Rasa ialah Perwujudan Zat Allâh pada Kita ~ Pusaka Madinah

burnzone

AD (728x60)

Rasa ialah Perwujudan Zat Allâh pada Kita

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]

Performa dan tampilan terbaik laman ini pada peramban Microsoft Edge. Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC.
landscape mode.


Baca pelan-pelan dengan ketenangan, "karena bukan ilmu yang men-'jadi', melainkan kesadaran yang men-'jadi'." - K.H. Undang Sirad
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

Rasa itu tiada berjasad karena rasa tidak bisa didefinisikan begini atau begitu. Kita hanya bisa menyebut "manis" tanpa bisa mendefinisikan apa itu "manis". Itulah sebabnya rasa itu dikatakan tiada berjasad, tetapi nyata adanya.

Rasa yang tiada berjasad itulah perwujudan ruh pada kita. Kalau dibalik, sebenarnya oleh sebab keberadaan ruh pada jasad kitalah makanya kita bisa merasa.

Kalaupun mau dikatakan berjasad, ruh kita itu jasad qadim, sedangkan tubuh kita itu jasad baharu/muhaddas. *supaya tidak bingung, silakan baca juga:Perbedaan Qadim - Muhaddas

Apa buktinya rasa itu perwujudan ruh?
Buktinya, rasa dan ruh sama-sama tidak bisa didefinisikan begini atau begitu.
Kita tidak bisa menyebutkan
- bentuk ruh kita itu begini-begitu;
- warna ruh kita itu apa;
- aroma ruh kita itu bagaimana;
- ruh kita itu lembut atau kasar;
- bagian-bagian dari ruh kita itu apa saja;
- ruh kita itu pada jasad bertempat di mana.
Itulah bukti bahwa ruh itu hakikat diri pribadi kita yang tidak bisa disebut [Q.S. Al-Insān [76]:1], tetapi nuata adanya.

Rasa yang tiada berjasad itulah perwujudan ruh pada kita. Kalau dibalik, sebenarnya oleh sebab keberadaan ruh pada jasad kitalah makanya kita bisa merasa. Oleh sebab adanya ruh-lah jasad ini bisa melihat, mendengar, berkata-kata, bergerak, dsb. Dengan kesadaran ini, jadi siapa sebenarnya yang salat ketika Anda salat? Tentu ruh-lah yang salat.

  • Nama lain ruh ialah Zat Allâh. Jadi siapa sebenarnya yang salat ketika Anda salat? Tentu ruh/Zat Allâh-lah yang salat.
  • Nama lain ruh kita juga ialah Nūr Ilahi atau Cahaya Tuhan. Jadi siapa sebenarnya yang salat ketika Anda salat? Tentu Nūr Ilahi-lah yang salat.
  • Zat Allâh itu bukan Allâhﷻ. Sebagaimana Nūr Ilahi itu bukan Ilahi atau sebagaimana Cahaya Tuhan itu bukan Tuhan.

Tapiii....
Zat Allâh itu esa dengan Allâhﷻ. Sebagaimana Nūr Ilahi itu esa dengan Ilahi atau sebagaimana Cahaya Tuhan itu esa dengan Tuhan, Sang Pemilik Cahaya.

■ Untuk mendekatkan paham:
Matahari dengan sinarnya itu esa sebab tidak ada jeda ruang kosong yang meng-antara-i matahari dengan sinarnya.

- Tubuh kita ini esa dengan ruh kita.
- Ruh kita esa dengan Allâhﷻ.
+Jadi jasmani-ruhani kita ini esa dengan Allâhﷻ kapan pun, di mana pun, ketika melakukan apa pun.


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

"Jasad itu hanya tempat untuk merasa." -K.H. Undang Sirad.

  • Sebelum ini kita mengira jasad inilah yang bertakbir-rukuk-sujud, padahal rasa-lah yang sebenarnya bertakbir-ruku-sujud.
  • Sebelum ini kita mengira jasad inilah yang bertakbir-rukuk-sujud, padahal ruh-lah yang sebenarnya bertakbir-ruku-sujud.
  • Sebelum ini kita mengira jasad inilah yang bertakbir-rukuk-sujud, padahal Nūr Ilahi-lah yang sebenarnya bertakbir-ruku-sujud.
  • Sebelum ini kita mengira jasad inilah yang bertakbir-rukuk-sujud, padahal Zat Allâh-lah yang sebenarnya bertakbir-ruku-sujud.

■ Sekarang kita sadar bahwa yang bertakbir-rukuk-sujud itu rasa/ruh/Nūr Ilahi/Zat Allâh yang esa dengan Allâhﷻ.

Dari kesadaran inilah mudah-mudahan kita dikaruniai Allâhﷻ mengalami sendiri rasanya hadis qudsy ini (Āmīn):
"Kif yā Muḥammad, Ana Rabbaka uṣalli."

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

Pembicaraan ini erat kaitannya dengan pelajaran "Sifat 20 Zat Allâh" yang disampaikan para `arif billah dan muwwahid (ulama ahli tauhid) terdahulu. Jadi jangan salah paham. Pelajaran "Sifat 20" bukanlah ajaran yang mengarahkan agar hamba merasa sama dengan Allâhﷻ atau hamba bisa jadi Allâhﷻ.

Pelajaran "Sifat 20 Zat Allâh" ialah jalan pemahaman agar kita menyadari dan merasakan keberadaan kita ini senantiasa kekal beserta Allâhﷻ di dalam dan di luar ibadah, bahkan dalam sakaratul maut. Inilah Ilmu Sedikit untuk Segala²nya: Dasar-Dasar Tauhid Hakiki - Jalan selamat dunia-akhirat. InsyaAllâh. Āmīn.


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Artikel terkait:
Ulasan Sifat 20 dari Alm. K.H. Undang Sirad
● Untuk pemahaman tingkat lanjut:
Intisari Kitab Langka: Bābul Iḥsan - Salat Diri Allâh Memuji Tuhannya
Allâhua`lam.


Jasad hanya tempat merasa
Rasa ialah Perwujudan Zat Allâh pada Kita
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2018-05-31T01:28:00+07:00
Rasa ialah Perwujudan Zat Allâh pada Kita
5 411 reviews
Buku ISuS

Buku Ilmu Sedikit untuk Segala²nya

Sudah terbit buku untuk memudahkan Ikhwan/Akhwat memahami kajian tauhid hakiki yang termuat di situs ini secara lebih tersusun dari anak tangga pemahaman Islam yang paling dasar. Ikhwan yang berminat memiliki buku ini dapat menghubungi penerbitnya langsung di www.midaslearning.co.id

  • Untuk mengetahui seluk-beluk buku lebih komprehensif, lengkap dengan uraian per bab dan video garis besar kajian buku, silakan kunjungi landing page rekanan resmi kami di: www.bukutauhidhakiki.com
  • Untuk memesan buku dari rekanan resmi yang terdekat dengan kota Ikhwan/Akhwat, silakan kunjungi tautan ini: "Kami di Kota Anda".
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tags:
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism