Tips Salat Khusyuk Tauhidi: Satu di antara Banyak Cara ~ Pusaka Madinah

burnzone

AD (728x60)

Tips Salat Khusyuk Tauhidi: Satu di antara Banyak Cara

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]

Performa dan tampilan terbaik laman ini pada peramban Microsoft Edge. Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC.
landscape mode.
"as-Shalaatu mi`rajul mu`min....."

Salam alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, Sobat Sarang,
Salat sebagai "tiang agama" tentu patut menjadi perhatian utama dalam peribadatan bagi kita yang muslim. Berikut ini tulisan sederhana mengenai salah satu tips salat khusyuk setakat pengetahuan saya dari pelajaran tauhid yang saya terima. Silakan kolaborasikan dengan tips-tips serupa dari sumber lain yang pastinya juga bermanfaat.

WUDU - RITUAL SEBELUM SALAT:

Dari buku Dari Syariat Menuju Hakikat karya ulama klasik Sayyid Haidar Amuli diketahui bahwa

  • syariat wudu ==> membersihkan anggota badan dari hadas kecil (debu dan noda lain yang menurut syariat tergolong hadas kecil)
  • hakikat wudu ==> mempersiapkan batin untuk menghadap pada Allah, yaitu dengan cara menanggalkan sementara segala hal yang selain Allah. (sederhananya: harta-tahta-wanita <-- bagi pria)


Jadi ada baiknya ketika wudu pemikiran ini dibawa terus. Mudah-mudahan kalau sudah terbiasa, tanpa diingat-ingat lagi juga lahir-batin kita otomatis dalam keadaan ini. Amin.

TIGA RUKUN DALAM SALAT

Syariat mengajarkan bahwa ada tiga rukun sahnya salat, yaitu rukun fi'li (gerakan), rukun qauli (bacaan), dan rukun qalbi (kondisi hati). Untuk dua rukun pertama silakan ikuti petunjuk yang sudah umum dan sahih.

Adapun hal-hal khusus sepengetahuan saya soal rukun fi'li (khususnya bagi laki-laki):
  • lebar bukaan kaki sejajar dengan lebar bahu. (jangan terlalu rapat atau terlalu lebar, "ngajegang" kata orang sunda mah   :D   )
  • ketika takbir, telapak tangan sejajar daun telinga, pangkal lengan sampai siku sejajar bahu, jadi sunahnya bagian ketiak terbuka lebar. Demikian juga ketika sujud (kecuali kalau barisan shaf saat berjamaah tidak memungkinkan melakukan itu)
  • posisi tangan setelah takbir: tahan tepat di atas pusar (di sinilah letak pertengahan tubuh manusia. Bukan di atas ulu hati.)
  • usahakan arah anggota badan selalu dominan ke arah kiblat. Jaga terus posisi ujung jemari kaki baik ketika berdiri, ruku, maupun sujud (<-- berarti jemari kaki wajib menekuk waktu sujud). Jaga juga arah badan ketika tahiyat akhir, jangan melenceng ke kanan. Walaupun posisi kaki membuat badan kita agak menyerong ke samping, badan musti tetap tegak dan dominan mengarah kiblat.
  • Secara umum, usahakan tidak ada gerakan lain di luar gerakan salat. Kunci tauhid itu diam-sediam-diamnya. Jadi pada saat tahiyat, sebaiknya jari telunjuk jangan bergerak-gerak juga selain menunjuk arah kiblat.


Adapun hal-hal khusus sepengetahuan saya soal rukun qauli:
(informasi berikut dari seorang arif billah, Syaikh Sirad. Silakan pakai atau tinggalkan sesuai dengan pemahaman dan pengalaman tauhid, dalil dan tafsir Quran-hadis, atau ilmu bahasa Arab Sobat)

Perhatikan pelafalan kata atau frasa berikut dalam Surat Al-Fatihah:
  • Jangan lafalkan "dulil", tapi beri jeda sedikit seperti ini: Alhamdu-lillaaahi rabbil 'aalamiin.
  • Jangan lafalkan "likiyau", tapi beri jeda sedikit seperti ini: Maliki-yaumiddiin.
  • Jangan lafalkan "kana", tapi beri jeda sedikit seperti ini: Iyyaka-na'budu wa iyyaaka-nasta'iin.
  • Jangan lafalkan "an'am", tapi beri jeda sedikit seperti ini: Siraathal ladziina an-'am ta'alaihim.

Ketahuilah bahwa kata-kata dalam tanda kutip ("....") di atas adalah nama-nama setan. Mungkin inilah sebabnya sulit sekali menjaga kekhusyukan salat karena kita secara taksadar telah memanggil mereka. Allahua'lam. Yang namanya setan apalagi dibuat selain menggangu?

Kang Arie Cakra pernah bertanya, “Mengapa mesti ada nama-nama setan dalam Al-Fatihah?”
Jawabannya tentu Allahua’lam bi shawab. Namun, boleh kita interpretasikan begini:

Yang namanya Iblis dan setan itu diciptakan Allah mendahului penciptaan manusia. Bisa jadi ketika Islam hadir dan surat Al-Fatihah diwahyukan, mereka (para setan) kemudian menamai anak-anaknya dengan sebutan-sebutan yang ada dalam surat yang wajib dibaca setiap salat dengan tujuan merusak nilai ibadah anak-anak Adam a.s.

Selain itu, informasi ini bisa menjadi petunjuk betapa melakukan salat itu sebaiknya tidak terburu-buru (tuma`ninah) sehingga kontak dengan Allah Swt. terjalin dan otomatis setan tak berdaya mengganggu komunikasi hamba-Tuhan ini.

Q.S. Al-Hijr (15): 39-42
قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغۡوَيۡتَنِى لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمۡ فِى ٱلۡأَرۡضِ وَلَأُغۡوِيَنَّہُمۡ أَجۡمَعِينَ (٣٩) إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡہُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ (٤٠) قَالَ هَـٰذَا صِرَٲطٌ عَلَىَّ مُسۡتَقِيمٌ (٤١) إِنَّ عِبَادِى لَيۡسَ لَكَ عَلَيۡہِمۡ سُلۡطَـٰنٌ إِلَّا مَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡغَاوِينَ (٤٢
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik [perbuatan ma’siat] di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka".

Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah [menjaganya]. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat".

Hal utama yang menjadi fokus tulisan ini adalah rukun qalbi
Yaitu bagaimana sebaiknya kita memasang pandangan hati ketka salat dan ketika melakukan ibadah-ibadah syariati lainnya seperti tafakur, tadarus, zikir, berdoa, dsb.

Uraian di berikut ini adalah bimbingan rukun qalbi berdasarkan pelajaran tauhid dari Syaikh Undang Sirad. Kita semua tahu bahwa ketika salat wajib mengarahkan kiblat hati kita hanya pada Allah Swt.

Nah, bagaimana caranya?
Hati jangan membayangkan huruf alif-lam-lam-ha, atau membayangkan "sesuatu yang dalam benak kita mewakili definisi Tuhan" dalam bentuk apa pun dalam angan kita.

Mengapa?
  • Karena itu semua pasti salah dan pasti bukan Tuhan!
  • Karena Allah dalam Quran berkali-kali menyatakan bahwa Diri-Nya itu laysa kamitslihi syai'un yang bermakna "tidak sama dengan segala sesuatu, tidak ada seumpamanya".


Jadi mesti bagaimana memasang hati ketika ibadah?
Diam sediam-diamnya. Diamkan pikiran dan perasaan. Bukan difokuskan (konsentrasi) ke satu hal bukan juga dikosong-kosongkan. Mendiamkan pikiran dan perasaan berbeda dengan mengosong-kosongkan pikiran. Mengosongkan pikiran dan perasaan bisa mengundang setan masuk ke dalam diri. Hati-hati.

Jaga persaksian (musyahadah) jiwa-raga kita pada dua rukun yang ketika melakukannya haram ada selain Allah di pikiran dan perasaan kita. Dua momen penting itu adalah
takbiratul ihram (ihram di sini maknanya "suci pikiran dan perasaan dari segala sesuatu selain Allah") dan
syahadat dalam tasyahud awal dan akhir (ikrar persaksian, wajib dalam keadaan sadar penuh).

Dikatakan jika kita salat dalam keadaan lalai bermusyahadah di luar dua rukun di atas, salat kita masih diterima dan kelalaian ini masih diampuni Allah. Tapi tidak bernilai sama sekali keseluruhan salat kita jika kita lalai juga dalam dua momen penting di atas. Allahua'lam.

SIMPULAN

Ketika melakukan salat (dan ibadah apa pun) biasakan seperti ini:
Badan bergerak, mulut mengucap, hati (pikiran dan perasaan) diam sediam-diamnya: kekal beserta Allah.
Latih dan biasakan juga kondisi seperti itu dalam aktivitas sehari-hari. InsyaAllah selalu ada petunjuk dari Allah Swt.

Apa mungkin melakukan seperti itu? Sangat mungkin! Sobat pasti pernah menyetir sambil melamun atau ngobrol 'kan? Pasti pernah juga menelepon sambil mencatat, dsb. Nah, mengapa tidak mungkin melakukan hal serupa dalam salat. Apalagi ini pikiran dan perasaan disuruh diam.   :D  
Memang tidak mudah pada awalnya. Itulah mungkin rahasia di balik perintah salat lima waktu dalam sehari. Bisa karena biasa.

Rahasia lain dalam salat. Silakan cocokkan dengan dalil yang Sobat ketahui:
Bahwa kalau kita satu kali saja dalam hidup melakukan salat yang nilainya sempurna di hadapan Allah Swt., maka salat dan ibadah kita lainnya, yang sebelumnya dan yang akan datang, akan dianggap sudah sempurna total. Bisa jadi kelak para malaikat pencatat kaget karena timbangan mizan hasilnya beda dengan catatan amal baik kita yang sudah mereka rekam. Allahua'lam.

Masalahnya, tak seorang pun akan tahu kapan salatnya bernilai sempurna 'kan?! Hanya Allah yang tahu. Maka jangan coba-coba berhenti salat karena tadi sudah merasa salat dengan sempurna. hehehe. Maka usahakan selalu melakukan salat yang berkualitas. Allahua'lam. Astagfirullah. Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Tips Salat Khusyuk Tauhidi: Satu di antara Banyak Cara
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2011-10-23T05:24:00+07:00
Tips Salat Khusyuk Tauhidi: Satu di antara Banyak Cara
5 411 reviews
Buku ISuS

Buku Ilmu Sedikit untuk Segala²nya

Sudah terbit buku untuk memudahkan Ikhwan/Akhwat memahami kajian tauhid hakiki yang termuat di situs ini secara lebih tersusun dari anak tangga pemahaman Islam yang paling dasar. Ikhwan yang berminat memiliki buku ini dapat menghubungi penerbitnya langsung di www.midaslearning.co.id

  • Untuk mengetahui seluk-beluk buku lebih komprehensif, lengkap dengan uraian per bab dan video garis besar kajian buku, silakan kunjungi landing page rekanan resmi kami di: www.bukutauhidhakiki.com
  • Untuk memesan buku dari rekanan resmi yang terdekat dengan kota Ikhwan/Akhwat, silakan kunjungi tautan ini: "Kami di Kota Anda".
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tags: , , , ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

55 komentar:

Anonim mengatakan...

Salam..

Anonim mengatakan...

"Bahwa kalau kita satu kali saja dalam hidup melakukan salat yang nilainya sempurna di hadapan Allah Swt., maka salat dan ibadah kita lainnya, yang sebelumnya dan yang akan datang, akan dianggap sudah sempurna total. Bisa jadi kelak para malaikat pencatat kaget karena timbangan mizan hasilnya beda dengan catatan amal baik kita yang sudah mereka rekam. Allahua'lam."

Nah nyambung dikit ya kang, ane tambahin dg penjelasan bokap ane dulu pernah bilang gini :

kalau sudah tahu yg Allah, sudah paham ilmu tauhid, maka perbanyak bom-nya. bawalah paham itu dalam sholat. Sholatnya muwwahid seperti bom atom, sedangkan sholatnya org awam seperti petasan cabe rawit. maka perbanyaklah bom-nya. karena sejatinya Allah sendiri yg sholat, bukan makhluk lagi. kenapa cuma satu kali seumur hidup? perbanyaklah bom-nya https://lh3.googleusercontent.com/-8wtXl5v8lW8/UFXgsebsyCI/AAAAAAAAFvs/oJaS8vE-Vwk/s128/gituloh.gif

kyknya imam samudra salah nangkep maksud penjelasan ini ya? hihihihi https://lh3.googleusercontent.com/-H5C4-lpTlCA/UFV6-n9fGvI/AAAAAAAAFgM/OUcR0r0xIHs/s128/cacags.gif

mukmin itu bagai satu tubuh, lengkap melengkapi. sukung mendukung salam semangat Lillah Billah..ciayooo...

-Arbi-

MUXLIMO mengatakan...

salam balik :D

MUXLIMO mengatakan...

Ajeb benerrrrr... salut ama ayahnya ni, Bang! Salamin yaa dari ane.. :)

ahahha... do'i kebanyakan maen di samudera kali..makanya bisa salah nangkep gituh, Bro.. :3:

Achmad Ratsbane mengatakan...

Assalamu'alaikum :)
Itu kang, anu, anu,:4: anu

Postingannya bagus :8:
:3:

MUXLIMO mengatakan...

alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh.. MasBro Ratsbane..
aduh.. eeh... hmm..ahh.. oh.. makasihhh!! :}}

Bang Arbi mengatakan...

hahaha..iya..si kawan ini mgkn biasa nangkep ikan di samudera pake bom alias pukat harimau. makanya namanya jadi imam samudra... ehhh akhirnya malah jadi doyan ngebom dimana2. https://lh4.googleusercontent.com/-H8NRRzDoCDk/UFV68_Nf_1I/AAAAAAAAFf4/WRa30gomfoA/s128/api-api-moday.gif

MUX LIMO mengatakan...

wkkwkwkw! ngemeng2 Bang.. tau gak sih kenapa tu bom dinamain pukat harimau?? :10: perasaan harimau dari zaman nenek moyangnya gak pernah deh main ke lauts.. 8-}

Bang Arbi mengatakan...

hmm...ntar ya ane tanya dulu saya temen ane nyang kerja di BALAI BAHASA PROV KALBAR. mungkin beliyyaw tauuu kenapa dinamain pukat harimau..hihihi...(btw itu kerja sampingan beliyyaw diwaktu senggang, aslinya ngangkot lhoo..)

Anonim mengatakan...

Antox_Situbondo
Salam Om Mux...
Bagaimana Tanggapan Om Mux dg pendapat ini, sy prnah dapati kata2 sprti ini. " Orang Mengaku Shalat itu sombong??" kalo dr pemahaman sy bila shalat dia blm tau siapa yg shalat atau yg disembah dan menyembah maka shalatx tdk sah ato kata slah satu blog yg prnah sy baca "jika demikian kondisinya lebih baik tidur saja" dan "orang makan satu kali kenyang selamanya"=> mugkin utk org yg sdh sadar akn shalatx
mohon pencerahan Om mux

Bang Arbi mengatakan...

tersenyum-senyum saya membaca tulisan mas antox ini. saya yakin mas antox sudah banyak tahunya, mungkin sekarang ini dalam tahap pemantapan aja lagi :)

coba ikut nimbrung dikit deh ya...

"Orang Mengaku Shalat itu sombong??"
maksud pernyataan ini adalah dalam pandangan hakikat. karena kalau sudah yakin La Hawla wala Quwwata melainkan Allah, maka hakikatnya yang BISA sholat itu ya siapa? kita cuma disholatkan saja, lain katanya dimikrajkan :) trus tugas kita apa dong? SADARI saja lagi itu dan kita ada di dalam Aku-nya Allah. maka apapun didalam Allah ya itu adalah wajahnya, kemana saja kita menghadap atau menunjukkan telunjuk kita. tapi ingat yaaa...ini untuk diSADARI dan menjadi RAHASIA kita, bukan untuk MENGAKU-AKU TUHAN. fitnah/syirik jadinya jika keluar dari mulut. ini pula yang dinamakan "sembunyi di yang terang".

Tugas SADAR itu tidak bisa dijalankan dengan baik oleh orang mabuk. makanya dilarang sholat dalam keadaan mabuk. Pakailah pemahaman ini dan sholatlah dengan SADAR. insyaAllah jika sudah terlatih 5 waktu , maka nantinya juga akan berkekalan SADAR itu dengan sendirinya. sepeti kata Abah Siradj, yang matang itu bukan "ilmu"-nya tapi "sadar"-nya. Allahu A'lam.

mungkin ada pernyataan yang bilang, kalau sudah sempurna sholatnya, sekali saja seumur hidup sudah cukup. mungkin ini maksudnya sholat daim yang secara hakiki. tapi saya tetap berpendapat bahwa dalam hal syariat ikuti saja lah SURI TAULADAN kita Muhammad bin Abdullah yang di madinah itu. pada diri beliyau sudah lengkap semuanya. semuanya sudah beliau lakukan dan contohkan. hanya satu saja yang beliyau belum lakukan...MENGAKU-AKU TUHAN secara nyata. hahaha...

bersyariatlah sebagaimana beliau bersyariat
berhakikatlah sebagaimana beliau berhakikat
bermakrifatlah sebagaimana beliau ber makrifat
namanya pengikut ya mengikuti imamnya
imam dan pengikut itupun sejatinya SATU TUBUH...SATU DIRI...

Jabat hangat ikhwan fillah tauhidi...

MUX LIMO mengatakan...

MasyaAllah..dahsyat surahsyat, ajebn surajeb tu jawaban, Bang Arbi! :8: :8: :8:

MUX LIMO mengatakan...

tambahan dari saya sedikit mengenai ini:
{"Orang Mengaku Shalat itu sombong??"}

Dalam kajian tauhid, salat yang berkekalan dengan Allah (Yang Disembah) adalah minimal dengan pemahaman dan utamanya dengan SADAR (sebagaimana yang disampaikan BAng Arbi di atas).

Sadar yang bagaimana?
Dalam al-Hikam, Syaikh Atthailah as-Sakandary mengingatkan para ahli ibadah agar jangan merasa karena dirinyalah dia dapat beramal saleh sebab jika bukan karena karunia Allah, niscaya dia tidak akan sanggup berbuat taat dan beramal saleh.

Bunyi lengkapnya begini:
Gembira atas perbuatan taat itu jika karena merasa mendapat karunia dan rahmat Allah sehingga dapat melakukan taat, maka itu baik.

Sebaliknya, jika gembira karena merasa diri sudah kuat dan sanggup melaksanakan taat, maka ini menimbulkan ujub/sombong dan bangga yang akan membinasakan amal taat itu.


Intinya, jangan lupakan "Laa hawla wa laa quwwata illaa billah". :)

Adapun dalam kajian hakiki:
Ketika seseorang berdiri salat, setelah ihram, di penghujung takbir ketika ia melipatkan tangan di atas pusat, maka tafaddal (terganti).

Nah, kalau sudah tafaddal.. jangan diingat-ingat lagi siapa menyembah-Siapa Disembah, sebab dalam hadis qudsy dikatakan:
"Diam ya Muhammad, biar Aku yang salat"

Maka, hak kita hanya DIAM. ;)

MUX LIMO mengatakan...

MasyaAllah kawan Abang itu.. ternyata ngangkot lebih mulia daripada ngantor yah..??!! :19:

Bang Arbi mengatakan...

Ajiib surajiib...montok sumontok nih jawaban :8: =))

Bang Arbi mengatakan...

ini niy yang namanya : diri memuji diri :3:

MUX LIMO mengatakan...

hadawh.. :1: jd inget yang montok-montok nih.. :4:

MUX LIMO mengatakan...

kenalin dunk Bang ama kawan Abang yang awesome ityuuuh... :1:

Bang Arbi mengatakan...

jiiaaahhhhh dia malah makin-makin...makun jadi maksoednya https://lh6.googleusercontent.com/-GXVjUZ8JLTk/UFV7IRrngqI/AAAAAAAAFh8/G2mkhsEiOrs/s128/pecut.gif

MUXLIMO mengatakan...

:}} :4: :}}

Anonim mengatakan...

Muannntaapppssss........
Saya cari topik ini ud 2hr gk ktemu2 ternyata ada dsni n udah pada dijawab lengkap... trima kasih buat saudara yg sudi memberikan tanggapan. Dua jempol buat bang arbi buat Om mux Pinggul digoyang agh...!!! Nie hal yg sulit utk dipraktikkan, sy pingin diam dlm kosong aja masih klabakan krn ujung2x malah mimpi :). sy pnjam filosofi klasik aja dah "Bisa Karena Biasa".

Bang Arbi mengatakan...

ikut senang juga saya mas antox :)
tambahan lagi dikit ya untuk menyederhanakan saja:
setelah dapat ilmunya --> lalu Pahami ilmunya --> lalu JALANI saja lagi tampa diingat2 atau dipaham2 lagi. karena kalau sudah paham maka sudah JADI. tinggal pake. JALANI dengan SADAR yg berkekalan saja lagi. latihannya 5 waktu, nanti juga kekal sendiri. pesan saya, tetap bersyariat yaa....jangan bunuh syariat seperti MAKRIFAT BELIS. karena kaji kita ini MAKRIFATULLAH yg dibawa MUHAMMAD SAW. Semoga keberkahan dan keselamatan Allah senantiasa tercurah atas Mas Antox beserta keluargaku semuanya disana :)

Jabat hangat

Anonim mengatakan...

amin tak terkecuali buat mas arbi,om mux dan sluruh saudara2 pencari kebenaran. yg sy dpt dlm otodidak hx di kata2 saja kdang sy sndiri klimpungan menerjemahkannya. tdk ada guru jd bingung. sy jg mohon pndapat dr mas arbi dan om mux tentang mim ha mim dal krn yg sy dpat adalah mim=nur ha=laku mim=kelakuan dal=ujud bukti. gmn pnjelasannya?? kemudian contoh gambaranx sprti apa. sy kira jg ada hbunganx dg alif lam lam ha...
monggo mas.

Bang Arbi mengatakan...

wadaw mangkin berat aja niy pertanyaan braderrr...

singkat aja ya...mim ha mim itu sudah nyata pada dal. jadi ibarat baju kita tarik, sudah sekalian tertarik kapas, benang, dan kainnya. sudah satu dalam baju. JALANI saja lagi brow...

mengenai kosong, harap diingat...kosong itu bukan hitam, bukan gelap!!! tapi justru putih. putih yg bagaimana? putih seputih-putihnya, artinya tidak berwarna, tidak berupa, tiada tapi ada. mudahan paham :)

Bang Arbi mengatakan...

pantas saja, ini saya mau tidur tapi pikiran galau terasa mau lihat komputer, ternyata mas antox ada komeng baru. hehehe

MUXLIMO mengatakan...

oh.. ini Mas Antox ya? :2:
Iya, di pengajian sempat dibahas juga mengenai itu. InsyaAllah ada waktunya nanti dibahas meski itu bukan bahasan utama ya, Mas..

Sip, Bang Arbi.. sedikit tambahan dari ane:
baharu dapat dikatakan tiada tapi ada; ada tapi tiada

sedangkan

qadim tidak bisa dikatakan seperti itu. sebab bisa menyalahi dan qadim itu kelasnya "raib" bukan kelasnya "gaib". InsyaAllah kita bahas juga di postingan mendatang ya. :25:

MUXLIMO mengatakan...

galau gegara Mas Antox apa gegara Neng "Bunga" yang kasih kedip kemaren, Bang.. ngakoooo... :g:

Bang Arbi mengatakan...

Hahaha...iya nih, gara2 neng bunga kasih icon yg gambarnya mirip jurig. jadi terbawa mimpi hihihihi...

Bang Arbi mengatakan...

"qadim itu kelasnya "raib" bukan kelasnya "gaib" "

https://lh5.googleusercontent.com/-Mx36Nkeb3AI/UFXhjODroRI/AAAAAAAAFv0/a0Xs599J4Sw/h120/sungkem.gif

MUXLIMO mengatakan...

:] :D

Anonim mengatakan...

..manggil ae, Bang.. ?
https://lh4.googleusercontent.com/-ojRb4AmR_sc/UJ2xFDhalGI/AAAAAAAAGmw/jVWnga0ZYRw/s68/wink-and-flirt.gif

Bang Arbi mengatakan...

hahaha....iya nih dek bunga. sebagai bentuk perhatian abang, tolong dong pasang muka yang lain ya. menor banget tuh dandanan. buka dulu topengmu. jgn2 isinya masih topeng yak? hahaha...

Anonim mengatakan...

Antox
kmrn lg gk OL libur krj neh, buat bang arbi masi samar jawabanx buat ane (bingung.com) om mux sgera diposting mim ha mim dal nya biar agak gamblang.. hehe

Anonim mengatakan...

antox
tambah lagi neh khusus buat om mux n bang arbi deh???
Saya mau neh cara praktik Musyahadah yg dapat mengerti tajalli yg pernah di diposting oleh om mux di halaman lain??
share om boleh via email di antox_hooligan@yahoo.co.id, biar ane jalani berharap berkah pengertian dari allah swt barangkali dr perjalanan ini sy dipahamkan. amin.

Bang Arbi mengatakan...

Hahaha... masih bingung ya Mas antox? pegangan dulu ke rumput yang bergoyang http://3.bp.blogspot.com/-w0VIh_82phc/TwuhZFMYF-I/AAAAAAAACBI/i_faZv8BSBk/s1600/geol-ngarep.gif

tentang Muhammad SAW sudah dijelaskan oleh Kangmux tuh di http://muxlimo.blogspot.com/2012/11/kenal-Muhammad-Allah.html :20:

Bang Arbi mengatakan...

Cara praktek musyahadahnya kan sudah dijelaskan di komeng ane n kangmux di artikel "dua hal yang dilupakan ulama" :)
hayoo..coba cek lagiii...hehehe

Bang Arbi mengatakan...

Ini jawaban Kangmux waktu itu:

Sebagai tahap awal, silakan Mas Arbi coba langkah berikut.
a. baca basmalah lalu syahadat.
b. sadari seyakin-yakinnya kita ini di dalam liputan Tubuh Mahasuci. (dalilnya "wa Allahu bi kulli syai'in muhiith.") Lalu..
c. Diam sediam-diamnya. (teknik diamnya silakan dibaca lagi di postingan http://muxlimo.blogspot.com/2011/12/iblis-setan-paling-purba-dan-orang.html ya, Mas.
Tanda bahwa kita sudah melakukannya dengan benar, akan terasa tenang dan nyaman senyaman-nyamannya. (Dalilnya "Hanya dengan 'mengingat' Allahlah jiwamu akan tenang."

Jika sudah terasa tenang dan nyaman senyaman-nyamannya itulah gerbang ihsan, artinya pada saat itu kita sudah menghadirkan hati di hadirat Ilahi Rabbi. Maka di sinilah terbukti Islam itu menghendaki kemudahan. Di balik kerumitan dan kesulitan memahami tauhid, ada kemudahan. (dalilnya Q.S. Alam Nasyrah: 5 & 6) cenyum InsyaAllah.

MUXLIMO mengatakan...

alhamdulillaaah.. makasih, Bang.. udah sudi bantu ane selagi ane off.. ini sekadar bentuk apresiasi ane tuk Bang Arbi --> ~O) dan... yang... ini juga..
https://lh4.googleusercontent.com/-ojRb4AmR_sc/UJ2xFDhalGI/AAAAAAAAGmw/jVWnga0ZYRw/s68/wink-and-flirt.gif

=)) :g:

MUXLIMO mengatakan...

@Mas Antox..
mudah-mudahan paham ya cara praktiknya.. insyaAllah gak lama lagi ane posting juga dari teori dasar ampe praktiknya :)

Anonim mengatakan...

saya rasa gak da masalah kok dalam pengucapan nya, karena semuanya kan tersambung dalam satu kata satu kalimat, misal gini :
suatu benda kipas angin = alat elektronik
trus misal nya angin itu nama makian atau apalah atau nama setan, kan kita nyebutnya kipas angin dalam satu kata yg udah tergabung, dan memiliki arti yang lain..
kayaknya kita perlu banyak2 belajar bahasa dech,,, hahaha

dari orang awam bernama otoha

Bang Arbi mengatakan...

salam kenal mas otoha :)

pengucapan yg mana niy mas? hmm..mungkin terkait ttg tulisan kangmux ttg nama setan diatas ya?

"misal nya angin itu nama makian atau apalah atau nama setan. kan kita nyebutnya kipas angin dalam satu kata yg udah tergabung, dan memiliki arti yang lain.."

kita bahas yaa...
angin = setan = apalah <-- karena "salah penyebutan" artinya jadi beda
kipas angin = kipas setan = kipas apalah

nah, bagaimana kalau
angin = malaikat = diri <-- kalau "penyebutan benar" maka artinya jadi beda

adakah perbedaannya antara "salah penyebutan" dengan "benar penyebutannya"? monggo dibabar mas otoha :D

MUXLIMO mengatakan...

:D

MUXLIMO mengatakan...

:]

Alwi Dahong mengatakan...

bang mux,,, gini saya prnah denger guru fikih di sekolah saya dulu, "dia bilang gene, seandainya kita tak bisa khusuk sekhusuknya ketika shalat, tapi ingatlah dia ketika membaca sahadat.

gimana itu bang???

Anonim mengatakan...

Antox
Salam Knl bang Alwi.
skedar sharing pemahaman aja, kalau menurut saya mksudx minimal qt paham hakekat atau mksud drpd ucapan shahadat itu sndiri (masi tahap paham belum "sadar") "Siapa yg bersaksi dan siapa yg di saksikan". krn ini bila dikupas mendalam bs jd membingungkan. krn bergantung pd tingkat pemahaman qt, misal :
1. Awam : bisa saja mengira "aku=yg bersaksi, Allah=yg disaksikan, Muhammad=yg disaksikan. (ada 3 jadinya "rawan")
2. Bukan Awam : menyadari/memahami tiada beda atau ESA yg bersaksi dg yg disaksikan.
3. Arif Billah : sudah lebur tdk ada apa2 lg (LA ILA HA ILA ALLAH)
ini pemahaman sy sih yg msi di awang-uwung. "mohon pencerahan dr Om Mux dan Bang Arbi bila ada salahx" spy tdk trlnjur jauh.
Utk bang Alwi boleh lah membaca dn memahami postingan "Tak Kenal Muhammad, Tak kenal allah" dsana ada pnjelasan pemahaman tntang ini. nantipun qt dibimbing utk belajar bila ada ketidak fahaman, jd jgn takut sesat...http://lh3.googleusercontent.com/--rTkz_PiNhA/UHeby5X4QuI/AAAAAAAAGVg/aaWMwIHWPOw/s22/piss-gan.gif

MUXLIMO mengatakan...

Subhanallah, Mas Antox.. makasih udah bantu beri tanggapan selama saya lagi off :8: Ya, saya setuju, Mas :25:

MUXLIMO mengatakan...

Wejangan guru fikih Wet juga bener kok. :8: paling gak kita tepat pada saat baca syahadat usahakan dalam keadaan sadar penuh karena hakikat salat adalah perjumpaan dengan Allah. Jadi kan gak sopan kalau pas syahadat "bersaksi" tapi pikiran dan perasaan ke selain Allah :D

Anonim mengatakan...

Wet bahasax orang lombok tuh kaya'nya. hehew
jelasin bang pa maksud "hati (pikiran dan perasaan) diam sediam-diamnya: kekal beserta Allah". apa kita ndak boleh nyebut nama allah didalam hati gitu???

MUXLIMO mengatakan...

Lha.. kalo orang mataram bukan Wet ya nyebutnya? heheh sorry.. jadi apa dong sebutannya? :D

Boleh aja hati menyebut Asma Allah ketika salat, tapi tentu yang khusyuk yang paripurna itu yang musyahadah pada Diri Allah langsung, bukan pada Asma-Nya, itu yang dimaksud diam-sediam-diamnya [kalla lisanuhu]. :25:

Anonim mengatakan...

itu memang bhsx kami bang khususx di kota masbagik lombok timur NTB. klau mataram mah cuma numpang tinggal.hehe

och,,, gitu yaw bang. terima kasih atas penjelasnya.
Tapi sy masih akn tetap nanya nanya sma bang muxtroy. hehe

allwy

bandi vfx mengatakan...


salam alaikum sis devi,
saya bantu jawab sedikit ya, karena kalau dalam sholat setelah kita tafaddal(pada saat takbir Allaah Hu AkBAR maka disitulah terganti sudah BUKAN KITA LAGI YANG SHOLAT , dan yg sholat yg QADIM ITULAH YANG SHOLAT, jadi kita bagaimana,? ya kita hanya menyaksikan saja, sadar sesadar-sadarnya, karam bersama Allah, karena kalau diingat2 Allah pada sholat, takutnya kita terpandang Asma Nya ,bukan diri pribadi Allah langsung, Allahu'alam, maap ya bahasanya blepotan, penjelasan lengkap coba sis devi baca2 di postingan & comment2 nya di http://muxlimo.blogspot.com/2013/02/kitab-bayanu-syahadat-kesempurnaan-shalat.htm
kira2 seperti itulah maksudnya tidak perlu diingat2 lagi kalo dalam sholat, karena "YANG SHOLAT BUKAN DIRI KITA LAGI, TAPI YANG QADIM" coleq kang mux :2:

bandi vfx mengatakan...

waduh, kok bisa nyasar kesini ya, gpp lah, sekalian sundul2 , :D

MUXLIMO mengatakan...

:2: :g:

Wira Wijaya mengatakan...

Assalamu alaikum.wr.wb...

Postingan yang sangat bagus...terima kasih atas postingan bermanfaat.

Semoga ilmuya tambah berkah

Wisnu Sandjaja mengatakan...

Assalamu alaikum.wr.wb...

Kang Ijin Praktek...semoga Ilmu nya berkah Amien...

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism