إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan. [H.R. Bukhari]
○○○
Makrifatullah artinya ilmu mengenal Allah.
Orang yang 'sudah sampai' di puncak pengenalannya akan Allah (billahi), biasanya dikaruniai Allah karamah berupa ini-itu. Jadi, 'sampai' dulu, baru dapat karamah. Yang sudah sampai dan dapat karamah pun kalau tidak istiqamah, karamahnya bisa jatuh jadi istidraj.
Makrifatullah artinya ilmu mengenal Allah, bukan ilmu untuk dapat karamah.
Jangan salah, tidak pernah ada ilmu untuk mendapat karamah. Karamah itu salah satu jenis karunia Allah. Namanya karunia Allah, pasti murni kehendak Allah. Tidak ada satu pun manusia bisa mengusahakannya.
Kalau dari awal niat belajar makrifatullah utk karamah2 ini-itu, berarti sejak awal dia itu sudahlah gagal paham, salah kaprah, takpaham takrif (tujuan), dipastikan dapat istidraj pula. Nauzubillaahi min zalik ya.
Contoh istidraj di kalangan alim:
- sekali diberitahu Allah ilmu tentang hujan, ia jadikan modal profesi pawang hujan.
- sekali diperlihatkan Allah alam jin, jadilah ulama yang mengajarkan ilmu2 khadam.
- sekali diperkenankan menjadi asbab sembuhnya penyakit orang, jadilah ia tabib "islami".
Banyak alim makrifat terhijab dan terjebak di maqam (kedudukan pencapaian ilmu)-nya sendiri.
Jadi, kalau di toko buku nemu kitab cara meraih ilmu laduni.... hadapi aja dengan senyuman, yah!
..... ngakak juga boleh (asal jangan lebay)
○○○○○○○○
■ DEFINISI KARAMAH
Menurut ulama, karamah berarti keadaan luar biasa yang diberikan Allah Swt. kepada para wali-Nya <-- kelas umat; bukan nabi. Wali ialah orang yang beriman, bertakwa, dan beramal shaleh kepada Allah Swt. <-- kelas umat; bukan nabi.
أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْيَحْزَنُونَ۞ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ۞ لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ……
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat….” [Q.S. Yunus: 62-64]
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ : مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَلاَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيْذَنَّهُ (رواه البخاري)
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhya Allah ta’ala berfirman: Siapa yang memusuhi wali-Ku maka telah Aku umumkan perang terhadapnya. Tidak ada taqarrubnya seorang hamba kepada-Ku yang lebih Aku cintai kecuali beribadah dengan apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hamba-Ku yang selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil (perkara-perkara sunnah diluar yang fardhu) maka Aku akan mencintainya. Dan jika Aku telah mencintainya maka Aku adalah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, tangannya yang digunakannya untuk memukul dan kakinya yang digunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepadaku niscaya akan Aku berikan dan jika dia minta perlindungan dari-Ku niscaya akan Aku lindungi.“ [H.R. Bukhari]
○○○○○○○
■ DEFINISI ISTIDRAJ
إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ
“Bila engkau melihat Allah Ta’ala memberi hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan/pembiaran) dari Allah.” [H.R. Ahmad]
أَفَأَمِنُواْ مَكْرَ اللّهِ فَلاَ يَأْمَنُ مَكْرَ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ
“Maka apakah mereka merasa aman dari makar Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan makar Allah kecuali orang-orang yang merugi.” [Q.S. Al-A’raf: 99]
فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ ؕ حَتّٰٓى اِذَا فَرِحُوْا بِمَاۤ اُوْتُوْۤا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَ
Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa. [Q.S. Al-An'am:44]
فَذَرْنِيْ وَمَنْ يُّكَذِّبُ بِهٰذَا الْحَـدِيْثِ ؕ سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ ۙ
Maka serahkanlah kepada-Ku (urusannya) dan orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur'an). Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur dari arah yang tidak mereka ketahui,
وَاُمْلِيْ لَهُمْ ؕ اِنَّ كَيْدِيْ مَتِيْنٌ
dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh.
[Q.S. Al-Qalam:44-45]
===
Allaahua'lam.

By
Published: 2026-07-20T20:37:00+07:00
TIDAK PERNAH ADA ILMU UNTUK MERAIH KARAMAH

|