Musyahadah, Muraqabah, dan Mukasyafah Membongkar Tipu Daya Jin, Setan, Iblis Penggagas Kebatinan dan Meluruskan Amal Tasawwuf Buta ~ Pusaka Madinah

burnzone

AD (728x60)

Musyahadah, Muraqabah, dan Mukasyafah Membongkar Tipu Daya Jin, Setan, Iblis Penggagas Kebatinan dan Meluruskan Amal Tasawwuf Buta

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]

Performa dan tampilan terbaik laman ini pada peramban Microsoft Edge. Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC.
landscape mode.
Biru yang kita pandang di dalam maharuang ini bukan langit, melainkan batas pandang. Di situlah letak alam jin atau oleh nonmuslim dikenal juga sebagai alam dewa-dewi atau nirwana. Kalau orang banyak mengejar ke situ, sama dengan masuk ke alam jin. Di alam jin itu, para jin bisa membentuk apa saja yang mereka mau untuk menipu manusia. Manusia kira masuk ke situ masuk ke Kosong, padahal itu masih kosong zat-asam; masih alam baharu; masih ber-zat. Sedangkan Kosong Zat-Mutlak itu alam Mahasuci; Kosong yang tidak ber-zat. Itulah alam Mahasuci.

Sekalian alam penuh-kosong; kosong Maharuang. Jadi, terang, gelap, kabut, semua itu sesuatu atau baharu. Orang tauhid bukan memandang baharunya, melainkan memandang qadimnya. Orang tauhid memandang Kosong yang tidak ber-zat. Itulah yang dipandang.

Jika kita hendak mengetahui hakikat alam, renungkanlah titik awal. Mana titik awal itu? Kosong Zat-Mutlak. Itulah awal titik. Siapa dapat merenungkan awal titik ini, dapatlah ia mengetahui isi dunia.

Tuhan itu Rahasia Ahadiyat atau Rahasia Laa ta`yin. Renungkan betul-betul awal titik itu. Kalau kesadaran merenungkan titik awal itu men-"jadi", akan kita rasakan tenggelam sekalian alam kembali tiada; dan kita rasakan juga tenggelamnya diri kita. Kalau sudah kita rasakan tenggelam semua, barulah timbul rasa isbat. Ini pun yang merasakan hanya sirr di dalam hati. Barulah kita paham tentang tawajjuh dan muraqabah [= berhadap]. Keduanya itu sama, hanya berlainan bahasa saja.

Batin Muhammad itu Rahasia pada kita. Jadi, Muhammad itu berhimpun pada Rahasia. Kita disuruh mengenal, tentu matilah kita dalam pengenalan itu. Siapa mengenal Tuhannya, maka binasalah dirinya. Maksud binasa di sini bukan hancur lebur atau hilang, melainkan tiada merasa ada diri. Dalam shalat pun kita disuruh mengenal.

Yang dinamai Rahasia, itulah Zat. Untuk dapat lebih sempurna lagi, perlu kita mengetahui dan mengenal betul-betul sampai paham jalan musyahadah yang ada pada diri kita ini. Yang nyata adanya pada diri kita ini dan nyata pada sekalian alam, yaitu Zat-Nya, Sifat-Nya, Asma-Nya, dan Af`al-Nya.

Lakukanlah musyahadah, yakni pandangan hati yang berkekalan dengan Allah. Karena yang empat macam ini ada pada diri kita dan ada pada sekalian alam.

Lakukanlah muraqabah, jangan berpaling kepada yang lain atau jangan berpaling pada sesuatu. Tidak terlepas dari yang kira intai.

Lalukanlah mukasyafah, sampai terbuka tirai kita dengan Tuhan.

Barulah kita mengetahui alam-alam yang penuh jin, setan, Iblis. Itu makhluk-makhluk penipu manusia. Bisa memperbuat macam-macam: membuat sidratul muntaha buatan, membuat surga-neraka buatan, dll. Semua yang ada di benak manusia diketahuinya dan mereka bisa membuat segala yang ada di pikiran manusia itu.

Sekali lagi, batas pandang berwarna biru yang kita lihat dari bumi, itu bukan nirwana, melainkan alam jin. Petunjuk-petunjuk dari alam jin inilah yang diterima oleh penggagas Hinduisme purba dan oleh Siddharta Gautama. Petunjuk-petunjuk lasut itu kemudian menyebar luas dan menjelma menjadi budaya-budaya kebatinan di segenap penjuru bumi.

Jadi, orang tauhid yang sudah dapat musyahadah, muraqabah,  dan mukasyafah tidak akan tertipu dengan permainan-permainan dari alam jin itu. Karena mendapat mukasyafah, 'terbuka tirai' kita dengan Tuhan, maka Tuhan buka dan Tuhan tunjukkan pada kita. Itulah maka kita bisa tahu. Yang sudah mendapat muraqabah, 'tidak terlepas intaian, tidak berpaling lagi kepada yang bukan Tuhan' tentu terbukalah juga tirai dengan Tuhan.

Dengan mukasyafah ini kita juga tahu bahwa lafal alif-lam-lam-ha itu hanya menunjukkan Nama. Nama menunjukkan adanya Zat. Adanya Tuhan itu bukan pada lafal alif-lam-lam-ha. 

Kalau pada lafal alif-lam-lam-ha keyakinan seseorang, berarti ia bertuhankan lafal.

Sudah tahu lafal itu Nama-Nya. Nama-Nya itu bukan Tuhan. Kalau sudah paham tentang hakikat dan makrifat, segala apa pun yang kita kerjakan semua itu dari Allah kepada Allah dan kembali ke sumber pekerjaannya. Pekerjaan shalat, berzikir, dan lain-lain itu menunjukkan pekerjaan Yang Punya Rahasia. Simpulannya, pekerjaan Rahasia Allah.

Mengapa dikatakan pekerjaan Rahasia Tuhan?
Sebab terbitnya segala sesuatu dan lain-lain itu dari Allah kepada Allah. Kita telah mempelajari ilmu tauhid. Dari segi tauhid, yang kita lakukan: shalat, berzikir, dan lain-lain, semua itu menunjukkan Zat Allah yang bersifat Ta`sir [Kebesaran]. Sifat Ta`sir ini terdiri atas empat Sifat: Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat. Jangan disepelekan masalah tauhid.

Orang makrifat selalu berkekalan dengan Allah. Tetap dengan Allah. Dia tidak mengingat dirinya yang zahir maupun yang batin. Jelaslah, makrifat itu meraibkan yang batin, bukan meraibkan yang zahir.

Kalau batinnya tetap tertuju pada Allah, tentulah keadaanya yang zahir tidak ada yang mengendalikannya karena yang zahir itu dari yang batin. Maka lepaslah yang zahir itu akan dirinya yang batin--dikarenakan yang batin kekal dengan Allah. Itulah dikatakan fana.

Fana itu bukan memfana-fanakan diri atau merasa-rasakan diri tidak ada. Kekalkan saja batin dengan Allah. Itulah yang dikatakan fana fillah: tidak merasa ada zahir-batin; yang Ada Allah saja. Inilah juga rasa isbat.  Maka dalam ibadah, berzikir, berbicara, dan apa saja, jangan lupa: Nama dengan Yang Punya Nama tidak becerai.

Kita berkata, Yang Punya Kata Berkata.
Kita melihat, Yang Punya Lihat Melihat.
Kalau semua kembali kepada Zat-Nya: tentulah kita sudah kembali `adam [tiada].

Ingatlah, zikir makrifat itu dengan perasaan. Pada perasaan: sudah Allah saja ADA. Tidak pakai baca-baca lagi, juga tidak dengan hati. Dibaca dengan Rabbani atau dengan makrifat, yaitu dirasakan.

Untuk lebih jelas lagi, perlu diketahui jalan musyahadah itu ada empat:
  1. musyahadah Af`al;
  2. musyahadah Asma;
  3. musyahadah Sifat;
  4. musyahadah Zat.

Jalan yang empat ini, kembali kepada hakikat Diri. Bukankah Allah itu dikenal dengan Zat-Nya, Sifat-Nya, Asma-Nya, dan Af`al-Nya?! Keempat ini juga meliputi sekalian alam dan diri kita, yaitu tubuh, hati, nyawa, dan rahasia.

Hakikat diri insan:
  • zahirnya terdiri atas: tubuh-hati-nyawa-rahasia; 
  • batinnya terdiri atas Zat-Sifat-Asma-Af`al.
Oleh sebab itu, berlakulah dua perkara zahir dan batin. Maka dikatakanlah oleh ahli makrifat:
Syariatun bila haqiqatun: atilatun;   'syariat tanpa hakikat: sia-sia';
Haqiqatun bila syariatun: bathilun;   'hakikat tanpa syariat: batal'. 

Maka syariat dan hakikat tidak bisa becerai. Siapa bilang orang tauhid membunuh syariat? Hanya orang tasawuf buta yang berani meninggalkan syariat. Perkataan arif billah di atas itu sudah banyak orang ketahui, tetapi jalan cerita pengenalannya yang banyak orang tidak tahu, yaitu mengenai sebab syariat dan hakikat itu tidak bisa dipisahkan.


Adapun insan itu nama yang zahir;
Adapun Allah itu nama yang batin.

Nama yang zahir pada insan itu: tubuh-hati-nyawa-rahasia;
Nama yang batin pada Allah itu Zat Allah-Sifat Allah-Asma Allah-Af`al Allah.

Di sinilah baru kita dapat mengetahui bahwa huruf yang pertama dijadikan itu huruf . Kemudian  menjadi , kemudian pecah menjadi sekalian alam. Dalam titik [.] sudah ada ا [alif]. Karena kuatnya tekanan ketuhanan, pecah titik, jadilah alif. [Nur Muhammad pecah, jadilah sekalian alam].

Di sinilah baru kita tahu, rupanya sifat yang zahir kenyataanya pada sifat napas. Kalau tidak ada napas tentu tidak dapat bergerak. Sifat napas kenyataannya pada sifat nyawa. Sifat nyawa kenyataannya pada Tuhan.

Janganlah berpegang pada napas atau pada nyawa. Berpeganglah pada Tuhan.

Tuhan tidak keluar-masuk, tidak naik-turun. Yang naik-turun itu napas, bukan Tuhan. Jangan dimain-mainkan napas itu! Masak napas keluar dijadikan Allah; napas masuk dijadikan Zat. Sebaiknya berpeganglah pada makrifatnya, yaitu pada Tuhan, bukan pada napas.

Selagi hidup napas kita siksa: ditarik-dikeluarkan, ditahan-tahan. Tidak boleh menyiksa napas begitu. Yang kita takuti, waktu sakaratul maut, nanti napas akan balik menyiksa kita.

Coba lihat kenyataannya, baru berumur 50 tahunan berjalan dekat saja sudah poso; susah bernapas. Umumnya orang yang suka memain-mainkan napas kalau sudah berumur 40 tahunan, penyakitnya itu tiada lain: pendek napas. Bagaimana kalau sudah kena alunan sakaratul maut? Mungkin nanti mulutnya menganga, lidah terjulur, mata melotot-lotot, badan gelisah kepanasan. Ini bukan mencela-menghina, sekadar mengingatkan karena sudah banyak terjadi. Jangan sampai Saudara-Saudaraku mengalami hal sedemikian. Pokoknya, jangan suka menyiksa napas. Kalau sudah berbalik napas yang menyiksa kita: susah.


Syaikh Siradj


Musyahadah, Muraqabah, dan Mukasyafah Membongkar Tipu Daya Jin, Setan, Iblis Penggagas Kebatinan dan Meluruskan Amal Tasawwuf Buta
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2013-02-20T04:50:00+07:00
Musyahadah, Muraqabah, dan Mukasyafah Membongkar Tipu Daya Jin, Setan, Iblis Penggagas Kebatinan dan Meluruskan Amal Tasawwuf Buta
5 411 reviews
Buku ISuS

Buku Ilmu Sedikit untuk Segala²nya

Sudah terbit buku untuk memudahkan Ikhwan/Akhwat memahami kajian tauhid hakiki yang termuat di situs ini secara lebih tersusun dari anak tangga pemahaman Islam yang paling dasar. Ikhwan yang berminat memiliki buku ini dapat menghubungi penerbitnya langsung di www.midaslearning.co.id

  • Untuk mengetahui seluk-beluk buku lebih komprehensif, lengkap dengan uraian per bab dan video garis besar kajian buku, silakan kunjungi landing page rekanan resmi kami di: www.bukutauhidhakiki.com
  • Untuk memesan buku dari rekanan resmi yang terdekat dengan kota Ikhwan/Akhwat, silakan kunjungi tautan ini: "Kami di Kota Anda".
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tags: ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

52 komentar:

Padly Lubis mengatakan...

Pertamak..

MUXLIMO mengatakan...

w-woot?! Petromak?? :2:
=))

banyu urip mengatakan...

alhamdulillah...makin kesini rasanya makin dipahamkan aja kang mux...

Alwi Dahong mengatakan...

salam alaikum sobat sarang

semangat pagi :D

Anonim mengatakan...

semangat pagi.....
semoga sehat semuanya.....

Djunaedi Miradz mengatakan...

semua berpangkal dari LDS ,latihan diam dan sadar
barang siapa merasa maka ia mengetahui.....dan dipahamkan
serba empat pasti hebat karena Nya
salam penuh hormat utk Abah dan Kang Mux

arie Karakter mengatakan...

Absen pagi meski rada telat … hehe …

SALAM ALAIKUM WAROHMATULLAH …

SALAM HORMAT BUAT KAKANDA MUX …
SALAM TA'ZHIM BUAT ABAH SIRADJ …
SALAM PERSAUDARAAN BUAT SOBAT SARANG SEMUANYA …

AWALILAH PAGI KITA DENGAN RENUNGAN …

TENTANG TITIK AWAL KEJADIAN …
NISCAYA DLM KESEHARIAN KITA PENUH DGN KESADARAN TENTANG SIAPA SEBENARNYA KITA … ?

ADAM = TIDAK ADA

ALIF = ALLAH
DAL = DALIL
MIM = MUHAMMAD

MUXLIMO mengatakan...

Alhamdulillah, Mas Urip :)

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam w rahmatullahi w barakatuh, Wet.. tumben OL pagi :D

MUXLIMO mengatakan...

Semoga bermanfaat, Bang Djun http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif

MUXLIMO mengatakan...

http://lh5.googleusercontent.com/-hXB_dZ68zbQ/USQZU7j_7AI/AAAAAAAAJ7Q/dGphlc2lyLs/s20/ajeb.Gan.png

MUXLIMO mengatakan...

alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Brader..

ADAM = TIDAK ADA
ALIF = ALLAH
DAL = DALIL
MIM = MUHAMMAD

ajeb.. dari kitab mendiang Guru ya, Brad?! http://lh3.googleusercontent.com/--Ku8oIXhZLM/ULpkHQ037BI/AAAAAAAAHi8/KkDNvp5QnRg/s75/mashallah.gif

MUXLIMO mengatakan...

Bewara: udah ada tambahan widget http://lh5.googleusercontent.com/-hXB_dZ68zbQ/USQZU7j_7AI/AAAAAAAAJ7Q/dGphlc2lyLs/s20/ajeb.Gan.png ama http://lh4.googleusercontent.com/-Hi91HuOXqWE/USQX_AO3FsI/AAAAAAAAJ6s/2JjHFhPIJrA/s20/cuih.deh.lo.png artinya sistem komentar udah diedit ulang.. mudah-mudahan sekarang Kang Ifan cs. udah bisa liat isi komentar di mari yaa.. semoga.. http://lh4.googleusercontent.com/-suVNZJQsYKI/UNs8eY3Dw0I/AAAAAAAAH8s/fIF6VqYbCfA/s21/aamiiin.png

arie Karakter mengatakan...

hehe iya kang … kitab peninggalan mendiang guru saya …

jimmy ali ghuraisyah mengatakan...

upss masih gelap gak bisa liat tulisan ..heehee

MUXLIMO mengatakan...

sudah kuduga B-) :}}

MUXLIMO mengatakan...

beneran, Kang?!! :2:

Alam Warda Ritonga mengatakan...

Asslamu alaikum sobat sarang

alhamdulillah Kang Mux (Adam), pake Internet Explorer Ver.10 juga sudah bisa kelihatan
komennya kang...



MUXLIMO mengatakan...

alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Brader..
Alhamdulillah... wah.. pengguna setia IE rupanya :8:

budi bonek mengatakan...

Subhanallah..Alhamdulillah..AllahuAkbar..

Alam Warda Ritonga mengatakan...

maklumlah Kang Mux, namanya juga bawaan windows 8
yang "BUJUKAN" ini he..he..he.. karena merekalah yg bujuk kita pake OS terbaru mereka..

tetapi menurut saya IE Ver. 10 ini lebih stabil dan kencang dari pada Google Chrome dan Maxthon Cloud Browser, tetapi blom sy bandingkan dgn Mozilla Firefoxe... rada ngebela IE.... :)

arie Karakter mengatakan...

Di sinilah baru kita tahu, rupanya sifat yang zahir kenyataanya
pada sifat napas . Kalau tidak ada napas tentu tidak dapat
bergerak. Sifat napas kenyataannya pada sifat nyawa . Sifat
nyawa kenyataannya pada Tuhan .
Janganlah berpegang pada napas atau
pada nyawa . Berpeganglah pada Tuhan .

yups benar sekali …
kalau boleh saya tarik kesimpulan dan saya coba uraikan dari kalimat diatas adlh bahwa :

hidup jasad karena nyawa
hidup nyawa dg hayat Tuhan .

pengetahuan jasad karena pengetahuan nyawa .
pengetahuan nyawa dg ilmu Tuhan .

mendengar jasad karena pendengaran nyawa .
mendengar nyawa dg sami' Tuhan .

melihat jasad karena penglihatan nyawa .
melihat nyawa dg bashir Tuhan .

berkuasa jasad karena kuasa nyawa .
kuasa nyawa dg Qodrat Tuhan.

berkehendak jasad karena kehendak nyawa
kehendak nyawa dg irodat Tuhan.

berkata jasad karena perkataan nyawa..
berkata nyawa dg Kalam Tuhan ..

mgkin inilah yg dimaksud Rosulullah saw dlm sabdanya :

Sucikan diri kamu dan benamkan sifat-sifat kamu kedalam sifat-sifat yg suci yaitu sifat ILAHI …

mgkin ini jg yg dimaksud kekosongan yg melampaui kekosongan …

Allahu a'lam …

Alam Warda Ritonga mengatakan...

Penjabaran Mas Arie, mantaps..

niran azza mengatakan...

asalam mualaikum kang mux dan smua penunggu sarang... Wlw ksmpurna,an hanya milik allah..(tuhan) tp alham dulilah..aq yg aq rasakan pemilik blog ini hmpir sempurna dlm mengelola blog dn pengajaran2..makasih bnyak ..dn hanya do,a yg dpt qu panjatkn pda allah SWT moga smua yg brpartisipasi d sini d beri keselamatan dunia dn akhirat..amin..

Gusti XaNaNa mengatakan...

mgkin inilah yg dimaksud Rosulullah saw dlm sabdanya :

Sucikan diri kamu dan benamkan sifat-sifat kamu kedalam sifat-sifat yg suci yaitu sifat ILAHI …

Begitulah adanya.....Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah hu allahu akbar...

---- Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat untuk Bang Arie --

Gusti XaNaNa mengatakan...

Alhamdulillah Bang Niran... selalu "INGAT" lah akan Allah.. niscaya Allah akan mengingat kita... :)

Ikhlaskan biar Allah yang memberi kefahaman kepada kita karena Allah lah yang Maha Tahu kadar pemahaman kita.

Semoga Allah tetap mencurahkan rahmat kepada kita semua.. aamiin.. :)

arie Karakter mengatakan...

Amin Ya Robbal Alamin … alhamdulillah … begitu pula hendaknya dg kang Gusti xanana …

Bois mengatakan...

Assalamu'alaikum... Bang Mux dan sobat sarang semua :D

Selagi hidup napas kita siksa: ditarik-dikeluarkan, ditahan-tahan. Tidak boleh menyiksa napas begitu. Yang kita takuti, waktu sakaratul maut, nanti napas akan balik menyiksa kita.

Apa ini juga termasuk mempelajari ilmu tenaga dalam (TD), Bang Mux?

Wassalamu'alaikum...

arie Karakter mengatakan...

Salam alaikum warohmatullah ...

kang mux … kayaknya msh banyak yg blm bs lihat komen … diantaranya :

mbak annisa muslima
mbak ayoendhi
mbak xalilla
kang jimmy …

MUXLIMO mengatakan...

Dahsyat, Brad.. penjelasannya. montok! :8:
Ini yang ane suka.. muzakarah terjadi..ilmu berkembang. Alhamdulillah. Buat Sobat yang lain juga.. jangan sungkan ya berbagi pahaman mengenai isi di sini http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Bang Bois yang lama menghilang :D

Sebenarnya nyiksa napas tu jadi bala` utamanya kalau masuk ke urusan ritual ibadah, Bang. Adapun soal TD..saya kira tidak masalah.. cuman dikhawatirkan ajaran TD-nya mengandung unsur2 ajaran kebatinan dan dikwahatirkan kebiasaan itu juga terbawa sampai tua :D

TD itu 'kan memanfaatkan tekanan alam atau zat asam ya. Sebenarnya pelaku praktik tauhid bisa juga lo meraih "kebisa" tingkat tertinggi yang ada di TD sebab sehari-hari mereka biasa berlatih "memanfaatkan" tekanan ketuhanan alias tekanan zat-mutlak. Allahua'am.

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh.. makasih infonya Brad..
waduh.. beneran nih.. bermasalah ya ni template :14:

ano bae mengatakan...

asalamu,alaikum akang2 smua...

arie Karakter mengatakan...

Alhamdulillah … wa syukurilah … mudah2an bisa memperkuat pemahaman sobat sarang semuanya …
Amin …

Bang Arbi mengatakan...

Alhamdulillahhh...terima kasih Abah n Kangmux yg telah memuat tulisan ini. SUPER SEKALIII :D

ampyuuuun abaahh....muridmu yg satu ini pernah belajar Silat Tenaga Dalam Pernafasan. ga lagi2 deh abah. Adik ane pernah cerita, kebetulan juga ikut latihan pernafasan (tapi beda perguruan sih :D ), katanya gini : sewaktu guru besarnya mau meninggal, beliau kyk orang gila gitu alias ga sadar diri. ucapannya meracau2 bilang tarik nafas lah, tahan lah, buang lah. akhirnya beliau meniggal dalam keadaan seperti itu. bukannya malah TENANG --> DIAM --> KHUSNUL KHATIMAH. padahal waktu latihan, zikir nafasnya LA ILAHA ILLA ALLAH... lalu terpelanting kemana2 gitu.

Bang Arbi mengatakan...

sama kang, ane juga masih kesulitan liat komennya. kadang bisa kadang yg keliatan cuma deretan foto2 :D kyknya ane mesti ganti komputer nih.

MUXLIMO mengatakan...

masyaAllah..serem amat cerita adeknya, Brad.. :2:
moga kita gak kayak gitu ah endingnya ya.. aamiin http://lh4.googleusercontent.com/-suVNZJQsYKI/UNs8eY3Dw0I/AAAAAAAAH8s/fIF6VqYbCfA/s21/aamiiin.png

MUXLIMO mengatakan...

http://lh5.googleusercontent.com/-NyfcNUQUYYA/ULpkRODStNI/AAAAAAAAHmA/pS9ZZXWpcWU/s74/wsalam.gif

firman syaputra mengatakan...

Assalamualaikum .... mohon pencerahan , apakah yang dimaksud dengan tidak menyiksa nafas bisa dikatakan menerima alunan nafas seadanya ? maksudnya tidak dibuat2 begitu ?

MUXLIMO mengatakan...

:5: pengen nangesh soal komen gamunchull.. :9:

MUXLIMO mengatakan...

wah ajeb.. baru tau IE lebih cepet daripada chrome.. pantesan masih ngeksis do'i ya.. :13:

MUXLIMO mengatakan...

Alhamdulillah.. http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif

Bayu Perdana mengatakan...

Assalamualaikum sobat sarang semua ..

Subhanallah baru nyadar, tubuh kita kan sebenarnya hardware ya, akan tetapi pada kenyataannya bisa hidup, dan yang Maha Hidup itu hanya Allah.

Kita sholat, zikir, belajar dll adalah atas dasar kehendak, sedang kan yang Maha berkehendak hanyalah Allah. Tidak akan sholat jika tidak ada kehendak untuk sholat dan seterusnya.

Apakah boleh di simpulkan bahwa pada hakikatnya yang sholat, zikir, bekerja, belajar dll adalah Allah, maka hanya Allah saja Ada sebenarnya = tiada diri.

Tapi kita ini tetap baharu karena keadaan kita yang sekarang ini yang di adakan adanya. karena Allah itu Qadim Azalli.


Duh ...

Mohon koreksinya sobat sarang jika tersalah.

Wassalamualaikum

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wr wb, iya Bang.. napas jangan diganggu.

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Kang Dulur..
ya, betul, Kang. Nah, yang perlu dicari itu kekekalam atau kejazaman kesadaran itu.. juga tetap selalu dijaga jangan sampai malah kedirian baharu yang muncul <== sebab ini artinya malah binasa, bukan fana fillah :D

itu sebabnya setiap abis shalat atau setiap ingat bahwa kita lalai akan kesadaran itu dianjurkan membaca istigfar banyak-banyak. Dan kalau pas ingat, dianjurkan baca syahadat. InsyaAllah..Allahua'lam. :)

ifan sofyana mengatakan...

Assalamualaikum sobat semua..brother kang mux dari awal kalo ane dah bisa liat coment,selalu nyimak terutama komentnya kang Arie ma mas Arbi wah tuh comentnya ajeeb, ane jd lebih paham:D ,thanks alot tentunya.semoga islam ane gak lg jd islam yg ikut2an tanpa tahu ilmunya,biar bisa di pertanggungjawabkan di akherat kelak,kalo ngaku islam tapi gak Iqra ma tuhannya..masykur buat abah and mentor kang mux, semoga rahmat Allah dan karunia Nya selalu buat kita semua AAmiin.

Ahsani Fatih mengatakan...

ALHAMDULILLAH, ternyata kelewat..
kang Mux, perasaan dulu artikel ini ga ada dah.. :10: apa saya yg gak teliti ya.. :-? padahal ini yg paling penting.. waduh ternyata saya pernah nyiksa napas.. :24: astaghfirullah.... ~X(
Toobaaat sekarang tobaaat... :9: :24: :11:

PUTERA LAUT SUMATERA TIMUR mengatakan...

Alhamdulillah

Tksh Abah, Bg Mux dan sahabat sarang yg telah membantu memberikan pemahaman.

PUTERA LAUT SUMATERA TIMUR mengatakan...

Assalamualaikum semuanya.
Ternyata lebih tua huruf Ha daripada Ba
-Huruf Ha simbolik La ta'yin ...kosong sekosong2nya...Hanya ada Tuhan semata
belum ada yg lainnya.
-Huruf Ba simbolik Zat Mutlak...Nur Ilahi...Maha Ruang...Tubuh alam...Tubuh
kosong...tempat sekalian alam.
-Titik Ba simbolik Titik awal kejadian ...Nur Muhammad berasal dari Nur Ilahi.
semua huruf berasal dari titik Ba,...sekalian alam / makhluk berasal dari Nur Muhammad.
Bg Mux, Bg Arbi, Mas Arie tlg dikoreksi jika keliru. Tksh wassalam.

Bang Arbi mengatakan...

bang putrera jangan terjebak pada simbolik, tapi makna saja yg kita pegang. kalau sudah tahu urutan, maka cukuplah asal dan usul, gelar dan gulung. jalani saja paham itu, jangan paham2 saja kitanya. jalani pahammu itu :) salam alaikum wahai saudara tauhidku.

laa bi harfin wala sautin (tiada ber-HURUF, tiada ber-SUARA)

PUTERA LAUT SUMATERA TIMUR mengatakan...

Mualaikumsalam & Tksh Bg Arbi.

Insya Allah...akan kt praktekkan dan amalkan utk menjasamkan ( mengekalkan ) kesadaran bathin dengan Allah dgn zikir makrifat...dgn Rasa Rabbani...dgn perasaan yg hakiki( tidak berhuruf & tdk bersuara )...bahwa Yg ada hanya Allah saja...Lamaujudun bihaqqin Ilallah.~

Tlg do'akan, dipantau dan diarahkan terus ya Bg.

pram aja mengatakan...

kira2 , Merokok itu termasuk menggagu Nafas juga gk ya :14: ,

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism