Oleh Karena Engkau, Beginilah Aku ~ Pusaka Madinah

burnzone

AD (728x60)

Oleh Karena Engkau, Beginilah Aku

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]

Performa dan tampilan terbaik laman ini pada peramban Microsoft Edge. Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC.
landscape mode.

Ushul Hakiki


Hamba ini kemahaesaan Tuhan, maka perlu hamba dan Tuhan itu Mahaesa. Kalau sudah Mahasuci, tentulah tidak ada syiriknya dan tidak mempersekutukan Tuhan. Kemahaesaan inilah yang perlu kita jaga. Dalam kehidupan hamba Allah, kemahaesaan-Nya tidak ada matinya sampai kapan pun.

Mengapa tidak ada matinya?
Karena dunia-akhirat dan di mana saja, semuanya pendirian Allah Subhanahu wa ta`ala. Pendirian Allah itulah menunjukkan Allah Berdiri dengan Sendiri-Nya.

Allah itu Qadim azali, tetapi meliputi sekalian alam. Zat-Nya, Sifat-Nya, Asma-Nya, Af`al-Nya, semuanya ada di dalam alam. Sekalian alam [baharu alam] mengambil ruang. Ruang itu adalah yang Kosong. Dalam Kosonglah berbagai-bagai jenis alam itu ada.

Ingatlah, Kosong itu tidak bisa dikatakan alam, melainkan Kosong itu tubuhnya alam.

Yang Kosong itulah Tubuhnya Allah Ta`ala atau Af`al-Nya [Q.S. Fushilat:54]. Af`al itu Tubuh dan Tubuh itu Jasad. Kita harus ingat, Jasad Allah itu Qadim dan Jasad-Nya yang Qadim itu Suara-Nya [Kalam].

Begitulah kehidupan kita ini seperti kehidupan ikan di dalam air. Ikan dan air tidak bisa becerai. Begitulah tubuh dengan nyawa, kalau tidak ada ruang tempat ber-ada-nya, tentu tidak bisa berada. Jadi keber-ada-an kita ini memerlukan ruang. Pahamilah masalah ruang. Bukankah di sekolahan saja juga ada ilmu ukur ruang?!

Sabda Nabi:
Af`alu nuurun fil qalbi yufarrikun bihii bainal haqqi wal bathil

"Akal ialah cahaya yang ada di dalam hati yang dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil"


Di dalam hati ada cahaya, tentulah ada yang berdiri pada cahaya itu. Seperti: cahaya lampu terang. Pasti ada yang di dalam terang itu, yaitu kawat lampu. Yang ada di dalam hati pada pertengahan hati itu adalah Nur Muhammad. Nur Muhammad inilah tubuh [kita] yang batin yang dikatakan "ada di sama-tengah hati". Inilah diri kita yang dinamai Ruhul Qudus; inilah Rahasia yang ada di sama-tengah hati. Sama-tengah hati inilah perhimpunan tubuh, hati, nyawa, rahasia: yaitu perhimpunan diri.

Perhimpunan semua yang ada pada diri kita itulah Ruh Qudus. Di sinilah kita menyatukan zahir-batin: di sama-tengah hati; satu dengan Ruh Qudus. Jika sudah satu, akan bercahaya diri kita seperti kehidupan pelita. Begitulah dia.

Dalam takbir ihram, semua berhimpun dalam Rahasia yang ada pada sama-tengah hati. Jangan dihimpun-himpunkan lagi. Memang sudah begitulah adanya.

Shalat itu hendaknya kita berkhidmat pada Allah. Jangan terpengaruh dengan yang terpandang-pandang; jangan terpengaruh dengan yang terlintas-lintas; jangan terpengaruh dengan yang datang-datang, semua itu merupakan bala` yang akan merusak shalat kita. Apabila sampai masuk pengaruh-pengaruh sedemikian itu, akan menimbulkan bahaya bagi diri.

Sama-tengah hati ini perhimpunan tubuh-hati-nyawa-rahasia, sedangkan yang terpandang-pandang, terlintas-lintas itu bukan tempat perhimpunan. Perhimpunan diri itu Ruh Qudus yang di dalam sama-tengah hati. Di dalah hati itu Rahasia Allah. Berhimpunlah pada Ruh Qudus karena segala-galanya berhimpun di situ. Tandanya kita sudah berhimpun: bercahayalah diri kita. Seperti kehidupan pelita diri kita.

Jika kita berada dalam situasi kepepet [terpojok], betulkan makrifat kita. Baqa billah-kan. Akan terjadi pada diri kita itu tidak kelihatan [hilang[1]], seperti bola lampu yang kuat terangnya, tidak akan kelihatan kawatnya. Seperti besi panas: hilang besinya hanya bara yang tampak. Begitulah kita berkhidmat pada Allah dalam shalat dan zikir. Kalau diri kita sudah hilang, akan timbul zikir "memuji Diri-Nya Sendiri". Di sinilah kita dapat belajar dengan Ruh Qudus [Q.S. al-Maidah:110 dan al-Kahfi:65].

Masukkan diri kita ke dalam diri. Maksudnya, masuklah ke sama-tengah hati. Sesungguhnya Ruh Qudus itu diri kamu juga [Q.S. Adz-Dzariat:21]. Diri Ruh Qudus itu tidak kelihatan, tetapi diri yang tidak kelihatan itu diri kita juga. Diri yang tidak kelihatan itulah Ruh Qudus, Diri Yang Mahakuasa. Maka itulah dikatakan,"Ruh Qudus itu Rahasia Yang Mahakuasa."  

Sama-tengah hati itulah tempat husnul khatimah. Masukkanlah zahir-batin kita dalam husnul khatimah. Tuhan membuktikan Kemahaesaan Diri-Nya, di-ada-kan-Nya Zat-Sifat-Asma-Af`al-Nya menjadi sekalian alam. Itulah sebabnya alam itu Rahasia Tuhan. Jika kita sudah ketahui yang dinamakan Rahasia Tuhan, tahulah kita bahwa Tuhan itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af`al. Yang ber-Zat, ber-Sifat, ber-Asma, dan ber-Af`al itu alam, bukan Diri Tuhan.

Tuhan menjadikan Zat dan Sifat, 
tentulah Tuhan bukan Zat-Sifat.


Sifat Wujud itu teristimewa hanya bagi Mahasuci saja, yaitu dari sifat Wujud sampai Wahdaniyah. Pada lingkup tersebutlah [dari Wujud sampai Wahdaniyah]  isinya cerita yang Qadim saja. Kalau cerita ke atas itu cerita Nur. Dan di atasnya lagi itu cerita Nuurun `ala Nuurin. Kalau paham Nuurun `ala Nuurin, yang tertinggi Cahaya Tuhan. Asal manusia, Tuhan.

Yang kedua, Nur. Nur diperintahkan naik. Tuhan sembunyi di tempat yang suci [di Nuurun `ala Nuurin] dan Muhammad sembunyi di dunia. Allah Ta`ala bukan alam, melainkan wallahua'lam bishawab. Allah Ta`ala itu Berdiri dengan Sendiri-Nya. Mahasuci: tidak ada warna-Nya. Dia mukhalafah. Ada beberapa lam  yang tidak dapat diketahui:

  1. Laa ya`rifu zaatuk illallah;
  2. Laa yaskuru illallah;
  3. Laa mawjudun illallah;
  4. Laa ilaaha illallah;
  5. Laa hawla wa laa quwwata illa billah;
  6. Laqadja`akum Rasuulun min anfusikum;
  7. Laa tudrikuhul abshar.

Yang tujuh ini tidak ada yang tahu. Laa ilaaha illlallah Muhammad Rasulullah itu laysa bi harfin wa laa shautin. Sirr di dalam hati artinya dia yang bergerak. Inilah perasaannya perasaan; 40.000 tahun tuanya daripada ingatan. Yang bisa memeliharanya hanya shalat.

Nyawa Muhammad itu Nur. Ada kalanya kita becerai dengan Tuhan, tapi berapa lama kita tidak bercerai dengan Tuhan? Oleh karena Tuhan itu Qadim Azali, sedangkan kita ini muhaddas, beginilah keadaan kita.


Ada kalanya kita becerai dengan Tuhan,
tapi berapa lama kita tidak bercerai dengan Tuhan?

"OLEH KARENA ENGKAU, BEGINILAH AKU."
[2]




Syaikh Undang Siradj
 



[1]Ingat riwayat ini:
Dalam ayat di atas Allah SWT mengingatkan Rasulullah saw tentang makar yang dilakukan kaum Quraisy ketika secara rahasia mereka membuat rencana di Darun Nadwah untuk menangkap dan memenjarakan Rasulullah saw. atau membunuh Rasul secara beramai-ramai, atau mengusir Rasul dari Makkah.

Sejarah mencatat, rapat makar mereka kepada Rasulullah saw di Darun Nadwah berbuah putusan untuk menghabisi nyawa Rasul dengan cara mengirim pasukan khusus yang terdiri dari wakil masing-masing kaum, lalu membunuh Rasulullah saw. secara bersama-sama supaya tidak ada tindakan balasan dari Bani Hasyim, keluarga Rasulullah saw., karena tidak mungkin Bani Hasyim melawan dan menuntut balas kepada seluruh keluarga dari kaum Quraisy.

Itulah makar yang mereka buat untuk Rasulullah saw. Sehingga malam itu juga mereka telah mengepung rumah Rasulullah Saw. Namun Rasulullah Saw. yang mendapatkan bocoran makar mereka dari Allah SWT dan mendapatkan perintah keluar dari rumah dan hijrah ke kota Yatsrib/Madinah, langsung memerintahkan Ali bin Abi Thalib, sepupu beliau saw. yang tinggal serumah dengan beliau untuk tidur di tempat beliau saw. Lalu dengan izin Allah SWT, beliau saw. keluar dari rumah tanpa sepengetahuan pasukan khusus itu. Mata mereka ditutup oleh Allah SWT sehingga Rasulullah saw. lolos dari kepungan mereka. Pagi harinya pasukan khusus itu memasuki rumah beliau saw tidak menemukan Rasulullah saw. Mereka hanya menemukan Ali bin Abi Thalib r.a.

Kisah ini dimuat dalam al-Qur’an. Allah SWT berfirman, “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” [Q.S. al-Anfal: 30]
[kembali]
 

[2]:
Seandainya kalimat yang diucapkan al-Halaj ketika itu kalimat seperti di atas. Niscaya tidak seorang pun akan memenggal kepalanya. Allahua'lam. [kembali]

Oleh Karena Engkau, Beginilah Aku
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2013-02-16T20:30:00+07:00
Oleh Karena Engkau, Beginilah Aku
5 411 reviews
Buku ISuS

Buku Ilmu Sedikit untuk Segala²nya

Sudah terbit buku untuk memudahkan Ikhwan/Akhwat memahami kajian tauhid hakiki yang termuat di situs ini secara lebih tersusun dari anak tangga pemahaman Islam yang paling dasar. Ikhwan yang berminat memiliki buku ini dapat menghubungi penerbitnya langsung di www.midaslearning.co.id

  • Untuk mengetahui seluk-beluk buku lebih komprehensif, lengkap dengan uraian per bab dan video garis besar kajian buku, silakan kunjungi landing page rekanan resmi kami di: www.bukutauhidhakiki.com
  • Untuk memesan buku dari rekanan resmi yang terdekat dengan kota Ikhwan/Akhwat, silakan kunjungi tautan ini: "Kami di Kota Anda".
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tags: ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

86 komentar:

Padly Lubis mengatakan...

Pertamax..

MUXLIMO mengatakan...

keduax :13:

Padly Lubis mengatakan...

salam Kang Mux..
sudah lama tak bersua Kang.. Mudah2an Abah dan Keluarga beserta Kang Mux dan Keluarga selalu berkelimpahan rahmat, ilmu, kesehatan, rezeki dan karunia. Amin ya Allah.

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh,
alhamdulillah, aamiiin.. makasih, Wet..semoga terlebih demikian yang Allah limpahkan atas dirimu dan seluruh keluarga beserta handai taulan semua di sana. aamiin ya Rabb al-alamiiin. http://lh4.googleusercontent.com/-suVNZJQsYKI/UNs8eY3Dw0I/AAAAAAAAH8s/fIF6VqYbCfA/s21/aamiiin.png

Iya ni, Wet.. lagi masa 'karantina' :D

Padly Lubis mengatakan...

Amin ya Allah..

Kang Mux ikutan Miss Indonesia ternyata.. kok ada acara karantina2 gitu.. :D

arie Karakter mengatakan...

Yang Kosong itulah Tubuhnya
Allah Ta `ala atau Af `al -Nya
[Q .S . Fushilat :54] . Af `al itu
Tubuh dan Tubuh itu Jasad .
Kita harus ingat , Jasad Allah
itu Qadim dan Jasad -Nya yang
Qadim itu Suara-Nya [Kalam ] .

Salam alaikum kang Mux …
mau nanya sedikit …

KALAM ITU ADLH NUR …
benar gk itu kang Mux ???

arie Karakter mengatakan...

Amin ya Robbal alamin …

Kaze Kate mengatakan...

wa'alaykumussalaam, kalo di translate sih,.. Kalam = Kalimat, dan Nur = Cahaya.

CMIIW

banyu urip mengatakan...

salam alaikm sobat sarang semuahnya,makasih tok mentor mux jawabannya atas pertanyaan kejadian/kedudukan iblis atas nurmuhammad.kalau boleh mau tanya lagi(tanya melulu nih;maaf,bisanya emang lagi tanya doang)...ITU LHO ,KANG SAYA MASIH BINGUNG DENGAN ISTILAH DIRI,BERDIRIKAN,PENDIRIAN,NYAWA,RUH,HUBUNGANNYA DENGAN ; TUHAN , ALLAH , MUHAMMAD , SAYA SENDIRI . Mohon maaf krn msih kurang pandai mengambil paham,jwban tok mentor mux insya allah ada manfaatnya buat saya dan keluarga saya,amin,terima kasih.wassalam..

Anonim mengatakan...

(_ _"! saya ngoment mah malah pada ilang, kabur wae ah....

arie Karakter mengatakan...

hehe mf kang kaze... bkn ilang tp ditinggal sebentar ( sama aja ya ... xizixiixiizii)

Cahaya Diri Tuhan itu bernama Nur.
Ingat, Nur itu Nama,
bukan berarti Nur itu berupa cahaya atau Nur
berarti cahaya . Nama bagi Nur.

Oleh ulama mutahaqama dan ulama -ulama al -
paham serta para alim sufi, dikatakanlah Nur
itu sebagai Nur Ilahi dan dikatakan juga Nur
Allah . Jadi , Cahaya Diri Tuhan itu bernama Nur ,
bernama Ilahi juga , bernama Allah juga .
Jadi, yang disebut Nur itulah Cahaya Diri
Tuhan .
Jadi, yang disebut Ilahi itulah Cahaya Diri
Tuhan .
Jadi, yang disebut Allah itulah Cahaya
Diri Tuhan.
Jadi, Cahaya Tuhan itu bernama Nur.
Jadi, Cahaya Tuhan itu bernama Ilahi.
Jadi, Cahaya Tuhan itu bernama Allah .

DAN INILAH YG BER -KALAM …
itu mksd pertanyaan saya…
dan saya jg msh menunggu pembenaran dari kang mux … (☆^ー^☆)

MUXLIMO mengatakan...

:8: Brad..dan jangan dilupakan juga, Nur dengan Tuhan itu Esa ya. :D

MUXLIMO mengatakan...

alaikumsalam, Mas.. wah.. bukannya hal yang ditanyakan itu udah termaktub di hampir setiap postingan belakangan ini..? termasuk yang di atas itu, Mas.

MUXLIMO mengatakan...

lain dianaktirikeun, Ze.. emang sistem komentar template baru na masih eror uy :14:

Bayu Perdana mengatakan...

Assalamu alaikum sobat semua ...

banyu urip mengatakan...

emang sih,ya udah emang lagi saya tafakuri semua ajaran abah ,mohon doanya kang mux agar allah berkenan memahamkan saya dan memasukkan saya kedalam orang-orang yang beruntung,yang diridhoiNYA

Bayu Perdana mengatakan...

Tubuh terhimpun ke hati ketika olah otak kita mampu meng ia kan hati bahwa itu benar adanya seperti anak kecil ЧǝлG̲̣̣̣ belajar 1+1=2 ketika dia °ϋ∂αђ° nangkep maksudnya maka dengan spontan hati nya meng ia kan. Makin lama dalam mengkaji maka nyawa pun akhirnya dapat merasakan hingga pada akhirnya Rahasia pun berkenan, maka tubuh-hati-nyawa-rahasia sudah terhimpun. Mungkin kenapa kita ini ∂ï katakan menunggu rahmat karena memang tidak bisa ∂ï paksakan untuk ∂ï himpun himpunkan akan tetapi terhimpun sendiri dari ∂ƿ∂ ЧǝлG̲̣̣̣ kita kaji dan dari hasil praktek DIAM SADAR nya dan pasti akan terjadi ∂ï sama tengah hati. Dan latihan DIAM SADAR adalah jembatan agar tubuh-hati-nyawa-rahasia dapat menghimpun. Jika sudah bisa sampai sama tengah hati = tiada diri = khusnul khotimah. Ngira ngira dot com sobat, dari ∂ƿ∂ ЧǝлG̲̣̣̣ bisa saya cerna hehe.

Bayu Perdana mengatakan...

Mohon koreksiannya dari sobat semua jika tersalah. Wasalamualaikum

Bahri Batam mengatakan...

Begitulah kita berkhidmat pada Allah dalam shalat dan zikir. Kalau diri kita sudah hilang, akan timbul zikir "memuji Diri-Nya Sendiri".
Betul sekali Bang secara tdk sadar dan berjalan dgn sendirinya

Bahri Batam mengatakan...

Salam Alaikum Sobat Mas Bayu Perdana Salam kenal tentunya, Emang sih Pada kajian pemahaman tauhid Abah dipostingan Bang Mux ini harus dipahami secara mendalam dan selalu di ulang2 agar meresap pemahaman kita karena semua kajian di Blag ini sudah komplit Kajian disarang ini ibarat batrey /aki makin dicas makin kuat , makin sering di ulang2 makin meresap pemahaman Tuhid kita. Diam dan Sadar adalah pintu masuk. latihlah, Jenihkanlah, fokuslah dan tunggulah Karunia Allah. Do'aku menyertaimu sobat, Amiiin

Djunaedi Miradz mengatakan...

assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh sobat sarang semua....
salam knl tuk bang bahri di batam
Yang ada di dalam "hati" pada pertengahan hati itu adalah Nur Muhammad.
kata "hati" disitu apa hati yg batin atau yg ada didada?
mhn pencerahan dr kang mux n bang arbi juga dr sobat sarang
sekalian numpang absen dulu ......

Bang Arbi mengatakan...

Alhamdulillahhhhhh ane udah bisa baca komennya. hiks *terharu mode ON... :19:

Bang Arbi mengatakan...

hehehe....pas banget mas bayu...betul itu. ingat yaa, kita di Maqom DI, bukan ME. Kita ini DI-jalan-kan bukan MEn-jalan-kan. Selalu SADAR BILLAH yaa... BAGUSKAN DIAM-nya. itu saja pegang. krn karunia2 itu kembang2 yg bermekaran OTOMATIS selama POKOK-nya kita pegang.
BAGUSKAN DIAM-nya. kalau sudah BETUL DIAM-nya maka ESA. gimana itu bang? nanti tau sendiri. Disini cuma dibuka teori bersepeda, tentu yg memahami n merasakan itu yg latihan sepeda. dengan latihan kita mengerti DENGAN SENDIRINYA.
*latihan DIAM mode ON

Bang Arbi mengatakan...

Amiin ya Allah...setuju dweh sama bang bahri :D

Bang Arbi mengatakan...

tau tau udah begitu :) OTOMATIS

Bang Arbi mengatakan...

yg di dada itu hati sanubari Pak Djun.
sementara hati yang menjadi tempat RUH QUDS (NUR MUHAMMAD) itu di sama-tengah-hati atau di PUSAT.

Bahri Batam mengatakan...

Waalikum Salam Wr.Wb. Bang Junaedi Miradz, Sambil menunggu Bang Mux dan Bang Arbi juga Sobat2 disarang ini untuk pencerahanya baiklah sedikit penjelasan dari saya.
Jadi yang namanya jasad itu semuanya adalah wadah. Kita mempunyai mata, telinga hidung lidah termasuk hati, tapi penglihatan, pendengaran, penciuman, perasaan dan kekuatan itu dari mana ??? berarti ada suatu kekuatan dlm diri kita ini sehingga kt dpt melihat, mendengar, merasa dan mempunyai kekuatan .nah itulah yang namanyanya Ruhul Qudus seperti yg dijelaskan oleh Bang Mux di atas yg menghimpun semua itu, dan itulah perlunya kita mengenal diri
Hati didada itu hanyalah wadah, Di dalam hati ada cahaya, tentulah ada yang berdiri pada cahaya itu. Yang ada di dalam hati pada pertengahan hati itu adalah Nur Muhammad. Nur Muhammad inilah tubuh [kita] yang batin yang dikatakan "ada di sama-tengah hati". Inilah diri kita yang dinamai Ruhul Qudus; inilah Rahasia yang ada di sama-tengah hati. Sama-tengah hati inilah perhimpunan tubuh, hati, nyawa, rahasia: yaitu perhimpunan diri

Mohon ma’af Bang Mux klw sekiranya penjelasan ane ini keliru n siap dikoreksi

Bahri Batam mengatakan...

hehe blm tidur bang Arbi ??? oh iya mlm minggu rupanya ....

Bang Arbi mengatakan...

dan RUHUL QUDS pun tetap di maqom DI bukan ME, tetapi ESA dengan Tuhannya.
Kekuatan RUHUL QUDS (BATHINU ABDI) itu berasal dari ZAHIRU RABBI jua. ESA.

Bang Arbi mengatakan...

"Ada kalanya kita becerai dengan Tuhan, tapi berapa lama kita tidak bercerai dengan Tuhan?" <-- ini maksud CERAI nya bagaimana ya Kang? Bukankah ESA sudah? emang bisa cerai ya? :)

MUXLIMO mengatakan...

alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas Bayu :)

MUXLIMO mengatakan...

InsyaAllah, Mas Banyu udah termasuk orang-orang yang beruntung itu kok. Sudah ada ketertarikan untuk memahami tauhid saja sudah beruntung lo, Mas. Masalah paham-belum pahamnya, itu kehendak Allah ..tapi bukan juga berarti Mas belum diridai Allah.. sebab janji Allah di surah al-Ankabut:69 itu pasti, Mas.

*silakan dibuka ayatnya biar "nyerap" Mas :)

MUXLIMO mengatakan...

:8: Mas Bayu

MUXLIMO mengatakan...

gamau diam ah, Brad.. lagi pengen :16: ane... :3:

MUXLIMO mengatakan...

"Diam dan Sadar adalah pintu masuk" <== Ajeb, Bang Bahri :8:

MUXLIMO mengatakan...

Akurrrr :D

MUXLIMO mengatakan...

akhirnya.. ga pecuma gadang nih hamba :23:

MUXLIMO mengatakan...

Alhamdulillah Bang Bahri dan Bang Arbi :13:

MUXLIMO mengatakan...

insyaAllah maksudnya becerai itu ketika kita tak sadar merasa ada diri lagi, Brad.. itu sebabnya sedahsyat apa pun makrifat seseorang..tiap abis shalat tetep disunnahkan Rasulullah Saw. untuk ngucap istigfar.. :20:

Meski tentu, lalainya orang yang sudah kenal dengan yang belum kan beda 'Brad. ya kan?! ya 'kan?! ya kan?! :]

MUXLIMO mengatakan...

AIHH.. jangan salah paham, Wet.. ane ikut dikarantina khusus untuk "menjaga" :1: para kontestan Miss Indonesia ityuhhhh.. :4:

arie Karakter mengatakan...

Alhamdulillah … ma ksh kang ☆*:.。. o(≧▽≦)o .。.:*☆

MUXLIMO mengatakan...

sama-sama, brad :) btw, cek inbox g+ mu :D

arie Karakter mengatakan...

yups sya setuju dg bang bahri …
DIAM itu adalah PINTU MASUK menuju ILMU DAN KHAZANAH2 (RAHASIA2NYA) bhkan HADIRATNYA …

seperti kata Amirul mukminin ALI BIN ABI THOLIB :

AKU MEMASUKKAN LIDAHKU KEDALAM MULUTKU (MAKNANYA DIAM)

SEHINGGA TERBUKALAH DIDALAM KALBUKU SERIBU PINTU ILMU …
LALU BERSAMA SETIAP PINTU TERDAPAT SERIBU PINTU LAGI …

arie Karakter mengatakan...

Yang ada di dalam hati pada pertengahan hati itu
adalah Nur Muhammad . Nur Muhammad inilah
tubuh [ kita] yang batin yang dikatakan " ada di
sama -tengah hati " . Inilah diri kita yang dinamai
Ruhul Qudus; inilah Rahasia yang ada di sama-
tengah hati . Sama-tengah hati inilah perhimpunan
tubuh , hati , nyawa, rahasia:

benar sekali bang bahri … dan Nur muhammad yg ada disama tengah hati inilah yg sebenar benarnya GURU SEJATI KITA / MURSYID MUROBBI … sebagai pemegang KUNCI SURGA (MIFTAHUL JANNAH)

SIR atau RAHASIA ini adalah laksana sesuatu yg terselubung dlm kelembutan dan kehalusan, yg tersembunyi di dlm diri manusia … halnya seperti keadaan RUH, HATI, DAN MATA HATI …

SIR yg tersembunyi itu melebihi kekuatan LANGIT dan BUMI …
SIR dpt memandang tanpa biji mata dan mndgr tanpa daun telinga …
SIR itu tdk dpt diketahui oleh AKAL dan FIKIRAN …

JIKA ENGKAU TELAH YAKIN AKAN SIR MU MAKA ENGKAU BKN LAGI ENGKAU …
SEDANGKAN ENGKAU - ENGKAU ITU ADALAH TETAP ENGKAU …

ALLAHU A' LAM …

Bayu Perdana mengatakan...

Hatur nuhun Akang Mux
Hatur nuhun Bang Arbi
Hatur nuhun Bang Bahri

Atas penjelasan penjelasannya ...

Yuk ah kita ber kupi pagi dolo pagi pagi hehe

arie Karakter mengatakan...

Sesungguhnya kita diciptakan adalah utk selalu bersanding dengan-Nya … (ESA)
dan menjadi tatapan pandanganNya …
dan DIA menjadi tujuan pandangan kita …

Dan DIA tdk rela kalau kita hanya berada dlm kedudukan BERZIKIR saja, atau BERIBADAH saja,
mknya DIA mendirikan PINTU2 dan JALAN2 :
YAITU DGN JALAN " DIAM"

sebagaimana ayat dibawah ini :

HAI MANUSIA, SESUNGGUHNYA ENGKAU TELAH BERSUSAH PAYAH DGN KEGIATAN KERJAMU UTK MENUJU TUHANMU, MAKA PASTILAH ENGKAU AKAN MENJUMPAINYA … ( AL- INSYIQAQ 84:6 )

tanpa jumpa dgn DIA tiadalah arti ketenangan dan kebahagiaan …

firman syaputra mengatakan...

Alhamdulillah setelah direnungi semalaman sedikit paham gan

Bayu Perdana mengatakan...

DIAM memiliki pengertian ketika kita ter SADAR bahwa untuk 'sampai' kepada NYA sudah tidak bisa ∂ï capai oleh ilmu, ∂ï rasa rasa maka akhirnya kita DIAM dan ЧǝлG̲̣̣̣ tersisa hanya pengharapan untuk ∂ï 'sampai' kan oleh NYA. Karena ilmu dan perasaan sifatnya masih baharu sedangkan baharu tidak bisa sampai kepada NYA. Seperti Nabi Ibrahim ЧǝлG̲̣̣̣ mentok nyari nyari Tuhan tapi ga ketemu ketemu. Gitu kali Ўªãªª sobat sobat semua :D, mohon koreksinya jika tersalah.

Alam Warda Ritonga mengatakan...

Asslamu alaikum Sobat Sarang semua...

jadi bertambah semangat menyimak Firman Allah yang disebutkan oleh Kang Mux diatas

Al-Ankabut : 69
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."

http://lh6.googleusercontent.com/-03SePZBireE/ULpkLsg1uKI/AAAAAAAAHkI/8jJOWJf6mTg/s76/salam.gif

Bayu Perdana mengatakan...

" Dalam takbir ihram, semua berhimpun dalam Rahasia yang ada pada sama-tengah hati. Jangan dihimpun-himpunkan lagi. Memang sudah begitulah adanya". Apakah ini sama dengan SADAR saja sudah ketika kita Takbir Ihram hanya Allah saja ADA.

Mohon koreksinya juga takut tersalah ...

arie Karakter mengatakan...

Yups begitulah mas Bayu … awalnya kita berusaha utk DIAM sampai akhirnya kita ter - DIAM dg sendirinya atau DI- DIAM -kan … utk kemudian DI HADAP - KAN atau DI - PANDANG - KAN...

Tp dlm proses DIAM ini kita hanya dituntut utk DIAM dan berserah Diri … serahkan segala2nya pada ALLAH jgn menunggu2 KARUNIA … lepaskan semua keinginan... BIARKAN ALLAH SENDIRI YG AKAN MEMBERI KITA KARUNIANYA SESUAI DG APA YG DIA KEHENDAKI …

ALLAHU A' LAM ..

arie Karakter mengatakan...

Insya ALLAH begitu mas Bayu … (((o(*゚▽゚*)o)))

SADAR - ESA

arie Karakter mengatakan...

ALAIKUM SALAM WAROHMATULLAH … BANG ALAM

(☆^O^☆)

firman syaputra mengatakan...

Bang setelah direnungkan semalam mau penjelasannya gan , kosong yang dimaksud itu seandainya diumpamakan itu sebuah selimut yang menyelimuti semua isi didalamnya ya gan ? mohon pencerahan

arie Karakter mengatakan...

Insya Allah begitu mas Firman :

Kosong itu meliputi dari Luar membungkus dari dalam …

jauh tdk berjarak dekat tdk bersentuh

jauh tdk berjarak = tdk ada batas

dekat tdk bersentuh = meliputi tp tdk bs diraba/ tdk bs disentuh hanya bs dirasa/ disadari Kosong itu Ada..

*menunggu koreksi kangmux + bang arbi

Edgar Ghifar mengatakan...

Salamualaikum
hihi,, yg beginian ne,, ikut donk Bang,, :3:

firman syaputra mengatakan...

Terima kasih penjelasannya mas Arie suda mulai sedikit paham

Bayu Perdana mengatakan...

Siap Mas Arie :D terima kasih penjelasannya ...

Anonim mengatakan...

Kak, aku cuma mau tanya, kenapa sih, isi komentar temen-temen aku kok fak bisa melihatnya ?

Bang Arbi mengatakan...

ooo jadi BERCERAI itu artinya SAAT DIMANA KITA MERASA ADA DIRI KECIIL INI. SAAT ITULAH CERAI / TIDAK ESA.
Astaghfirullah.... :14:
terima kasih kakanda tercinta... http://lh3.googleusercontent.com/-8wtXl5v8lW8/UFXgsebsyCI/AAAAAAAAFvs/oJaS8vE-Vwk/s128/gituloh.gif

arie Karakter mengatakan...

Alhamdulillah … mas bayu dan mas firman sdh di fahamkan oleh Allah (★^O^★) yakinlah … jika ALLAH sdh menurunkan hidayahNya pada kita maka DIA jg yg akan memberi kefahaman pd kita …

insya ALLAH ...

arie Karakter mengatakan...

Benar bang Arbi bahkan ingat itu sebenarnya lalai atau bercerai … hehe ..

O(≧∇≦)O

Bang Arbi mengatakan...

yaps, setuju mas arie :D
ngupi time.... ~O) ~O) ~O) ~O)

Bang Arbi mengatakan...

:1: :1: :1:

Bang Arbi mengatakan...

Belum Bang Bahri :D ane tidurnya malah abis subuh wkwkwk :p

Bang Arbi mengatakan...

Alhamdulillah....semoga bermanfaat ya mas bayu :)

Bang Arbi mengatakan...

setuju mas arie :) sedikit menambahkan :
KOSONG itu jangan dihayal2-kan itu artinya hayalan, bukan KOSONG. kalau KOSONG itu ya pandang saja RUANG KOSONG di hadapan kita n meliputi yg alam semesta ini. Itulah ILUSTRASI-nya sekaligus KENYATAAN KOSONG itu sendiri. jangan dihayal2, tapi DIPANDANG bahwa itulah TUBUH MAHASUCI / TUBUH TUHAN / ZAT MUTLAK. Sesungguhnya KOSONG itu HAYAT n meng-HAYAT-i seluruh alam semesta termasuk JASAD ini.
Sekarang kita sudah tahu siapa yang kita pandang itu. maka pandanglah dengan YAKIN bahwa itulah TUBUH TUHAN (bukan DIRI PRIBADI TUHAN, namun DIRI dengan TUBUH tentunya ESA jua)
Pahami denga tenang maksud ini, sehingga saat latihan DIAM kita bisa semakin mantap.
Begitu juga saat sholat, pandanglah "antara" kita dengan tempat sujud itu. yg di"antara" itulah TUBUH TUHAN, dan kita pun Sholat dengan BILLAH, tanpa mikir2, tanpa merasa2.
BILLAH itu RASAKANLAH ALLAH yang berkata2, bergerak2, dan yang sholat. Latih ini sampai TAJAM.
Pulangkan kepada yg HAQ dan jangan diakui kita lagi. Jika diakui maka BERCERAI (Tidak ESA)
Mudahan paham n meng-INSPIRASI. :)

Bang Arbi mengatakan...

Amiin ya Allah http://lh4.googleusercontent.com/-suVNZJQsYKI/UNs8eY3Dw0I/AAAAAAAAH8s/fIF6VqYbCfA/s21/aamiiin.png

Bang Arbi mengatakan...

Alaikum salam , kemana aja Dek Edgar lama ga nunguls :D giliran ada "karantina miss indonesia" malah mo ikutan wkwkwk :p
*ane ikutan juga ah

arie Karakter mengatakan...

Siiiip ....bang... jgn ada lagi yg diingat2 … yg ada hanya kesadaran …

LA HAULA WALA QUWATA ILA BILLAHIL ALIYIL ADZHIM....

Bang Arbi mengatakan...

eit tunggu dulu, INGAT itu PINTU MASUK ke SADAR lho mas arie. jika terbiasa di-INGAT2 nantinya akan TERINGAT sendirinya / OTOMATIS. Nah keadaan itulah yg disebut SADAR / BANGUN SENDIRINYA.

Ilustrasinya gini:
Seperti kita ingat2 si-DOI, karena biasa di-INGAT2 akhirnya mo makan ingat DOI, mo tidur ingat DOI, mo jalan ingat DOI. saat itu KESADARAN "DOI"-nya udah bangun tuh. maka dalam keadaan apapun dia selalu BI-DOI

*nah sekarang coba ubah kata DOI dengan ALLAH.
saran ane, jangan ingat nama, karena Tuhan bukan Nama.

arie Karakter mengatakan...

jgn ingat nama , karena Tuhan bukan Nama.

nah ini dia bang arbi mksd ane... yg bs dingat2 itu cm namaNya .… gimana coba cara MENGINGAT TUHAN kalau tdk dg NAMANYA …
jd mending gk usah DI INGAT - INGAT deh hehe … krn yg namanya MENGINGAT itu msh ADA ANTARA …

Sedangkan yg namanya TAUHID ITU dibutuhkan KESADARAN TENTANG KE ESA AN TUHAN - HAMBA

DIAM SADAR HASILNYA AKHIRNYA ADLH SADAR ESA …

O(≧∇≦)O PISS BANG … hehe...

Bang Arbi mengatakan...

betul mas arie, karena yg diingat bukan NAMA, maka yg diingat itu apa? itu loh terkait dg penjelasan ane sebelumnya. yg perlu diingat setiap kita lihat RUANG KOSONG kita ingat siapa itu yg kita pandang. itu dulu step awalnya. agar mantap dulu latihan DIAM-nya sebelum akhirnya bangun SADAR-ESA itu.

jadi tetap BEDA antara INGAT dengan SADAR.
Ingat itu awalnya, SADAR itu akhirnya.
Pada akhirnya pun tiada lagi mikir2, ingat2, merasa2
yang ada hanya SADAR-ESA
gimana itu?
yang latihan lah yang paham sendiri nantinya.
Keep Semangat Keep Istiqomah :D

arie Karakter mengatakan...

Alhamdulillah … (^_^)

Bang Arbi mengatakan...

~O) ~O) ~O) ~O)

ifan sofyana mengatakan...

Alhamdulillah semakin mantaf..thanks sobat semua..wabil khusus abah siradj atas ilmunya dan kang mux atas tulisannya..semoga selalu di berikan kesehatan ..aaamiiin.

MUXLIMO mengatakan...

Alhamdulillaaah.. hatur nuhun, Kang Dulur.. sawangsul na..
Semoga karunia Allah makin tercurah atas diri Kang Ifan di perantauan sana.. aamiiin http://lh4.googleusercontent.com/-suVNZJQsYKI/UNs8eY3Dw0I/AAAAAAAAH8s/fIF6VqYbCfA/s21/aamiiin.png

banyu urip mengatakan...

mencerahkan ,bang arbi : pandangan "antara " kita dg tempat sujud,itulah tubuh tuhan>>> mau pesan lebih banyak lagi bahasa-bahasa vulgar seperti tadi,bang arbi.bagi pribadi saya yang begitu tebalnya tabir yang menghijabi,penjelasan bang arbi ibarat pembersih super untuk menghilangkan noda-noda membandel dan keraknya sekali mudah-mudahan bisa sampe kinclong !! Makasih banyak bang arbi !..

jimmy ali ghuraisyah mengatakan...

wahh mana nie ko comen gak pada muncul kwan2....kang mux gmn blog nya hehee

arie Karakter mengatakan...

YA ALLAH … Aku berlindung dg-Mu dari mengetahui suatu ilmu melainkan demi utkmu … atau melakukan suatu Amal melainkan demi Wajah-Mu … atau menuju suatu jurusan kecuali dalam ketaatan pd-Mu …

YA ALLAH … Sungguh Aku berlindung dg-Mu dari berusaha kecuali dalam keridhoan-Mu …
sungguh aku berlindung dg-Mu dari menggunakan fikiran kecuali dlm takut kepadaMu … dan demi Hak- Mu …

Jadikanlah kami semua sebagai hamba-hamba yg IKHLAS… yg mencari KEBENARAN… bkn mencari PEMBENARAN … apalagi mencari2 kesalahan diantara satu sama lainnya …

Bukakanlah hati kami untuk menerima yg HAQ…
singkirkanlah tabir - tabir yg menutupi mata hati kami agar kami bs lbh jls melihat KEBENARAN yg ENGKAU sampaikan …

tenggelamkanlah kami semua … YA ALLAH …
hingga KARAM DALAM KE -TAUHID- ANMU …

banyu urip mengatakan...

AAMIIIN YA ALLAH .makasih mas ari ,ikut di doakan ,insya allah diijabah ya mas ... Amiin

Bang Arbi mengatakan...

Amiin..sama2 ya mas banyu, semoga penjelasan diatas bisa semakin memperkuat PRAKTEK SHOLAT kita. mulai sekarang WAJIB SHOLAT IHSAN. tidak menghayal2 tuhan lagi. sudah NYATA TUBUHN MAHASUCI TUHAN dihadapan n meliputi.

Sholatlah dengan perasaan BILLAHI TAALA. jangan merasa sholat kitanya, TAPI ALLAH YG SHOLAT. maka dikatakan : ORANG MAKRIFAT TIDAK SHOLAT LAGI ya ini maksudnya, krn orang makrifat merasa bahwa ALLAH YG SHOLAT bukan diri kecil ini. tapi dilapangan banyak tersalah kaprah dalam aplikasi makrifatnya. orang2 yg mengaku makrifat pada ga SHOLAT beneran. padahal maksudnya bukan begitu. Mudahan meluruskan kesalahpahaman selama ini. bagi yg sempat tersalah, segera luruskan barisan shaf demi kesempurnaan sholat.

Bersyariatlah sebagaimana dicontohkan MUHAMMAD SAW
Bermakrifatlah sebagaimana dicontohkan MUHAMMAD SAW

AWALUDDIN MAKRIFATULLAH --> kenal Tuhan dulu, baru di-ibadahi...

TAUHIDNYA ORANG WAHABY-SALAFY ITU SYIRIK
BEGITUPUN IBADAH MEREKA YG MEREKA AKU2-I n GADANG2KAN

Bang Arbi mengatakan...

Amiin...ya Allah

ifan sofyana mengatakan...

AAmiin ya Allah, semoga termasuk kita semua .Insya Allah.

Edgar Ghifar mengatakan...

hehe Iya Bang,, d sni jarang comment aja tapi d G+ ttep kok,, kbtulan aja d sni ada topik menarik hhihihihihi mkanya ikut nimbrung,, ikut karantina,, wkwkwkk :3:

Juragan Asep mengatakan...

Amiiin

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism