burnzone

AD (728x60)

Tauhid: Benih Ketuhanan yang Tiada Mati

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome.

Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC. Harap maklum.
landscape mode.


Tauhid ini ialah pelajaran yang tidak ada matinya. Sesungguhnya tauhid ini selalu ditanamkan kepada diri manusia dari dalam Kandungan Mahasuci.

Seperti ketika lihat pohon mati, tetapi sesunggunya di dalam pohon itu hidup. Tanam benih tumbuhlah akarnya dan tumbuhlah lagi batang pohonnya dan daunnya hingga berbuah. Akan tetapi buah itu tidak melupakan bahwa kejadiaannya itu dari dalam kandungan Mahasuci. Maka kalau sudah kesadaaran zikirullah,dia tidak buta hakiki, melainkan sudah dipandangnya siapa Yang Menjaga dia, yaitu dari kandungan Mahasuci itu.

Tumbuh buah itu ialah buah yang jatuh dari hati, maka Terasa Maniss Seluruh Tubuh. Bukan lagi kepada rasa, melainkan rasa menuju ke manis, maka Satu pada saat itu. Ialah rasa menjiwai manis Tersebut.

Maka jatuhkanlah dirimu ke dalam hati itu. Ada yang menyambut dirimu. Sesungguhnya yang menyambut itu Aku. Melainkan Aku-lah Diri buah tersebut. Ketika Aku jatuh tidaklah melupakan, delalu Aku pandang. Bukanlah jatuh ke dalam tanah. Kalau jatuh di dalam tanah maka Wujud-Ku seperti tanah [padahal Wujud-Ku tidak seperti tanah].

Jatuhnya Aku ialah jatuhnya tidak binasa. Sudah kekal jatuh-Ku. Sudah Ku-sediakan hati itu kepadamu, wahai manusia. Sesungguhnya jatuhmu ke dalam Kandungan Mahasuci. Bahwa di dalam Mahasuci itu ialah kamu (yang bertubuhkan) Mahasuci.

- Mursyid Muhammad Arabi Sirad -


Pandangan Nur Ilahi
Tauhid: Benih Ketuhanan yang Tiada Mati
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2018-01-10T20:37:00+07:00
Tauhid: Benih Ketuhanan yang Tiada Mati
5 411 reviews
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome
Tags:
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism