burnzone

AD (728x60)

Pandangan Nūr Ilāḥi: Pandangan yang Sempurna Bimbingan Rasulullâh

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome.

Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC. Harap maklum.
landscape mode.


اتقوا فراسة المؤمن ، فإنه ينظربنور الله
Berhati-hatilah terhadap firasat orang mukmin karena sesungguhnya dia memandang dengan Nūr Ilāḥi. (H.R. Tirmizi)


Diri Mahasuci; Diri Tuhan; Tuhan meliputi diri maka begitulah kita memandang dengan sebenarnya diri. Bahwa pandangan yang sempurna itu ialah pandangan Nūr Ilāḥi, maka sudah ada pada diri manusia. Maka mati manusia itu sudah dipandang Diri Tuhan yang esa menghadap Tuhan (Q.S. Al-Waqi`ah [56]:83-84), maka sempurnalah ibadahmu.

Tiada yang dipercaya melainkan yang dipercaya itu Diri Nūr Ilāḥi karena kesempurnaan agama ada pada Diri Nūr Ilāḥi, maka ketika sampai menghadap Baitullâh, ikutilah kata Baitullah itu. {bukan Baitullâh makhluk, melainkan Baitullâh yang ada di dalam dirimu (Q.S. Aż-Żariyāt [51]:20-21)}

Ketika kamu masuk, pada saat itu Rasulullâh yang kutubuhkan; Rasulullâh yang memandang, maka diamku sempurna, bahwa diamku dibimbing oleh Rasulullâh. Sebutlah Rasulullâh maka Rasulullâh membawa kesempurnaan ibadah. Yang diridai Tuhan itu ialah yang memakai diri Rasulullâh.


Yā Sayyidi Yā Rasulullâh,
bimbinglah aku ke dalam diam, diam dirimu yang sempurna, sempurnanya ibadahku beserta dirimu, Yā Rasulullâh. Rasulullâh beserta Allâhﷻ.


Dengan diam pandang Tuhan. Tapi bukan diam makhluk, melainkan diam yang atas bimbingan. Diam yang hidup. Itulah yang kekal ibadahnya (da`im). Dalam bimbingan Rasulullâh dan dalam perhimpunan. Perhimpunan diri yang suci bahwa Yang Suci Itu Tidak ada Pengakuannya. Beginilah pandangan kita sebenarnya. Pandangan yang sudah dibersihkan Tuhan oleh sebab penuh adab kita kepada Tuhan.

Āmīn, āmīn yā Allâh. Dibimbing oleh Rasulullâh dalam mengamalkan Diam Yang Hidup yang sampai kepada Tuhan.

- Mursyid Muhammad Arabi Sirad -


Pandangan Nur IlahiJudul dari redaksi admin. Gambar sekadar ilustrasi
Pandangan Nūr Ilāḥi: Pandangan yang Sempurna Bimbingan Rasulullâh
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2017-12-28T16:37:00+07:00
Pandangan Nūr Ilāḥi: Pandangan yang Sempurna Bimbingan Rasulullâh
5 411 reviews
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome
Tags: ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism