan manusia, kalau sudah duduk di tempat tinggi, lupa dengan tempat yang di bawah. Contoh: dahulu kuliah di jurusan hukum, begitu menjadi pejabat yang diberi kepercayaan menegakkan hukum, malah jadi makelar hukum. Memanipulasi hukum, lupa dengan idealisme ketika masa sekolah dulu. Bukankah hukum itu untuk menegakkan keadilan?

Di dunia saja sudah kelihatan yang bersalah itu kena hukum. Apa di alam barzakh dan alam akhirat tidak berlaku hukum?

Senang di dunia ini masih ada campur susahnya, Susah di dunia ini masih ada campur senangnya. Tapi kalau di alam barzakh dan alam akhirat, kalau senang, senang selamanya; kalau susah, susah selamanya.

Orang-orang yang dalam maqam sirr-nya, matanya selalu dibasahi air mata melihat keadaan yang berlaku di dunia ini. Karena orang yang sudah didudukkan Allah di maqam sirr, banyak melihat manusia sudah tertipu dengan kehidupan dunia. Janganlah kehidupan dunia ini memperdaya kita.

Kenanglah bagaimana Sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq, mendengar lantunan ayat-ayat Kalam Allah dalam Quran saja, menangis sampai air mata beliau membasahi tempat sujudnya. Ini baru hal keadaan beliau mendengar lantunan Qurani saja.



Jalan Istiqamah dalam Pengetahuan Hakiki
Tetapkan pandangan hati kita kepada Zahiru Rabbi sampai hati kita esa dengan Zahiru RabbiHati yang mengenal Allah itu adalah hati yang menyatakan Adanya Allah itulah sebab adanya alam. Hati yang tidak mengenal, akan mengatakan dari adanya alamlah kita mengetahui Adanya Allah. Sebenarnya Adanya Allah-lah yang menetapkan adanya alam. Letakkanlah Allah pada kedudukan yang layak bagi-Nya. 


Sabda Nabi Muhammad Saw.
"Qalbun mu`min baitullah."


Dahulukanlah Pencipta itu yang ADA. Tanpa Pencipta, tentulah tidak ada alam. Jangan alam-alam ciptaan-Nya itu yang ditempatkan di hati. Tetapkanlah segala sesuatu dalam hati kita itu dari asal-mulanya. Asal-mulanya ini yang kita yakini. Siapa asal-mulanya? Tentulah Allah. Jadi dalam segala sesuatu itu, tauhidkan dulu.

Contoh:
Asal-mulanya kita memandang ini dari mana? Dari Allah.
Segala yang kita pandang ini dari mana? Juga dari Allah.
Inilah yang dinamakan al `abiduuna ma buduuna wahidun. Yang memandang dan yang dipandang: satu. Yang mengenal dan yang dikenal: satu. Yang menyembah dan yang disembah: satu. Kalau sudah satu: esalah itu. Maka dalam segala-galanya, dahulukanlah tauhid. Maksudnya, dahulukan Pencipta.

Allah itu Maha Melihat. Dalam kita melihat apa saja, tetap kita berkeyakinan Allah Maha Melihat. Jadi siapa yang melihat itu? Yang dilihatkankah atau Yang Maha Melihat yang melihat? Kalau dikembalikan ke tauhid, ya Allah-lah yang Maha Melihat itu yang melihat, bukan kita.

Allah itu bukan gaib, Allah itu Raib. Tidak memerlukan dalil untuk mengetahuinya. Bukan adanya alam ini yang dipakai seorang hamba untuk sampai kepada Diri-Nya, melainkan karunia Allah jugalah yang dapat menyampaikan seorang hamba kepada Diri-Nya. Jadi, yang namanya karunia Allah itu tidak bergantung pada banyak-sedikitnya amal dan tidak bergantung pada berkilo-kilometer washilah. Sebab karunia Allah itu tersembunyi. Meskipun tersembunyi, karunia Allah ini dapat dirasakan oleh anggota zahir.

Rahasia-Nya yang ada pada anggota zahir ini yang dapat merasakan. Pandang Zahiru Rabbi itu, dapat dirasakan keadaan-Nya diam. Kalau sudah dapat keadaan-Nya dirasakan diam, samakanlah diam Zahiru Rabbi itu dengan diam Ruhul Quddus yang ada di sama-tengah hatimu [pusat;puser;udel]. Jadi yang sebenar-benarnya, bukan kita mendiamkan, melainkan menyamakan diamnya Zahiru Rabbi dengan Ruhul Quddus. 

Zahiru Rabbi inilah kemahaesaan Tuhan. Inilah Rahasia Kemahaesaan Tuhan. Rahasia Kehamaesaan Tuhan itu, pada diri kita, ada di sama-tengah hati, yaitu Ruhul Quddus yang memiliki sifat keagungan dan kemuliaan. Inilah jasadnya Rasulullah.

Coba samakan diamnya Zahiru Rabbi dengan Ruhul Quddus, kalau saat itu kamu dikaruniai Allah, siapa bilang tidak bisa melihat Rasulullah Saw. selagi hidup? 

Kita ini dikaruniakan Allah agar dapat mendengan dia [Ruhul Quddus] bicara. Ketika itu kita merasakan nikmatnya. Apalagi kalau dikaruniakan melihat diri yang selama ini kita rindukan. Mungkin Anda tidak akan berhenti menangis karenanya.


Di luar segala sesuatu, Tuhan yang Ada. Kedua, ditajallikan-Nya Cahaya Diri-Nya. Inilah yang dikatakan sebagai Sifat Jalal [Kebesaran]. Tuhan mentajallikan Cahaya Diri-Nya, tentulah Tuhan itu "terlindung" oleh Cahaya-Nya. [Sekadar untuk mendekatkan paham: kawat bola lampu yang menyala terlindung oleh pijarnya sehingga tidak tampak di mata kita] Walaupun "terlindung", tidak kelihatan, tetapi Zat-Nya, Sifat-Nya, Asma-Nya, Af`al-nya dizahirkan-Nya menjadi sekalian alam. Itulah maka dikatakan Tuhan itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, dan tidak ber-Af`al.


"Jangan kausembah Zat-Ku, Sifat-Ku, Asma-Ku, Af'al-Ku. Sembahlah AKU." [Hadis Qudsy]


Zahiru Rabbi [Zat, Sifat, Asma, Af'al] ini Af'al Allah. Artinya Tubuh Allah Ta`ala. Kenallah Allah itu. Bagaimana Allah itu? Jauh tiada kesudahan, dekat tidak ada antara atau tidak bersentuh. Kalau sudah paham mengenai ini, maka yang dimaksud dengan  DIAM-TAFAKUR itu bukan mendiamkan jasad, melainkan menyamakan diamnya Ruhul Quddus di dalam pusat dengan diamnya Zahiru Rabbi. Kalau sudah sama, tentulah satu. Yang dinamakan satu itu, diam yang "di dalam" pusat dengan diam yang "di luar" sama. Itulah esa.

Masalah ini tidak bisa didapat hanya dengan paham, 70% didapat dengan jalan praktik. Praktik itulah pengalaman. Ingat pepatah: "Pengalaman itu guru yang terbaik." Praktikkan saja dulu, tahan dulu niat Anda berbantah-bantah mengenai ini. Praktikkan saja dulu jika mau.

Zahiru Rabbi ini Tubuh ["Wadah"] alam. Tubuh alam ini Meliputi sekalian alam. Tubuh alam ini Tubuh Allah Ta`ala.


أَلَآ إِنَّہُمۡ فِى مِرۡيَةٍ۬ مِّن لِّقَآءِ رَبِّهِمۡ‌ۗ أَلَآ إِنَّهُ ۥ بِكُلِّ شَىۡءٍ۬ مُّحِيطُۢ
Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu. [Q.S. Fushilat: 54]


Pertama Tuhan.
Kemudian Cahaya Diri Tuhan [Nur Ilahi].
Ketiga, Nur Muhammad.
Kemudian isi-isi alam (langit, bumi, manusia, dan lain-lain).
Inilah skema pengenalan untuk jalan kita menuju Tuhan.

Jadi, Tubuh Allah ini tubuh siapa? Tubuh Rasulullah Saw.
Kenal Rasulullah, kenallah Allah.
Bertemu Rasulullah, Bertemullah dengan Allah.
Begitulah jalan cerita hakikinya.


Peringatan keras:
Kaji di atas jangan dipandang sebagai prinsip emanasi yang dipegang orang di luar Islam tentang ketuhanan ya.

  • Emanasi = Tuhan memecah Diri-Nya jadi makhluk2. <== ini penyebab munculnya pemikiran hulul dan ittihad itu. 
  • Hulul dan ittihad = penyatuan, atau peleburan Tuhan dan manusia. Hulul dan ittihad <== haram dan syirik

Yang diajarkan Rasulullah Saw. itu: Allah, Cahaya Diri-Nya, Nur Muhammad, sekalian alam itu ESA bukan bersatu, bukan menyatu, bukan melebur, bukan memecah, melainkan esa.

Air asin dan air tawar di muara sungai bercampur tapi tidak satu; satu tapi tidak bercampur. Begitulah Nur Ilahi dengan Nur Muhammad. Asal kita sudah tahu pahaman ini, cukuplah. Tidak bingung lagi soal kedudukan Nur Ilahi dengan Nur Muhammad Kenal ini, sudah selamat. InyaAllah.

Boleh diperhatikan, kalau ada satu wilayah tidak ada satu pun yang mengenal Tubuh Zahiru Rabbi, lihatlah kehidupan wilayah itu akan papa: susah penghidupan dan banyak bencana.


Sebenarnya ini ialah kerahasiaan Allah yang sebenar-benarnya. Karena saya sudah merasakan kita ini sudah satu jemaah, maka tidak ada salahnya kita saling menunjukkan. Karena sesama Islam ini "innamal mu'minuuna ikhwatun"; saling bersaudara. Ayolah, pandai-pandailah kita menyimpan rahasia. Jangan sampai kita ada durhaka kepada Allah Swt. dan Rasulullah Saw.


- Syaikh Siradj -



Tags: ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

57 komentar:

Padly Lubis mengatakan...

Pertamaxxxxxxx...

Ayoendhie mengatakan...

Keduaaaaaaxxxxxxxx....... :D

MUXLIMO mengatakan...

ketigaaaaaaaxxx =)) =)) =))

Ayoendhie mengatakan...

Ngena bangeeeettttt.... Kang Mux.... Hatur Nuhun Abah.... ada kalimat kaya berasa disentil. hiks...hiks...hiks...

MUXLIMO mengatakan...

ha?? :10: yang mana yak, Mbakkk??? :D
anyway, pokoke http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif

Ayoendhie mengatakan...

Ada weeeeh.... lah..... pokona asa kumaha kitu..... meni pa' zleeebbbb gitu dech... Ngojek dulu ach.... anter anak sekolah. :)

MUXLIMO mengatakan...

wkwkwkwkw... okok atulah, Mbak-Teteh.. saya juga mo ngantor dolo <== acara formalitas sehari2 :g:

Alwi Dahong mengatakan...

insya Allah kang akan saya perakatikan terus "diam ini" sampai kelak ajal menjemput. http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif

semoga allah memberikan kesehtatan kepada Abah dan keluarga, dan juga untuk kang adam beserta keluarga.

sepesial bat kang mux http://lh4.googleusercontent.com/-esPfNBJOoTo/UHWB9xMnrWI/AAAAAAAAGKU/LE77KoCx-Fs/s18/kupi-nanas.gif copi jahe pas hangatnya. =)) =)) =))

Ded Sieded mengatakan...

Nyimaxxxxxx.................

banyu urip mengatakan...

salam alaikum semua,kang mohon penjelasan;pandai-pandailah menjaga rahasia.maksudnya apa pengkajian tauhid ini tidak boleh diceritakan pada khalayak ramai atau bagaimana kang?Nuhuuun...wassalam

jimmy ali ghuraisyah mengatakan...

salam sodara2ku para pendekar tauhid..heheee

banyu urip mengatakan...

wa'alaikum salam...bang jimmy.PENDEKAR TAUHID ?Siapa saja yang patut DISIFATI dengan PENDEKAR TAUHID bang?

Annisa Muslima mengatakan...

Salam alaikum sobat semua......

Bingung mau komentar ih,copas aja deh.........

Masalah pondasi dalam agama ini jangan disepelekan.
Api besar itu asalnya dari api kecil.
_____Dosa besar bisa juga karena dosa2 kecil yang dilakukan continou

Kita saja merasa diri ini dijadikan oleh ibu-bapak kita [alih-alih merasa dijadikan oleh Allah], batal shalat kita, batal pula syahadat kita.
______BENAR,sampai saat ini masih banyak manusia yang beranggapan bahwa kita terlahir cakep/jelek itu karena/asbab keturunan/orangtua kita yang menurun pada kita,padahal itu semua adalah kehendak Allah.segala sesuatu yang akan dan sudah terjadi semua semata2 kehendak Allah

Kita harus tahu, bahwa yang disukai Allah itu orang yang shalatnya tepat waktu, bukan masalah diterima atau tidaknya shalat itu. Yang tepat waktu ini yang disukai Allah.
______Kalimat ini sangat2 MENAMPAR saya, saya sering berfikir gini : ah yang penting menjalankan sholat/menggugurkan kewajiban.sering terlena oleh kegiatan duniawi hingga lupa waktu.Astagfirulloh......!!!

Senang di dunia ini masih ada campur susahnya, Susah di dunia ini masih ada campur senangnya. Tapi kalau di alam barzakh dan alam akhirat, kalau senang, senang selamanya; kalau susah, susah selamanya.
______Orang yang sedang bahagia hari ini adalah mungkin orang yang sudah bersedih di hari kemarin. Dan orang yang sedang bersedih hari ini adalah mungkin orang yang sudah bahagia di hari kemarin. Jadi, jika kamu saat ini sedang bahagia, jangan sombong, karena sebentar lagi kamu akan merasa sedih lagi. Dan jika kamu hari ini sedang bersedih, jangan putus asa, karena sebentar lagi kamu akan merasa bahagia lagi. Inilah dunia. "Dan itulah hari-hari yang Kami pergilirkan di antara manusia" (QS. Ali imron : 140).
ini HANYA kehidupan didunia yang sementara ini,dan memang akan terasa indah bila seperti itu,
TAPI untuk kehidupan setelah kematian nanti semoga KITA semua akan SENANG SELAM,ANYA
InsyaAllah wa aamiin.........

Pertama Tuhan.
Kemudian Cahaya Diri Tuhan [Nur Ilahi].
Ketiga, Nur Muhammad.
Kemudian isi-isi alam (langit, bumi, manusia, dan lain-lain).
Inilah skema pengenalan untuk jalan kita menuju Tuhan.

Jadi, Tubuh Allah ini tubuh siapa? Tubuh Rasulullah Saw.
Kenal Rasulullah, kenallah Allah.
Bertemu Rasulullah, Bertemullah dengan Allah.
Begitulah jalan cerita hakikinya.

Air asin dan air tawar di muara sungai bercampur tapi tidak satu; satu tapi tidak bercampur. Begitulah Nur Ilahi dengan Nur Muhammad. Asal kita sudah tahu pahaman ini, cukuplah. Tidak bingung lagi soal kedudukan Nur Ilahi dengan Nur Muhammad Kenal ini, sudah selamat. InyaAllah.
______PERUMPAMAAN ini sungguh ajeb dan InsyaAllah mudah dimengerti.......




Bang Arbi mengatakan...

"Karena saya sudah merasakan kita ini sudah SATU JEMAAH, maka tidak ada salahnya kita saling menunjukkan."

Ini PENGAKUAN yg mengharukan bagi ane. asli terharu baca kalimat ini. terima kasih abah Undang Siradj... http://lh4.googleusercontent.com/-Ttww9V3A4jc/UFV68473V5I/AAAAAAAAFf0/MsTe3q5PAZo/h120/aing-tea-ateuh.gif

Annisa Muslima mengatakan...

:19: :19: :19:

emensite mengatakan...

idem kang banyu urip.....
terus terang, saya pernah sharing kepada seorang kakak kaji tauhid pada blog sarang ini,,,,
Kakak ini saya tahu sudah lama juga berkecimpung di dalam ilmu agama termasuk ilmu tauhid,,,,semoga ini tidak menyalahi.....

MUXLIMO mengatakan...

silakan tunjukkan dengan jujur, sebelah mananya yang salah. Ditunggu.

Bang Arbi mengatakan...

asli ane baca ini uraian udah 2 kali masih aja berurai air mata ini. mana di kantor lagi. gajelas...(biasanya sekali baca langsung PUTUS pahamnya)

emensite mengatakan...

he he akang MUX salah faham nech....
maksud saya, dengan "sharing" tersebut, semoga saya tidak menyalahi, kan katanya jaga rahasia.....

ini Moerad kang....maaf masuk pake acount lain.....

antox hooligan mengatakan...

Nyambung Bang, Menyentuh Banget Bang http://lh4.googleusercontent.com/-Ttww9V3A4jc/UFV68473V5I/AAAAAAAAFf0/MsTe3q5PAZo/h120/aing-tea-ateuh.gif
Terasa rindu yg dalam entah kpd siapa??? mata ini berkaca2, sangat terlihat jelas keikhlasan Abah dan Om Mux dalam tulisan ini.....

"Di Alam Barzakh dan di akhirat, kalau susah ==> Susah terus, Kalau Senang, Senang terus" http://lh4.googleusercontent.com/-dOZDdGh86UA/UFV7HA2e_iI/AAAAAAAAFhk/twneIK5J_ds/h120/melow.gif

Satu Kalimat : Aku Ingin Pulang

Abah sudah berikan pahaman ini..... Alhamdulillah ya Allah. Lindungi kami dari jalan2 yg menyesatkan Ya allah..., kuatkan kami dalam Barisan ini untuk menapak Jalan Kembali Pada Asal Kami.....

Jelaskan pada saya Om Mux ??? Siapa yg merasa rindu teramattt sangat dalam, di dalam diri ini.... :'( http://lh4.googleusercontent.com/-Ttww9V3A4jc/UFV68473V5I/AAAAAAAAFf0/MsTe3q5PAZo/h120/aing-tea-ateuh.gif

Kang Oncom mengatakan...

|:-D|

arie Karakter mengatakan...

praktikkan saja dulu, tahan dulu niat untk berbantah - bantah praktikkan saja dulu kalau mau …

Alhamdulillah inilah yg saya lakukan swkt pertama kali menemukan blog ini … semua saya pelajari dan lgsg saya praktikkan … dg trs memantau postingan dan komen2 tambahan tentang praktik Diam yg bnr … tanpa ada niat utk mbantah krn sdkitpun di ht saya tdk ada bantahan … dan saya ingat sekali pesan almrhum guru saya … Dengarkan dan turutlah kata ht yg pertama krn suara ht yg pertama itulah yg sebenarnya … sdgkn suara2 yg kedua dan ketiga bisa sdh bercampur dg nafsu … telitilah saat mndgr kata hati … dan jgn pernah mbantah kata hati yg pertama ……

moerad qrad mengatakan...

kang Oncom seneng banget :24:

Budi Santoso mengatakan...

setuju kang ari...
praktek Diam yg benar..."tanpa ada sedikitpun niat utk membantah"
bisa jadi ini salah satu yg jd penghalang...
mksh kang ari udh ngingetin.

Bang Arbi mengatakan...

Pas banget mas arie....pas banget.... http://lh5.googleusercontent.com/-Mx36Nkeb3AI/UFXhjODroRI/AAAAAAAAFv0/a0Xs599J4Sw/h120/sungkem.gif

Bang Arbi mengatakan...

Amiin ya Robba Alamin... http://lh4.googleusercontent.com/-suVNZJQsYKI/UNs8eY3Dw0I/AAAAAAAAH8s/fIF6VqYbCfA/s21/aamiiin.png

arie Karakter mengatakan...

Alhamdulillah … tanks kang arbi dan kang budi … ju2r itulah yg saya lakukan …

Kang Oncom mengatakan...

hehe.. punten kang abis lucu liat kang mux langsung bawa golok gitu :3:

moerad qrad mengatakan...

ya Ne kang Oncom,,,ane sampe2 ambil posisi siap tempur buat nepis serangan2 golok wushu dari kang MUX,,,wah kerasa ngerinya,,,pertempuran karna terjadi kesalah pahaman....

Arya Devi mengatakan...

hm...ka ampex.dah. B-)
kajiannya sangat mengingatkan pada orangtua dan guru sy mas.
Sekarang menjadi paham dua kali....dan semakin menggelora....yeaaach..

Syamsul Alam mengatakan...

Coba samakan diamnya Zahiru Rabbi dengan Ruhul Quddus, kalau saat itu kamu dikaruniai Allah, siapa bilang tidak bisa melihat Rasulullah Saw. selagi hidup?
Semoga jemaah Pusaka Madinah dapat karunia Allah bertemu langsung Rasulullah Saw,..Amin...

nurul hidayah mengatakan...

DIAM kok masih berangan2 bertemu rasulullah hehhehehe diam sempurna tiada bertemu siapapun bahkan allah telah sirna

MUXLIMO mengatakan...

wkwkwkw teryata.. ah tetep aja salah tuh kalimatnya.. niat A, keterima sama umum B, lo Wet! tanya Bang Arbi deh.. sempet dikira komentar dari "kucing congek" loh :6:

MUXLIMO mengatakan...

onde mandeee,, ahahahh.. alhamdulillah Bang Arya :D

MUXLIMO mengatakan...

http://lh4.googleusercontent.com/-suVNZJQsYKI/UNs8eY3Dw0I/AAAAAAAAH8s/fIF6VqYbCfA/s21/aamiiin.png aamiiin ya Rabb..

MUXLIMO mengatakan...

ahahah kejawen gila mulai nanar..
makhluk di-ada-kan Sang Maha ADA.

lalu ketika yang di-ada-kan sampai pada perjumpaan dengan Sang Maha ADA.

Masak lalu Yang Maha ADA jadi ga ada, masak yang di-ada-kan yang jadi ada. <=== inilah disebut makrifat G.U.O.B.L.O.K

Begitulah makrifatnya kaum yang gak berkitab. yang didengerinnya setan, yang jadi gurunya iblis. Cuih deh ih.. :18:

pake baju sana.. tar masuk anjing.. eh angin, dikhawatirkan entar makin G.U.O.B.L.O.K :g:

nurul hidayah mengatakan...

heuakkakkakaka kaum tak berkitab adalah manusia polos yang tak teracuni oleh bahasa bahasa kitab yang multitafsir , kami memandang semua manusia sama baik yang bertauhid atau tidak huakkakkiizzz kenapa kamu selalu membenci orang kejawen huakakkiizz

Kang Oncom mengatakan...

deudeuh teuing.. :23:

MUXLIMO mengatakan...

watir nya ..jelema weureu hayang miluan kapilem ta teh, Lur :g:

banyu urip mengatakan...

pastinya lain banget orang yang menguasai anjingnya sama orang yang dikuasai anjingnya...inilah perbedaan antara seseorang yang mengikuti anjing dan orang-orang yang diikuti anjingnya.anjing-anjingnya berada diluar,dan engkau dapati melihat mereka.anjing -anjing kamu tersembunyi.kedudukannya 1000 kali lebih tinggi dari kedudukanmu.dia berhasrat untuk berada dalam kehendak kreatif tuhan,apakah ada seekor anjing atau tidak,dan dia ingin mengarahkan tindakannya kepada tuhan. Syekh abdullah turugbadi dari thus

Annisa Muslima mengatakan...

InsyaAllah wa aamiin......

Padly Lubis mengatakan...

:24: peringetan keras : buat yang ketigaxx, nanti terkena razia ketertiban dalam berpertamax.. =))

Bang Arbi mengatakan...

hu uh kang...ane aja udah siap2 ngasah piring (*parang) wkwkwk
biasa lah rumput tetangga udah makin tinggi. makin hijau pula. :7: hihihi

Bang Arbi mengatakan...

Amiin ya robbul izzati...

Bang Arbi mengatakan...

iya tuh, kemaren2 ada yg ketigax malah disiram ~O) hihihi http://lh6.googleusercontent.com/-_vAE_QUd-sI/UKEGVk4CVWI/AAAAAAAAGyk/66iUktdc1IY/s100/gulitik.gif

ifan sofyana mengatakan...

Assalamualaykum sobat semua.semoga selalu di berikan kesehatan.selalu nyimak,kata abah Siradj"kita ini sudah SATU JEMAAH" ane selaku silent reader moga aje masuk dalam jemaah ya.jangan di tinggalin.

Kang Oncom mengatakan...

keun kang du'akeun we sing dipasihan hidayah umumna kangge urang2 khususna kangge anjeuna

Padly Lubis mengatakan...

:21: maaf ye Bang..
=))

Bang Arbi mengatakan...

:3: puash...? :3:

Pical mengatakan...

Tiada kata, hanya harapan semoga selalu dalam rahmat allah ta'ala. buat yang menulis dan semuanya.

ano bae mengatakan...

asalamu,alaikum penghuni sarang,dan penunggu blog..ane izin nyimak

Bang Arbi mengatakan...

Alaikum salam mas ano :D silahkan iniyh ada ~O) buat nemenin nyimak dimari :20:

Bang Arbi mengatakan...

semoga Rahmat dan Keberkahan Allah senantiasa tercurahkan juga atas mas pical n keluarga dimanapun berada :D

Raden Mangto mengatakan...

hatur nuwun Kang.Mux dan (Abah khususnya)
ikut menyimak>Alhamdulillah diangkat sedulur.insya allah sampai disana sedulur tetap ketemu sedulur

MUXLIMO mengatakan...

sama-sama, Mas Raden.. insyaAllah aamiiiin.. http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif

muhammad sarkowi mengatakan...

mantab bang mux pencerahan y saya jadi teringat dengan huruf bismillah irohman irohim kenapa diletakan oleh ALLAH SWT diawal setiap seluruh surat.

MUXLIMO mengatakan...

sip, Mas.. :8:

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism