burnzone

AD (728x60)

Isi Perkataan Allah dan Zatul Buhti

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome

Kamu menyebut "Allah". Mengapa kamu menyebut "Allah"? Apa isi perkataan itu? Biasa kita lihat ada orang pulang bekerja dalam keadaan letih. Ketika ia duduk dan bersandar ke dinding, ia gumamkan, "Allah...." Apakah perkataan "Allah" isinya capek? Ada juga orang yang sedang mengalami kesusahan hidup. Ia juga berguman, "Allaah...." Masak perkataan "Allah" isinya kesusahan dan keluh kesah?!

Jadi sebenarnya apa isi perkataan "Allah" itu?

Zat-Sifat-Asma-Af`al itulah isi perkataan "Allah" itu. Lihatlah pada sekalian alam. Semuanya—termasuk diri kita—mengandung Zat-Sifat-Asma-Af`al. Itulah Allah. Wajar kita berkata "Allah" karena kata "Allah" itu [Nama] Kebesaran Tuhan.


Jadi setiap kebesaran Tuhan itulah yang disebut "Allah".



Coba dipahami dalam kalimah tauhid: Laa ilaaha illallaaah. Tiada Tuhan melainkan Allah alias Tiada Tuhan melainkan Kebesaran-Nya [ada pada segala sesuatu]. Karena sudah nyata yang ada pada sekalian alam, baik alam dunia maupun alam akhirat, yang ADA hanya Zat-Nya, Sifat-Nya, Asma-Nya, dan Af`al-Nya.

Jadi, ketahuilah mengenai Allah dan Tuhan ini. Jangan sampai kita tidak sadar selama ini sudah menyembah Nama, bukannya menyembah Tuhan Yang Tidah Bernama. Uraian ini untuk menaikkan derajat dirimu.


Zatul Buhti Bukan Nama Tuhan

Kebanyakan orang berpandangan bahwa yang dinamakan Zatul Buhti itu Nama Tuhan. Bagi orang tauhid, Tuhan tidak bernama. Jika manusia bernama; Tuhan pun ber-Nama, berarti Tuhan sama dengan manusia. Yang sama dengan manusia, bukan Tuhan. Inilah tauhid. Karena Quran jelas-jelas menyatakan laysa kamitslihi syai`un; Tuhan tidak ada persamaan dengan makhluk.

Zatul Buhti itu artinya Zat semata-mata alias Zat Mutlak.


Manusia bertangan-berkaki. Kalau kita katakan Tuhan ber-Tangan dan ber-Kaki, tentulah sama dengan manusia. Yang sama dengan manusia, bukan Tuhan. Manusia berwajah. Kalau kita katakan Tuhan ber-Wajah, tentulah sama dengan manusia. Yang sama dengan manusia, bukan Tuhan. [Maka akhi wal ukhti di muslim.or.id dan situs-situs afiliasinya serta seluruh wahabi-salafy sedunia dan setiap manusia yang berpaham sama dengan mereka adalah segerombolan manusia yang berhukum dan berakhlak secara Islam, tetapi berakidah secara kafir laknatullah (kata si Mux, yeuh!)]

"Jangan kau sembah Zat-Ku; Jangan kau sembah Sifat-Ku; Jangan kau sembah Asma-Ku; Jangan kau sembah Af`al-Ku. Sembahlah AKU." [Hadis Qudsy]

"Man abdal Asma faqad kafar; man abdal ma'na munafiqun"
Siapa menyembah Nama, kafir; siapa menyembah makna, munafik.

Jadi, Tuhan itu jangan dimacam-macamkan lagi. Cukup kita yakini Tuhan itu ADA.




Allah Does not God
Isi Perkataan Allah dan Zatul Buhti
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2013-04-13T03:45:00+07:00
Isi Perkataan Allah dan Zatul Buhti
5 411 reviews
Tags: ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

77 komentar:

salilla xan mengatakan...

Salam alaikum , kaaaang...:3:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mbakyu neeeee!!! http://lh6.googleusercontent.com/-_vAE_QUd-sI/UKEGVk4CVWI/AAAAAAAAGyk/66iUktdc1IY/s100/gulitik.gif

salilla xan mengatakan...

Jadi Tuhan jgn d mcm2kan lagi.ckup di yakini Tuhan itu ADA....

pertamax kah saya ?? wuih ,,,,, rekor baru. :g:

Djunaedi Miradz mengatakan...

Assalamualaikum .....smua sobat sarang muxlimo...... ikutan hadir

"Wajar kita berkata "Allah" karena kata "Allah" itu [Nama] Kebesaran Tuhan"

Jadi setiap kebesaran Tuhan itulah yang disebut "Alah".
"Man abdal Asma faqad kafat; man abdal ma'na munafiqun"
Siapa menyembah Nama, kafir; siapa menyembah makna, munafik.

jadi.kalimat diatas serupa seperti ini juga ==>
orang yang kenal nama tapi tidak tau ma'na : kafir,
orang yang tau ma'na tapi tapi tidak tau hakikat :munafiq

"Zatul Buhti itu artinya Zat semata-mata alias Zat Mutlak."
jadi Zat Mutlak itu pasti melebih dari "laysa kamitslihi syai`un"/Zat nya Zat/Kosongnya Kosong dan tidak bernama,mhn koreksinya kang mux atau siapa aja dr tmn2 sarang










salilla xan mengatakan...

zat mutlak itu pasti melebihi laysa kamitslihi syai'un ...ah mana bisa ??

tunggu sobat yg lain y, kang Djunaedi...

mau pmit dlu. salam alaikum..

MUXLIMO mengatakan...

berhadiah teh manis pagi hari ~O) :3:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Bang Djunaedi...
terbalik, Bang.. :D

Zat Mutlak = Zatul Buhti = Nur Ilahi = Kosong = Allah
Zatnya Zat = Kosong sekosong-kosongnya = Yang Mahakuasa = Tuhan Tak Bernama :D

AMQA mengatakan...

Assalamualaikumwrwb.

Penjelasannya mantafff.... pas banget.

banyu urip mengatakan...

salam alaikum semuahnya termasuk bang arbi yang absen terus(lagi up grade ya bang?) bang xanana,bang ariel,yang dibatam,malaysia,datin fatima brunai nggak pernah kirim salam lagi,puan?) alhamdulillahi rabbil alamin ,postingan diatas walau sedikit mengena banget.

Bahri Batam mengatakan...

Salam Alaikum Bang Mux !!! pas banget pagi gini dgn http://lh4.googleusercontent.com/-esPfNBJOoTo/UHWB9xMnrWI/AAAAAAAAGKU/LE77KoCx-Fs/s18/kupi-nanas.gif
Zat Mutlak = Zatul Buhti = Nur Ilahi = Kosong = Allah
Zatnya Zat = Kosong sekosong-kosongnya = Yang Mahakuasa = Tuhan Tak Bernama
berarti Zat mutlak itu baharu ya bang ? sedangkan Zatnya Zat itu Muhaddas ?

bimo seno mengatakan...

Assalamualaikum sobat semua .....

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh.. Bang Bahri..baru muncul :D
waduh, Bang.. :2: hehehe.. muhaddas itu = baharu alias kelas makhluk, Bang. Sedangkan "Allah" itu qadim dan Tuhan Tak Bernama itu Qadim terlebih azali. :D

Baharu=hadis (muhaddas: jamak) itu sekalian makhluk, artinya yang di-ada-kan Allah dengan sebab.
sedangkan
qadim itu yang di-ada-kan Allah tanpa sebab. contohnya ya Nur Ilahi atau Cahaya Diri Tuhan itu sendiri.

yang di atas itu secara ilmu, nah secara hakiki: Nur Ilahi ini bisa dipandang sebagai "baharu"-nya Tuhan.

Uraian di atas itu untuk pengenalan agar kita bisa membedakan mana Sifat Tuhan dan mana Tuhan itu sendiri. Dalam tauhid dikatakan: Orang yang sempurna makrifatnya, dia akan mengatakan Allah itu Tuhan, Tuhan itu Allah. Nah, tinggal kita saja mendudukkan pada porsi pembicaraan yang sedang digelar.
insyaAllah demikian, Bang :)

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh.. alhamdulilah :)

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh..alhamdulillah, Mas Banyu.. :)

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh..Mas Bimo :D

bimo seno mengatakan...

Hpnya dah gak aktif ya mas Adam?

arie Karakter mengatakan...

Salammualaikum warohmatullah buat sobat sarang semua yg insya Allah dicintai Allah …

akang mux ... keren euy ada kolom komen fb nya
tampil jg akhirnya
:8:

Kartika AnnisaMuslima mengatakan...

alaikum salam warrahmatullahi wabarakatuh......

Selamat anda berhasil Pertamax mbak Sally....... :8: :16:

UWAIYS AL QARANI mengatakan...

Assalamullaikum sobat sarang semua...salam ang adam..Om Bimo..dan semua yang ada di sini salam kasihhhhhhhhhhhhhhh

Alam Warda Ritonga mengatakan...

Assalamualaikum sobat sarang : satu kata untuk posting diatas MANTAP..

terimakasih untuk Tuan Guru Kita, dan Kang Mux..

komentar FB menutupi sebagian komentar blogspot, klu dilihat dari handphone saya..tp btw bagus, dau coba test juga.. :8:

Bayu Perdana mengatakan...

Assalamualaikum sobat semua ..

Juragan Asep mengatakan...

Salam Alaikum sobat sarang semua, Kang Mux tambah keren saja... :8: :8: (punten jempolna alit, da teu tiasaeu ngadamel nu ageung) .... top markotop .....~O) ~O) ~O)

Punten kang, salam buat Abah Siradj. Hatur nuhun pisan

Hari Sarwono mengatakan...

Allah mengacu pada zat sifat asma af'al,Tuhan tidak berzat bersifat berasma berafal,Allah laysa kamitslihi syaiun sedangkan Tuhan terlebih laysa kamitslihi syaiun,cukup kesadaran saja bahwa Tuhan wujud,begitu kali ya kang mux,selamat pagi semuanya

Bahri Batam mengatakan...

Hehe Iya bang baru muncul tapi selalu hadir …, maksud saya Zat mutlak itu Baharu sedangkan Zatnya Zat itu Qadim ? (koq malah Muhaddas ? ) hehe
Oke Bang tq banget penjelasannya, ooohh jadi setiap yang diadakan Allah dengan sebab adalah baharu,
Sendangkan setiap yang diadakan Allah tanpa sebab adalah Qidam secara ilmu namun secara hakiki ini bisa dipandang sebagai Baharunya Tuhan. Seeep Bang tq


Muhammad Zuhri mengatakan...

Assalamu'alaikum Kang Mux, setelah membaca semuanya, saya sedikit mengerti, tapi begitu membaca komen sobat smua yg bahasa berat, saya agak binun nih, ternyata ilmu yg saya miliki hanya sedikit, binunnya disebelah mana?? ga ngerti juga... huadehh!! Inti yg saya dapet: Allah itu _ADA_ dan TOTALITY Berbeda Dengan yang diciptakan. cukup dengan meyakini dengan menghadirkan tanpa keber-ADA-an. Saat memahami makna Allah Maha Melihat, Maha Mendengar, kita jangan langsung me-representasikan dengan mata dan telinga. sbb mata dan telinga adalah bentuk yang dimiliki oleh ciptaan Tuhan. Jika kita memberikan bayangan mata ataupun telinga untuk Allah, maka dengan sendirinya sebutan Allah akan Gugur.. Allah bisa mendengar, melihat dan mengetahui apapun yang dilakukan manusia baik terang maupun gelap, baik keras maupun bisik-bisik, bahkan dalam hati sekalipun. Allah tidak membutuhkan mata, telinga ataupun otak sekalipun, karena semua itu Dia ciptakan untuk makhluknya. Allah juga tidak membutuhkan kecerdasan Karena semua ilmu berasal dari-Nya. Begitu kang[mohon dikoreksi]? baru belajar maaf jika salah :D

bandi vfx mengatakan...

Salam Alaikum sobat Sarang semua B-) ~O) ~O) ~O) "Uraian ini untuk menaikkan derajat dirimu" [yes], semakin :11: :24: baca tentang zatul buhti langsung terlintas dengan amalan budduhun :]

Devi hendra mengatakan...

Assalamulaikum. Banag mux dan saudara kawa semua. Absen dulu nich . Langsung ke tkp salam

mohamad hambami mohamed noor mengatakan...

Salam Bang Betul Kata nya allah bukan benda , bukan berhuruf dan bersuara dan bukan tulisan dan gambar , oleh itu yakinlah seyakinnya allah ada dengan haqqul yakin , Oleh itu lihat lah dalam Diri kita dan makhluk alam ini apabila kita binasa nafsu kita kehendak kita dan segalanya (matikan diri sebelum dimati) nyatalah allah , seperti lihat perbuatan perbuatan allah , lihat sifat ternampak sifat allah , lihat asma nampak asma allah dan begitu juga zat allah.

satria kelana mengatakan...

salam mualaikum sobat sarang semua...! Kang mux saya ada pertanyaan nur muhammad ini qadim atau mukhadas? Kan yg di ciptakan tanpa sebab ada lah Nur illahi/zat mutlak/mahasuci<--qadim. Sedang nur muhammad di ciptakan dari nur illahi ini untuk menabiri alam semesta dari nur illahi agar ada kehidupan(bukit tunisia saja hancur jadi abu saat terkena pancaran nur illahi/zat mutlak dari dahi nabi musa as atas izin allah). Dan dari nur muhammad ini juga lah di ciptakan segala yg ada,alam semesta beserta isinya termasuk surga dan neraka termasuk jasad kita juga kan kang,? sedangkan kita ini bharu(mukhadas) gmana kang saya msh bingung...

niran azza mengatakan...

salam alaikum,,yang diadakan Allah dengan sebab adalah baharu, Sendangkan setiap yang diadakan Allah tanpa sebab adalah Qidam,, mencoba tuk memahami dulu ah... Ngopi..ngopi... Berat bngt ne kang mux...smpe blank ne 70 qu

Juragan Asep mengatakan...

Selamat Bang Zuhri atas bingungnya, karena dengan demikian akan dapat pencerahan yang jreng. malah saya lebih bingung lagi apa yang abang tulis "cukup dengan meyakini dengan menghadirkan tanpa keber-ADA-an".
Maaf bang kita sama-sama menuju-NYA, membaca tulisan abang mengingatkan saya akan kebingungan saya dan Insya Alloh bang dengan tafakur pencerahan akan datang, salam hangat sobat.

Djunaedi Miradz mengatakan...

ia kang mux terbalik ,terima ksh atas koreksinya ,dlm postingan Isra Mi'raj (130313) kan ada infografiknya disitu dikatakan "Allah atau sebenar-banarnya
'Tuhan' itu "di Luar" itu semua ; terlebih Maha Meliputi;terlebih Laysa Kamitsliyai'un. Allahu Akbar !

Begitu juga dlm postingan tentang "Martabat 7 Dan Pertemuan Indonesia (Up date)"...
Dari Tabel 7 Lapis Alam atau 7 Lapis Langit disitu terlihat bhw Allah/Kosong/La Ta'yin/AHADIYAT/AKMALUL YAKIN/RABBANI/RAHASIA/MA'RIFAT/ZAT ..

BERARTI TUHAN BERADA DILUAR ITU SEMUA==> ZATNYA ZAT/KOSONG SE-KOSONG2NYA..Allahu Akbar ....Ajeb banget kang Mux semakin paham atas jawabannya,,,n salam kangen(liat Abah di video waktu ijab qobul bang Arbi.ka arie n saiyo sakato di Ponti) buat tuan guru Abah Siradj hatur nuhun..

UWAIYS AL QARANI mengatakan...

Mbak Salila...bagi dua loh teh manis nya hahahhaaa...enak pagi udah dapet teh maniss.......

UWAIYS AL QARANI mengatakan...

Jadi sebenarnya apa isi perkataan "Allah" itu?
Zat-Sifat-Asma-Af`al itulah isi perkataan "Allah" itu. Lihatlah pada sekalian alam. Semuanya—termasuk diri kita—mengandung Zat-Sifat-Asma-Af`al. Itulah Allah. Wajar kita berkata "Allah" karena kata "Allah" itu [Nama] Kebesaran Tuhan.


Jadi setiap kebesaran Tuhan itulah yang disebut "Allah".


Coba dipahami dalam kalimah tauhid: Laa ilaaha illallaaah. Tiada Tuhan melainkan Allah alias Tiada Tuhan melainkan Kebesaran-Nya [ada pada segala sesuatu]. Karena sudah nyata yang ada pada sekalian alam, baik alam dunia maupun alam akhirat, yang ADA hanya Zat-Nya, Sifat-Nya, Asma-Nya, dan Af`al-Nya...=Jadi Kita dan alam semsta siapa kang mux?

UWAIYS AL QARANI mengatakan...

Yang mau ABSEN sudah HABIS tutup jahahahaa...kabuurr..

Muhammad Zuhri mengatakan...

Maksud saya gini juragan, sebenarnya kebalik, meyakini keber-Ada-an tanpa kehadiran [tbh binun kan, he he ]. Hadir disini mewakilkan sesuatu [menurut pemahaman saya yg mungkin keliru]. contoh saat saya bersama istri disebelah saya berarti istri saya memang ADA dan HADIR. Sedang keber-ADA-an ALLah saya yakini ADA dan meliputi semua... tanpa harus saya membuktikan dengan ke Hadir-an. <-- mohon diluruskan, mungkin IQ saya kurang bisa menangkap istilah2 asing ya... wadeeh!!

Juragan Asep mengatakan...

Alhamdulillah, terbukti ... sekarang bang Zuhri sudah mulai jreng...:8: :8: :8: iya kang Mux???

arie Karakter mengatakan...

Salam alaikum sobat sarang semua …

saya informasikan... setelah saya baca pertanyaan2 dari sobat sarang diatas …
semua jawabannya seingat saya ada dipostingan2 sebelumnya …
khususnya dilabel sama tengah hati..
coba deh dibaca2 lagi postingannya pasti ketemu jawabannya …

nanti kalau mmg tdk ketemu.… saya akan bantu jawab … insya Allah …

UWAIYS AL QARANI mengatakan...

link nya kang ari ehehehe..

Muhammad Zuhri mengatakan...

maaf seribu maaf bang ari, bagi saya pendatang baru, bukan jawaban yg saya inginkan melainkan pemahaman. Jangan sampai jawaban yg sama menimbulkan pemahaman yg berbeda2. jadi disini saya mencoba untuk share, agar apa yg saya pahami masih 'sejalan' dengan sobat smua, sehingga kita[??] berada dalam satu pemahaman.[maaf bila salah kate].
Masalahnya saya sudah berkali2 baca juga susah nyangkutnya he he maklum saya masih terlalu awam, selama ini hanya bolak balik di syar'i saja, hanya seputar shalat, puasa dkk. begitu sampai disini saya masih merasa 'asing' di rumah sendiri.

Juragan Asep mengatakan...

kuncinya sabar dan selalu tafakur, Insya Alloh, Alloh akan memberikan pemahaman pada kita, Subhanalloh yang bisa kita katakan ketika pemahaman dari Alloh datang, datangnya pemahaman tersebut tidak disangka-sangka tahu-tahu jreng. Nah... kalau sudah jreng baru dibaca lagi postingannya .... akhirnya kita dapat mengucap oooh ini toh jawabannya. Semangat terus bang Zuhri :8: :8: :8:

arie Karakter mengatakan...

Cari sendiri kang jimmy ekekekkkk..

arie Karakter mengatakan...

oke begini kang muhammad zuhri..
Allah itu ada wujudnya … dan wujud yg bernama Allah itu adalah Ruh qudus / Ruh Robbani / diri Tuhan … Ruh qudus ini ada dlm diri kita …

dalilnya :
Wafi ampusikum afala tubsirun : dan pada dirimu sendiri knp tdk kamu perhatikan (azzariat 21)

sdgkan TUHAN yg tdk bernama yg terlebih laisa kamaslihi syaiun inilah yg hrs dipandang dg keyakinan ADA NYA .. mendengar dan melihat..
Dan Dia meliputi segala sesuatu …

yg hrs di ingat bahwa :
Diri Tuhan atau Tuhan yg bernama Allah ESA dg Tuhan yg tdk bernama …
krn nama itu tdklah berpisah dg yg punya nama …

karena kang zuhri maunya pemahaman bkn jwbn..
jd inilah pemahaman sejauh yg saya pahami..
semoga bisa membantu … utk menemukan sebuah jwbn … dari pertanyaan hadir atau tanpa kehadiran.

arie Karakter mengatakan...

kang jimmy buka whatssap

Juragan Asep mengatakan...

:8: :8: :8: Terima kasih banyak kang Ari, walaupun yang nanya Bang Zuhri, saya ikut tercerahkan juga.

Muhammad Zuhri mengatakan...

:8: :8: :8: seep kang ari trimakasih banyak,,

arie Karakter mengatakan...

ALHAMDULILLAH :4:

MUXLIMO mengatakan...

Hape masih aktif kok, Mas..cuman sayanya yang gak bisa selalu aktif.. :17: :23:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Kang Dulur..
salam kembali kasih juga Lur... *nahan-utah :g:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Brad.. sekeren penunggu sarangnya ya?! :4:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, BangBro Alam.. Alhamdulillaah postingan ini berterima.. :21: btw, makasih masukan soal komeng FB-nya, BangBro.. udah saya edit ulang.. mudah-mudahan sekarang udah gak nutupin sebagian komen blogger ya.. aamiiin. :)

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Kang Bayu.. :)

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Kang Asep.. sawangsul na.. ngiring bingah oge abi pami katampi pisan mah.. :13: keun we da ageung-alit na ge tetep jempol, Kang.. :g: Siap, insyaAllah salam ka Abah didugikeun :)

MUXLIMO mengatakan...

:8: bangets, Mas Hari.. :8:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas M. Zuhri.. alhamdulillah.. sepaham.

MUXLIMO mengatakan...

Bener banget, Kang Asep.. dan alhamdulillah Mas Zuhri, insyaAllah seperti itulah "bingung-asyik" yang pernah terjadi atas diri Sang Khalilullah Ibrahim a.s. ketika pertama kali mengenal Allah. Maka bingung sedemikian itulah gerbang makrifat billah. Allahua'lam.

Seneng banget kalau antar-Sobat Sarang saling muzakarah di sini, seperti antara Kang Asep dan Mas M. Zuhri. :8: :13:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Bang Bandi.. Yesss!! :19: Alhamdulillah.. btw, makasih banget udah ikhlas editkan video Ijab Kabul itu ya.. :8: :21: insyaAllah nanti saya gantikan yang ada di postingan *baru keinget lagi :17:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas Hendra.. lanjut, Maas,, :D

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Bang Mohamad Hambami.. mantap. Alhamdulillaaah. :21:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas Satria..
Dipandang dari sisi syariat, Nur Muhammad itu "bapak" sekalian muhaddas. Dipandang secara hakiki, Nur Muhammad itu qadim. Ini mengacu ke Muhammad Awal ya. :20:

Benar, segala baharu itu muhaddas yang dijadikan dari Nur Muhammad. Biasakan diri pada kerangka berpikir hakiki, insyaAllah tidak akan bingung lagi soal pahaman ini. :)

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Bang Nirran.. monggo..
wah.. padahal blog ini kalau di PC kurang dari 100kb lho, Mas.. masih berat ya.. :14:

MUXLIMO mengatakan...

Jadi kita dan alam semesta inilah yang juga disebut Allah = Kebesaran Diri Pribadi Allah. Allahua'lam.

MUXLIMO mengatakan...

sip, Brader.. makasih atas bantuannya.. :8: maklum kenek utama lagi "asyik-masyuk" tuh.. *lirik Bang Arbi dari jauh :}}

MUXLIMO mengatakan...

Sip.. ya, Bang.. Nur Ilahi itu qadim yang kalau dipandang dari sisi Allah adalah "baharu" Diri-Nya. :8:

MUXLIMO mengatakan...

Alhamdulillah.. :25:

UWAIYS AL QARANI mengatakan...

@kang Ari sudah di buka wkwkkwww.....
eh kang wwatchan bukan tem[at chating ituu yg suka pada pke?

satria kelana mengatakan...

Alhamdulillah jadi hakikatnya qadim ya kang, makasih kang mux.. :21: :21:
maklum kang saya aslinya islam ktp kenal kajian yg kyk gini juga baru dari blog ini kang...dan alhamdulillah banyak pertanyaan dalam hati saya yg terjawab..

satria kelana mengatakan...

Alhamdulillah jadi hakikatnya qadim ya kang, makasih kang mux.. :21: :21:
maklum kang saya aslinya islam ktp kenal kajian yg kyk gini juga baru dari blog ini kang...dan alhamdulillah banyak pertanyaan dalam hati saya yg terjawab..

Muaz Elhaaj mengatakan...

Assalamuálaikum Wr. Wb.

Absen sore duLu...!!!
Bismillahirrahmanirrahhiimm...!!

Dayat Fathur mengatakan...

Salam alaikum bang mux…..sy ingin bertanya neh mengenai orang kerasukan jin ato kemasukan jin, itu yang kerasukan ato kemasukan jin kemanakan ruhxa pergi..apakah ruhxa hanya menyaksikan jasadxa ato bgamana?
Yang kedua bang mengenai hadist nabi tentang melihat Tuhan disurga dlm hadis : Dari Abu Hurairah R.A, para manusia bertanya kepada Rasulullah S.A.W, “Ya Rasulullah, apakah kita semua dapat melihat Allah pada hari kiamat nanti?” Nabi menjawab, “Apakah kamu ragu-ragu dapat melihat bulan pada waktu purnama, melihat matahari apabila tidak dilindungi awan?” Mereka menjawab, “Tidak”. Lalu Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya kamu semua akan melihat Alloh sebagaimana kamu jelas melihat bulan purnama dan matahari yang tidak dilindungi awan”.

Kaitan dengan pertanyaan yg kedua bang sesuai dg uraian diatas :” Zat-Sifat-Asma-Af`al itulah isi perkataan "Allah" itu. Lihatlah pada sekalian alam. Semuanya—termasuk diri kita—mengandung Zat-Sifat-Asma-Af`al. Itulah Allah. Wajar kita berkata "Allah" karena kata "Allah" itu [Nama] Kebesaran Tuhan. Bagaimana menurut bang mux karma hadits diats sangat jelas semua akan melihat Alloh seperti kita melihat bulan purnama dengan jelas....

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas Dayat..
1. Ruh sifatnya tetap di tempat, Mas. Adapun untuk yang kesurupan, [dan yang belum kenal hakikat Muhammad].. seperti Abah bilang di beberapa postingan, mereka menguasakan jasadnya pada nafsu dan atau setan. Inti pengajian kita ini justru melatih sampai bisa kita hidup dengan ruh, bukan dengan dua yang tadi itu.

2. Hadis itu benar, Mas. Dan di beberapa postingan Abah juga udah jelas-jelas menunjukkan hal yang ditanyakan Mas itu. petunjuknya: sifat bulan terhadap matahari. :]

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Bro Muaz..
rajin banget absen nih.. :8: heheheh ~O)

Dayat Fathur mengatakan...

iya ya...brarti ketika org kesurupan, dinafsu itulah jin masuk ato menguasai pada jasad manusia...paham...paham..
oya bang sy bersukur skali bs bertemu dan sharing diblog bang mux ini karna postingan2 Abah yg ada diblog ini adalah ilmu tingkat tinggi ilmuxa para wali waliyulloh arifbillah mdah2an kita termasuk kekasih2 Alloh bang...amin.

Muaz Elhaaj mengatakan...

Sementara masih bisa Absen aja Mas Mux. :D
soaLnya masih banyak yang perLu dipelajari dari comment-comment di atas. soaLnya semuanya kajian tingkat tinggi.
:8::8::8::8::8:

Basoka Roket mengatakan...

AAAAAAA

the sukisa mengatakan...

mas... itu nama nya sengaja di ubah kan dikit yach...

MUXLIMO mengatakan...

nama yang mana ya, Mas? :10:

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism