burnzone

AD (728x60)

Jalan Zikir yang Sampai ke Tuhan

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome

Jalan Zikir yang Sampai ke Tuhan| Zikir itu beramal. Maka ilmu zikir harus dikuasai juga. Beramal itu wajib dengan ilmu. Kalau berani beramal tanpa ilmu, sesat yang nyata.


Zikir itu bukan sampai banyak, melainkan sampai kelu.

Butir Topik:

  • Hakikat Zikir
  • Takrif Zikir
  • Munajat
  • Musyahadah
  • Tips Praktik Zikir yang Mengesakan Allah



Hakikat Zikir

Zikir itu bukan sampai banyak, melainkan sampai kelu. "Man arafallaha kalla lisanuhu", siapa mengenal Allah dengan sebenar-benar pengenalan, kelu lidahnya. (hadis).

Mulut kita berucap "Laa ilaaha illallah". Dari mana munculnya perkataan ini? Dari hati. "Laa ilaaha illalah" yang dari hati ini dari mana asalnya? Dari sirr hati. Yang dari sirr hati ini dari mana? Tentulah dari dalam sirr. Yang di dalam sirr itu siapa? Rahasia Allah.

Jadi kalau kita cermati, siapa yang sebenarnya berzikir itu?
Syariatnya => kita berzikir
Hakikatnya => kita menzikirkan Yang Punya Nama
Makrifatnya => Yang Punya Zikir Berzikir

Kalau belum tahu bahwa yang di dalam sirr ini berzikir, bagaimana Anda akan karam dalam zikir? Paling-paling Anda hanya dapat karam dalam sebutan zikir saja. Kalau Anda dapat yang di dalam sirr itu berzikir, tentu berjalanlah Anda dengan yang di dalam sirr itu kepada Allah. Inilah amal yang sampai ke Tuhan. Jadi, tidak akan mudah untuk karam di dalam sirr kalau kita tidak mendapati yang di dalam sirr itu berzikir.


Takrif Zikir [Pengenalan Jalan Amal sehingga Tetap pada Tujuan]

Kalau kita hendak berzikir, perlu dulu tentang takrif zikir atau tujuan zikir. Yang dikatakan tarikat itu jalan. Jalan menuju ke mana? Tentulah menuju kepada yang dimaksud. Yang dimaksud itulah tujuan zikir, yaitu Allah.
Kalau mulut berzikir menyebut laa ilaaha illallah, yang di dalam sirr itulah yang kekal kepada Allah. Karena munajatnya orang yang berzikir itu Ilaa Ilahu Anta maksudi wa makrifataka bi a'tinii mahabbata wa makrifataka, 'tidak ada yang kumaksud hanya Engkau ya Allah'.

Kalau sudah Allah yang kita maksud, untuk apa terpengaruh dengan yang terpandang-pandang dalam zikir. Kalau terpengaruh dengan yang terpandang-pandang ketika berzikir, berarti kita sudah menyimpang dari maksud semula karena mestinya munajat kita hanya pada Allah. Allah itu sudah pasti laysa kamitslihi syaiun. Apa pun yang terpandang-pandang itu bukan laysa kamitslihi syaiun. Biar surga sekali pun yang dipandangkan, itu tetap bukan yang laysa kamitlsihi syaiun. Orang yang tidak bermaksud kepada selain Allah tidak akan terpengaruh dengan itu.

Jadi dalam beramal ibadah apa saja, takrif (tujuan) itulah yang kita pegang. Bukan zikirnya yang kita pegang, takrifnya itu yang kita pegang.

Kalau sudah pada Allah saja takrif zikir, mestinya tidak mungkin ada orang berzikir sampai histeris, mabuk, atau bahkan pingsan karena Allah tidak bersifat zalim. Jangan sampai kamu banyak berzikir lalu malah timbul kelainan jiwa.


Munajat

Munajat itulah niat ikhlas orang yang berzikir. Tidak ada maksud kepada selain Allah. Kalau tidak paham tentang munajat dan takrif zikir, bisa-bisa dimabukkan oleh zikir. Asyik kepada yang bukan dimaksud semula. Kalau hal yang bukan Allah sudah masuk ke badan, inilah yang jadi penyakit.


Musyahadah

Zikir itu untuk mendapatkan musyahadah. Musyahadah untuk mendapat fana. Fana fillah itu untuk mendapatkan baqa billah. Kalau sudah baqa billah, mana ada fana lagi karena fana itu awal baqa.

Kalau sudah dapat baqa, mana ada fana lagi. Kalau sudah dapat fana, mana ada musyahadah lagi. Kalau sudah dapat musyahadah, mana ada zikir lagi? Inilah yang disampaikan di awal tulisan ini. Bahwa zikir itu bukan sampai banyak, melainkan sampai kelu.


Sebetulnya jalan yang sampai kepada Allah itu ada empat, yaitu

Syariat kenyataan yang di-ada-kan Allah. Berlaku pada anggota zahir, yaitu berupa perintah (amar)
dan larangan (nahi);
  
Tarikat jalan yang menyempurnakan syariat. Berlaku pada hati. Contoh praktiknya: mulut berkata    "merah". Hati harus yakin bahwa barang yang disebut itu benar-benar merah. Inilah disebut  menyempurnakan syariat.
   
Hakikat keyakinan kita kepada yang wajib dipercaya. Hanya satu, yaitu Allah. Berlaku pada sirr hati (nyawa).

Makrifat pengenalan yang sempurna tentang Allah. Bagaimana pengenalan yang sempurna pada Allah itu? Yaitu semua yang terpandang, terpikir, terasa, tersentuh, tercium, dan lain-lain itu bukan Allah. Karena orang yang sempurna mengenal Allah itu keyakinannya tetap. Bahwa Allah itu laysa kamitslihi syaiun.


Syariatnya, kita berzikir.
Makrifatnya, Rahasia Allah itulah yang berzikir atau yang di dalam sirr itulah yang berzikir.
Perkataan ini bukan hendak menjadikan kita adalah Allah atau setara dengan Alah, melainkan kita meyakinkan Zat Allah itulah Diri Allah, bukan kita adalah Allah.

Kesimpulan kata: Zat Allah itulah yang memuji Tuhannya.


Kalau kita sudah dapat jalan pengetahuan ini, dapatlah kita jalan musyahadah, muraqabah, dan jalan ahlul kasyaf.
Jalan musyahadah itu hanya kita mengetahui. Amalannya bukan pakai baca-baca lagi karena amalan batin itu pakai pandangan mata hati (syuhud matahati)

Jalan muraqabah itu adalah pandangan mata hati tidak lepas dari takrif. Seperti kucing yang mengintai tikus. Fokus tidak berpaling dari target.

Jalan ahlul kasyaf. Ini tidak cukup dengan paham saja, melainkan harus dengan bimbingan khusus. Seperti kita membimbing bayi sampai dia baligh.

Contoh praktik ahlul kasyaf:
Kita melihat tulisan. Sebenarnya yang kita lihat kertas putih, tetapi yang tampak tulisannya. Justru karena melihat kertas putih itulah kita bisa melihat tulisan. Coba andai kertas putih itu terbuka, masuklah ke kertas putih itu. Akan tampak semua tulisan. Ini baru mukadimah soal kasyaf.


Tips Praktik Zikir yang Mengesakan Allah: Sampai Kelu

Di awal tulisan tadi disebutkan "zikir itu bukan sampai banyak, melainkan sampai kelu". Nah, bagaimana cara praktiknya?

Katakanlah kita hendak berzikir dengan pujian "Subhanallah" sebanyak 5000x.
Belum sampai 2000x, mulut-lidah sudah letih. Lama-lama zikir pindah ke dalam hati.
Belum sampai 3000x, hati pun letih. Zikir pindah ke sirr hati.
Belum sampai 4000x, sirr hati terhenti sendiri lalu yang di dalam sirr yang berzikir. Itulah kelu. Itulah zikir berjalan sendiri.
Kalau zikir sudah berjalan sendiri, tidak bisa dihitung lagi. Tak terhingga jumlah pujiannya. Kamu berzikir pakai tasbih sampai pecah, tetap kalah jumlah hitungannya dengan zikir kaum arif billah.

Tapi, tidak akan bisa zikir berbunyi sendiri kalau Kamu tidak tahu memasang rukun qalbi (diam-tafakur hakiki) yang berlaku dalam segala bentuk ibadah dalam Islam. Berzikir-zikir tanpa "diam", tanpa takrif yang benar itulah yang membuat ahli zikir jadi menyimpang pola-pikir dan tingkah lakunya.

Ucapkanlah kalimah-kalimah zikir atau wirid itu tanpa terputus. Ucapkan secara bersambung dalam satu tarikan napas. Begitu napas habis, ulangi lagi ucapkan secara bersambung seperti sebelumnya.

contoh zikir yang benar mengesakan Allah:  meski jumlah bacaannya banyak, Allah-nya tetap Satu.
"AllaaahuAllaaahuAllaahu"

contoh zikir yang lalai mengesakan Allah. Jumlah bacaannya banyak karena terputus-putus, jumlah Allah-nya juga ikut banyak.
"Allaaah. Allaah. Allaah."


Bisa jadi karena banyak yang membaca seperti cara terakhir itulah banyak orang yang setelah banyak berzikir malah jadi "tidak waras", atau malah pingsan, bahkan sampai kesurupan. Zikir itu ibadah. Mustahil ibadah itu merusak zahir-batin kalau teori dan praktiknya sesuai dengan Quran dan sunnah. Itu sebabnya zikir itu bukan sampai banyak, melainkan sampai kelu. Kalau banyak-banyak, banyak juga yang mau masuk ke badan kita lalu mengaku Tuhan. Inilah siasat Iblis-setan agar manusia-manusia saleh ahli zikir tidak lurus sampai ke Allah, melainkan kepada yang terpandang-pandang, terasa-rasa, terpikir-pikir, terbayang-bayang, dan lain-lain. Nauzubillah.


- Syaikh Siradj -


Jalan Zikir yang Sampai ke Tuhan
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2012-12-03T17:30:00+07:00
Jalan Zikir yang Sampai ke Tuhan
5 411 reviews
Tags: , ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

78 komentar:

Anonim mengatakan...

yeeee... bc nti ah,,, cri mb Annisa dulu.....

sally

MUXLIMO mengatakan...

wkwkwkwk lho kok jadi manja nih, Mbak? :] :}}

moerad qrad mengatakan...

hmm...sebenarnya ini yang saya mau tanyakan dari kemarin sama Kang Mux, dikampung saya, warga (sebagian orang)sering mengadakan zikir yang seperti kang Mux bilang, sampai dak sadarkan diri, ada yang sambil banting diri, ada yang basah ingusan kayak anak kecil, dan macam2,,,masing2 orang ngefeknya beda2 kang....dan alhamdulillah akhirnya saya menemukan jawabannya di postingan ini...:D

Anonim mengatakan...

saya mau nunggu yg mau sharing2 n ty2 aja.. sb dr situ biasanya bru ketauan n terwakilkan yg saya mau tahu.

inilah byk yg di mau taukan tp tdk tau dr mana permulaannya..begitu kang Adam.

duduk manis aja. sally ^_^

Bang Arbi mengatakan...

hu huu...kapan ya saya bs pertamax lagiii (sambil mata liat ke atas, mirip kyk orang berharap sama langit hihihi)

MUXLIMO mengatakan...

Alhamdulillaah kalau sudah cukup menjawab sebelum sempat ditanyakan..hehehe :D btw, kenapa gak tanya dari dulu-dulu, Wet? Ane 'kan gak gigit..*kecuali kalau diminta :3:

MUXLIMO mengatakan...

Ya, inilah hikmah dari muzakarah (diskusi) itu ya, Mbak.. :25:
Ikut duduk manis juga ahhh... tapi jangan kayak gini ya, Mbak --> :5: itu mah melow namanyahhh.. :}}

Bang Arbi mengatakan...

gigit eke dong kangmux...hihihi

MUXLIMO mengatakan...

wooot??!!! :2: ogah ahhh.. takut tetanussss... :15:
*ralat: peminta gigit wajib kaum hawa :3:

moerad qrad mengatakan...

ckckck Bang Arbi ternyata......he

Bang Arbi mengatakan...

:c: ternyata apa hayo kang moerad...? :g:

Bang Arbi mengatakan...

http://lh4.googleusercontent.com/-dOZDdGh86UA/UFV7HA2e_iI/AAAAAAAAFhk/twneIK5J_ds/h120/melow.gif

Bang Arbi mengatakan...

kangmux saya masih belum paham niy. apa ya bedanya antara :

"Allaaahu...Allaahu...Allaahu." --> Allah nya SATU

dengan

"Allaaah. Allaah. Allaah." --> Allah nya banyak

:10:

Annisa Muslima mengatakan...

kalau posting dan komentar malam2 kagak mungkin ketemu saya kak Sally....^_^

Annisa Muslima mengatakan...

Heu heu heu.....
kenapa jadi acara gigit gigitan...?
kayak Bella swan dan Edward Cuullen aja...^_^

hajirin mengatakan...

kang mux nanya nih.....

"siapa yang mengenal Allah dengan sebenerbenarnya pengenalannya,maka lidahnya kelu"
apakah kalo lidahnya kelu mesti mengenal Allah?

bisa ngga disamakan dengan
"siapa yang makan gula,terasa manis dilidah"
jadi kalo lidah terasa manis,berarti makan gula

mohon penjelasan

Anonim mengatakan...

antox
Jalan musyahadah itu hanya kita mengetahui. Amalannya bukan pakai baca-baca lagi karena amalan batin itu pakai pandangan mata hati (syuhud matahati),contohx gmn?

ada kalimat "hanya kita mengetahui", ane blum dpt mksudnya Om Mux :
1. apakah yg dimaksud "mengetahui" di atas itu cukup dg menyadari/merasakan dg kesadaran rendah qt bahwasanya sgl gerak yg berlaku pd diri pribadi qt adl kelakuan zat allah (rahasia allah)semata. dg kata lain "kesadaran kita ini hanya sebagai saksi" alias memerangi pengakuan diri, dg demikian otomatis qt menyangkal esensi diri qt pribadi/aku qt.

atau

2. mengetahui yg bagaimana???mohon pencerahan.

Bang Arbi, kang xanana dan saudara sarang yg lain boleh bagi analisisnya? terima kasih.



Ardi Anto mengatakan...

Ilaa Ilahu Anta maksudi wa makrifataka bi a'tinii mahabbata wa makrifataka, 'tidak ada yang kumaksud hanya Engkau ya Allah'.

original: Jalan Zikir yang Sampai ke Tuhan | Muxlimo's Lair http://muxlimo.blogspot.com/2012/12/zikir-sampai-tuhan.html#ixzz2E3uLPBLJ
Follow us: @MUXLIMO on Twitter | Muxlimo on Facebook

Selain makna yang sudah tersebut di tulisan, perkenankan menambahkan sedikit:
Ilaa Ilahu 'kepada Tuhan'
Anta maksudi wa makrifataka bi 'Engkau tujuanku dan jadikan pengenalan pada-Mu untukku'
a'tinii mahabbata wa makrifataka 'berikan untukku cinta pada-Mu dan mengenal diri-Mu'

Ardi Anto mengatakan...

Terasa manis di lidah bisa saja yang dimakan gula :^

Ardi Anto mengatakan...

maksudnya tebu bukan gula :D

Ardi Anto mengatakan...

Idem :-?

Bang Arbi mengatakan...

maksudnya kita sudah tahu yang kita padang itu semuanya ITU... baik buruknya juga dari ITU. ga ada lagi rasa2, yg ada sadar aja lagi. biasa aja.

kalaupun ada karomah itu "efek samping" saja. jatuhnya di sifat, bukan zat.

Bang Arbi mengatakan...

yang inipun juga ITU. makanya kalau sudah tahu itu namanya orang yang sudah sadar. kalau mengutip kata kang moerad "tercerahkan" :)

kang Xanana mana ya? kangen niy sama komen mautnya...hihihi

Bang Arbi mengatakan...

hehehe..nambah lagi org bingungnya. :g:

salam kenal bang ardi. nama kita rada mirip ya bang ardi :)

Bang Arbi mengatakan...

gulanya gula pasir atau gula batu bang ardi? :10:

Ardi Anto mengatakan...

he he tapi lebih terkenal hastomo arbi :}}

Ardi Anto mengatakan...

Kalo bahasa kerennya:
anteseden "terasa manis dilidah" tidak dapat menjadi bukti adanya
preseden "siapa yang makan gula". Tapi preseden (yang terdahulu) selalu menjadi sebab munculnya anteseden ~x(
Simpelnya "terasa manis di lidah" bisa disebabkan oleh banyak hal tidak semata-mata makan gula. Tapi kalo makan gula "pasti" terasa manis. Kata pasti sengaja diberi tanda kutip karena segala yang di alam ini tidak ada yang pasti 100%, api saja atas kehendak/izin Tuhan pencipta api bisa menjadi tidak panas bagi siapa/apa yang dikehendaki-Nya.
Di sisi lain, logika memang menjadi alat yang memudahkan pemahaman atas segala hal, termasuk tauhid. Tetapi, tauhid tidak semata-mata bisa dipahami dari logika, ada nilai rasa yang sangat personal di dalamnya. Dengan logika dan bahasa kita bisa berbagi pengalaman dengan cara yang instan, tetapi terhadap rasa, hanya pribadi dan Tuhannya saja yang dapat memahami. Karena itu pada tataran tertentu tauhid menjadi sirr (rahasia) Tuhan, tapi pada tataran tertentu pula tauhid dapat dibagikan. Seandainya menutup aurat adalah wajib, maka menutup rahasia tauhid pribadi (pada skala tertentu) lebih wajib.

Anonim mengatakan...

Sayah hadiiirrr....Bang Arbi en Mas Antox... :)

Izin nyimeng...eh...nyimak niih....

Sayah juga lagi nunggu pencerahan dari yang lain...hehehe.... :)

-XaNaNa-

Bang Arbi mengatakan...

jadi yang 100% itu di dunia ini apa dong bang ardi?
btw, Rahasia umum kan rahasia juga namanya bang ardi. hihihi

kalau dulu disebut rahasia karena alasan keselamatan. spy tdk berujung seperti al hallaj atau siti jenar. tapi zaman sekarang insyaAllah ummat sudah siap menerima kebenaran dosis tinggi ini.

Bang Arbi mengatakan...

http://lh6.googleusercontent.com/-_vAE_QUd-sI/UKEGVk4CVWI/AAAAAAAAGyk/66iUktdc1IY/s100/gulitik.gif

Ardi Anto mengatakan...

bismillaah, yang 100% hanya Allaah Rabbul 'izzati, walhamdulillaah....
namanya juga rahasia umum, ya :-"

Ardi Anto mengatakan...

BTW, salam takzim untuk Guru Undang :5:

Bang Arbi mengatakan...

http://1.bp.blogspot.com/-vFlfXDrLRgM/UE4rgBnKAjI/AAAAAAAAFcQ/Cx7inRV1Adg/s1600/ngakak.gif wah ternyata kita sama2 bocor alus ya bang ardi...

Ardi Anto mengatakan...

:] he he salam juga buat mux 'manusia pertama' efendi

Ardi Anto mengatakan...

"Jadi, tidak akan mudah untuk karam di dalam syir (mungkin maksudnya sirr :10:) kalau kita tidak mendapati yang di dalam syir itu berzikir."

~X(

Ardi Anto mengatakan...

"Jadi dalam beramal ibadah apa saja, takrif (tujuan) itulah yang kita pegang. Bukan zikirnya yang kita pegang, takrifnya itu yang kita pegang."

:25:

Ardi Anto mengatakan...

"Munajat itulah niat ikhlas orang yang berzikir. Tidak ada maksud kepada selain Allah."

:21:

Bang Arbi mengatakan...

hariyanto arbi sama arbi sanit juga terkenal tuh keknya bang ardi. beda tipis lah sama kita. hihihi...

Bang Arbi mengatakan...

kalo ane menafsirkan takrif itu bukan tujuan tetapi PENGENALAN.

Bang Arbi mengatakan...

sebenarnya hal di buka abah diatas sudah yg sangat sensitif tuh. senggol dikit lagi aja bisa kebakaran nih jenggot. hahaha....

Kaze Kate (keur eling) mengatakan...

Bismillah... assalaamu'alaykumuwarohmatullohi wa barokaatuh Pak Muxlimo yang baik hati dan budiman < siga ngaran po mobil bus ciamis tasik :D

sebelum baca, cuma mau ngasih tau aja. di postingan ini ada lebih dari 56 link keluar lho.... asli, dan link masuknya kurang dari 50 ( backlink <50 ). di cek pake applikasi serigala..

soal loading alhamdulillah gancang. soal tampilan pake netbuk saya lumayan rada rapih, cuman tetep masih agak menyungseub side barnya ke postingan, jadi huruf paling kanan/sisi kanan, salah satu hurufnya musti ditebak2.

oh ya kang.. request saya.. bikin postingan anu judulnya " buktikan jika sarang muxlimo adalah seorang syiah gelo " hampura kalo kasar, peseun cap maksa harus ada lho. gatal nih (sampe kaki juga ini gatal kena kutu air kayaknya mah) gatal kalo baca inbox seorang dewa adamux troy adalah seorang syi'ah. jujur gak enak sobat saya disebut syi'ah.. terus kalo udah dijadikan catatanya dan di posting, request bikin disamping postingan (sidebar), bikin daftar link pernyataan akang bukan syi'ah...

yang ngomong maaf tidak bisa disebutin siapa siapanya, karena dia juga sudah minta maaf, namun saya takut wabah su'udzan ini merambat, mapay terus kudu ruqyah masal mah da cape. Kalo udah di bikin kasih tahu saya, jangan kasih tempe saya. dan insya Allah akan saya share. jangan lupa tag saya dalam postingan

Request Cap Maksa

terimakasih, sekarang waktunya membaca

kaze kate mengatakan...

wah nostagia baca awalna uy Zikir itu bukan banyak, melainkan sampai kelu asli nostagia diajar ku guru saya di panawangan.

"percuma maraneh wiridan bulak balik belekok nyampe rebuan balik oge, ari hate maraneh ingetna kana nu pibelekokeun mah, wiridan tujuana kangge dzikir, nyaeta kangge ingeut ka pangeran, sok kadang wiridan sapepeting tapi hate ingeut kana hutang! teu afdol tah wiridan" salaleri w kabeh para santri. eta kalimat teu 100% asli, da lupa2 ingat. kieu tah nu keren mah guru teh, ngajar bari ngalawak beh teu tararegang wae hehe,.

#neruskeun maca um!

Bang Arbi mengatakan...

mungkin ini ada kaitannya dengan penjelasan abah :

"Jalan musyahadah itu hanya kita mengetahui. Amalannya bukan pakai baca-baca lagi karena amalan batin itu pakai pandangan mata hati (syuhud matahati)"

yg didalam syir tadi zikirnya bukan baca-baca lagi. tapi SADAR. hehehe...mungkin lho ya...hehehe

Ardi Anto mengatakan...

mungkin juga bung mux 'manusia pertama' efendi salah ketik |:-D|
mestinya diketik: "takrif (pengenalan) tujuan itulah yang kita pegang"

Bang Arbi mengatakan...

hehehe...ternyata bang ardi satu korps sama kangmux mentor ane ya. salam PNS deh bang. hahaha

Ardi Anto mengatakan...

Ah saur sayah mah teu kudu nulis nu model kitu :^ Ada ulama besar sunni pernah menyatakan jika seandainya mencintai Ahlulbait adalah syiah, maka saya adalah syiah. :11:

Ardi Anto mengatakan...

:D

Bang Arbi mengatakan...

jadi maksud bang ardi : ulama besar sunni itu syiah ya. hihihi (memancing di air jernih)

Ardi Anto mengatakan...

:16:

MUXLIMO mengatakan...

iya ih.. Bang Arbi ternyata... ckckckck :3:

Bunga mengatakan...

Aiihh.. ada yang melow.. bukan karena eke kan, Baaang..?! http://lh6.googleusercontent.com/-l9O9Nf8uLIg/UKIzekuJyNI/AAAAAAAAHFo/FiRMbsq_81s/s68/wink-and-flirt.gif

MUXLIMO mengatakan...

wkwkwkwk pada bingung ya? di fb juga sama tanyaannya gitu.. :}}
intinya bacaannya jangan dipenggal-penggal, kecuali kalau wirid kita terhenti untuk ambil napas. <-- kalo ini kan namanya sunatullah, ktia terputus wirid karena kehendak Allah.

Kalau wiridnya terputus-putus karena "gaya" kita melantunkan zikir.. <-- ini kehendak nafs manusia :]

tanda titik tiga [...] <-- artinya belum berakhir
tanda titik satu [.] <-- tandanya putus jeda atau terpenggal. :D

MUXLIMO mengatakan...

Ya, insyaAllah tanyaan Mas Antox ini udah terjawab sendiri (di nomor 1) plus tambahannya dari Bang Arbi :D

MUXLIMO mengatakan...

wakakakak :8: tah ka pa ustad di panawangan...
aya bahasa "pibelekokeun" na eta nu ajebbb... :16:

MUXLIMO mengatakan...

alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Cep Kaze(pret).. cukup dibantai pake status di FB we nyak.. :]

btw, nuhun inpo na, lieur ah soal SEO mah.. ke abis waktu mikiran SEO bari teu jadi-jadi posting tauhid gera.. :3:

MUXLIMO mengatakan...

:21:

Bunga mengatakan...

eke aja yang gigit ya, Bang Arbi?! Ahik..
http://lh6.googleusercontent.com/-l9O9Nf8uLIg/UKIzekuJyNI/AAAAAAAAHFo/FiRMbsq_81s/s68/wink-and-flirt.gif

MUXLIMO mengatakan...

:g:

MUXLIMO mengatakan...

ogitu ya? :10: tar deh diralatnya pas lagi luang :3:

MUXLIMO mengatakan...

ikutan nyimen :23: bareng Kang Xanana..

Anonim mengatakan...

Aiiihhh....aiih...sugan teh...sugan......rupina teh rupina.... =)) So simple ternyatah... :11:

-XaNaNa-

Bang Arbi mengatakan...

http://lh3.googleusercontent.com/-GwNt3EFCyYw/UFV7JOk9yDI/AAAAAAAAFiE/2aWEondH3n0/s128/ucah.gif

Bang Arbi mengatakan...

ooooo akhirnya ane paham maksud nya. jadi diakhiri dengan huruf vokal "HU" makanya tersambung zikirnya. sementara kalau akhirannya "AH" terputus per tiap katanya. gitu toh tehniknya. siap laksanakan gan :)

Anonim mengatakan...

antox
Yo'i Om Mux sipp ud paham, Bang Arbi tank you sharex... mantepss neh topikx makin lama makin Vulgar.http://lh6.googleusercontent.com/-U1__GqFc38A/UHWB_dSTFWI/AAAAAAAAGKo/kbPv4xGDdh4/s18/ngelel.gif "Materi Kuliah dari Abah Siradj" seperti menelanjangi pemahaman sempit para salik,,,... serasa merobohkan sekat2 pemahaman picik yg terkadang dijadikan "DEWA" utk berdebat ilmu. Bahasa yg digunakan dlm postingan bener2 mbuat bulu kuduk berdiri utk segera ikut larut bukan hanya memahami saja, apalagi kalau pas baca ada kata "bukan" seolah menegur kesalahan pemahaman pribadihttp://lh4.googleusercontent.com/-TyREKW_M5kk/UHWB-NoSdqI/AAAAAAAAGKY/mkOY-FvruaQ/s18/maenya-sih.gif
"Terasa dekat sekali seperti dalam suasana pengajian langsung...".
Terima Kasih, OM Mux.

Anonim mengatakan...

antox
kang xanana... mana komen mautnya???http://lh4.googleusercontent.com/-6U2Tl34Mgy4/UHWB3QvV7SI/AAAAAAAAGJg/OPglwElD6CY/s18/ahem.gif

Anonim mengatakan...

Bang Antox.... :)

Sepertinyah sayah sedang "kelu" ucap.... blank spot euy... :^

Kang Muuuuuxxx..... sayah "kelu" ucap nih...... :11:

-XaNaNa-


kaze kate mengatakan...

ah pokoknya mah musti di posting siah! ulah nteu! wkwkwkkw

ke cuang bantai bareung2

kaze kate mengatakan...

wkwkwkwkkwkw

MUXLIMO mengatakan...

hehehe Mas Antox ini suka yang vulgar-vulgar tnyata.. :] makasih kembali, Mas Antox semoga kita semua di sini dilimpahi karunia untuk sanggup mengamalkannya sampai dapat ya.. aamiiin.. :25:

MUXLIMO mengatakan...

alhamdulillah kalau udah bisa "kelu", Kang! :12:

MUXLIMO mengatakan...

salam balik juga buat calon kepala badan bahasa 2000 sekian.. :]

MUXLIMO mengatakan...

Sip, Mas Antox.. dg kata lain "kesadaran kita ini hanya sebagai saksi" <== ini senada dengan konsep tauhid: Jasad ini semata tempat merasa. :]

MUXLIMO mengatakan...

apakah kalo lidahnya kelu mesti mengenal Allah?
insyaAllah jawabnya: ya. tapi sebenar-benarnya kelu itu setelah kita menjalani tahapan zikir ==> musyahadah ==> fana ==>baqa

kita bandingkan dengan amalan di luar Islam.. mereka tapa, semedi, meditasi sebagai amalan batin tapi gak diawali tahapan amal jasadi alias jasad dicuekin.. ini namanya meng-kelu-kelu-kan diri alias kelu yang gak pake kitab. :P

Anonim mengatakan...

Antox
Amiin... Om Mux, itulah harapan akhir qt semua disini http://lh5.googleusercontent.com/-Mx36Nkeb3AI/UFXhjODroRI/AAAAAAAAFv0/a0Xs599J4Sw/h120/sungkem.gif

Anonim mengatakan...

Antox
Waaahhh.. Kang xanana uda "kelu", share di mari bang kayak gimana rasanya??? tapi jangan kelu karena sari awan yg di share ya akang.. http://lh4.googleusercontent.com/-c1ulND_N1BU/UHWB7kSUliI/AAAAAAAAGJ8/9n0wqnZCD3I/s18/gak-gak-gak.gif
Piss Kang Xanana...http://lh3.googleusercontent.com/--rTkz_PiNhA/UHeby5X4QuI/AAAAAAAAGVg/aaWMwIHWPOw/s22/piss-gan.gif

Bang Arbi mengatakan...

amiin.... :4:

PUTERA LAUT SUMATERA TIMUR mengatakan...

Alhamdulillah...Tksh Abah, Bg Mux, & Bg Arbi.
Teori dan petunjuk sudah banyak diberikan, mudah2an kita bisa mempraktekan / mengamalkannya dgn baik.

Yudha Maulana mengatakan...

assalamu alaikum, spesial request buat bang arbi n bang ardi, ane minta nama profil nya di fb dong, buat diajak temenan di fb, sekalian minta pin bb nya, wajib di kabul hajat saudara nya ini ya, hihihi..

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism