burnzone

AD (728x60)

Poligami Menuju Keesaan [UPDATE]

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome






  • Poligami dari Islam?
  • Poligami Pra-Islam
  • Poligami Islami (Syariati)
  • Poligami Islami (Hakiki)
  • Saran bagi Para Muslimah
  • Pemandangan-pemandangan Memprihatinkan


Poligami dari Islam?

SSetelah topik jihad fi sabilillah, topik poligami adalah bahasan paling kontroversial dalam Islam. Kedua topik tersebut menuai banyak gugatan dari luar Islam, bahkan dari pemeluk Islam sendiri. Banyak orang yang beranggapan bahwa konsep poligami itu datang dari Islam, padahal itu sangat keliru.

Poligami dan martabat kaum hawa dari masa ke masa

Poligami Pra-Islam

Konsep poligami sudah ada sejak ribuan tahun sebelum Islam turun ke permukaan bumi manusia. Pada peradaban Mesir Kuno dan Cina Kuno, misalnya, para pharaoh dan para kaisar di setiap dinasti memberlakukan sistem pergundikan. Para selir bin gundik itu status kependudukannya cuma sebagai objek pelampiasan nafsu kelamin sang penguasa. Hm.. sistem ini rupanya juga tetap dilestarikan oleh para pemilik wanita simpanan masa kini.




Pada era Arab Jahiliyah, selain poligami, persetubuhan inses pun sah dan lazim dilakukan. Sebagai contoh, si Anu boleh melakukan transaksi barter istri untuk jangka waktu tertentu dengan sang paman berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Sungguh demokratis, ya. xD
Jadi, demikianlah adanya. Kedudukan kaum hawa pada waktu itu lebih buruk daripada budak; lebih buruk daripada hewan ternak, dan hanya sejajar dengan sembako. Ups! xD




Poligami Islami - Syariati

Poligami dalam Islam merupakan praktik yang tidak dilarang, tetapi juga tidak dianjurkan (mubah). Islam memperbolehkan seorang pria beristri hingga empat orang istri dengan syarat sang suami harus dapat berbuat adil terhadap seluruh istrinya (Surat an-Nisa[4]:3).

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُواْ فِي الْيَتَامَى فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُواْ
“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki.”

Islam menganjurkan poligami atas beberapa sebab:

  1. Suami mempunyai dorongan nafsu syahwat yang luar biasa sehinggakan isteri tidak dapatmemenuhi kebutuhannya.
  2. Keadaan isteri yang senantiasa uzur dan sakit.
  3. Membela kaum wanita yang menjadi balu atau janda setelah suami gugur dalam berjihad menegakkan agama Allah.
  4. Isteri tidak dapat melahirkan zuriat atas sebab kesehatan.


Dalam kitab Ibn al-Atsir, sikap beristeri lebih dari satu wanita yang dilakukannya adalah upaya transformasi sosial. Mekanisme beristeri lebih dari satu wanita yang diterapkan Nabi adalah strategi untuk meningkatkan kedudukan perempuan dalam tradisi feodal Arab pada abad ke-7 Masehi. Saat itu,nilai sosial seorang perempuan dan janda sedemikian rendah sehingga seorang laki-laki dapat beristri sebanyak mereka suka. Sebaliknya, Nabi membatasi praktik poligami, mengkritik perilaku sewenang-wenang, dan menegaskan keharusan berlaku adil dalam beristeri lebih dari satu wanita.

Nabi Muhammad, nabi utama agama Islam melakukan praktik poligami pada delapan tahun sisa hidupnya, sebelumnya beliau beristri hanya satu orang selama 28 tahun. Setelah istrinya saat itu meninggal (Khadijah) barulah ia menikah dengan beberapa wanita. Kebanyakan dari mereka yang diperistri Muhammad adalah janda mati, kecuali Aisyah (putri sahabatnya, Abu Bakar).



Poligami Islami - Hakiki

“Ketahuilah, o Saudaraku, memiliki istri-istri dan perempuan-perempuan sebagaimana disahkan oleh syariat bukanlah bertujuan melampiaskan hasrat nafsu syahwat, apalagi untuk memamerkan kejantanan. Sekali-sekali tidak demikian. Istri-istri dan perempuan yang kita miliki itu adalah sarana yang harus kita gunakan untuk melepas keterikatan kita pada satu subjek yang kita cintai. Sebab, cinta seorang laki-laki kepada satu perempuan sangat kuat daya rekatnya dibandingkan dengan cinta seorang laki-laki kepada banyak perempuan.”

“Ketahuilah, o Saudaraku, latar di balik syariat yang membolehkan laki-laki menikahi lebih dari satu perempuan adalah berkaitan dengan kecintaan kepada Allah. Karena itu, syarat keadilan yang dimaksud dalam ketentuan hukum Ilahi bukanlah keadilan dalam membagi cinta terhadap istri-istri, melainkan dalam mengarahkan kiblat cinta kepada-Nya. Sebab, dengan mencintai-Nya maka keadilan akan terwujud dengan sendirinya. Jadi, keadilan di situ jangan diartikan keadilan membagi perhatian kepada setiap istri menurut pertimbangan nalar suami atau nilai-nilai yang dianut masyarakat. Dengan demikian, istri-istri dan perempuan-perempuan yang kita miliki itu adalah sarana untuk mengarahkan kiblat cinta hanya kepada-Nya.”
(Suluk Abdul Jalil)




مَّا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِّن قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ
Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya. (Q.S. Al Ahzaab:4)

Dari uraian terakhir di atas, insyaAllah pada akhirnya kita semua (terutama para muslimah) memahami makna hakiki poligami ialah semata-mata untuk kepentingan menomorsatukan Allah. Menomorsatukan Allah adalah kewajiban setiap hamba (Lihat :Ketika Cinta Bertawaf dan Mengapa Allah menciptakan makhluk?).

Oleh sebab itu, seberat apa pun jalan yang harus dihadapi atas diri (para isteri yang dipoligami), hadapilah dengan ikhlas karena Allah. Dengan demikian, pengorbanan diri tersebut insyaAllah akan berbuah surga.

۞ إِنَّ ٱللَّهَ ٱشۡتَرَىٰ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَنفُسَهُمۡ وَأَمۡوَٲلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلۡجَنَّةَۚ
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. (Q.S. At-Taubah:111)

Saran bagi Para Muslimah

Jika suami Anda berniat melakukan poligami. Tanyakan pada suami Anda apa alasannya. Jika jawabannya sekadar takut terjerumus ke dalam zina, berarti belum tentu tujuan akhirnya untuk menomorsatukan Allah. Katakan pada suami Anda: "Aku melihat nafsumu yang berbicara, entah untuk gengsi, memamerkan kejantanan, menunjukkan bahwa kamu banyak harta (dan bahwa dirimu masih "laku",wakakak)

Jika alasannya dia ingin menjadi seorang salik (penempuh jalan rohani menuju Allah), Anda tidak punya pilihan selain mengikhlaskan suami Anda untuk Allah, bukan untuk istri mudanya. Beruntunglah Anda Nmemiliki suami yang sadar akan hakikat penciptaannya. Beruntunglah Anda memiliki seorang lelaki terpilih. Seorang yang tidak merindukan surga, tetapi merindukan Pemilknya. (Lihat catatan Mengapa Allah Menciptakan Makhluk?)

وَاصْطَنَعْتُكَ لِنَفْسِي
..dan Aku telah memilihmu untuk diri-Ku. (Q.S. Thaaha[20]:41)


Jangan khawatir, jika suami Anda adalah seorang muslim yang baik, dia tidak akan berani berbohong mengenai alasan sesungguhnya. Sesungguhnya kebohongan adalah kebusukan dan kebusukan pada akhirnya tetap akan tercium. Lagi pula Rasulullah pernah melarang orang-orang tua muslim menolak lamaran seorang pemuda mukmin. Karena seorang mukmin tak akan menyakiti isterinya meskipun tiada lagi rasa cinta di hatinya. (hadis aslinya lupa, sori)

Tapi mohon diingat: Tidak selamanya penempuh jalan suluk butuh poligami, bahkan KONON keputusan berpoligami atau tidak itu bukan atas kuasa sang salik/mukmin. Seorang arif billah itu menolak atau mengambil sesuatu dengan perintah Allah [Ingat sejarah Rasulullah Saw. menikahi Aisyah r.a., itu karena perintah Allah, bukan atas keinginan nafsu diri Rasulullah!]

Bukankah para kekasih Allah itu adalah orang-orang yang dengan-Nya ia mendengar, dengan-Nya ia melihat, dengan-Nya ia berjalan, dengan-Nya ia mengetahui, dll... ??

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin ‘Utsman bin Karamah telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal telah menceritakan kepadaku Syarik bin Abdullah bin Abi Namir dari ‘Atho` dari Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah berfirman,

"Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang kepadanya, dan hamba-Ku tidak bisa mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan (perkara syariat), jika hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan kebaikan, maka Aku mencintai dia, jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang ia jadikan untuk mendengar, dan pandangannya yang ia jadikan untuk memandang, dan tangannya yang ia jadikan untuk memukul, dan kakinya yang dijadikannya untuk berjalan, jikalau ia meminta-Ku, pasti Kuberi, dan jika meminta perlindungan kepada-Ku, pasti Ku-lindungi. Dan aku tidak ragu untuk melakukan sesuatu yang Aku menjadi pelakunya sendiri sebagaimana keragu-raguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin yang ia (khawatir) terhadap kematian itu, dan Aku sendiri khawatir ia merasakan kepedihan sakitnya.” 
(H.R. Bukhari 6021)



Jangan tergoda untuk menggugat, apalagi menolak hukum syariat poligami. Itu bisa berarti Anda sudah terjangkit virus feminisme. (jeng-jeng-jeng!! xD ) (Lihat catatan berkaitan dengan bahaya feminisme bagi muslimah: Allahisme)

Ya Rabb, karuniailah atas kami seperti yang telah Engkau limpahkan pada kekasih2-Mu terdahulu... amin ya Rabb..



Pemandangan-Pemandangan Memprihatinkan

BEUH!!




وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى
Dan barangsiapa yang menentang rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mumin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu... (QS. An-Nisa (4):115)

Al-Ahzab (33): 36
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً مُّبِيناً
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.

BEUH!!






MasyaAllah, do'i pamerin uangnya bejibun!

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرّاً ثُمَّ يَكُونُ حُطَاماً وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan BERMEGAH-MEGAH antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Al-Hadiid (57):20)


UPDATE MAKSUD PENULISAN INI <3
BAGI MUSLIM LAKI-LAKI MASA KINI:
KAU YAKIN POLIGAMI YANG AKAN ATAU SUDAH KAU LAKUKAN ITU POLIGAMI YANG HAQ?

BAGI KAUM MUSLIMAH MASA KINI:
TIDAK MAU DIPOLIGAMI ITU WAJAR, TAPI JANGAN SAMPAI TERBETIK DALAM HATIMU, YAA UKHTI, KALIMAH SEPERTI INI: "ISLAM ITU SEMPURNA SEANDAINYA TIDAK ADA HUKUM POLIGAMINYA."

JIKA SUDAH PERNAH TERBERSIT KALIMAH SEMACAM ITU DALAM HATIMU, SEGERA PERBARUI SYAHADAT DAN BERISTIGFARLAH. SEBAB KALIMAT DI ATAS ADALAH KALIMAT YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN SESEORANG.
Allahu'alam.

Poligami Menuju Keesaan [UPDATE]
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2010-08-14T01:04:00+07:00
Poligami Menuju Keesaan [UPDATE]
5 411 reviews
Tags: ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

8 komentar:

M. Erich Kerry Al-Ghifary mengatakan...

Wkwkwkwkwk

Hari gini dolly Gami, hahahha

Mantap XD

Bang Arbi mengatakan...

Btw, nyang nulis ni artikel udah poligami belum nih? https://lh5.googleusercontent.com/-oTu85zJ0-9k/UHeVTbFc1aI/AAAAAAAAGUk/fPSbTTnc0aw/s22/heheotan.gif

MUX LIMO mengatakan...

belum Bang.. baru sempet polipantay aja.. baru jadi penonton itu juga.. :g:

Bang Arbi mengatakan...

https://lh4.googleusercontent.com/-dWjINDFQ-TM/UFV7H6jjDrI/AAAAAAAAFh0/ssPyjh3EsRI/h120/muahaha.gif capee dee... https://lh4.googleusercontent.com/-H8NRRzDoCDk/UFV68_Nf_1I/AAAAAAAAFf4/WRa30gomfoA/s128/api-api-moday.gif

MUXLIMO mengatakan...

:c: hei hei hei..! jangan males2an gitu.. ayo kerja lagi!! :11: *kesurupan jin kompeni :3:

downloadsatujari mengatakan...

di share di ITB ah

kaze-kate.net mengatakan...

karek nyadar ieu plat nomerna HI CEWE :D

https://lh6.googleusercontent.com/-v7ma1wRoBvU/UKxWMdgYVbI/AAAAAAAAHNs/0fPcAsoqLl4/s320/Poligami.menuju.Keesaan.9.Muxlimos.Lair.jpg

Budid mengatakan...

http://lh6.googleusercontent.com/-03SePZBireE/ULpkLsg1uKI/AAAAAAAAHkI/8jJOWJf6mTg/s76/salam.gif

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism