"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Performa dan tampilan terbaik laman ini pada peramban
Microsoft Edge.
Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode
landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC.

.
Musyahadah berasal dari kata syahada, yusahidu, musyahadah berarti melihat, memandang atau menyaksikan. Secara istilah, Imam al-Qusyairiyah mengatakan bahwa musyāhadah adalah merasakan adanya kehadiran Allâḥﷻ.
Tanya:
Bang, kenapa ya kalau kita sedang sadar diri, maksudnya sadar bahwa dunia ini hanya sebentar, yang bakal jadi teman di alam barzakh tuh hanya amal kita, nah dari situ 'kan bawaannya tuh beramal saleh, tapi kadang-kadang di waktu lain kesadaran seperti itu tuh bisa hilang lagi atau lalai.
Bagaimana ya caranya mempertahankan kesadaran itu?
Kalau di ilmu tauhid 'kan pasti ada kesadaran lain, seperti merasa dilihat Allâḥﷻ (ihsan) atau merasa beserta Allâḥﷻ (billâḥi).
Jawab:
Itu wajar sebab iman memang naik-turun dan karena kita sehari-hari 'kan memang menghadapi perkara keduniaan. Jadi suka sering lalainya, tapi di syariat sendiri sudah ada "pagarnya", yaitu mendahului setiap aktivitas (non-maksiat) dengan basmalah, paling tidaknya seperti itu. Begitu juga ketika setiap mau tidur, disyariatkan baca doa sebelum tidur juga 'kan tentu diawali dengan basmalah. Jadi kita terlatih sejak bangun hingga tidur lagi membawa basmalah.
Kalau di tauhid sih (baca: tauhid hakiki), setelah basmalah tuh dianjurkan pasang
Rukun Qalbi juga. <~~ ini pun sering lalai di tengah jalan, tapi gak masalah...
Pokoknya setiap ingat lagi, pasang lagi aja.
Dengan pembiasaan membawa basmalah (dan rukun qalbi salat) di keseharian lalu ajal tiba, insyaallâḥ kita tetap berada dalam liputan basmalah (dan rukun qalbi salat) itu. Di titik tertentu, jika Allâḥﷻ Menghendaki, rasa basmalah atau rasa rukun qalbi salat itu nanti "jalan sendiri"...billâḥi (beserta Allâḥﷻ) 24 jam, bahkan ketika kita tidur sekalipun. 'Alah bisa karena biasa'; Al-Ankabut: 69. <~~ hal-keadaan para `arif billâḥ yang layak jadi cita-cita setiap muslim tuh.
Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. Al-Ankabut:69)
Allâḥua`lam.
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2026-07-12T08:34:00+07:00
PASANG-SURUT MUSYAHADAH
5
411
reviews
Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki yang menjelaskan sinergi syariat, tarikat, hakikat, dan makrifat dari kalangan khawwasul khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab at-Tazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.