Keturunan Darah vs Keturunan Akidah: Fenomena Habib-Habaaib dan Tuntutan Pembuktian Nyata Kaum Musyrik ~ Pusaka Madinah

burnzone

AD (728x60)

Keturunan Darah vs Keturunan Akidah: Fenomena Habib-Habaaib dan Tuntutan Pembuktian Nyata Kaum Musyrik

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]

Performa dan tampilan terbaik laman ini pada peramban Microsoft Edge. Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC.
landscape mode.

Muhammad tidak ada keturunan anak laki-laki. Apakah benar ada keturunan Nabi? Quran sudah menjelaskan Muhammad bukan bapak dari seorang laki-laki[1].
Artinya, "ibnu Muhammad Saw." tidak ada. Jadi yang ada berserakan sekarang ini ibnu siapa?

Taukidnya[2], hendaklah kemahaesaan itu dijaga. Kemahaesaan ini tidak ada akhirnya dari dunia sampai akhirat karena baik di dunia maupun di akhirat, di mana saja, semuanya Pendirian Allah Swt. Itulah menunjukkan Allah saja ADA.

Aku suka dan cinta pada umatku yang tidak hidup di zamanku, tetapi dia tetap beriman kepada Allah dan Rasul-Nya[3].

Taukid pertama,
Keluarga sebenar Rasulullah Saw. itu bukan dari nasab atau keturunan darah, melainkan keturunan akidah.

Taukid kedua,
Jadi, iman yang disukai adalah tanpa tuntutan pembuktian yang nyata[4] sebab Allah itu bukan nyata bukan gaib, melainkan Pencipta segala yang nyata dan segala yang gaib, tetapi setan tahu manusia sangat kuat kecenderungan akan pembuktian-pembuktian. Berperanlah setan-setan dengan penampakan-penampakan yang diinginkan manusia. Beginilah cara setan mencari golongannya untuk menemani mereka mengisi neraka yang menyala-nyala.[5]





[1]:
Q.S. Al-Ahzab:40
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

 “Tidak ada seorangpun yang mengaku (orang lain) sebagai ayahnya, padahal dia tahu (kalau bukan ayahnya), melainkan telah kufur (nikmat) kepada Allah. Orang yang mengaku-ngaku keturunan dari sebuah kaum, padahal bukan, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka” (H.R. Bukhari dan Muslim).[kembali]


[2]:
Taukid adalah kata penegasan yang memberikan penekanan akan sesuatu yang ingin disampaikan.[kembali]



[3]:
Dalam riwayat Ahmad dari Anas r.a, katanya: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Aku sangat suka untuk bertemu dengan saudara-saudaraku yang beriman denganku walaupun mereka tidak pernah melihatku”.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendatangi pekuburan lalu bersabda, “Semoga keselamatan terlimpahkah atas kalian penghuni kuburan kaum mukminin, dan sesungguhnya insya Allah kami akan bertemu kalian, sungguh aku sangat gembira seandainya kita dapat melihat saudara-saudara kita”.

Para Sahabat bertanya, “Tidakkah kami semua saudara-saudaramu wahai Rasulullah?
Beliau menjawab dengan bersabda, “Kamu semua adalah sahabatku, sedangkan saudara-saudara kita ialah mereka yang belum berwujud”.
Sahabat bertanya lagi, “Bagaimana kamu dapat mengenali mereka yang belum berwujud dari kalangan umatmu wahai Rasulullah?

Beliau menjawab dengan bersabda, “Apa pendapat kalian, seandainya seorang lelaki mempunyai seekor kuda yang berbulu putih di dahi serta di kakinya, dan kuda itu berada di tengah-tengah sekelompok kuda yang hitam legam. Apakah dia akan mengenali kudanya itu?[kembali]



[4]:
Q.S. An-Nisa:153
Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: "Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami ma’afkan [mereka] dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.[kembali]



[5]:
Q.S. Fathir:4-5
Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu, karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
[kembali]


Dampak dari banyaknya guru-guru tauhid palsu yang sesat-menyesatkan, diperparah dengan berjubelnya ulama beo yang hanya mahir salin ayat untuk dibacakan ulang, umat jadi kebingungan menetapkan fondasi agamanya. Umat masa kini ingin kejelasan yang menimbulkan rasa aman dalam beragama.

Nabi Muhammad Rasulullah Saw. mewasiatkan kepastian diinul Islam pada dua hal.
Versi Sunni: Kitabullah dan sunnah-sunnah beliau. [kedudukan hadis tsalaqain-nya sahih]
Versi Syiah: Kitabullah dan ahlul bait. [kedudukan hadis tsalaqain-nya juga sahih]

Lalu umat tanpa sadar berinovasi membuat opsi tambahan:
1. Quran
2. Sunnah [bagi Sunni] atau Ahlul Bait [bagi Syiah]
3. Nasab tersambung pada Rasulullah. [fans Habib-Habaaib bagi awam]
4. Keber-arab-an atau keber-wahab-an [bagi Wahabi]

Jika ada kaum muslim yang jaminan ketenangan agamanya berdasarkan nasab [poin 3], secara tidak langsung dia telah menggugurkan sendiri keyakinan pada Quran, Sunnah, dan Ahlul Bait.

[Ingat "Ar-rijaalu qawwamuuna 'ala nNisa", artinya secara implisit Islam itu bersistem patriarki, sebagaimana berlaku secara alami pada banyak budaya manusia. Artinya, nasab itu dilihat dari garis laki-laki]

Jika ada kaum muslim yang jaminan ketenangan agamanya pada keber-arab-an, apalagi pada keber-wahab-an [poin 4], secara tidak sadar dia telah jatuh pada kesesatan yang nyata.


Asah akal dengan pemikiran, bukan dengan batu canai!
Tetapkan Quran pedoman tanpa tanya dan keraguan. Ambil yang terbaik dari Sunni dan dari Syiah. Karena mereka (Sunni dan Syiah) tidak ada hak mengakui dalil sebagai milik mereka sendiri.

Logikanya:
Mustahil yang tergolong Ahlul Bait ["orang rumah"] itu buta sunnah Rasulullah Saw. Mustahil juga para Sahabat Rasulullah Saw. buta sunnah. Bahkan, sebagian orang saleh yang disebut Syiah sebagai ahlul bait juga adalah sekaligus Sahabat Rasulullah. Bukti ada pada diri Ali bin Abi Thalib r.a. [menantu sekaligus sahabat.] Bukti ada pada Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. [mertua sekaligus sahabat]

Apalagi kita semua, umat Muhammad akhir zaman juga berhak bangga mengaku ahlul bait selama bertauhid dengan benar. Kalau golongan yang mengatakan Allah Bertempat, Nongkrong di Arsy, Berwajah, Bertangan, Naik-Turun, Datang-Pergi.. jangan harap berhak ngaku ahlul bait apalagi mau mengaku pemegang teguh Quran dan sunnah. :P


Asah akal dengan pemikiran, bukan dengan batu canai!
Berpatokan pada keturunan darah adalah tabiat kaum Dajjalis Freemasonry-Illuminati. Muslim jangan latah bin goblok ikut-ikutan langkah pengabdi setan itu!




Di hadis, Nabi Muhammad itu kota ilmu dan Sayyidina Ali r.a. itu gerbangnya. Kalau benar sanad ilmu dan nasab tersambung ke kedua kekasih Allah itu, buktikanlah.. wahai Habib-Habaaib/Hazrat/Syarif-Syarifah...

Sampaikan pada umat betapa pentingnya, betapa prioritasnya memahami Al-Insan:1 dan hadis berikut ini:
"Aku jadikan pada manusia itu ada istana (qash). Di dalam istana itu ada (shadr) , didalam shadr itu ada kalbu (qalb), di dalam qalb itu ada Fu’ad , di dalam fu’ad itu ada syaghaf, di dalam syaghaf itu ada lubb, di dalam lubb ada sirr, dan di dalam sirr itu ada Rahasia-Ku." [Hadis Qudsi]





“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” [H.R. Bukhari dan Muslim]
Keturunan Darah vs Keturunan Akidah: Fenomena Habib-Habaaib dan Tuntutan Pembuktian Nyata Kaum Musyrik
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2012-12-27T16:12:00+07:00
Keturunan Darah vs Keturunan Akidah: Fenomena Habib-Habaaib dan Tuntutan Pembuktian Nyata Kaum Musyrik
5 411 reviews
Buku ISuS

Buku Ilmu Sedikit untuk Segala²nya

Sudah terbit buku untuk memudahkan Ikhwan/Akhwat memahami kajian tauhid hakiki yang termuat di situs ini secara lebih tersusun dari anak tangga pemahaman Islam yang paling dasar. Ikhwan yang berminat memiliki buku ini dapat menghubungi penerbitnya langsung di www.midaslearning.co.id

  • Untuk mengetahui seluk-beluk buku lebih komprehensif, lengkap dengan uraian per bab dan video garis besar kajian buku, silakan kunjungi landing page rekanan resmi kami di: www.bukutauhidhakiki.com
  • Untuk memesan buku dari rekanan resmi yang terdekat dengan kota Ikhwan/Akhwat, silakan kunjungi tautan ini: "Kami di Kota Anda".
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tags:
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

47 komentar:

Ded Sieded mengatakan...

Pertamax

antox hooligan mengatakan...

KE DUAXhttp://lh6.googleusercontent.com/-MLzLIJdwurQ/UHWB_fV7YRI/AAAAAAAAGKw/mnrsHvLMDFU/s18/moe-huntu.gif

Bang Arbi mengatakan...

Secara hakikinya keturunan akidah yang utama. Karena siapapun bisa menjadi keturunan akidah pewaris Pusaka Madinah. Sementara itu secara syariatnya ane tetep hormat n takzim kepada ibnu2 yang bernasab darah sampai kepada Rasulullah SAW melalui Sayyidatina Fatimah Azzahra.

MUXLIMO mengatakan...

Setuju banget, Brad :8: Kita musti ber-adab dan menghormati nasab dari Sayyidatina Fatimah Az-Zahra, termasuk di dalamnya kalangan Alawiyyin yang berjihad luar biasa menyebarkan Islam sampai ke pelosok timur seperti Nusantara.

Postingan ini sekadar mengingatkan sebagian kaum muslim yang latah dan beranggapan para Habaaib itu istimewa dan pasti Islamnya paripurna karena kecipratan langsung darah Rasulullah Saw. :D

Padahal jelas-jelas keparipurnaan Islam seorang muslim itu dari ketakwaannya. Nah, ada yang bisa ngukur kadar takwa selain Allah?! :D

Bang Arbi mengatakan...

Banyak waliyyullah agung yang adalah keturunan darah dan juga keturunan akidah Rasulullah. tapi ada juga lho keturunan darah yang jualan narkoba n ada juga yg buta hakiki. Yang ane hormati hanyalah KETURUNAN DARAH RASULULLAH YANG JUGA MEWARISI AKIDAH RASULULLAH.

sedikit tambahan kang, dulu Rasulullah ada bilang: orang yang paling dekat dengan ku di akhirat nanti adalah orang yang paling banyak ber-sholawat kepadaku. (bukan keturunan lho ya)
orang yg banyak ber-sholawat itu bukti CINTA kepada beliyau, dan di akhirat nanti kita akan dikumpulkan bersama dengan yang kita cintai tergantung seberapa ukuran cinta kita. Hati2 lah memilih IDOL. Tersalah cinta, tersalah sampai.

Anonim mengatakan...

assalamualaikum....
met sore pak sopir pak kondektur....

Anonim mengatakan...

Menarik nih mas bro artikelnya dan objektif, memang keturunan langsung dari Rasulullah tidak ada dalam hadist shoheh.

Edgar Ghifar mengatakan...

Alhamdulillah,, enaknya saudara muslim itu,, :1: :1: :1:
luarbiasa,,, :8:

salam kenal smua saudara2 ku,, kakak2 ku yg ganteng, yg cantik,, adik2 ku yg ganteng, yg cantik,,,

sorry dari kemaren lupa kenalan,, ne adik kalian yg ganteng ya,, :4: hihihi jadi malu :4:

Bang Arbi mengatakan...

tidak ada keturunan langsung bagaimana ini? lah itu Sayyidatina Fatimah Azzahra keturunan langsung siapa? tapi kalau maksudnya keturunan berupa anak laki2 beliau punya 4 orang anak laki2, namun semuanya meninggal sebelum dewasa.

Gusti XaNaNa mengatakan...

Izin curat-coret Kang Mux... boleh kan Kang?

Tuhan punya aturan
Yang harus dijalankan
Tiada peduli manusia mengabaikan
Aturan tetap harus dijalankan
Karena syariat Tuhan telah ditetapkan

Syariat bukan untuk diperdebatkan
Apalagi saling menyalahkan
Percuma pula mencari kelemahan
Syariat adalah bentuk kepatuhan
Bukti cinta bentuk kepasrahan
Bagi hamba kepada Tuhan

Keturunan bukan untuk dibanggakan
Telah banyak dicontohkan
Keturunan bukan jaminan
Tiada mengenal dosa warisan
Masing-masing diri punya kewajiban
Kewajiban diri untuk membuktikan dalam bentuk kepatuhan
Bahwa kita punya Tuhan

Baginda Nabi telah menjelaskan
Syariat punya ketentuan
Manusia tinggal menjalankan
Apalagi yang harus diperdebatkan
Sifat akal terus menanyakan
Sampai akhir hayat diperselisihkan
Manusia selalu dalam kerugian
Dijalankan atau tidak, Tuhan tiada kan kekurangan

Baginda Nabi juga Al Qur’an, telah jelas menerangkan
Keturunan bukan jaminan terlebih dibanggakan
Bukan juga untuk diagungkan apalagi dikultuskan
Justru akan menjadi pengakuan, jadi hijab diri dengan Tuhan
Baginda Nabi punya kekhususan, memberikan syafaat di hari kemudian
Bagi ummat yang beriman, bukan hanya dalam lisan tapi dalam pengabdian
Tiada pengakuan, berbentuk kepasrahan
Insya Allah terhindar kerugian di hari kemudian
Bersama Baginda Nabi Muhammad sebagai pimpinan

Yaa..Allah...jadikanlah kami ini ummat Muhammad pada kini dan hari kemudian......

Anonim mengatakan...

Ini ni asyik buat dibahas ini Om.. apakah maksud postingan ini menyatakan Nabi saw tidak memiliki keturunan laki2 ??

potongan hadist: “Tidak akan sirna (berakhir) dunia ini sampai ada seorang laki–laki dari keluargaku yang akan memimpin bangsa Arab, namanya sesuai dengan namaku.”

Lengkap lagi di link ini:
asysyariah.com/imam-mahdi-adalah-keturunan-nabi.html

mengingatkan, sebelum kita mengetahui ilmu dengan nyata sebaiknya jangan diketok palu dulu. yuk kita bahas pengetahuan yg nyata.

btw saya lg ngefans dengan Habib Novel/Noval/Naufal bin Muhammad Alaydrus. Kecintaan saya datang karena ilmu - ilmu yg beliau sampaikan. Tausiyah beliau terekam dengan baik di youtube. silahkan di cari dengan keyword "habib novel"

Kalo tidak percaya dengan habib habaib ya sudah pake patokan pelajaran "dengarkan apa yg diucapkan jangan lihat orangnya asal tidak melenceng dari Quran dan Sunnah".

Edgar Ghifar mengatakan...

Amin Ya Allah,,,

Edgar Ghifar mengatakan...

http://lh6.googleusercontent.com/-03SePZBireE/ULpkLsg1uKI/AAAAAAAAHkI/8jJOWJf6mTg/s76/salam.gif

Edgar Ghifar mengatakan...

:10: gua masih mikir :19:
diskusi yg menarik Bang :2:


Bang Arbi mengatakan...

:10: mikirin apa bang ed?

Bang Arbi mengatakan...

http://lh5.googleusercontent.com/-NyfcNUQUYYA/ULpkRODStNI/AAAAAAAAHmA/pS9ZZXWpcWU/s74/wsalam.gif
pegiat tauhid WAJIB ganteng2 n cantik2 :D

MUXLIMO mengatakan...

kebetulan baru balik dari G+ bahas soal ini, MasBro.. ane copas aja lagi ya :D

baik.. memang jika dalil dihadapi secara literal teks semata..akan banyak dalil Quran maupun hadis yang tampaknya bertentangan dan saling membatalkan. Maka pastikan setiap dalil itu tidak boleh diiqra secara biasa. Wajib diiqra secara bismirabbikaladzi khalaq. artinya memanfaatkan tanda, penanda, pertanda sebagaimana diwasiatkan dalam al-A'raaf:119 [memanfaatkan silogisme dan semiotika kalau di teorema linguistik]

Khususnya, di antaranya dalil-dalil yang masuk ke topik nubuwwah soal Imam Mahdi.

DALIL 1A:
Q.S. Al-Ahzab:40
Muhammad itu sekali-kali BUKANLAH BAPAK DARI SEORANG LAKI-LAKI di antara kamu, ...

PREMIS I
keturunan darah tidak berlaku secara mutlak dalam islam yang secara implisit patriarkis [arrijaalu qawwamuna alannisa]


DALIL 2:
Al-Mahdi berasal dari umatku, DARI KETURUNAN ANAK-CUCUKU. [HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan al-Hakim]
PREMIS 2: akan tetapi keturunan dari FATIMAH AZ-ZAHRA bukan berarti tidak berperan penting di kemudian hari.

DALIL 3:
maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengutus seorang laki-laki yang BERASAL DARI UMATKU, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku (=MUHAMMAD IBNU ABDULLAH)

Mengingat bisa siapa saja di akhir zaman ini bernama Muhammad dan punya bapak bernama Abdullah.. dan jarak sekira 1400 tahun sejak zaman Rasulullah Saw itu sudah cukup menyulitkan untuk merunut garis keturunan yang pasti, ditambah dengan derasnya percampuran antar-ras penduduk dunia seperti sekarang ini...maka

PREMIS 3:
Imam Mahdi bisa siapa saja, dari ras mana pun, tapi WAJIB MUSLIM LAKI-LAKI.

SILOGISMENYA:
Imam Mahdi itu seorang lelaki muslim dari keturunan Fatimah Az-Zahra [tetapi rasnya belum diketahui, bisa siapa saja di antara kita]

Nah, karena ini belum memuaskan.. kita kerucutkan lagi dengan ambil data dalil yang lain.

MUXLIMO mengatakan...

DALIL 4:
Hadis Qudsi : Ana Abu al-Ruh wa Adam Abu al-Basar..
Aku (Muhammad) adalah Bapak sekalian Ruh (Nyawa)
dan Adam itu adalah Bapak sekelian Tubuh...

Artinya, setiap manusia, baik muslim maupun non-muslim adalah perpaduan 2in1 Adam sekaligus Muhammad alias perpaduan jasad dan ruh.

PREMIS 4:
Nah, karena dalil ini ada dalam pembahasan tauhid hakiki, maka pastikan bahwa orang yang dipandang taqwa oleh Allah itu orang yang bersyariat sekaligus bertarikat sekaligus berhakikat sekaligus bermakrifat. BUKAN maka, pastikan Imam Mahdi adalah seorang muslim yang hanya berkubang di syariat (cuman fokus ke hukum dan akhlak);

[dalilnya ash-shalaatu mi'rajul mukmin, bukan "ash-shalaatu mi'rajul muslim 'kan?! :D )

DALIL 5:
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar [keadaan] mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku DENGAN TIADA MEMPERSEKUTUKAN SESUATU APA PUN DENGAN AKU. Dan barangsiapa yang [tetap] kafir sesudah [janji] itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (Q.S. An-Nuur:55)

PREMIS 5:
maka, pastikan Imam Mahdi adalah seorang muslim yang juga mukmin, artinya tidak hanya berkubang di syariat (cuman fokus ke hukum dan akhlak); yang bertauhid dengan benar: tidak mensifati Allah dengan sifat yang tidak layak bagi-Nya [bukan orang yang berkeyakinan Allah bertempat (di Arsy atau di langit), naik-turun, datang-pergi seperti makhluk]

Jadi kaum Imam Mahdi pasti bukan dari wahabi karena justru yang digerebek pertama kali oleh Imam Mahdi adalah rezim di Mekah yang berkeyakinan mensifati Allah dengan sifat-sifat makhluk.


DALIL 6:
Al-Kahf (18) No. Ayat : 110
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini MANUSIA BIASA SEPERTI KAMU, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia MEMPERSEKUTUKAN seorangpun DALAM BERIBADAT kepada Tuhannya".

PREMIS 6:
Yang paling mirip Nabi Muhammad Saw adalah yang sudah "napak-tilas" bermi'raj seperti beliau. BENAR-BENAR PERNAH BERMI'RAJ DENGAN ZAHIR WA BATHIN!!

Jangan lupa, salah satu surah di Quran yang mengabarkan "kebuntuan" syariat bila tanpa makrifat adalah adalah surah al-Kahfi. [diwakili tamsil dari Musa a.s. <-- ahli syariat dan Khidr a.s. <-- ahli makrifat/ilmu hikmah ]

Kisah pertemuan Musa a.s dan Khidr a.s. juga mengisyaratkan bahwa HANYA ORANG2 yang setelah bersyariat melanjutkan hingga makrifatlah orang-orang yang Allah beri karunia nubuwwah [bisa memandang masa depan]

dalilnya hadis: Takutilah firasat seorang mukmin karena sesungguhnya ia memandang dengan Nur Allah.

SIMPULAN AKHIR:

IMAM MAHDI ITU:
- LELAKI
- MUKMIN
- DARI NASAB FATIMAH AZ-ZAHRA TAPI RASNYA MASIH MISTERIUS
-BUKAN KALANGAN WAHABI, JABARIYYAH, MAUPUN MUNTAZILLAH
- MENGUASAI ILMU HIKMAH SEBAGAIMANA NABI KHIDR

Orang yang tahu pasti Imam Mahdi secara detail adalah kaum arif billah yang sudah pernah berjumpa dengan Nabi Khidr a.s. dan rahasia itu tidak akan dibuka sampai benar-benar terjadi baiat di antara Rukn dan Maqam Ibrahim

ALLAHUA'LAM. [hadawh..capeeeeeeee! :D ]

MUXLIMO mengatakan...

Jangan salah paham, MasBro..tulisan di atas bukan mau mendiskreditkan para habaaib. Di sini saya cenderung fokus menohok kaum muslim yang mudah "silau" dengan gelar-gelar duniawi. Jadi fokus tulisan saya tetep konsisten dengan tema blog: soal tauhid. ;)

I hope u get my point of view, here. :) http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif

Bang Arbi mengatakan...

Amiin...kang xanana kalau berpuisi ria ini selalu membuat ane terpukau deeh :20:

Bang Arbi mengatakan...

waduuh kangmux , capeee ya? sebagai kondektur yang baik tampan dan tidak sombong, sudah kewajiban rasanya untuk memijit supir kita ini. mau ya mau ya...hihihi :20: :4:

Bang Arbi mengatakan...

http://lh6.googleusercontent.com/-SWUW-n_lVgg/UFV7EJFYKsI/AAAAAAAAFhA/p0V4ThCWNOU/s128/jempols.gif setuju ane kang... http://lh4.googleusercontent.com/-esPfNBJOoTo/UHWB9xMnrWI/AAAAAAAAGKU/LE77KoCx-Fs/s18/kupi-nanas.gif

Edgar Ghifar mengatakan...

mikirin Abang,, hehe :1:

Bang Arbi mengatakan...

http://lh4.googleusercontent.com/-H8NRRzDoCDk/UFV68_Nf_1I/AAAAAAAAFf4/WRa30gomfoA/s128/api-api-moday.gif

Bang Arbi mengatakan...

InsyaAllah tidak salah paham koq braderr..

Edgar Ghifar mengatakan...

Subhanallah,, luar biasa Bang,

o,, begitu rupanya,, :10:

Bang Arbi mengatakan...

waalaikum salam bang haji. masuk bang...jangan diluar aja. sori nih rumah agak brantakan (padahal biasanya emang gitu).. :g:

Edgar Ghifar mengatakan...

:15: kondektur tampan dan tidak sombong??? :18:

ternyata bisa narsis juga Bang Arbi,, :17:

MUXLIMO mengatakan...

makasih banyak atas apresiasinya, MasBro :25: http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif

MUXLIMO mengatakan...

bener, Brad.. Rasulullah pernah punya panggilan Abul Qasim.. mengacu ke anak paling sulung lelaki beliau, Qasim, yang wafat waktu usia 2 taun ya. Nama anak laki yang kedua lupa ae :D

*ini ngebut bales komen sambil bete netnya lemottt ~X(

MUXLIMO mengatakan...

di luaran ada peribahasa: "Maling teriak maling"
di blog sarang ada peribahasa: "Ganteng teriak ganteng." B-)
cyapa tuuuh...?! :] ciyus?? :10: myapa?? :-? :}}

MUXLIMO mengatakan...

http://lh3.googleusercontent.com/--Ku8oIXhZLM/ULpkHQ037BI/AAAAAAAAHi8/KkDNvp5QnRg/s75/mashallah.gif , Kang X! Ajeb surajeb!! :8:

Kalimat2 nendhang:
Syariat bukan untuk diperdebatkan....Syariat adalah bentuk kepatuhan

Keturunan bukan jaminan terlebih dibanggakan....Justru akan menjadi pengakuan, jadi hijab diri dengan Tuhan.
Metal, A'! |:-D|

Bang Arbi mengatakan...

ini yg disebut: "diri memuji diri" bang ed. siapa lagi mau yang memuji diri kalao bukan diri :3:

MUXLIMO mengatakan...

wkwkwkwkwk ada yang pinksan sembarangan (sambil garuk-garuk boking..) =))

Edgar Ghifar mengatakan...

ne gua peratiin, bang Arbi nafsu bner kyaknya pngen mijitin Bang Mux, so sweet bgt seh,, :4:

mending mijitin gua Bang,, gk pake tanya,, gua pegel ne,, sekalian d kerokin,, kyaknya masuk angin Bang,, :3: :3: :3:

MUXLIMO mengatakan...

Seeepp Brad.. Alhamdulillah :13:

Bang Arbi mengatakan...

dari tadi ane juga emang nyari orang untuk dikerok. sinih ane kerok... http://4.bp.blogspot.com/-yjAbSnNem1I/T4lo2yQOhhI/AAAAAAAADMI/iXEkROvHK5A/s1600/kade-peso.gif

MUXLIMO mengatakan...

iya, gitu Bro.. tapi MUNGKIN ITU JUGA YA.. :3:

MUXLIMO mengatakan...

jiah.. sekalinya ada yang nawarin mijit malah kondektur angkot :14: ...cowok lagi.. !!! :2: :18: :18: :18: *kaboorrrr :7:

MUXLIMO mengatakan...

sadis.. itu mau ngerokin apa mau bacokin sih? :2: :g:

Ded Sieded mengatakan...

Nyimak,,.
Wkwkwkw,.

Bang Arbi mengatakan...

ini ngemeng paan siyy? ane kaga ngarti? :24:

Edgar Ghifar mengatakan...

:19: ampun Bang Arbi,,
mending kabur :3:
Edgar ikut Bang mux,, :7:

Anonim mengatakan...

orang yang paling dekat dengan ku di akhirat nanti adalah orang yang paling banyak ber-sholawat kepadaku. (bukan keturunan lho ya)
orang yg banyak ber-sholawat itu bukti CINTA kepada beliyau

Saya jadi pengen promo
nih blogna kang moerad qrad :http://ruangfana.blogspot.com/2012/12/kisah-nenek-tua-pengumpul-daun.html#.UNz7mKznF-g

Padly Lubis mengatakan...

Izin posting di Blog kang.

Larno Ndeso mengatakan...

gak apa2 kang MUX, numpang derajat..., yg penting kita tahu bahwa beliau2 itu cuma numpang ...

Tulisan kang MUX ini mestinya membuka mata buat sodara2 kita yg beraliran ke-habieb-habieb-pan ...

bhumi abimanyu mengatakan...

“Semua bani Untsa (Manusia) mempunyai ikatan keturunan ke ayahnya, kecuali anak-anak Fatimah, maka kepada akulah(Rasulullah SAW) bersambung ikatan keturunan mereka dan akulah ayah-ayah mereka.” (H.R. Tabrani). bagaimana dengan hadist ini? sohih atau palsu. sangat bertentangan dengan al ahzab ayat 40.

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism