burnzone

AD (728x60)

Kicauan Burung ialah Suara Nūr

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome.

Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC. Harap maklum.
landscape mode.

Sesungguhnya kicauan burung itu ialah kicauan nada ketenangan. Di dalam nada suara burung itu sesungguhnya ada tenang yang mengeluarkannya, dia [nada ketenangan ini] bukan diddalam dan bukan di luar, melainkan mutlak mengeluarkan kicauannya. Sudah tenang mendengarnya itulah Muḥammad Rasulullâh memanggilmu [dan mengingatkanmu] bahwa engkau (manusia) diberikan nikmat terlebih lagi daripada [nikmatnya sang] burung yang berkicau dalam ketenangan.

Bahkan engkau tidak berkicau saja (wahai manusia), [kamu sesungguhnya] sudah dalam ketenangan. Kalau engkau bersungguh-sungguh mendengarkannya, maka seluruh jasadmu bernada seperti burung itu. Ingatlah burung itu berkicau mengeluarkan nada ketenangan, sedangkan kita ini ialah yang mempunyai nada ketenangan itu.


"Sudah Ku-titipkan di dalam dirimu. Sesungguhnya ada yang membimbing dirimu pada saat itu (Q.S. Al-Ḥijr:29) tetaplah dengan kesempurnaan bahwa kesempurnaaan itu ada padamu."


Sesungguhnya Rasulullâh sudah disediakan oleh Allâhﷻ (Q.S.Al-Ḥujurāt:7), maka janganlah engkau lupakan Rasulullâh. Sebab, jatuhnya daun itu ada yang menyambutnya, yaitu angin dan bertiupnya angin itu ada juga yang menyambutnya ialah Nūr. Semua dihimpunkan kepada diri Nūr, maka Nūr-lah diri kita dan bercahayalah diri kita seperti cahaya matahari. Dalam hal-keadaan diri sedemikianlah cahaya-Nya dapat bertemu kepada Al-Haq.

Wahai umat Muḥammad, di atas kepalamu ada cahayanya. Namun, cahaya itu bukan berada di atas, melainkan sudah sebenarnya cahaya itu meliputi dirimu (Q.S. Fuṣṣilat:54), maka dapatlah bersinar dan berseri-seri wajah dan seluruh jasadmu itu. Karena sesungguhnya dirimu ialah cahaya yang tidak pernah mati dan tidak pernah redup. (Q.S. Nūr:35, Aż-Żariyāt:20-21, Al-Insān:1)

- Mursyid Muḥammad Arabi Sirad -

Amat terkait: Bahasa Cahaya Nabi Khidr a.s.


Kicauan Burunf Suara Nur
Kicauan Burung ialah Suara Nūr
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2018-01-13T12:47:00+07:00
Kicauan Burung ialah Suara Nūr
5 411 reviews
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome
Tags:
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism