Secara hakiki,
tentu maksudnya bukan asal bersurban, berjanggut, bergamis, memimpin pengajian yang orang berijab-kabul (berbaiat) padanya, dsb, .... melainkan
—melihat wajahnya hati kita tenteram (mengingat Allâhﷻ = jiwa tenteram Ar-Ra`du:28),
—melihat wajahnya terbit mahabbah (rindu pada Allâhﷻ wa Rasulullâhﷺ) dan semakin terbit kecintaan dan pembelaan pada agama ini.
● Ciri sekunder lainnya
— tidak ada perkataan maupun perbuatan dia yang melanggar Kitabullâh dan sunnaturrasul. Intinya ucapan dan perbuatannya di hadapan umat tidak pernah bertentangan dengan uṣul tauhid dan uṣul fiqh.
— Syaikh Abdul Qadir Jailani dalam kitab Faṭur Rabbani wal Faiḍur Raḥmāni mengisyaratkan bahwa para kekasih Allâh itu mereka mengambil (keputusan) dan/atau menolak sesuatu semata-mata atas perintah Allâh melalui sama-tengah hatinya (bukan melalui sirr, melainkan melalui yang di dalam sirr—hadis qudsy: wa fi sirri Ana)
— secara umum orang itu menginspirasi akhlak rendah hati dalam ketegasannya dan tegas dalam kerendahatiannya.⠀
Sebenarnya sudah tahu ciri ini pun belum jaminan. Malah awalnya saya ingin menjawab: tidak perlu dicari tahu, soalnya bisa malah menjadi hijab baru buat kita. Terpaku mencari-cari orang sedemikian lalu dikira orang itu sudah tajalli.
Padahal tugas kita itu bagaimana kita bisa berilmu dan beramal ikhlas sehingga tergolong ke dalam salah satunya sehingga kita tahu ciri yang sebenar-benarnya karena merasakan sendiri tanpa diperkata-katakan pada orang lain.
———————————
Jangan juga menanyakan ini pada seseorang:
"Apakah Anda sudah tajalli?"
Ketahuilah, ini jenis pertanyaan yang menimbulkan mudarat bagi si penanya dan bagi yang ditanya.
———————————
Allâhua`lam.
.png)
By
Published: 2026-07-16T21:07:00+07:00
WAJAH SANG KEKASIH
.png)
|