KORIDOR UṢUL ~ Pusaka Madinah

burnzone

AD (728x60)

KORIDOR UṢUL

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]

Performa dan tampilan terbaik laman ini pada peramban Microsoft Edge. Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC.
landscape mode.


Para pengajar/pengamal zikir napas takkan bisa menjelaskan hal-keadaan memandang Allâḥﷻ (ru`yatulâḥ). Boro-boro memandang, cara mereka mengingat Allâḥﷻ (zikrullâḥ)-nya saja dengan cara memandang napas. Apalagi semakin terbukti bahwa amalan sesat zikir napas itu amalan basi yang hanya berlaku di dunia. Di barzakh dan akhirat, kita semua tidak tarik-hembus napas lagi tapi hidup toh. Amalan yang benar itu amalan yang jadi bekal dari dunia sampai akhirat, Bro.

Biarpun nasab dan sanad tersambung ke Nabiﷺ, kalau beramal mengabaikan pakem ajaran Nabiﷺ, tetap tertolak. Ingat, Islam ini agama dengan sandaran, bukan agama dengan khayalan.

Uṣuluddīn (uṣul tauhid dan uṣul fiqh) adalah pisau paling sahih-akurat dalam membedah kesahihan suatu ajaran yang mengaku-aku sebagai bagian dari ajaran Islam. Mari kita ulang kajian biar semakin JAZAM kebenaran tauhid pada diri kita.

Uṣul tawḥīd: "Setiap yang bukan Tuhan, pasti makhluk."
Uṣul fiqh: "Setiap amal yang tidak bersumber dari risalah Nabiﷺ, maka tertolak."

 Uṣul Tawḥīd:

"Setiap yang bukan Tuhan, pasti makhluk."

Beramal sambil ber-i`tiqad memasukan Sifat² Kemuliaan Allâḥﷻ pada diri (pada jasad atau pada qalbu) saja sudah salah fatal-syirik total. Mau setara dengan Tuhan atau mau jadi duplikat miniatur Tuhan di alam dunia? JANGAN BERCANDA!

Apalagi kalau beramal sambil ber-i`tiqad memasukkan Sifat² Kemuliaan Allâḥﷻ itu melalui huruf dan lafaz (bunyi sebutan) Alif-Lam-Lam-Ha. KEBODOHAN YANG NYATA!

"Kalau pada lafal Alif-Lam-Lam-Ha keyakinan seseorang, berarti ia bertuhankan lafal." ⚊K.H. Undang Sirad   

 Uṣul Fiqh:

"Setiap yang tidak dicontohkan Nabiﷺ, maka tertolak."

Nabiﷺ pernah menyuruh sahabat untuk melihat bagaimana cara beliau melaksanakan salat. <~ ini ada riwayat sahihnya.

Nah, apa kamu pernah menerima riwayat yang mengabarkan Nabiﷺ atau para sahabat Nabiﷺ atau para tabi`in atau para tabiut tabi`in berzikir dengan cara mengatur-atur napas disertai penghunjaman lafaz ditempatkan ke berbagai arah di jasad seperti di video "Tato Batin" ini?

 

Kalau tidak pernah, jangan memaksa.

Berijtihad metode ibadah silakan saja, asal jangan tertolak ushul.

Amal yang tertolak uṣul maksudnya bagaimana?

Itu amalan yang menyimpang, atau lebih tegasnya: S-E-S-A-T. 

Ti-tik.

Sekali lagi kami ingatkan:

Di sini kami hanya meluruskan dan mengingatkan (103:3). Tidak ada paksaan dari kami. Anda mau lanjut mengamalkan amalan tertolak uṣul itu silakan saja. Setidaknya selama di dunia sudah pernah ada yang mengingatkan dan tertutup sudah jalan Anda menuntut kami di akhirat kelak. Itu saja.

"Kau ikut, aku tak-untung;
kau pergi, aku tak-rugi."
⚊K.H. Undang Sirad⠀

=====

Kredit foto:
Timberly Hawkins dari Pexels, dengan pengeditan seperlunya dari moderator

KORIDOR UṢUL
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2026-07-12T10:35:00+07:00
KORIDOR UṢUL
5 411 reviews
Buku ISuS

Buku Ilmu Sedikit untuk Segala²nya

Sudah terbit buku untuk memudahkan Ikhwan/Akhwat memahami kajian tauhid hakiki yang termuat di situs ini secara lebih tersusun dari anak tangga pemahaman Islam yang paling dasar. Ikhwan/Akhwat yang berminat memiliki buku ini dapat menghubungi kami melalui Whatsapp

  • Ikhwan/Akhwat di Malaysia bisa memesan buku ke nombor kontak nama Mohd. Firdaus melalui Whatsapp
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tags:
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki yang menjelaskan sinergi syariat, tarikat, hakikat, dan makrifat dari kalangan khawwasul khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab at-Tazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

 

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism