Ahlul Bait Sebenarnya ~ Pusaka Madinah

burnzone

AD (728x60)

Ahlul Bait Sebenarnya

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]

Performa dan tampilan terbaik laman ini pada peramban Microsoft Edge. Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC.
landscape mode.
Perbuatan paling tidak disukai Allah ialah perbuatan yang mengada-ada. Untuk apa mengikuti cara-cara ahlul bidah? Adakah keturunan Rasulullah itu? Sudah jelas sekali Q.S. Al-Ahzab ayat 40 itu.

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. [Q.S. Al-Ahzab:40]

Nabi adalah orang yang diberi penglihatan jauh sebelumnya. Terbukti Rasul ialah orang pertama yang melaksanakannya. Mana mau Rasul meninggalkan shalat, minum khamr, dan segala yang dilarang Tuhan. Muhammad Rasulullah Saw. itu kebanggaan para nabi karena meskipun beliau itu nabi paling "bungsu", beliau juga sekaligus penghulu para nabi[1].

"Takutilah firasat orang mukmin, sesungguhnya ia memandang dengan Cahaya Allah." [H.R. Thabrani & Tirmidzi]

Diutusnya nabi-rasul bukan untuk bangsa tertentu, bukan hanya untuk Yahudi, bukan hanya untuk Arab, bukan untuk keturunan Yahudi saja, bukan untuk keturunan Arab saja, melainkan untuk seluruh umat manusia. Itulah "tradisi Tuhan" untuk bumi manusia.

وَمَآ أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ كَآفَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ
Dan Kami tidak mengutusmu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. [Q.S. Saba’ (34): 28]

Yang mengaku-aku ahlul bait itu kebanggan apa yang ditonjolkannya pada umat? Yang disebut ahlul bait sekarang adakah yang jadi kebanggaan seluruh umat karena menegakkan sistem Tuhan ini?

Dokter mendapat pengakuan sebagai dokter kalau dia melakukan pekerjaan seorang dokter. Demikian juga seorang nabi: mendapatkan pengakuan sebagai nabi kalau dia melakukan pekerjaan seorang nabi. Bedanya, dokter mendapatkan pengakuan dari manusia, sedangkan seorang nabi itu mendapatkan pengakuan dari Tuhan. Nabi tidak memerlukan pengakuan dari manusia, nabi melakukan segala perintah Tuhan karena menerima Surat Keputusan [SK] langsung dari Tuhan. Jadi, legalitasnya langsung dari Tuhan.

Mengapa mengaku keturunan nabi masih pula minta pengakuan dari manusia?


Sistem Tuhan ini penting ditegakkan di bumi manusia untuk mendapatkan nikmat dari Tuhan, yaitu nikmat keselamatan dunia-akhirat. Inilah konsep keselamatan dalam sistem Tuhan itu:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلاَّ نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُونِ
Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Ilah (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah Aku olehmu sekalian. [Q.S. Al-Anbiya: 25]


Sebelum melompat pada sumber dalil tentang ahlul bait, kita buka dulu al-Fatihah:6-7. Itu dibaca setiap muslim dalam shalat.


اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.


Mereka yang dimurkai adalah orang-orang yang sengaja menentang petunjuk para nabi, sedangkan mereka yang sesat adalah orang-orang yang mengambil jalan selain petunjuk para nabi.  Maka mereka yang Allah beri nikmat adalah mereka yang mengikuti petunjuk para nabi dalam penegakkan sistem Tuhan dengan jaminan legalitas dari Tuhan juga.


يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوفًا [٣٣:٣٢]
Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik, 

[Jadi biarpun istri nabi, kalau tidak bertakwa ya sama saja dengan perempuan yang bukan istri nabi dan perempuan yang bukan istri nabi kalau bertakwa, dia sederajat dengan istri nabi]

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا [٣٣:٣٣]
dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَىٰ فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا [٣٣:٣٤]
Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا [٣٣:٣٥]
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. [Q.S. al-Ahzab:32-35]

[Yang disebutkan di atas muslimin wal muslimat juga mukminin wal mukminat, tidak disebutkan keluarga nabi atau bukan, 'kan?!]



Itulah konsep ahlul bait [pemaknaan kasarnya = "orang rumah"]. Berlaku secara umum bagi keluarga nabi [ayat ke-32] maupun bagi yang bukan keluarga nabi [ayat 33-35].  Jadi konsep ahlul bait itu jangan  diartikan keturunan Nabi Muhammad Saw., bukan itu. Juga bukan bermakna keluarga rumah tangga Rasulullah Saw. Sebab sejarah para nabi membuktikan, keluarga dan keturunan langsung nabi tidak selamanya pasti selamat [anak Nabi Adam a.s., istri Nabi Luth a.s., istri dan anak Nabi Nuh a.s. dsb.]

Sebenarnya ahlul bait itu konsep keselamatan yang dipakai oleh orang-orang terdahulu yang diberi nikmat oleh Allah meskipun mereka bukan keturunan darah langsung nabi, maupun bukan anggota keluarga nabi. [ingat lagi Al-Fatihah:6-7]. Para pengikut nabi itu adalah mereka yang tidak menentang petunjuk para nabi dan tidak mengambil jalan selain jalan para nabi.

Nabi sebagai khalifah ialah aktor utama dalam skenario penegakan sistem Tuhan di bumi manusia. Para nabi-lah yang membangun baitullah "rumah Allah" di atas muka bumi untuk membina setiap penghuninya [ahlul bait] menuju keselamatan. Mereka berkumpul dalam satu ikatan iman, bukan ikatan darah dan ikut serta dalam melakukan pekerjaan para nabi itu. Itulah dinamakan kita ini semua ahlul bait Nabi Muhammad Rasulullah Saw. Itulah tradisi atau sistem Tuhan itu: keturunan akidah, bukan keturunan darah.

Contoh konkret konsep bait dan ahlul bait dalam tarikh, sejarah Nabi Nuh a.s. dan bahteranya. Semua yang bersama Nabi Nuh dalam baitullah yang berupa kapal besar itu selamat dan sebagian besar yang ada di bait keselamatan itu adalah umat Nabi Nuh, bukan hanya keluarga atau keturunan darah Nuh a.s.

Wahai umat, lebih baik kamu tetap di rumah dan jangan berhias seperti orang jahiliyah yang pakai gelar-gelar. Dirikanlah shalat, zakat, dan taat pada Allah dan Rasul-Nya karena pada yang demikian itu Allah hendak membersihkan dosa kamu seluruhnya, sebersih-bersihnya. [Q.S. Ahzab:33 di atas]


Bahtera Nuh: Baitullah dalam wujud fisik
Ilustrasi pembangunan Baitullah oleh para ahlul bait era Nuh a.s.
Baitullah = rumah keselamatan; ahlul bait = orang-orang yang selamat karena taat. Allahua'lam.



Nah, habib-habaibsyarif-syarifah Sunni dan hazrat-hazrat, ayatollah-ayatollah Syiah itu kebanggaan apa yang ditonjolkan pada umat? Bisanya baru mengaku-aku keturunan nabi saja, lalu masih pula mencari-cari pengakuan dari manusia. Memangnya apa yang kau beri pada manusia?

Para nabi itu aktor-aktor dalam skenario penegakan sistem Tuhan Yang Maha Esa di bumi. Habib-habaib, syarif-syarifah Sunni dan hazrat-hazrat, ayatollah-ayatollah Syiah itu apa yang ditegakkan di muka bumi? Apa hanya selawat-selawat lalu setelahnya makan gulai kambing dan roti cane yang ditegakkan?

Kalaupun mau dipaksakan makna ahlul bait itu keturunan Nabi Muhammad Saw., maka sampai Fatimah binti Muhammad sudah putus jalurnya. Dari mana celahnya mau dikait-kaitkan dengan keluarga si anu-si itu? Ini namanya perbuatan mengada-ada. Sekarang kamu boleh tertawa-tawa mengaku keturunan Nabi. Nanti Nabi menuntut mengapa mengaku-aku, tetapi perbuatanmu tidak bisa menyelamatkan umat. Buka Kitab Kasyfu Mahjub.


Pemaknaan konsep ahlul bait mentah-mentah seperti ini yang menyebabkan perpecahan, timbul sekte-sekte dalam tubuh umat. Akhirnya timbul kebanggaan golongan-golongan dan lahirlah eksklusivisme. Eksklusivisme manusia atas manusia lain itu "perhiasan" kaum jahiliyyah dan kafir. Feodalisme itu perhiasan pengikut Dajjal sejak Namrudz dan Fir`aun, hingga sistem hierarki freemasonry pada zaman ini.

Padahal yang dikehendaki Tuhan untuk bumi manusia itu Allahisme. Sebab Allah tetapkan letak kedudukan manusia itu pada perhiasan iman dan takwa, bukan perhiasan keturunan, gelar-gelar, pangkat-pangkat, harta-harta.

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu.” [Q.S. Al-Hujurat: 13]

Jadi siapa saja yang disebut ahlul bait itu?

Pengikut nabi seluruhnya [baik keluarga nabi maupun bukan] yang taat pada Allah dan rasul-Nya yang mengerjakan shalat, zakat, puasa, dan tetap diam di dalam "rumah": tidak keluar rumah artinya tidak "berhias" seperti kaum yang keluar dari petunjuk Allah dan rasul-Nya.



Artikel ini ditulis berdasarkan petunjuk dan gagasan murni Guru kami, K.H. Undang Siradj dengan pengembangan isi seperlunya oleh Penunggu Sarang atas izin beliau.



[1]:
صحيح البخاري ٦٩٥٦: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا مَعْبَدُ بْنُ هِلَالٍ الْعَنَزِيُّ قَالَ
اجْتَمَعْنَا نَاسٌ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ فَذَهَبْنَا إِلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ وَذَهَبْنَا مَعَنَا بِثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ إِلَيْهِ يَسْأَلُهُ لَنَا عَنْ حَدِيثِ الشَّفَاعَةِ فَإِذَا هُوَ فِي قَصْرِهِ فَوَافَقْنَاهُ يُصَلِّي الضُّحَى فَاسْتَأْذَنَّا فَأَذِنَ لَنَا وَهُوَ قَاعِدٌ عَلَى فِرَاشِهِ فَقُلْنَا لِثَابِتٍ لَا تَسْأَلْهُ عَنْ شَيْءٍ أَوَّلَ مِنْ حَدِيثِ الشَّفَاعَةِ فَقَالَ يَا أَبَا حَمْزَةَ هَؤُلَاءِ إِخْوَانُكَ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ جَاءُوكَ يَسْأَلُونَكَ عَنْ حَدِيثِ الشَّفَاعَةِ فَقَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ مَاجَ النَّاسُ بَعْضُهُمْ فِي بَعْضٍ فَيَأْتُونَ آدَمَ فَيَقُولُونَ اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ فَيَقُولُ لَسْتُ لَهَا وَلَكِنْ عَلَيْكُمْ بِإِبْرَاهِيمَ فَإِنَّهُ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ فَيَأْتُونَ إِبْرَاهِيمَ فَيَقُولُ لَسْتُ لَهَا وَلَكِنْ عَلَيْكُمْ بِمُوسَى فَإِنَّهُ كَلِيمُ اللَّهِ فَيَأْتُونَ مُوسَى فَيَقُولُ لَسْتُ لَهَا وَلَكِنْ عَلَيْكُمْ بِعِيسَى فَإِنَّهُ رُوحُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ فَيَأْتُونَ عِيسَى فَيَقُولُ لَسْتُ لَهَا وَلَكِنْ عَلَيْكُمْ بِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَأْتُونِي فَأَقُولُ أَنَا لَهَا فَأَسْتَأْذِنُ عَلَى رَبِّي فَيُؤْذَنُ لِي وَيُلْهِمُنِي مَحَامِدَ أَحْمَدُهُ بِهَا لَا تَحْضُرُنِي الْآنَ فَأَحْمَدُهُ بِتِلْكَ الْمَحَامِدِ وَأَخِرُّ لَهُ سَاجِدًا فَيَقُولُ يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ يُسْمَعْ لَكَ وَسَلْ تُعْطَ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَقُولُ يَا رَبِّ أُمَّتِي أُمَّتِي فَيَقُولُ انْطَلِقْ فَأَخْرِجْ مِنْهَا مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ شَعِيرَةٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَنْطَلِقُ فَأَفْعَلُ ثُمَّ أَعُودُ فَأَحْمَدُهُ بِتِلْكَ الْمَحَامِدِ ثُمَّ أَخِرُّ لَهُ سَاجِدًا فَيُقَالُ يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ يُسْمَعْ لَكَ وَسَلْ تُعْطَ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَقُولُ يَا رَبِّ أُمَّتِي أُمَّتِي فَيَقُولُ انْطَلِقْ فَأَخْرِجْ مِنْهَا مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ أَوْ خَرْدَلَةٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَخْرِجْهُ فَأَنْطَلِقُ فَأَفْعَلُ ثُمَّ أَعُودُ فَأَحْمَدُهُ بِتِلْكَ الْمَحَامِدِ ثُمَّ أَخِرُّ لَهُ سَاجِدًا فَيَقُولُ يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ يُسْمَعْ لَكَ وَسَلْ تُعْطَ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَقُولُ يَا رَبِّ أُمَّتِي أُمَّتِي فَيَقُولُ انْطَلِقْ فَأَخْرِجْ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ أَدْنَى أَدْنَى أَدْنَى مِثْقَالِ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَخْرِجْهُ مِنْ النَّارِ فَأَنْطَلِقُ فَأَفْعَلُ فَلَمَّا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِ أَنَسٍ قُلْتُ لِبَعْضِ أَصْحَابِنَا لَوْ مَرَرْنَا بِالْحَسَنِ وَهُوَ مُتَوَارٍ فِي مَنْزِلِ أَبِي خَلِيفَةَ فَحَدَّثْنَاهُ بِمَا حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ فَأَتَيْنَاهُ فَسَلَّمْنَا عَلَيْهِ فَأَذِنَ لَنَا فَقُلْنَا لَهُ يَا أَبَا سَعِيدٍ جِئْنَاكَ مِنْ عِنْدِ أَخِيكَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ فَلَمْ نَرَ مِثْلَ مَا حَدَّثَنَا فِي الشَّفَاعَةِ فَقَالَ هِيهْ فَحَدَّثْنَاهُ بِالْحَدِيثِ فَانْتَهَى إِلَى هَذَا الْمَوْضِعِ فَقَالَ هِيهْ فَقُلْنَا لَمْ يَزِدْ لَنَا عَلَى هَذَا فَقَالَ لَقَدْ حَدَّثَنِي وَهُوَ جَمِيعٌ مُنْذُ عِشْرِينَ سَنَةً فَلَا أَدْرِي أَنَسِيَ أَمْ كَرِهَ أَنْ تَتَّكِلُوا قُلْنَا يَا أَبَا سَعِيدٍ فَحَدِّثْنَا فَضَحِكَ وَقَالَ خُلِقَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا مَا ذَكَرْتُهُ إِلَّا وَأَنَا أُرِيدُ أَنْ أُحَدِّثَكُمْ حَدَّثَنِي كَمَا حَدَّثَكُمْ بِهِ قَالَ ثُمَّ أَعُودُ الرَّابِعَةَ فَأَحْمَدُهُ بِتِلْكَ الْمَحَامِدِ ثُمَّ أَخِرُّ لَهُ سَاجِدًا فَيُقَالُ يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ يُسْمَعْ وَسَلْ تُعْطَهْ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَقُولُ يَا رَبِّ ائْذَنْ لِي فِيمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَيَقُولُ وَعِزَّتِي وَجَلَالِي وَكِبْرِيَائِي وَعَظَمَتِي لَأُخْرِجَنَّ مِنْهَا مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Shahih Bukhari 6956:

....dst,..Ma'bad bin Hilal Al 'Anazi berkata, "Kami, orang-orang penduduk Bashrah, berkumpul dan pergi menemui Anas bin Malik, lalu kami pergi bersama Tsabit Al Bunani dengan tujuan bertanya tentang hadis Syafaat. Tidak tahunya Anas bin mlik dalam berada istananya, lalu kami temui beliau tepat ketika ia sedang shalat dluha. Kemudian kami meminta ijin dan ia pun memberi ijin yang ketika itu ia tengah duduk di atas kasurnya. Maka kami berkata kepada Tsabit, 'Jangan kamu bertanya kepadanya tentang sesuatu sebelum hadis syafaat.' Lantas Tsabit bertanya, 'Wahai Abu Hamzah, kawan-kawanmu dari penduduk Bashrah datang kepadamu untuk bertanya tentang hadis syafaat.'

Lantas Anas berkata, "Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam telah menceritakan kepada kami, beliau bersabda: "Jika hari kiamat tiba, maka manusia satu sama lain saling bertumpukan. Mereka kemudian mendatangi Adam dan berkata, 'Tolonglah kami agar mendapat syafaat Tuhanmu.' Namun Adam hanya menjawab, 'Aku tak berhak untuk itu, namun datangilah Ibrahim sebab dia adalah khalilurrahman (Kekasih Arrahman).'

Lantas mereka mendatangi Ibrahim, namun sayang Ibrahim berkata, 'Aku tak berhak untuk itu, coba datangilah Musa, sebab dia adalah nabi yang diajak bicara oleh Allah (kaliimullah).'

Mereka pun mendatangi Musa, namun Musa berkata, 'Saya tidak berhak untuk itu, coba mintalah kepada Isa, sebab ia adalah roh Allah dan kalimah-Nya.'

Maka mereka pun mendatang Isa. Namun Isa juga berkata, 'Maaf, aku tak berhak untuk itu, namun cobalah kalian temui Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.'

Mereka pun mendatangiku sehingga aku pun berkata: "Aku kemudian meminta ijin Tuhanku dan aku diijinkan, Allah mengilhamiku dengan puji-pujian yang aku pergunakan untuk memanjatkan pujian terhadap-Nya, yang jika puji-pujian itu menghadiriku sekarang, aku tidak melafadkan puji-pujian itu. Aku lalu tersungkur sujud kepada-Nya, lantas Allah berfirman 'Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, katakanlah engkau akan didengar, mintalah engkau akan diberi, mintalah keringanan engkau akan diberi keringanan.'

Maka aku menghiba 'Wahai tuhanku, umatku-umatku.' Allah menjawab, 'Berangkat dan keluarkanlah dari neraka siapa saja yang dalam hatinya masih terdapat sebiji gandum keimanan.' Maka aku mendatangi mereka hingga aku pun memberinya syafaat. Kemudian aku kembali menemui tuhanku dan aku memanjatkan puji-pujian tersebut, kemudian aku tersungkur sujud kepada-Nya, lantas ada suara 'Hai Muhammad, angkatlah kepalamu dan katakanlah engkau akan didengar, dan mintalah engkau akan diberi, dan mintalah syafaat engkau akan diberi syafaat.'

Maka aku berkata, 'Umatku, umatku, ' maka Allah berkata, 'Pergi dan keluarkanlah siapa saja yang dalam hatinya masih ada sebiji sawi keimanan, ' maka aku pun pergi dan mengeluarkannya. Kemudian aku kembali memanjatkan puji-pujian itu dan tersungkur sujud kepada-Nya, lantas Allah kembali berkata, 'Hai Muhammad, angkatlah kepalamu, katakanlah engkau akan didengar, mintalah engkau akan diberi, dan mintalah syafaat engkau akan diberi syafaat.'

Maka aku berkata, 'Wahai tuhanku, umatku, umatku.' Maka Allah berfirman: 'Berangkat dan keluarkanlah siapa saja yang dalam hatinya masih ada iman meskipun jauh lebih kecil daripada sebiji sawi, ' maka aku pun berangkat dan mengeluarkan mereka dari neraka."

....dst, Nabi berkata: "Kemudian aku kembali untuk keempat kalinya, dan aku memanjatkan dengan puji-pujian itu kemudian aku tersungkur sujud dan diserukan, 'Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, ucapkanlah engkau didengar, mintalah engkau diberi, dan mintalah syafaat engkau akan diberi syafaat, ' maka aku berkata, 'Wahai Tuhanku, ijinkanlah bagiku untuk orang-orang yang mengucapkan La-Ilaaha-Illallah! ' Maka Allah menjawab, 'Demi kemuliaan, keagungan dan kebesaran-Ku, sungguh akan Aku keluarkan siapa saja yang mengucapkan Laa-Ilaaha-Illallah."[kembali]



Ahlul Bait vs Bahlul Bait
Ahlul Bait Sebenarnya
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2013-04-28T17:57:00+07:00
Ahlul Bait Sebenarnya
5 411 reviews
Buku ISuS

Buku Ilmu Sedikit untuk Segala²nya

Sudah terbit buku untuk memudahkan Ikhwan/Akhwat memahami kajian tauhid hakiki yang termuat di situs ini secara lebih tersusun dari anak tangga pemahaman Islam yang paling dasar. Ikhwan yang berminat memiliki buku ini dapat menghubungi penerbitnya langsung di www.midaslearning.co.id

  • Untuk mengetahui seluk-beluk buku lebih komprehensif, lengkap dengan uraian per bab dan video garis besar kajian buku, silakan kunjungi landing page rekanan resmi kami di: www.bukutauhidhakiki.com
  • Untuk memesan buku dari rekanan resmi yang terdekat dengan kota Ikhwan/Akhwat, silakan kunjungi tautan ini: "Kami di Kota Anda".
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tags: ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

55 komentar:

Arie Al Sumaterani mengatakan...

Hahaaaiiyyy... apa nih hadiahnya yg PERTAMAX .. ekkekekkekekkkkkkkk...

Salam alaikum...

MUXLIMO mengatakan...

jadi.. gimana kita meng-iqra hadis-hadis soal Imam Mahdi nih.. :]

satria kelana mengatakan...

yah gagal petromax..

satria kelana mengatakan...

ampe lupa salamualaikum bang mux bang arie..

nadira ms mengatakan...

Subhanallaah..

Mang Asep mengatakan...

Salam Alaikum Kang Mux, Kang Arie, Kang Satria, Mbak Nadira dan sobat sarang semuanya, Salam Takzim buat Abah Siradj. Nyimak dulu ah.

bandi vfx mengatakan...

salam alaikum, wah jadi PD nih klo berhadapan ama habib/habaib apalagi sama bahlul bait :3: terima kasih kang mux dan abah siradj :19:

satria kelana mengatakan...

alaikum salam mang asep,monggo mang buat temen nyimak ~O) ~O) ~O)

Mang Asep mengatakan...

Hatur nuhun Kang, kopinya buat upgrade processor yang bacanya nih agak lelet he..he..he

Anonim mengatakan...

Saya sangat bersetuju dengan huraian saudara dari guru saudara,itulah sebenarnya yang sdh lama saya fahami tentang ahlul bait....
Teruskan berkarya...........pena lebih tajam dari mata pedang.........

muhammad bachrain mengatakan...

assalaamu alaikum wa rohmatullaahi sobat sarang.. artikel nya "sippp banget".. sudah jelas orang mulia karena "iman-takwa"..

Anonim mengatakan...

Assalmuaikum bang mux mas ari bang asep dann mas satria dan semuaa srg kawa. Hadianya ya pertamak aja mas ari

Ahsani Fatih mengatakan...

Salam alaikum,
Tambah wawasan, agak berbeda dengan pembahasan yg biasa, biasanya "inside".. yg ini lebih penguatan "outside".. mohon diluruskan... Alhamdulillah.. :)

moerad qrad mengatakan...

Alhamdulillah semakin faham tentang "ahlul bait"

imam mahdi? wah ditunggu

niran azza mengatakan...

salam alaikum., abcen dulu ah... Bru baca,truz nyimak...

Bang Arbi mengatakan...

Assalamu alaikum wahai ahlul bait :) nice...

Djunaedi Miradz mengatakan...

assalamualaikum smua sobat sarang ...hadir!!!

Anonim mengatakan...

Salamalaikum warrahmatullahi wabarakatuh
semua keluargaku..........

Sepertinya postingan ini nyambung ama acara Khazanah pagi ini
( KLOP )

Terimakaish Abah, terimakasih Akang ............
:21: :21: :21: :21:

Pical mengatakan...

walaikum salam bang arbi, amin mau dong, dan assalamualikum sobat sarang, baru enak ngupi kalau begitu, ingat pantun mak
"pasak bengku pasak mesjid
tiga dengan pasak perahu
anak tuanku, anak tuan said
kalau tak belajar mana nak tau"
makasih sobat sarang makasih bangmux, abah and keluarga besar tauhidi, salam semuanya,..

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Brad..heheh rajin amat pertamax molo.. :-" :}} nih hadiah ini aja ya http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif

MUXLIMO mengatakan...

Jangan ditunggu, Wet.. suka makin gak jadi :}}

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas Satria.. gagal pertamax gapapa asal gak gagal baca ya.. :D

MUXLIMO mengatakan...

..walhamdulillah... :D

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Kang Asep... wah propic na, enggal euy.. :8:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, heheh makasih kembali Bang Bro.. :25:

MUXLIMO mengatakan...

Alhamdulillah.. makasih banyak atas dukungan ini, Bang Aquirong.. http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas Bachrain.. Yessshh! :19: :D

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas Devi.. seneng si Mas masih bersama kami. :)

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, bener MasBro.. sekali-sekali main "di luaran" juga ya :D

Bikin g+ baru ya.. awas kalo gak :11:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, yaa ahlul bayt.. Bang Niran, Bang Arbie, Bang Djunaedi, Mbakyune Annisa, dan Bang Pical.. :21: http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif

Ahsani Fatih mengatakan...

Udah Kang, perasaan smua udah saya add lo.. :)
yg belom hanya kang Zuhri doang.. hi hi hi..
Kang Zuhri hanya nama,
Ahsani juga nama,
tapi hakekatnya mereka adalah "SATU" tak terpisahkan, :10:
~O) ~O) ~O) ~O) ~O) ~O) ~O) ~O) ~O) ~O) ~O) ~O) ~O) ~O) ~O) ~O)
HARI INI KUPI GRATIS BESOK BAYAR...

khirmaen thea mengatakan...

assalamu'alaikum.... ka sadayana..
alhamdulillah semakin jelas jalannya orang" yg terdahulu teh.
maksih kang mux, srg abah sirajd sekluarga...

Bang Arbi mengatakan...

:7: hihihi

moerad qrad mengatakan...

saya nginep dah kalo gitu...maksa :24:

Unknown mengatakan...

Assalammualaikum.
Saya kenal 2 orang yg konon habib. Yg satu habib "normal", dgn rebana dan qasidahnya plus gamis, yg tangannya selalu dicium jamaahnya.
yg satu lagi, saya kenal dekat & pernah 1 apartement. gak pernah ngaku2 habib, pekerja kantoran, gak punya jamaah pengajian, tetapi selalu diminta memberikan tausiah kalau ada pengajian dikantor, tp ilmu dan ibadahnya...ahlul bait tulen.

MUXLIMO mengatakan...

Seep, Brad :8: btw, kalau besok ada yang bayar kupi.. hasilnya bagi dua yaaa.. :19: :3:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, lanjut Mas..

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, yaa ahlul bayt jugaaa :}}

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Bang Djunaedi.. salam to keluarga :21:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mbakyune.. kembali kasih :21:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Uda Pical.. rancak banaaa!! :8: :D

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, sawangsul na Kang Dulur! :21:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, .. so.. lebih asyik gaul ama yang gak ngaku habib tapi ahlul bait tulen 'kan?! :10:

elfizonanwar mengatakan...

APAKAH ADA KETURUNAN AHLUL BAIT?

Dlm Al Quran yang menyebut 'ahlulbait', rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah".

2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: 'Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu 'ahlulbait' yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

3. QS. 33:33: "...Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu 'ahlulbait' dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya".

Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait menjadi universal:

1. Kedua orang tua para nabi/rasul;.

2. Saudara kandung para nabi/rasul.

3. Isteri-isteri beliau.

4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki.

Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah bukan termasuk kelompok ahlul bait.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Tidak ada seorangpun yang mengaku (orang lain) sebagai ayahnya, padahal dia tahu (kalau bukan ayahnya), melainkan telah kufur (nikmat) kepada Allah. Orang yang mengaku-ngaku keturunan dari sebuah kaum, padahal bukan, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kesimpulan dari tulisan di atas, bahwa pewaris tahta 'ahlul bait' yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya seperti Saidina Hasan dan Husein maupun yang perempuan bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT.

MUXLIMO mengatakan...

Sip, Bang. :8:

MU-MHU HADDAD mengatakan...

Shahīh Muslim, vol. 7, hal. 130
Aisyah menyatakan bahwa pada suatu pagi, Rasulullah keluar dengan mengenakan kain bulu hitam yang berhias. Lalu, datanglah Hasan bin Ali, maka Rasulullah menyuruhnya masuk. Kemudian datang pula Husain lalu beliau masuk bersamanya. Datang juga Fathimah, kemudian beliau menyuruhnya masuk. Kemudian datang pula Ali, maka beliau menyuruhnya masuk, lalu beliau membaca ayat 33 surah al-Ahzab, "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."[1]

Sunan at-Turmudzi, Kitab al-Manâqib
Ummu Salamah mengutip bahwa Rasulullah saw menutupi Hasan, Husain, Ali dan Fatimah dengan kisa-nya, dan menyatakan, "Wahai Allah! Mereka Ahlul Baitku dan yang terpilih. Hilangkan dosa dari mereka dan sucikanlah mereka!"
Ummu Salamah berkata, "Aku bertanya pada Rasulullah saw, Wahai Rasul Allah! Apakah aku termasuk di dalamnya?" Beliau menjawab, "Engkau berada dalam kebaikan (tetapi tidak termasuk golongan mereka)."

Firman Allah swt ketika Rasul saw difitnah bahwa beliau putus keturunannya karena tidak punya anak lelaki, maka Allah swt menjawab : Sungguh mereka yg memusuhimu itu yg putus keturunannya (QS Al kautsar 3)., ayat ini jelas menjawab ucapan mereka yg mengatakan keturunan Rasul saw putus, Allah telah menjaminnya bahwa keturunan beliau saw tidak putus, ada 100 hadits lebih yg meriwayatkan bahwa keturunan beliau saw akan berlanjut hingga kebanngkitan Isa bin Maryam di akhir zaman

MUXLIMO mengatakan...

Tetap saja dari simpulan keseluruhan dalil sahih di postingan dan dari Mas ini sama: tidak ada ibnu Muhammad 'kan?! :20:

alexgrs mengatakan...

Untuk saudara
MU-MHU HADDAD, kalam antum merupakan pencerahan dan shohih keberadaannya, semoga penulis postingan ini bertobat, dan belajar lebih jauh lagi tidak cuma pada satu guru dan satu kitab dan semoga Allah SWT membuka hati mereka semua...Aminnn....

MUX SPARROW mengatakan...

"Siapa moyangmu, Mas Ganteng?"
Di alam barzakh malaikat bakal nanya gitu gak yeaaa?? :4:

Pasundan Makalangan mengatakan...

Assalamualaikum Wr. Wb, Mas Adam, mas Mux....
Saya orang yang baru belajar agama, mau tanya soal keturunan Rosululloh atau Habib/habaib dan syarifah...
Mas, apakah setiap habaib pasti bertauhid? terus bgaimana tanggapan mas mengenai habaib yang sikap dan prilakunya tidak sesuai syariat islam, misalnya mabuk atau maksiat? apakah sudah jaminan tetap akan selamat bersama Rosulullah nanti di akhirat??

Mohon bimbingan dan jawabannya mas mux....
makasih sebelumnya...

Wassalamualaikum Wr. Wb

hadran hasan barakwan mengatakan...

inilah ilat-nya......

hadran hasan barakwan mengatakan...

inilah ilat-nya......

MUX SPARROW mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Kang Pasundan..
Sama, Kang, saya juga masih terus belajar agama kok, jadi ini pembicaraan sesama pelajar agama yah..saya bukan guru.

Mengenai apakah setiap habaib pasti bertauhid?
Kita tidak tahu pasti, sebab kita tidak tahu semuanya satu per satu. Tapi yang saya perhatikan para habib yang ada di ummatipress.com, mereka memegang prinsip tauhid: Allah Ada tanpa tempat. ⇐ Ini benar tauhidnya meskipun baru secara ilmu (tauhid bil ilmi).

Mengenai ini habaib yang sikap dan prilakunya tidak sesuai syariat islam, misalnya mabuk atau maksiat? apakah sudah jaminan tetap akan selamat bersama Rosulullah nanti di akhirat??
Sudah jelas dan jangan ragu mengatakan bahwa setiap yang tidak sesuai dengan syariat jelas kedudukannya dan pasti tidak ada jaminan bersama-sama Rasulullah Saw. di akhirat. Apalagi kalau pelakunya mengaku keturunan nabi.. bukankah itu memfitnah nabi namanya. :24:


Jalan pengesaan itu, Kang, terbagi menjadi dua:
1. tauhid ⇐ membersihkan amal kita dari syirik jali dan syirik khafi
2. tauhid hakiki ⇐ membersihkan amal kita dari syirik khafi khafiyun khafi

[Yang kalau oleh Abah Sirad diistilahkan menjadi: Tauhid Aqliyah dan Tauhid Dzukiyah ]

Sayang sekali, kebanyakan ulama.. apakah itu habaib atau bukan, ilmu dan pengajarannya baru sampai di tauhid secara ilmu, belum sampai pada pengajaran bagaimana jalan praktiknya di dalam kita beramal salat, selawat, zikir, dan sebagainya.

Maksudnya,
Kita sudah tahu beramal salat, bagaimana jalan praktik di dalam salat yang sampai ke Tuhan itu?
Kita sudah tahu beramal zikir, bagaimana jalan praktik di dalamzikir yang sampai ke Tuhan itu?

Kebanyakan masih jatuh di amal lapisan permukaan saja dan masih belum benar-benar menyampaikan pengenalan umat pada Tuhannya. Itu menurut hemat saya, Kang. :25:

MUX SPARROW mengatakan...

maxood? :10:

Pasundan Makalangan mengatakan...

Mkasih jawabnnya kg mux...

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism