Tauhid Hakiki - Ilmu Ayam Jago Berkokok dalam Telur ~ Pusaka Madinah

burnzone

AD (728x60)

Tauhid Hakiki - Ilmu Ayam Jago Berkokok dalam Telur

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]

Performa dan tampilan terbaik laman ini pada peramban Microsoft Edge. Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC.
landscape mode.
The Good Egg by Chirstopher Ernest | fineartamerica.com


Wama utitum min ilmihi ila kalila. 
Ilmu yang Kuturunkan itu hanya sedikit.

Mengapa manusia tidak mau mempelajari yang sedikit ini. Bukankah dari yang sedikit menjadi banyak. Kalau dua itu banyak. 

Carilah yang sedikit ini, ada di sama-tengah-hati. Istilahku ada di dalam telur ayam. Pelajari sampai dapat kita mendengar ayam berkokok di dalam telur. Dan ayam itu berkokok memberi pengetahuan tentang Tuhan.


Syaikh Siradj
Tauhid Hakiki - Ilmu Ayam Jago Berkokok dalam Telur
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2012-04-25T02:08:00+07:00
Tauhid Hakiki - Ilmu Ayam Jago Berkokok dalam Telur
5 411 reviews
Buku ISuS

Buku Ilmu Sedikit untuk Segala²nya

Sudah terbit buku untuk memudahkan Ikhwan/Akhwat memahami kajian tauhid hakiki yang termuat di situs ini secara lebih tersusun dari anak tangga pemahaman Islam yang paling dasar. Ikhwan yang berminat memiliki buku ini dapat menghubungi penerbitnya langsung di www.midaslearning.co.id

  • Untuk mengetahui seluk-beluk buku lebih komprehensif, lengkap dengan uraian per bab dan video garis besar kajian buku, silakan kunjungi landing page rekanan resmi kami di: www.bukutauhidhakiki.com
  • Untuk memesan buku dari rekanan resmi yang terdekat dengan kota Ikhwan/Akhwat, silakan kunjungi tautan ini: "Kami di Kota Anda".
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tags: ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki yang menjelaskan sinergi syariat, tarikat, hakikat, dan makrifat dari kalangan khawwasul khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab at-Tazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

13 komentar:

BlogS of Hariyanto mengatakan...

dengan sedikit maka manusia menjadi sombong..entahlah kalau diberikan semuanya :)

Ratnawati Utami mengatakan...

Rukun Iman itu percaya pada yang gaib. Mas Adam, saya kirim inbox lagi lanjutan kemarin. Terus terang saya terheran-heran dengan orang yang suka baca buku berbagai aliran di Islam tapi terjerat di suatu kelompok. Begitulah kalo mata hati sudah tertutup... sibuk membaca mantra-mantra di kitab acuannya yang disebutnya kumpulan hadits.

MUX SPARROW mengatakan...

Betul Bang Hariyanto, padahal yang dipelajari manusia kebanyakan masa ini barulah ilmu-ilmu umum keduniaan (termasuk di dalamnya ilmu fiqih dan akhlak), yang tidak termasuk ke sedikitnya ilmu yang dimaksudkan pada dalil di atas.

Itu sebabnya banyak orang salah paham dengan cara ber-akhlaqul karimah-nya para muwwahid karena cara para arif billah ini tidak selalu sama dengan dengan cara ber-akhlaqul karimah-nya para fuqaha.

Para ulama masa kini saja banyak yang tidak menyadari adanya perbedaan ini, apatah lagi umat yang dibimbingnya ya?! :18:

MUX SPARROW mengatakan...

Oya? nanti saya cek inboxnya ya, Mbak.. Memang Mbak, fenomena yang Mbak sebutkan itu biasanya terjadi sama orang-orang yang mengandalkan kecerdasan otak dalam beragama. Padahal, Syaikh Abdul Qadir al-Kailani dalam kitabnya Fathur Rabbani wal Faidlur Rahmani menyebutkan sabda Rasulullah saw.:
"Barang siapa mengandalkan akalnya, ia akan tersesat."

Syaikh juga menambahkan wejangan berikut di kitab itu:
"Ketika seseorang telah mengenal Allah, dengannya ia akan mengenali selain Dia."

Banyak intelektual muslim sekarang ini takjub pada kecemerlangan akal dan keindahan akhlak yang dipertontonkan setan-setan bersorban yang sebenarnya justru mengajak umat ramai2 pada kemurkaan Allah. Banyak contohnya kok di negeri tercinta ini. Ujung-ujungnya, kita hanya bisa menonton dengan prihatin pada umat yang menjalankan agama dengan mental "mengekor" dan taqlid buta pada ulamanya. Allahua'lam.

MUX SPARROW mengatakan...

*Syaikh Abdul Qadir al-Jailani :17:

Anonim mengatakan...

Kang, kenapa "ayam jago" sih? kalo "ayam betina" gimana? wkwkwkwk...

Kalo ayamnya betina judulnya jadi gini : "Ilmu Ayam Betina 'Bertelur' dalam Telur" hihihi

misi numpang lewaaat kang mux....

-Arbi-

MUX SPARROW mengatakan...

Jiakakakak! kan biar sesuwey ama sunatullah "arrijalu qawwamuna `alaa nnisaa", Bang Bro.. :19: wkwkwkw!

Anonim mengatakan...

Akhirnya ane bisa denger ayam jago berkokok di sini :) huahuahuahaa

http://www.4shared.com/mp3/Fc_Su8Nd/Dugem_-_Kokok_Ayam.html

-Arbi-

Anonim mengatakan...

Kang Mux, di blog tetangga ada yg perlu diralat ga tuh? kyknya tekniknya ga sesuai dengan yg diajarkan Tuan Guru Syaikh Siradj. Mohon ditegur oleh pihak yg berwenang. hehehe...

http://fosilbasyar.wordpress.com/2012/05/21/teknik-dasar-dzikir-jiwa-musyahadah/

-Arbi-

MUX SPARROW mengatakan...

BRUAKAKKAKAKA!! KOCAK ABEESS! Ajeb Bang Bro! :8: Ane demen!! :g:

MUX SPARROW mengatakan...

ho ho.. ke TKP :7:

MUX SPARROW mengatakan...

WADAW!! ada kutipan dari Syaikh Siradjnya juga! :2: *lagi diselidiki lebih mendalam.. siapa tau ini ikhwan kita juga..tapi kok gitu ya tekniknya.. :14: makasih infonya, Bang Bro.. mudah2an ini bukan orang yang numpang beken aja :6:

Unknown mengatakan...

mantab

 

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism