Agama Bukan Seni I`tikad ~ Pusaka Madinah

burnzone

AD (728x60)

Agama Bukan Seni I`tikad

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]

Performa dan tampilan terbaik laman ini pada peramban Microsoft Edge. Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC.
landscape mode.


Dalam ibadah, jangan diseni-senikan dengan i`tikad-i`tikad. Agama bukan i`tikad-i`tikad.

Dalam ibadah, kukuhkan saja hatimu dengan Yang Qadim. Yakinkan Yang Qadim itu tetap ADA dan pasti laysa kamistlihi syai`un.


Tinggalkanlah semua yang bukan Tuhan dalam hatimu. Karena pikiran selain Tuhan adalah tabir dan ketidaksempurnaan.

Ingatlah, jika pikiran yang bukan Tuhan saja yang selalu ada, semakin tertabirlah kamu dari Tuhan.


Ilmu-ilmu untuk ketakjuban saja yang kamu pikirkan. Tunggulah gilamu.


Nalarmu lebih baik mengukuhkan Yang Qadim dalam hatimu. Berita Qadim padaku, jangan selalu mengukuhkan untuk ketakjuban saja yang kamu pikirkan.






Agama Bukan Seni I`tikad
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2012-11-14T11:48:00+07:00
Agama Bukan Seni I`tikad
5 411 reviews
Buku ISuS

Buku Ilmu Sedikit untuk Segala²nya

Sudah terbit buku untuk memudahkan Ikhwan/Akhwat memahami kajian tauhid hakiki yang termuat di situs ini secara lebih tersusun dari anak tangga pemahaman Islam yang paling dasar. Ikhwan yang berminat memiliki buku ini dapat menghubungi penerbitnya langsung di www.midaslearning.co.id

  • Untuk mengetahui seluk-beluk buku lebih komprehensif, lengkap dengan uraian per bab dan video garis besar kajian buku, silakan kunjungi landing page rekanan resmi kami di: www.bukutauhidhakiki.com
  • Untuk memesan buku dari rekanan resmi yang terdekat dengan kota Ikhwan/Akhwat, silakan kunjungi tautan ini: "Kami di Kota Anda".
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tags: ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki yang menjelaskan sinergi syariat, tarikat, hakikat, dan makrifat dari kalangan khawwasul khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab at-Tazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

6 komentar:

Anonim mengatakan...

:-"

Bang Arbi mengatakan...

"Ilmu-ilmu untuk ketakjuban saja yang kamu pikirkan. Tunggulah gilamu." https://lh4.googleusercontent.com/-esPfNBJOoTo/UHWB9xMnrWI/AAAAAAAAGKU/LE77KoCx-Fs/s18/kupi-nanas.gif

Ya Allah, ampuni kami jika TERSALAH NIAT dalam beribadah kepada-Mu. karena KAROMAH-mu yang Engkau tampakkan pada WALI-MU menyilaukan kami dari MU :19:

Anonim mengatakan...

Assalaamu'alaikum wr.wb, mas Muxlimo yang dirahmati Allah swt...

Apabila seseorang itu mempercayai agama yang dianutinya, sewajarnya dia mengikuti segala ajarannya dengan benar bukan secara taklid. Kerana beragama secara bertaklid, maka ramai umat islam yang tidak memahami agama Islam dengan sempurna.

benarlah bahawa Islam di akhir zaman akan kembali gharib (asing) sedangkan jumlah umat islam ketika itu laksana buih di lautan, tersangat banyak tetapi lemah. Astaghfirullah.

Mudahan kita menjadi umat islam yang benar-benar sejati bukan ikut-ikutan. Sangat merbahaya sekali. Coba sahaja kembali kepada sejarah zaman Khalifah Pertama, Abu Bakar al-Siddiq setelah wafatnya Rasulullah SAW., beliau bersama pembesar sahabat memerangi golongan murtad yang longgar iman kerana masuk Islam lantaran ikutan dan takut diperangi. Hal seperti ini berleluasa zaman sekarang.

Terima kasih mas Muxlimo. Semoga Allah selalu memberi kebaikan kepada kita semua dalam tahun hijrah yang sedang ditempuh kini.

Salam hangat dan mesra selalu dari Sarikei, Sarawak

Siti Fatimah Ahmad

Bang Arbi mengatakan...

"Kerana beragama secara bertaklid, maka ramai umat islam yang tidak memahami agama Islam dengan sempurna."

Setuju....:8:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mbak Fatimah yang bijaksana.. :)

Iya, Mbak.. bersikap taqlid buta maupun kutub satunya acuh-tak acuh terhadap agama ini adalah kurang baik.. sebab yang dianjurkan adalah kita ada "di pertengahan" ya?!

Sekarang ini malah terbalik dengan era Khalifah Abu Bakar r.a. ya, Mbak,, para pemimpin sekarang malah berada di pihak "mereka" :14:

Terima kasih atas perkongsian indah ini, Mbak.
Salm takzim selalu :)

MUXLIMO mengatakan...

akhurrrr :D

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism