Ini khususnya bagi mereka yang ceritanya "terpanggil" untuk mendalami dan mengamalkan ilmu tauhid hakiki Pusaka Madinah.
Cirinya mudah, tinggal kita lihat dari pertanyaan² berikut ini:
- "Kang, ajarin saya [salat] da`im🥺." Padahal sudah jelas dibilang ibadah salat di Islam ya salat biasa aja, gak ada istilah salat da`im, salat makrifat, dll. <~ ilmu makrifat bullshit semua itu
- "Kang, gimana supaya cahaya mahkota budduhun di dahi saya memancar?🥺"
- "Kang, supaya dapat kasyaf itu gimana?🥺"
- "Kang, ajarin saya cara tajalli atau cara meraih "tubuh putih mukhalafah".🥺"
- "Kang, tolong jelaskan maksud "Rahasia antara Zat dan Sifat" (atau "Rahasia antara Kaf dan Nun") itu gimana?🥺"
- "Kang, gimana caranya meraih haji hakiki?🥺"
- ...dan beberapa pertanyaan semodel itu lainnya.
Kalau pertanyaan² semacam itu kami abaikan, bukan berarti kami tidak tahu penjelasan dasarnya, melainkan memang kami tidak mau. Memang kami tidak sudi jawab.
Kenapa tidak sudi jawab?
Karena dari pertanyaannya saja sudah jelas tampak niat orang itu mendalami tauhid, tujuannya bukan Allâhﷻ. Ta`rif orang itu bukan Allâhﷻ. Bukan Li-Allâhi Ta`ala. Itulah tanda orang yang ingin dapat karamah, bukannya mencari Pemberi Karamah.
Tujuan mereka paling-paling:
- supaya bisa bebas bunuh syariat, udah "halal" libur salat;
- supaya bisa tepuk bantal, keluar duit;
- supaya bisa ngobatin orang (mau jadi tabib?);
- supaya dipandang sebagai ahli makrifat dan banyak pengikut;
- supaya ini-itu yang isinya nafsu semua.
Memang ada dalil² wajibnya menyampaikan ilmu sbb.:
نَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى
مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ
يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاعِنُونَ * إِلا الَّذِينَ تَابُوا
وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا
التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami
turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah
Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati
Allâh dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati,
kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan
menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya
dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” [Q.S.
Al-Baqarah: 159-160].
عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال مثل الذي يتعلم
العلم ثم لا يحدث به كمثل الذي يكنز الكنز فلا ينفق منه
Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullâhﷺ bersabda,
“Perumpamaan
orang yang mempelajari ilmu kemudian tidak menyampaikannya adalah
seperti orang yang menyimpan harta namun tidak menafkahkannya darinya
(membayarkan zakatnya)” [Diriwayatkan oleh Aṭ-Ṭabaranī ]
عن أبي هريرة قال : قال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم: "من سئل عن
علمٍ فكتمه ألجمه اللّه بلجام من نارٍ يوم القيامة".
Dari Abu Hurairah, ia berkata, telah bersabda Rasulullâhﷺ,
“Barangsiapa
yang ditanya tentang satu ilmu lalu menyembunyikannya, niscaya Allâh
akan mengikatnya dengan tali kekang dari api neraka di hari kiamat
kelak” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmiżi, Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu
Hibban, Al-Hakim].
Tapiiiiiiiii....
Jangan lupa juga ada amanah Surah Kahfi:67-68 ini:
Ibarat ada anak kelas 1 SD maksa minta uang Rp100 ribu buat jajan. Orang tua yang waras bakal kasih apa gak tu duit?
Pelit ilmu dan menahan ilmu supaya tidak mudarat itu beda.
PADAHAL:
Bagi orang-orang yang berpemahaman, isi situs www.pusakamadinah.org (uraian dari Alm. Murysid Al-Mukaram K.H. Undang Sirad) itu sudah paling blak-blakan. Orang yang berpemahaman akan mengatakan gak ada yang menjelaskan kesahihan, ketinggian, kedalaman, sekaligus kehalusan ilmu makrifat selain di situ.
Kamu mau bilang "si adam ini sombong-ujub-takabur-sok paling paham-sok paling bener-dll." silakan saja. Ga masalah.
Jangan-jangan bahasa hakiki itu mengandung karunia juga ya... walau sudah dibuka blak-blakan, orang yang belum berhak menerimanya tetap tidak akan mendapatkan kaidah dan faidahnya.
Mohon maaf jika kamu tidak mendapat jawaban dari kami. Silakan saja tersinggung dan cari jawaban dari tempat lain. Yang pasti syiar tauhid hakiki bukan mau membiarkan orang jadi lalai lalu tersesat.
Sabar-sabarlah mempelajari dan mengamalkannya sedikit-sedikit dulu. Sesuai dengan kadar masing-masing. Pepatah Sunda, "Ulah ngarawu ku siku." Jangan meraup pakai sikut. Ingin cepat dapat banyak, tapi cuman modal nafsu.
عن عائشة قالت قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أَحَبُّ الأَعْمَالِ
إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Dari Aisyah r.a. dia berkata, Rasulullâḥﷺ bersabda:
“Amalan
yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang berterusan
walaupun jumlahnya sedikit.” (H.R. Bukhari, no. 6465)
Jangan khawatir, jika Allâḥﷻ berkehendak memberimu karunia, semua karamah yang di atas itu tetap akan kamu raih juga (Al-Ankabut:69). JANJI ALLAH ITU PASTI.
Situs web sudah tersedia, buku dasar tauhid sudah diterbitkan, video
pengajian sudah dimuat di youtube, bahkan ada page ini juga, insyaallah
sudah cukup modal Anda untuk menempuh tauhid ini dari dasar.
"Di mana ada kemauan, di situ ada penemuan."
Ilmu tauhid itu bersih, mau mendalaminya kamu musti bersih juga.
BERSIHKAN NIAT DARI YANG SELAIN TUHAN KALAU MAU JALANMU LURUS SAMPAI KE TUHAN!
Astagfirullâhalazīm. Lā ilāha illā Anta. Subhānaka. Inni kuntu minaz-zalimīn.
=====
Kredit foto:
Shaan Johari dari Pexels, dengan pengeditan seperlunya dari moderator
*pertama kali dimuat di akun pribadi yang lama pada 6 Feb 2018 08.38

By
Published: 2026-07-12T09:56:00+07:00
CIRI PELAJAR TAUHID-MAKRIFAT YANG BERDIRI DI TEPI JURANG KESESATAN

|