Berkhidmat Menuju Tajalli ~ Pusaka Madinah

burnzone

AD (728x60)

Berkhidmat Menuju Tajalli

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]

Performa dan tampilan terbaik laman ini pada peramban Microsoft Edge. Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC.
landscape mode.


Khidmat adalah menyatukan pikiran dan perasaan sehingga pikiran tidak berfungsi; sehingga nafsu tidak berdaya mengganggu pikiran. Kalau sudah bagus diamnya akan timbul tansal dan ketika yang merenyam-renyam hilang, timbul terang seterang-terangnya. Maka tajalli-lah rahasia Allah ke jasad. Satu dengan jasad; meliputi jasad, bercahaya-cahaya bertubuhkan Roh Qudus: rahasianya Allah Ta'ala.


- Syaikh Undang Siradj - 
Berkhidmat Menuju Tajalli
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2011-06-26T09:23:00+07:00
Berkhidmat Menuju Tajalli
5 411 reviews
Buku ISuS

Buku Ilmu Sedikit untuk Segala²nya

Sudah terbit buku untuk memudahkan Ikhwan/Akhwat memahami kajian tauhid hakiki yang termuat di situs ini secara lebih tersusun dari anak tangga pemahaman Islam yang paling dasar. Ikhwan yang berminat memiliki buku ini dapat menghubungi penerbitnya langsung di www.midaslearning.co.id

  • Untuk mengetahui seluk-beluk buku lebih komprehensif, lengkap dengan uraian per bab dan video garis besar kajian buku, silakan kunjungi landing page rekanan resmi kami di: www.bukutauhidhakiki.com
  • Untuk memesan buku dari rekanan resmi yang terdekat dengan kota Ikhwan/Akhwat, silakan kunjungi tautan ini: "Kami di Kota Anda".
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tags: ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

"Kalau sudah bagus diamnya akan timbul tansal dan ketika yang merenyam-renyam hilang, timbul terang seterang-terangnya"

kang mux, nanya yaa... tansal itu apa sih? trus yang merenyam-renyam itu maksudnya apa ya? :) abdi mah teu tiasa sunda atuh.. hhihihi... sungkem

-Arbi-

MUXLIMO mengatakan...

wkwkwkwk itu bukan bahasa sunda kok Braderrrr.. itu asli bahasa tauhid versi pengajian di kampung-kampung (mungkin ya?!) Aslinya ane juga baru tau ada istilah2 itu pas belajar tauhid kok, hehhee

insyaAllah, yang dimaksud
tansal itu semacam getaran tubuh ketika merasakan nyaman ruhani saat tafakur dan awal masuk pintu musyahadah. Kalo di keseharian, semacam dorongan pengen "goyang" waktu kita denger musik yang enyak, gitu. :3:

Tansal ini pintu masuk baru mau masuk musyahadah, tapi musti diatasi dengan cara "didiamkan" alias dicuekin itu Bang Bro.

Merenyam itu semacam sensasi "kesemutan" sekujur tubuh waktu kita tafakur, Bang. InsyaAllah kalau nanti dua hal ini Abang rasakan saat tafakur, udah tau cara ngatasinnya ya. aamiiin. :25:

Anonim mengatakan...

Siappp melaksanakan perintah gann...hehehe...amiin...

"Tansal ini pintu masuk baru mau masuk musyahadah, tapi musti diatasi dengan cara "didiamkan" alias dicuekin itu Bang Bro."

maksudnya yg dicuiekin itu biarin aja badan "goyang" atau hiraukan rasa ingin "goyang" nya kang mux?

-Arbi-

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism