Nabi Muhammad Saw. sekalipun tidak mengetahui perkara gaib, selain dari petunjuk wahyu. Hanya Allah Yang Mahatahu (QS Al-An'aam:50)
Kita jangan mau tahu soal gaib-gaib. Cari tahulah cara jadi mukmin agar selalu diberi petunjuk atas segala sesuatu.
"Takutilah firasat seorang mukmin. Sesungguhnya ia memandang dengan Nur Ilahi." [H.R. Tabrani & Tirmizi]
Yang disebut gaib mengacu pada dua hal, yaitu:
- perkara gaib, seperti rezeki, jodoh, ajal, kapan kiamat;
- barang gaib, seperti jin dan alamnya, malaikat, surga, neraka,dll.
• MIMPI
Termasuk perkara gaib juga soal tafsir mimpi. Jadi kalau bermimpi ini-itu dan tidak tahu tafsirnya, tanyakan pada ahli tafsir mimpi yang sahih ilmunya. Jangan pada yang bukan ahlinya seperti saya.
Akan lebih bagus kalau mimpi berupa apa pun jangan ditafsir-tafsirkan dan jangan dipikir-pikirkan, ucapkan saja inna lillaahi wa inna ilayhi raaji'uun. Kembalikan pada Allah dengan kesadaran seperti ini:
"Yaa Rabb, limpahkanlah segala manfaat dari mimpi ini dan lindungilah hamba dari segala mudarat dan fitnah dari mimpi ini. Aamiiin."
Ini lebih aman daripada kita menduga-duga ini-itu. Jangan beri kesempatan setan menyesatkan kita dari mimpi tersebut. Jadi kalau bermimpi dan bingung tafsirnya, bawa diam saja. Santai. Menunggu petunjuk Allah dari dalam sirr hati. Menunggunya dengan tidak menunggu-tunggu. Selow aja.
Sebaik-baik tidur itu yang tiada mimpi.
Tiada mimpi artinya kita dalam tidur gak berjumpa dengan makhluk. Tidak berjumpa makhluk artinya kita berjumpa siapa?
Sedahsyat-dahsyat karunia dalam tidur itu kita mendapat pelajaran langsung dari Allah. Nah, bagian ini bukan dan belum jadi menu pembicaraan kita.
• KARAMAH
Ini juga perkara gaib. Ini urusan Allah semata. Jangan berharap karamah, harapkan saja semoga Allah tetapkan satu hal saja pada kita: istiqamah.
Imam Syafii: "Istiqamah lebih baik daripada seribu karamah."
Orang yang sudah dapat karamah, kalau tidak istiqamah akan jatuh karamahnya jadi istidraj. Kita boleh tidak punya karamah, yang penting istiqamah. Istiqamah inilah yang jadi kunci penembus seribu karamah. Kamu boleh punya seribu karamah, aku cukup usahakan satu saja: istiqamah.
Tabarakallaah. Aamiin.
Astagfirullaahalaziiim. Laa ilaaha illaa Anta.
Subhaanaka. Inni kuntu minaz
zaalimiiin.
Allaahua'lam.
=====
Kredit foto:
Nafi dari Pexels, dengan pengeditan seperlunya dari moderator

By
Published: 2026-07-12T12:27:00+07:00
JANGAN MAU TAHU YANG GAIB-GAIB

|