Babul Wujud dan Ulama Pewaris Para Nabi | Pengajian Ibu-Ibu ~ Pusaka Madinah

burnzone

AD (728x60)

Babul Wujud dan Ulama Pewaris Para Nabi | Pengajian Ibu-Ibu

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]

Performa dan tampilan terbaik laman ini pada peramban Microsoft Edge. Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC.
landscape mode.
Wujud artinya ada. Tuhan ada, kita pun ada. Ada kita dari ibu-bapak. Ibu bapak dari datuk nenek. Datuk nenek dari moyang. Akhirnya, dari Nabi Adam a.s. Kalau adanya Tuhan dari mana? Kalau ada yang berkata dari sini dari situ, jawabnya tentu bukan Tuhan.

Yang dikatakan Adanya Tuhan itu Ada dengan sendiri-Nya. Itulah ADA. Bukan di-ada-kan dari tidak ada menjadi ada. Tuhan ada dengan sendiri-Nya. Jangan ada terpikir ingin mengetahui Tuhan itu dari mana.

Kalau yang bukan tuhan boleh kita pikirkan dari mana mananya. Tetapi, kalau Tuhan, orang berpendapat dari sini-dari sini, jawabannya bukan tuhan. Bagaimanalah yang Ada dengan sendiri-Nya mau dipikirkan? Tentulah tidak ada dari mana-mana lagi.


Setiap yang ada-nya dari tiada, bukan Tuhan.



Urat syaraf tidak sakit, tidak tegang. Perlu apa memikirkan Tuhan dari mana? Karena keyakinan kita bahwa Tuhan itu ADA dengan sendiri-Nya. Tidak ada yang meng-adakan. Tidak ada dari asal ini-itu, itu semua bukan Tuhan.

Hati-hati bicara dengan ibu-ibu yang sudah bertauhid. Orang tauhid tetap mendahulukan Tuhan. Adanya Tuhanlah maka adanya sekalian baharu alam. Hati orang yang tidak buta tauhid mengatakan adanya Tuhanlah maka adanya sekalian baharu alam. Hati orang yang buta tauhid, mengatakan adanya sekalian baharu alam menandakan adanya Tuhan, ini hati orang yang buta tauhid.

‘Alaa bikulli syaiin, 'Tuhan menciptakan segala sesuatu'.


Jelas sekali yang ada pada sekalian baharu alam, hanya kekuasaan Tuhan saja yang ada. Kekuasaan siapa yang ada pada diri ibu-ibu itu? Adakah Ibu-ibu membuat tangan anak ibu, kepala anak, nyawa anak, ruh anak Ibu? Cobalah sadar. Kita tidak merasa membuat ruh, tapi anak kita punya ruh. Kita tidak merasa membuat tangan-kaki anak, tapi lalu anak kita punya tangan-kaki. Kalau kita buka akal kita, tahulah kita, kekuasaan Tuhanlah yang ada.

Duduk di pesantren baru tahu hukum syara` saja sudh merasa hebat. Apakah agama ini isinya hukum syara` saja dan tidak ada hukum aqli-nya? Beginilah cara tauhid mencari kebenaran. Betul-betul hukum aqli itu dihidupkan.

Kalau sudah akal orang itu normal atau sempurna, jiwanya pun normal dan sempurna. Maka tauhid ini dengan hukum aqlinya menyempurnakan jiwa manusia, bukan merusak jiwa manusia. Itu makanya ajaran dan amalan tauhid itu sampai karam di dalam sirr. Kebanyakan tasawuf hanya sampai sirr saja. Jatuhnya masih di alam batin. Kalau tauhid sampai karam di dalam sirr. Sampai kepada Rahasia. Inilah sirri sirrihi. Rahasia di dalam rahasia. Rahasia sampai di dalam rahasianya rahasia. Inilah tauhid.

Orang yang kajiannya baru sampai ke batin saja sudah jadi kebanggannya. Diam satu saat itu sama dengan ibadah 70 tahun. Dalam pandangan ibu-ibu yang sudah hidup hukum aqli-nya dalam tauhid, berliur pun tidak dengan perkataan orang kebatinan itu. Bahkan ditertawakannya saja. Untuk apa cari satu saat bernilai 70 tahun kalau dia bisa mencari satu hari saja berada di sisi Tuhan bernilai seribu tahun?!

Menurut ibu-ibu tauhid, orang bodoh mau mencari 70 tahun tapi tidak mau mencari 1000 tahun. Bukalah Q.S. al-Hajj:47, itulah shalat limat waktu sehari semalam: kita di sisi Allah.

Ayolah Ibu-Ibu jangan kita malu dengan lak-laki sok-sok alim, tapi goblok. Inilah kalau mau tau jiwa-jiwa perempuan yang belajar tauhid. Lihatlah Masithah di zaman Firaun, jiwanya sudah tertanam tauhid: anaknya direbus, suaminya direbus, sampai dirinya juga direbus,  dia tetap mempertahankan tauhid. Kata siapa tidak ada perempuan yang lebih hebat imannya dari laki-laki?!


Bicara saja soal pahala-pahala tapi buta dengan Tuhan Yang Kuasa Memberi Pahala. Muhammad Rasulullah Saw. itu pribadi yang mengenalkan umat pada Tuhan, hukum, dan akhlak. Malulah kalau jadi ulama tidak sanggup mengantarkan umat pada Tuhan lalu merasa "al-ulama waratsatul anbiya". Janganlah buta dengan ketuhanan. Ini sekadar nasihat keras untuk Anda-Anda yang Allah karuniai amanah nama-besar sehingga dikenal umat secara luas. Cobalah sadarkan umat bahwa agama ini bukan hanya berisi syara` dan akhlak. Cobalah hidupkan kembali hukum aqli sehingga umat tidak babak-belur dibodohi para penyesat. Cobalah hidupkan kembali pahaman iman yang tidak koyak oleh mi instan sekardus sehingga bangkit kejayaan Islam seperti masa emasnya dulu. Kalau ulama dan umat tidak buta ketuhanan, aqli-nya tidak bisa terjerat dengan aib-aib keduniaan. Ini semua diungkapkan karena prihatin.


Lihatlah gerak gerik manusia, ada yang gerak-geriknya keakuan saja. Tidak ada yang bersifat Muhammad. Karena al-quran itu pedoman Muhammad. Lihat zaman jahiliyyah, kekejaman terus yang ada di kehidupan manusia. Gerak-geriknya kafir, hatinya pun kafir. Inilah Yahudi, Majusi, dan Nasrani. Ada juga yang gerak-geriknya Islam, hatinya kafir. Inilah munafik, pembohong, penipu macam Wahabi-Salafy. Tidak ada beda dengan Syiah yang menghina para sahabat dan menambah-tambah bacaan azan. Ada juga gerak gerik kafir, hati Islam: kasus dalam tarikh pada anak-cucu Rasulullah Saw, terkena fitnah Yahudi yang menyenangkan Sunni. Lihat wanita-wanita, hatinya Islam tapi berjalan pagi pakai celana pendek, paha ke mana-mana. Mengaku dirinya Islam-umat Muhammad, ke mana selubungmu Ibu-ibu? Ini penting penutup keaiban. Ada juga gerak gerik Islam, hatinya Islam. Inilah shalat lima waktu sebab shalat itu kekuatan iman. Mengapa banyak ditinggalkan? Inilah umat-umat Muhammad yang dibenarkan.

Hidup jangan main-main, suka menentang bahaya. Kerjakanlah yang disuruh dan tinggalkan yang dilarang. Sebab kita ini hidup tak tahu kapan mati. Dan ingat, diperintahkan Tuhan beribadah supaya diridhai. Ucap syahadat dan ketahuilah Muhammad karena Muhammad dijadikan dirimu dengan adil seadil-adilnya.

Muhammadlah diri kita ini. Kalau sudah adil tidak kena cipratan api neraka. Siapa menyebut dirinya Muhammad, inilah orang yang diridhai Allah. Siapa Muhammad itu? Inilah tubuhnya Allah Ta`ala. Siapa Allah itu? Muhammad juga [dalam ilmu makrifat]. Melihat orang ditanam di kubur, Muhammad juga. Cukup katakan saja dalam hati, dunia ini Muhammad, akhirat pun Muhammad.

Tapi, Muhammad yang mana?

Yaitu Muhammad yang bersih. Allah tidak bertempat, Muhammad bertempat, maka adalah surga-neraka. Umat Muhammad yang mana yang tempatnya surga dan yang mana yang tempatnya neraka? Muhammad yang mana yang wazulumati illannur itu? Muhammad ini penting diketahui, bukan untuk disembarangkan. Waktu hidupnya saja dikelilingi musuh. Karena Allah memimpinnya, dia selamat. Bahkan Jibril selalu menemaninya. Muhammad sebaik-baik manusia. Mencari ilmu tinggi-tinggi, tapi tak kenal Muhammad apa artinya?

Ingatlah kita dizahirkan Allah, dilahirkan bapak, dilahirkan ibu, dilahirkan lagi di kubur. Maka jahat kita buat; jahatlah didapat. Baik dibuat; baik didapat. Apabila jahat yang didapat, banyak penyesalan.

Yang namanya Muhammad itu tidak ada matinya. Nampak mati di dunia, tapi awal kehidupan di alam baqa. Ingat, akhirul kalam Muhammad Saw., "Ummati shalli shali shalli...."  Bangkit dari kubur pun, "Ummati ummati...ummati."  Muhammad itu Rahasia Allah. Kosong inilah Rahasia Allah yang dijadikan-Nya manusia. Mengapa ada tauhid tidak mau menggali Tauhid. Kalau sudah kenal tubuh tuhan dengan tubuh Muhammad, dalam syahadat kita tinggal meyakinkan saja.

Inilah materi pengajian tauhid ibu-ibu hari ini. Sabtu mendatang, insyaAllah akan diperhalus lagi pahaman ibu-ibu ini sampai nyata kebenarannya. Betul-betul sampai kita merasakan nikmatnya: shalat nikmat, menjalani hari-hari nikmat, hidup nikmat, sampai mati pun nikmat.



— Syaikh Siradj —



Existence
Babul Wujud dan Ulama Pewaris Para Nabi | Pengajian Ibu-Ibu
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2013-04-10T17:41:00+07:00
Babul Wujud dan Ulama Pewaris Para Nabi | Pengajian Ibu-Ibu
5 411 reviews
Buku ISuS

Buku Ilmu Sedikit untuk Segala²nya

Sudah terbit buku untuk memudahkan Ikhwan/Akhwat memahami kajian tauhid hakiki yang termuat di situs ini secara lebih tersusun dari anak tangga pemahaman Islam yang paling dasar. Ikhwan yang berminat memiliki buku ini dapat menghubungi penerbitnya langsung di www.midaslearning.co.id

  • Untuk mengetahui seluk-beluk buku lebih komprehensif, lengkap dengan uraian per bab dan video garis besar kajian buku, silakan kunjungi landing page rekanan resmi kami di: www.bukutauhidhakiki.com
  • Untuk memesan buku dari rekanan resmi yang terdekat dengan kota Ikhwan/Akhwat, silakan kunjungi tautan ini: "Kami di Kota Anda".
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tags: ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

51 komentar:

MUXLIMO mengatakan...

wkwkwkwk.. kolom komen lupa di-ON-in :14: :^ :}}

nadira ms mengatakan...

Hahaaa... ga jd pertamax dunk..

banyu urip mengatakan...

salam alaikum semuahnya...shalat nikmat,hidup nikmat,apa pun nikmat______ikuuuut

MUXLIMO mengatakan...

hehehe, tetep pertamax kok, Mbak.. kan penunggu lapak gak diitung.. :}} bonus pertamax--> ~O) abisin sekali teguk ya, Mbak! :11:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh Mas... lanjyuuuuuut.. :}}

Anonim mengatakan...

Gerak gerik islam orang nya pun islam benar benar oh yach bang mux saya kurang paham soal kemaren tu. Jawaban nya apa yach. Itu email

Alam Warda Ritonga mengatakan...

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarkatuh sobat sarang semua..
dan terimakasih kepada tuan guru kita dan Kang Adam yang kasep...

Juragan Asep mengatakan...

Salam ta'zhim buat abah Siradz dan Kang Mux, salam juga buat Sobat Sarang yang gararanteng dan gareulis.
Absen dulu aja deh, abis sudah nulis panjang ehh hilang, ya sudahlah.
Hatur nuhun ka sadayana :21: :21: :21:

arie Karakter mengatakan...

Salam alaikum warohmatullah :
kang Mux
mbak Nadira
kang Banyu
kang Alam
kang Juragan
kang Devie

Dan sobat sarang yg blm.absen ^_~

M' azmi mengatakan...

Allah tidak bertempat ane paham, tpi klo "Muhammad bertempat" ane masih kurang paham bang, ada yg bisa jelasin :-?

Anonim mengatakan...

assalamualaikum sobat semua ngak ada kerjaan nich mendingan nulis comen aja semga bermamfaat .mengesakat zat allahutaala yaitu tiada yang maujud didalam alam hanya allah swt.adapun ujud ghairulloah tiada hakikat baginya.mengesakan sifat.tiada yang hidup tiada yang tahu tiada yang kuasa tiada yg berkehendak mendengar melihat berkata melaikan alllah semua. adapun sifat sahir pada hamba menunjukan adanya dia.mengesakan af'al allah tiada yang punya perbuatan hanya alllah semata .meski perbuatan ini sebesar zarah sekalipun .janagan lah kamu katakan itu pebuatan mu prasangka itu sirik pada kita

Anonim mengatakan...

;azmi saya bantu dikit ya awal muhamad itu nurani nyawa pada kita.akhir muhamad itu rohani hati pada kita .zahir muhamad itu insani tubuh pada kita .batin muhamad itu rabbani rahasia pada kita .dimanakah ada nya muhamad itu tanya pada diri kita melalui diam benar ngak bang mux mas ari kang dadang dan shobat semua allhualam

MUXLIMO mengatakan...

oh? email ya? siap nanti ditangani, Mas :)

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Bang Bro :) makasih kembali

MUXLIMO mengatakan...

Salam takzim balik, Kang.. waduh..udah ngetik panjang tapi ilang, Kang?! kobisa? :-?

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Brad! :D

MUXLIMO mengatakan...

:8:

MUXLIMO mengatakan...

karena Muhammad bukan Allah? :D

M' azmi mengatakan...

Tadi setelah ane pikir pikir, apa yang di maksud Muhammad yang bertempat = Zat Sifat yang bertempat di Zat Mutlak. Sedangkan Allah Tuhan sekalian Zat (Rabbul Izzati) yang Laysa Kamithslihi Syai'un makanya di katakan tidak bertempat :14:

Atau seperti yang Mas Devi sampaikan itu pengertian nya. Mohon pencerahannya Bang Mux, atau Bang Arie atau siapa aja yg lebih paham :D

UWAIYS AL QARANI mengatakan...

Assalamualaium IBu ibu femenin sekalian ups hehee yg ad bapak di sini...salam salam ya salam kasih sahabatku semua...monggo....

Assalamuallaikum Ya Waliyulah Shikh Undang sirajd Bin Yahya...Aslamuallaikum kang adam ....Sehat yo..

Anonim mengatakan...

salam alaikum sobat sarang semuanya.........

baru sekali baca,belum paham semua

Nanti baca lagi :7:

Alam Warda Ritonga mengatakan...

Walaikum Salam Warahmatullah Wabarkatu, mas Arie Karakter
http://lh5.googleusercontent.com/-NyfcNUQUYYA/ULpkRODStNI/AAAAAAAAHmA/pS9ZZXWpcWU/s74/wsalam.gif
^_^
:8:

Juragan Asep mengatakan...

Ya itu kebanyakan mikir sehingga ketika dipublish networknya off, seharusnya nggak usah dipikir yang penting ditulis terus dipublish. itu mungkin peringatan buat saya. :9: :9:

nadira ms mengatakan...

Teguuuk.. ^^
BarakAllah..

Arie Yanharpun mengatakan...

Zat dan Sifat.......inulah Hakikat Muhammad.
:]

nadira ms mengatakan...

Wa'alaykum salaam..

satria kelana mengatakan...

salamualaikum sobat semua..
Manusia,bumi dan alam semesta ini lah Zat sifat yg esa dengan zat mutlak yg laysa kamitslihi sayun(yang tanpa tafsir) dan zat mutlak ini lah hakikat Muhamad atau Nur illahi yg bernama Allah juga. Dan zat mutlak ini juga esa dengan Tuhan pribadi yang terlebih laysa kamtslihi sayun. jadi percuma kita memikirkan Allah dengan otak,selama masih bisa di pikir2 dirasa2 dipandang2 pasti bukan Allah. Maaf kang mux ini pemahaman ane kalau salah mohon di luruskan..gandeng ane ya kang biar gak nyasar...hehe.. :D

arie Karakter mengatakan...

jawaban mas devi dan kang azmi pada dasarnya sama tdk ada yg salah …

muhammad bachrain mengatakan...

assalaamu alaikum semua.. alhamdulillaah.. yang penting baca nyimak dan hadir dulu..

M' azmi mengatakan...

Tapi utk pertanyaan ane penjelasan yang lebih mantap seperti apa Mas Arie? Biar ane ga galau lagi bang :10:

M' azmi mengatakan...

Tapi utk pertanyaan ane penjelasan yang lebih mudah di mengerti seperti apa Bang Arie? Biar ane ga galau lagi bang :10:

M' azmi mengatakan...

Tapi utk pertanyaan ane penjelasan yang lebih mudah di mengerti seperti apa Bang Arie? Biar ane ga galau lagi bang :10:

Djunaedi Miradz mengatakan...

assalamualaikum semuanya yg sdh hadir dan utk smua sobat sarang dan ibu2 pengajian..hadiiiir lagi ,,, dibaca dulu materi kajian ketauhidan nya ....buat Abah n kang Mux terima kasih atas pengorbanan waktu n tenaga yg telah dengan ihklas mengajarkan semua ilmunya kpd semua sobat2 sarang muxlimo ,...aamiin

MUXLIMO mengatakan...

waw.. hebaat.. sekali teguk!! http://lh3.googleusercontent.com/--Ku8oIXhZLM/ULpkHQ037BI/AAAAAAAAHi8/KkDNvp5QnRg/s75/mashallah.gif

MUXLIMO mengatakan...

email sudah dibalas ya, Mas :)

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas Satria,
Ajeeeeb! :8:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas Bachrain..
alhamdulillaah si Mas belum kapok main ke sinih.. :19:

MUXLIMO mengatakan...

Sip, Brad Arie. Setiap jawaban darimu, ane aminin dan ane setujui. makasih udah selalu sudi bantu ane jawab2 di komen yaa.. http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif :21:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Kang Dulur.. alhamdulillah.. mugia kitu oge kanggo Kang Dulur sareng kulawargi di ditu. Salam insyaAllah selalu disampaikan ke Abah :)

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mbakyune.. iya, Mbak..jangan kuatir..insyaAllah bagian2 yang kurang dipahami, nanti menyusul balik lagi untuk membuat Mbak jadi paham. aamiiin. :)

MUXLIMO mengatakan...

~O) <-- kupi spesial tanda setuju :D

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Bang Djunaedi Miradj..
Alhamdulillah, Abang selalu bersama kami. :25: Aamiiin. makasih doanya dan semoga gitu juga untuk Abang dan keluarga di Jakarta. Salam to "orang rumah" yaa.. :20:

Anonim mengatakan...

Asslamualaikum bang mux abaah dan semua saudar kawa semua. Sebelumya sy. ucapkan trims banyak sama bang mux dah abah siraj. Saya benar benar merasa tercerahkan bang mux. siap saran abah di laksanakan.

say mengatakan...

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. Alhamdulillah. terima kasih Bang MUX, abah guru n teman semuax mohon ijin menyimak, belajar n mengamalkanx. mga Ridho ALLAH snantiasa menangi qt semua.

zainul mengatakan...

Assalamualaikum.. ijin untuk bergabung to kang adam dan sahabat2 semua..

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Bang Say,,sama-sama yaa.. silakan dan aamiiin atas doanya.. moga demikian juga untuk Abang dan keluarga :21:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Pak Zainul.. senang bertambah keluarga tauhidi di sini.. :21:

said ali siraj mengatakan...

Assalamualaikum.Wr wb...

Inilah yang aku cari2 selama ini.., pertanyaan2 sliwar sliwir belum pernah dapat jawaban yang memuaskan sejelas, sejernih, dan sepas blog ini.., klop dah.

Sampaikan salam sama pak / abah undang sirad.. kang.., ijin jadi muridnya.. trims

Pasundan Makalangan mengatakan...

Assalamualaikum kang mux...

Mo tanya nih tentang wujud kang....
Kang "Apa sih MAKNA WUJUD bagi Allah?"
Apakah makna wujud bagi Allah sama dengan arti wujud, yaitu ADA? atau seperti apa kang?

Makasih sebelumnya ya kang....

MUX SPARROW mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Bang Ali.. alhamdulillah..salam insyaAllah tersampaikan.. :)

MUX SPARROW mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Kang Pasundan..
Makna Wujud bagi Allah...tentu Allah pribadi yang tau..eheheh.. jangan terpancing untuk memikirkan Diri Pribadi Tuhan, Kang.. ini dimaksudkan dalam "larangan memikirkan Zat Allah" sebenarnya.. Allahua'lam.. :21:

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism