burnzone

AD (728x60)

Intisari Kitab Langka: Babul Ihsan - Shalat Diri Allah Memuji Tuhannya

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome


Babul Ihsan menyatakan masalah ilmu hakikat dan membawa dalil-dalil dan hadisnya. Jemaah sekalian, ulama yang arif billah menyatakan bahwa dalam ibadah itu ada empat perkara muqaranah. Muqaranah ini berlaku di dalam [shalat] dari takbir ihram sampai dengan salam.

Keempat muqaranah yang dimaksud adalah
  1. muqaranah syahadat;
  2. muqaranah takbir ihram;
  3. muqaranah sakaratul maut;
  4. muqaranah wahdatul zat.

1. Muqaranah Syahadat
Yang disebut muqaranah syahadat itu perkataan "Laa af`alun illallah", artinya tiada perbuatan, hanya Perbuatan Allah juga yang Ada. Raib [fana, binasa] perbuatan makhluk. Tidak ada lagi perbuatan makhluk dari takbir sampai ihram. Apabila masih merasa ada perbuatan makhluk, batal muqaranahnya.

Itulah sebabnya di dalam takbir ihram, semua yang halal, haram hukumnya. Karena di dalam takbir ihram itu tidak ada lagi untuk merasakan ada perbuatan makhluk, baik berupa yang halal, maupun yang haram. Kalau yang ada sudah Perbuatan Allah, perlu apa lagi mengingat-ingat sesuatu?

Itulah sebabny, sebelum takbir ihram semua yang halal dihukumkan haram. Inilah yang dimaksud muqaranah syahadat: "Laa af`alun illallah". Tidak ada satu zarah pun perbuatan makhluk, hanya Perbuatan Allah yang Ada.

2. Muqaranah Takbir Ihram
Yakni sempurnanya takbir ihram dalam simpulan kata "Laa asma`un illallah." Tiada yang maujud segala nama, hanya Allah. Raiblah ruhani: segala rasa ruhani termasuk perasaan senang, indah, dan keinginan melihat-mengalami ini-itu, tidak ada lagi. Raib ruhani.

3. Muqaranah Sakaratul Maut
Yaitu fana sifat. "Laa maujudun illa shifatun illallah". Tiada yang maujud segala sifat, hanya Allah. Raiblah ruh. Yakni jenis yang mutlak. itulah Ruq Qudus. Kelihatanlah siapa yang raib ke Tuhan dan kekal dengan Tuhan, kalau bukan jenis yang mutlak.

Jadi, jasmani, ruhani, nurani, dan rabbani, semua raib bersama jenis yang mutlak. Sempurnalah. Akmallah dengan Tuhan. Selain dari jenis yang mutlak, nafi-lah. Tidak ada bersama-sama [tidak besertaan].

4. Muqaranah Wahdatul Zat
Lihatlah asalnya diri. Melihat asalnya diri. "Laa zatul illallah fil haqiqaati illallah."
Asal diri, terdahulu. Dan hendaklah dimatikan dirinya terlebih dahulu. Sabda Nabi Saw., "Mutu qabla Anta mutu." Matikan dirimu sebelum mati.

Seperti engkau berdiri di sajadah sebelum takbir ihram: matikanlah diri dulu.
"Laa af`alun illallah"
"Laa asma`un illallah."
"Laa maujudun illa shifatun illallah"
"Laa zatul illallah fil haqiqaati illallah."

Kemudian masukkanlah hakikat tauhid, "Laa maujudun illallah". Tidak ada wujud, hanya wujud Allah. Pandanglah, wujud siapa yang shalat itu? Kalau masih merasa wujud kamu, artinya belum mati. Kalau kamu sudah tahu Wujud Allah saja Ada, mau apa lagi tahu wujud-wujud baharu? Inilah shalat yang bersih dari syirik.


Wujud Allah = Zat Allah = Rahasia Allah = Diri Allah


Jadi shalat itu Diri Allah menyembah Allah. Karena yang Ada hanya Wujud Allah, tidak ada baharu. Jadi, yang dikehendaki makrifat dalam tauhid itu: shalat itu kehendak Allah dan yang shalat itu Rahasia Allah. Pandangan orang makrifat: Sudah Diri Allah Memuji Tuhannya.

Jadi praktik di dalam ibadah:
Matikan dulu diri kamu sebelum shalat. Karena apa? Karena di dalam shalat ini raib semua: mi'raj semua. Yang musti diucapkan dalam berdiri di atas sajadah sebelum takbir, yaitu keempat perkataan muqaranah. Kemudian baru masukkan hakikat tauhid. Setelah itu pandanglah.

Mematikan diri dalam shalat itu, bukan meniada-tiadakan diri, bukan mengosong-kosongkan diri, bukan membuang-buang diri, bukan juga merasa-rasakan diri tiada. Mematikan diri itu maksudnya: Kembalikanlah hak-hak Tuhan itu sebelum kamu mati.

"Laa af`alun illallah"     <=== tiada tubuh
"Laa asma`un illallah."  <=== tiada nyawa
"Laa maujudun illa shifatun illallah"      <=== tiada berkelakuan
"Laa zatul illallah fil haqiqaati illallah." <=== tiada diri
Inilah mematikan diri sebelum mati. Inilah shalat orang muntahi; shalat tingkat penghabisan.


Di dalam tasawuf amali ada penggolongan tingkat-tingkat amal seseorang, yaitu tingkat pertama sampai ke empat. Secara tauhid, kita kupas seperti ini.

  1. muftadi, orang yang beramal dengan i`tikad lillahi ta'ala [karena atau kepada Allah]. Orang ini masih berkutat dalam masalah kelengkapan syarat dan rukun untuk menghadap Allah. Masih bersifat dari dirinya kepada Allah.
  2. mubtadi, orang yang beramal dengan i`tikad minallahi ta`ala [dari Allah]. Orang ini memandang dari Allah-lah sehingga dirinya bisa beramal ibadah. Masih bersifat dari Allah kepada dirinya.
  3. mutawasit, orang yang beramal dengan i`tikad billahi ta`ala [dengan Allah]. Orang ini memandang dengan Allah-lah sehingga dirinya bisa beramal ibadah. Masih besertaan dirinya dengan Allah.
  4. muntahi, orang yang beramal dengan i`tikad lillahi ta`alaminallahi ta`ala, dan billahi ta`ala sekaligus. Dipandangnya semua sehingga tidak dipandangnya dirinya ada, yang ada sudah Perbuatan, Kelakuan, Asma, dan Zat Allah semata. Tiada merasa ada diri lagi, sudah semuanya Allah semata.

Untuk sempurna mengetahui Allah, ketahuilah asal diri. Bukankah yang dijadikan Allah itu zat, sifat, asma, dan af`al. Ini yang perlu diketahui.

Kata Ibnu Abbas r.a., kepada Nabi Saw., dia bertanya:
"Yaa junjunganku, apa yang mula-mula dijadikan Allah Ta`ala?"
Sabda Nabi Muhammad Saw., 
"Innallaaha khalawa qablal asya`i nuurun nabiyyika."
Sesungguhnya Allah telah menjadikan yang mula-mula dari segala sesuatu ialah Cahaya Nabimu [Nur Muhammad]. Nyatalah, Nur Nabi itulah mula-mula dari sekalian alam.


Dan kata Abdul Wahab Syarani r.a. dari Nabi Muhammad Saw.:
"Innallaaha khalaqarruuhin nabiy Muhammad Shalallaahu `alaihi wasalam min zaatihi wa khalaqarruuhin alam."
Sesungguhnya Allah menjadikan ruh Nabi Muhammad Saw. dari Zat-Nya [Zat Allah] dan menjadikan ruh sekalian alam dari Nur Muhammad.


Sadarilah. Segala sesuatu jenis yang zahir [korporeal; jasadi] dari Nur Muhammad, sedangkan ruh-ruhnya dari Zat Allah. Pandanglah diri kita, jasad ini Nur Muhammad; ruh ini dari Zat Allah. Sifat dan zat itu satu [compact].
Contoh: 
Kalau ketan dengan ragi: satu, dinamailah tapai. 
Kalau Zat dan Sifat: satu, dinamai diri siapa diri kita ini? Tentulah Diri Allah.

Nur itu Sifat, Zat itu Rahasia. 
Zat itu hayyun se-hayyun-hayyun-nya. Maka yang hiduplah yang berkelakuan, mana mungkin yang mati [fana] yang berkelakuan.

Kalau kita sudah tahu bahwa Zat itu Wujud Allah; dan Wujud Allah itu Diri Allah, maka Rahasia, itulah Diri Allah. Kalau sudah paham ini, jangan lagi kamu sebut Diri Allah yang berkelakuan. Sebut dengan sebenar-benarnya: Allah yang berelakuan. Karena dalam hakikat tauhid: sudah tidak ada wujud baharu lagi. Apa pun yang kamu lihat, Wujud Allah yang Ada.

Wujud Allah itu Zat Allah; Zat Allah itu Diri Allah. 
Kalau sudah tahu Allah, tidak perlu lagi kamu mau sama dengan Allah atau mau jadi Allah. Kalau sudah Allah, ya tetap Allah. Allah tetap Allah; baharu tetap baharu. Mana mungkin baharu bisa jadi Allah atau Allah jadi baharu.

Jadi, diri manusia ini Diri Allah karena diri manusia ini Zat-Sifat. Jadi yang dikatakan shalat itu, Diri Allah memuji Tuhan-Nya. Kalau kesadaran ini kamu pegang terus, boleh kamu rasakan setiap tidur kamu mendapat hidayah. 

Inilah pelajaran kami malam Jumat kemarin. Sampaikanlah kepada keluarga dan sanak-saudaramu: matikan diri dulu. Maksudnya, kembalikanlah hak-hak Tuhan itu sebelum kamu mati. Beritahukan juga kalau ada ulama yang belum tahu soal ini. Jangan sampai dia jadi imam tanpa kepala, atau berkepala kambing, atau bahkan bertanduk. Orang tauhid bukan hendak sombong menyampaikan ini semua.



Babul Ihsan
Intisari Kitab Langka: Babul Ihsan - Shalat Diri Allah Memuji Tuhannya
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2013-02-11T11:18:00+07:00
Intisari Kitab Langka: Babul Ihsan - Shalat Diri Allah Memuji Tuhannya
5 411 reviews
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome
Tags: , , ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

42 komentar:

Annisa Muslima mengatakan...

Pertamax...........

Bang Arbi mengatakan...

wadaw...makin mantap aja abah penjelasannya. tersungkur eke...

Bang Arbi mengatakan...

terima kasih Kang Mux :D

Bang Arbi mengatakan...

Muqaranah itu artinya PENYERTAAN.
dimanakah bentuk PENYERTAAN itu? --> di BILLAHI TAALA
bagaimanakah BILLAHI TAALA itu? rasakanlah bahwa yg sholat itu ALLAH

Yg berkata itu Allah. Sehingga setiap kata yg keluar dari mulut ini adalah kata ALLAH yg PASTI TERJADI. Seluruh rangkaian kata dalam SHOLAT adalah DOA, maka dengan BILLAHI TAALA semua DOA YG TERUCAP PASTI TERJADI. ini yg namanya RAHMATAN LIL ALAMIN. Karena Berkahnya SHOLAT yg seperti ini meliputi sekalian Alam. Beruntunglah kita masih bisa SHOLAT karena masih BERJASAD. Alhamdulillah...

Djunaedi Miradz mengatakan...

absent dulu ah........subhanallah Abah,Kang Adam tiada kata2 yang dpt terucap lagi..............00000000000000000000

Bang Arbi mengatakan...

"Laa af`alun illallah" <=== tiada tubuh
"Laa asma`un illallah." <=== tiada nyawa
"Laa maujudun illa shifatun illallah" <=== tiada berkelakuan
"Laa zatul illallah fil haqiqaati illallah." <=== tiada diri

ILLA ALLAH --> MELAINKAN ALLAH...(pulangkan kepada yg HAQ nya, maksudnya jangan di-aku-aku-i lagi diri kecil ini melainkan ALLAH yg ADA. ini yg dinamakan mati sebelum mati)

Pical mengatakan...

semoga rahmat bersama bang mux dan kita semua,..

arie Karakter mengatakan...

La hayyun, la alimun, la samiun, la bashirun, la qodirun, la muridun, la mutakalimun, fil haqiqati ilallah …

brg siapa yg sanggup mematikan diri itulah langkah awal menuju diri sejati …
jgn tertipu dg dg apa yg dipandang krn semua hanyalah byg2 …
tdk terpisah AL HAQ dg selayang pandang (ESA)
tujulah satu didlm pandang …
LAISYA KAMASLIHI SAYI'UN …

arie Karakter mengatakan...

belumlah dikatakan sebenar2nya mengenal sblm kita mngerti JALAL, JAMAL, KOHAR,DAN KAMAL … 4 sifat yg nyata pd NUR-NYA …

ALIF = ZAT
LAM = SIFAT
LAM = ASMA
HA = AFAL

kesempurnaan ALLAH dlm keserba meliputan- NYA
pd muhammad Rosulullah segala Rahasia-NYA
sebagai inti dasar sekalian alam … menjadi saksi kemaujudanNYA …

ALIF = JATI DIRI MUHAMMAD
KAF = ILMU MUHAMMAD
BA = KELAKUAN MUHAMMAD
RO = KEHENDAK PD DIRI MUHAMMAD

dari situlah MAHA AGUNG ALLAH TAALA dalam keserba meliputan sekalian alam
ALLAH MUHAMMAD adlh SATU RAHASIA
menjadi kalimat ALLAH AKBAR …

moerad qrad mengatakan...

"mati sebelum mati"
terima kasih penjabaran ini Bang

Bang Arbi mengatakan...

Sekali pandang langsung ESA :D
mantap...trims mas arie...

Bang Arbi mengatakan...

kembali kasih Kang Moerad. semoga bisa sama2 kita amalkan ya paham ini. sebenarnya ga susah koq. SADARI saja yg hidup ALLAH n yg menjalankan SYARIAT sesuai KALAM-nya di QURAN.

Jika sudah paham bahwa QURAN adalah KALAMULLAH, maka MUSTAHIL ALLAH MELENCENG DARI KALAM-NYA.
JIKA ALLAH MEMERINTAHKAN SHOLAT, MAKA ALLAH LAH YG SHOLAT
MAKA ALLAH LAH YG BER-SYARIAT ITU.
Jangan di-aku-aku lagi oleh diri kecil ini TAQWA itu.

Justru adalah lucu, jika ada orang merasa MAKRIFAT tapi tidak ber-SYARIAT. Mahasuci ALLAH dari ketidaksesuaian KALAM dg PERBUATAN.

Bang Arbi mengatakan...

Amiin ya Allah :D

Bang Arbi mengatakan...

Alhamdulillah...Trims mas arie :D

MUHAMMAD ITU SAKSI BAGI KEMAUJUDAN-NYA
yg bersaksi dan yg menyaksikan itu ESA, bukan BERSATU.

ALLAH --> ZAT MUTLAK
MUHAMMAD --> ZAT-SIFAT

Awalnya Diri Pribadi Tuhan saja ADA, karena ingin dikenal maka diciptakan Makhluk.
Tiada dikenal Allah melainkan dengan Muhammad.
Tiada mengenal Allah melainkan melalui Muhammad.
Seandainya anda tahu siapa Muhammad itu.

MUHAMMAD itu telah TAJALLI SEMPURNA pada Muhammad Bin Abdullah yg di Madinah.
Bagaimana dengan MUHAMMAD yg ada pada mu?
Seberapa Muhammad kamu?
Jangan mengaku2 MUHAMMAD tapi nyatanya beda.
MUHAMMAD itu BERSYARIAT dengan MAKRIFATnya
Jika Bermakrifat tapi tidak bersyariat lebih tepatnya itu --> IBLIS (Bahkan Iblis pun tidak berani mengaku2 Muhammad)

Ayoendhie mengatakan...

Absen aja dech.... :)

Bang Arbi mengatakan...

ikutan mbak ayu deh... absen juga ah :D

Bang Arbi mengatakan...

Judul dari artikel diatas adalah tentang kitab yg judulnya BAB AL IHSAN.
dari judulnya tahulah kita bahwa yg jadi TEMA dari bahasan ini adalah IHSAN.
IHSAN itu MELIHAT ALLAH dengan PANDANGAN YG YAKIN, Zahir dan Bathin.

Budi Santoso mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
arie Karakter mengatakan...

Benar sekali bang arbi … ihsan = melihat = pandangan = PENYAKSIAN SYAHADAT

ASYAHADUALA ILAHA ILALLAH = PENYERAHAN JASAD ( MUHADDAST/ ZOHIR HANYA MILIK ALLAH… SAKSINYA NYAWA …

WA ASHADU ANNA MUHAMMADUROSULULLAH : PENYERAHAN NYAWA : SAKSINYA TUBUH, NYAWA, ALLAH TA'ALA

SYAHDAN : HU = PENGAKUAN ALLAH TA'ALA = BAHWA TUBUH DAN NYAWAMU HAQ KU : QUL SUBHANNA ROBBY …

LAHAULA WALA QUWATA ILA BILAHIL ALIYIL ADZHIM…

ifan sofyana mengatakan...

subhanallah..makin mantap hati ane bacanya..thanks kang mux,thank abah atas ilmunya..semoga limpahan karunia Allah SWT beserta sobat semua..Aamiin...

Hari Sarwono mengatakan...

http://lh6.googleusercontent.com/-03SePZBireE/ULpkLsg1uKI/AAAAAAAAHkI/8jJOWJf6mTg/s76/salam.gif

MUXLIMO mengatakan...

:21:

MUXLIMO mengatakan...

http://lh5.googleusercontent.com/-NyfcNUQUYYA/ULpkRODStNI/AAAAAAAAHmA/pS9ZZXWpcWU/s74/wsalam.gif , Mas. Akhirnya bisa komen di mari ya :D

@all, mohon maaf blum bisa nimbrung diskusi. Lembur ga tidur 3 hari nih :5:

antox hooligan mengatakan...

Alhamdulillah...
Ketinggalan ada 2 postingtambahan, kirain dah tutup sampe idul fitri...http://lh3.googleusercontent.com/--Ku8oIXhZLM/ULpkHQ037BI/AAAAAAAAHi8/KkDNvp5QnRg/s75/mashallah.gif
Makin terbukalah ulasan dari abah undang siradj... Subhanallah.

jimmy ali ghuraisyah mengatakan...

Assalamuallaikum sodaraku terkasih......!!

Alhamdulilah wasyukurilah..bisa berkumpul kembali hehee..sangat dasyat ekali.

Bang Arbi mengatakan...

wow, merinding ane dengan komen mas arie ini :D syuper syekali :D

Bang Arbi mengatakan...

semoga Kangmux senantiasa diberi kesehatan n kelancaran dalam segala aktivitasnya. Amiin...

antox hooligan mengatakan...

Alhamdulillah... Mas Ari dan Bang Arbi

Pandang tubuh menunjukkan hati,pandang hati menunjukkan nyawa, pandang nyawa menunjukkan rahasia, pandang rahasia menunjukkan wujud. maka dengan demikian "La Ila ha ilallah" itu maknanya dalam kesudahan tauhid dan makrifat tidak lain hanya allah yg ada. demikianlah seharusnya senantiasa pandangan kita.

firman syaputra mengatakan...

Bahasan yang menarik ijin nyimak gan

Bang Arbi mengatakan...

silahkan mas firman. jangan sungkan yaa :) salam kenal.
Jabat Hangat...

budi prihadi mengatakan...

kang mux...kok tampilannya beda yak?

Bang Arbi mengatakan...

mas budi, ini memang tampilan baru. kamar tidur aja kadang di ganti2 tampilannya. biar enak tidurnya. wkwkwk :D

Bang Arbi mengatakan...

Alhamdulillah ya bang ifan :D semoga semakin kesini semakin mantappaham n latihan DIAM-nya ya ^__^

Djunaedi Miradz mengatakan...

mo isi daftar hadir dulu ahh.....

Mas Agus mengatakan...

Wahh..Keren Abis pokoknya..Thanks Buanget ya Kang Mux and Bang Arbi , saya tadi lebih mantapp pengetahuannya ...

Bang Arbi mengatakan...

dicatett..walaupun telat 5 menit wkwkwkw :D

Bang Arbi mengatakan...

alhamdulillah :) semoga makin mantap pahamnya didalam PRAKTEK-nya ya mas agus :D

Muaz Elhaaj mengatakan...

Alhamdulillah . .. !!

Alwi Dahong mengatakan...

http://lh6.googleusercontent.com/-03SePZBireE/ULpkLsg1uKI/AAAAAAAAHkI/8jJOWJf6mTg/s76/salam.gif
ternyata sy ketinggalan banyak postingan nih, waduuuuh
lajutin baca dah moga allah memberi kepahaman

MUXLIMO mengatakan...

http://lh5.googleusercontent.com/-NyfcNUQUYYA/ULpkRODStNI/AAAAAAAAHmA/pS9ZZXWpcWU/s74/wsalam.gif
Better late than never, Wet.. jangan lupa isi kenclengnya ya :11: :g:
nih ~O) buat nemenin bacabaca :]

muhammad sarkowi mengatakan...

man tab ...

MUXLIMO mengatakan...

:21: Mas..

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism