burnzone

AD (728x60)

Diam Hakiki dan Semiotika "Ba"

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik situs ini pada peramban Chrome
Diam Hakiki dan Semiotika Huruf Hijaiyah Ba
Tags: ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

71 komentar:

MUXLIMO mengatakan...

met dicicip ~O) ..ane pamit dulu yaa.. :7:

Mang Asep mengatakan...

Absen dulu ah

Mang Asep mengatakan...

Salam alaikum kang Mux, hatur nuhun pisan, katampi pisan kupina.

eh ternyata yang pertamax, salam alaikum sobat sarang semua http://lh6.googleusercontent.com/-03SePZBireE/ULpkLsg1uKI/AAAAAAAAHkI/8jJOWJf6mTg/s76/salam.gif

Mang Asep mengatakan...

*Kalau ada getaran-getaran merenyam, itulah nurani yang keluar: itulah zikir*

Terima kasih Abah Siradj yang telah membimbingku, setiap postingan kang Mux selalu menjawab pertanyaan yang belum terlontar. :21:

Syamsul Alam mengatakan...

Salam Alaikum KangMux dan all sobat sarang...
dan salam buat Abah Syaikh Siradj...

satria kelana mengatakan...

salamualaikum semua...trimakasih abah siradj dan kang mux..

Mas Agus mengatakan...

Abseeeeennnnn ....

Pical mengatakan...

alhamdulillah Salam dan Terima kasih Abah, Bang Adam, dan saudara2ku semua, singkat dan padat, izin menyimak dan mengambil kemanfaatannya.

Bayu Perdana mengatakan...

Barusan banget Akang sekitar jam 9 an saya coba tafakur, ketika diam terus semakin diam dan diam tenggelam di dalam diam. Pas bener bener DIAM seluruh badan mengerenyam ...

Alam Warda Ritonga mengatakan...

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarkatuh...
ikut absen...

Devi hendra mengatakan...

alhamdulillah bang mux,

Bang Arbi mengatakan...

Alhamdulillah... Assalamu alaikum semua sobat sarang :D

Bang Arbi mengatakan...

wah ada kupi :D

Padly Lubis mengatakan...

Salam alikum sobat saang...
Nyimak..

Djunaedi Miradz mengatakan...

Trma kasih kang mux atas hidangannya sy cicipin hidangan tauhidnya biar tahu gimana nikmatnya mer'rasa' tauhid hakiki mo kmn kang mux sy kok ditinggalin?,

erik rusdianto mengatakan...

assallamualaikum, hmm....akhirnya kupas rahasia titik ba'
makin terbuka lebar pemahaman.....mudah-mudahan dapat dipraktek kan terus nii....

salam buat semua sobat sarang.....baik yang dah coment maupun yang lagi ngintip.... hehehe banyak yg lagi ngintip....

Unknown mengatakan...

Assalamu Alaikum

Absen di 1/3 malam

moerad qrad mengatakan...

alhamdulillah hadir....
semoga selalu diberikan kesehatan, abah, kang MUX, dan keluarga semuanya.....aamiin

UWAIYS AL QARANI mengatakan...

assalamualaikum brad...hampura telat absen ulah.di setrap.nya haha...

kmh abah sehat?

bimo seno mengatakan...

Assalamualaikum semuanya..... titik pada ba dipahamkan dengan "ditanam"... sangat tepat sekali... menanamkan Rasa pada ditik yang terlihat adalah yang ADA di dalam titik atau melihat KESEGALA ARAH...

Ahsani Fatih mengatakan...

Salam alaikum smua... :20:
ada yg tahu ga.. semiotika apa ya? :2: :2:

http://lh5.googleusercontent.com/-DzpLpNVqjTg/UFV6-KbfXDI/AAAAAAAAFgE/SbWZJMcK1i4/h120/aww.gif

Ahsani Fatih mengatakan...

http://3.bp.blogspot.com/-xuby9p87VIM/UEw9CL27q4I/AAAAAAAAFUM/kcQXhwbA7O8/s1600/nude+lil+Mux+LOL.gif
alhamdulillah udah kejawab arti semiotika...

sumbertechnik st mengatakan...

ass.hadir

Mang Asep mengatakan...

yang nyalip :11: :24:
tambah kupinya biar kebagian yang lainnya ~O) ~O)

Gen Londang mengatakan...

ijin mraktekin diam hakiki ya kang mux...bismillah

Hanny Handoyo mengatakan...

Alhamdulillah Mas Bimo :)
Salam Mualaikum semua...

Dayat Fathur mengatakan...

salam alaikum sobat sarang.......
Abah berkata "Setiap keinginan adalah Nafsu"...
menurut pemikiran saya nafsu adalah pintunya rasa, rasa adalah rahasia dan rahasia adalah zat,,,menurut sy kalo tdak ada nafsu (keinginan/kemauan) tdk bisa merasa,,contoh mau marah, kita tdk tau marah itu seperti apa setelah mengetahui marah itu,o begini rasanya marah itu, mau/ingin solat, puasa, zakat dll, kita tidak tau solat puasa zakat itu seperti apa stelah mengetahuinya ooo ternyata begini rasanya solat,puasa,zakt dll...jd secara hakikat nafsu adalah pintunya rasa,,,dan secara syareat nafsu adalah musuhnya manusia yg harus dikekang...
tlg bang mux,bang arbi ,bang ari diluruskan pemikiran sy diatas kalo ada yg salah....

ainul rofik mengatakan...

salam kenal smuanya,buat yg punya blog saya doakan selalu damai sejaterah,krn dg membaca semua tulisan di dalamnya hanya diam manggut2 aku mas!
Sungguh DASYAT kekuatan tulisan demi tulisan,mohon berkenan aku berguru sama mas MUXLIMO?

ainul rofik mengatakan...

salam kenal smuanya,buat yg punya blog saya doakan selalu damai sejaterah,krn dg membaca semua tulisan di dalamnya hanya diam manggut2 aku mas!
Sungguh DASYAT kekuatan tulisan demi tulisan,mohon berkenan aku berguru sama mas MUXLIMO?

Bang Arbi mengatakan...

Sungguh, nafsu itu selalu mengajak kita kepada kejelekan kecuali nafsu yang dirahmati Allah......(Q.S. Yusuf ayat 53)

Kang Dayat, ane mencoba menjawab sebatas yg ane tahu yaa
ada dua hal yg perlu diperhatikan dari ayat tsb:
1. nafsu itu selalu mengajak kita kepada kejelekan
2. kecuali nafsu yang dirahmati Allah

Nafsu itu alat. Nafsu itu setting DEFAULT-nya selalu mengajak kepada kejelekan, kecuali Nafsu yang dirahmati. Di lain ayat, Allah memanggil Nafsu yg dirahmati ini dengan MUTHMAINNAH.

Nah, mengutip pernyataan kang dayat diatas bahwa : nafsu itu pintunya rasa, maka saya bertanya : nafsu yang bagaimana? mudah2an tidak salah pintu.

mengingat bahwa nafsu itu adalah alat bagi DIRI, maka disini nyata bahwa pintunya tiada lain dari DIRI ini sendiri. Diri yang mana? sebagaimana telah dijelaskan di postingan sebelumnya bahwa Diri yg dimaksud disini adalah Ruh Quds yang ada di sama-tengah-hati. Untuk apa berpegang ke ranting, jika lebih utama dan lebih pasti berpegang ke POKOK-nya.

Diri kita inilah RQ yang di puser itu
RQ ini yg disebut Rahasia Tuhan
maka RQ inilah SATU-SATUNYA PINTU UNTUK MENGENAL TUHAN.

Arie Al Sumaterani mengatakan...

Di satu sisi bisa jadi pemikiran mas dayat itu benar … nafsu adalah pintunya rasa.. karena utk mencapai kedalaman rasa kita hrs melewati lapisan2 nafsu yaitu dg mensucikannya mulai dr nafsu amarah hingga sampailah pada nafsu kamaliah..

yg dimksd abah setiap keinginan adalah nafsu itu merujuk kpd 3 nafsu yg terendah amarah lawammah mulhammah … ketiga nafsu inilah yg selalu mempunyai keinginan.. terutama keinginan jelek..

disinilah kita hrs pandai2 mengenal nafsu agar dpt mengendalikannya … utk nafsu mutmainnah yaitu jiwa yg tenang.. pada taraf ini sdh tdk memiliki keinginan dlm arti semua keinginannya tunduk pada kehendak Allah..

dan bagaimana cara menundukkan keinginan nafsu agar sampai pada taraf nafsu yg tertinggi yaitu kamaliah yaitu dg cara DIAM … dg metode DIAM inilah insya Allah cpt terkendali atau tersucikan hingga mencapai maqom insan kamil (manusia sempurna) org yg sdh sampai pd maqom ini semua perbuatannya adalah perbuatan yg dirihoi Allah …

banyu urip mengatakan...

Salam alaikum kang mux,bang arbi,bang arie ,dan sobat sarang semua



Mau bertanya ,mohon dijelaskan : apa yang dimaksud jangan ditarik-tarik,atau dinaik-naikkan,dan turunkan pusat-------------------


Terimakasiiiiiiiih banyak

MUXLIMO mengatakan...

Salam kenal balik, Mas Ainul Rofik.. makasih atas doanya, Mas.. aaamiiiin..semoga demikian juga buat Mas Ainul ya. btw, di sini kita sama-sama belajar, kok Mas. so.. jangan kapok ya main di mari lagi :D

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh,
Artinya pusat cuekin aja, Mas.. jangan dipikir2 lagi keberadaannya :D

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas Dayat... sekadar melengkapi jawaban dari Bang Arbi dan Bang Arie:

Bahkan nafs al-muthmainah sekali pun itu tetaplah nafsu. Nafsu ingin taat pada Allah, nafsu ingin sampai pada Allah, nafsu ingin beribadah, nafsu ingin meraih karunia Allah, <-- semua ini nafsu dan artiya masih berjarak dengan Allah.

Ada dalil "Hanya Allah yang mengetahui Allah".
Dalan diri manusia adalah 3 in 1: jasad, nafs, ruh.
Di antara ketiga itu, hanya ruh [qudus] yang bisa sampai ke Allah. Maka, yang dorongan yang dari ruh sudah pasti bukan nafsu. Karena "Ku-tiupkan Ruh-Ku ke dalamnya." [Q.S. Al-Hijr:29]

Itu sebabnya saya pas lagi "ngamux" di internet sering bilang, "Bedakan marah dari nafs dengan yang datang dari ruh." <-- nyambung gak siyy..?! :P

MUXLIMO mengatakan...

silakan, Mas Gen.. moga dipermudah merasakan muanayahnya. aamiiin. http://lh4.googleusercontent.com/-suVNZJQsYKI/UNs8eY3Dw0I/AAAAAAAAH8s/fIF6VqYbCfA/s21/aamiiin.png

Arie Al Sumaterani mengatakan...

nyambung kang... hehe.. mmg begitulah … Ruh qudus yg bisa sampai ke Tuhan...
Ruh qudus ini Rasanya Rasa …
dan kalau dilihat dari perjalanan utk mencapai Rasanya Rasa ini hrs melewati pintu2 nafsu tadi.. hingga sampailah pada Rasa didalam Rasa yaitu Ruh qudus … kalau semua sdh disatukan dg Ruh qudus barulah bisa sampai ke Tuhan …

jadi untuk sampai dan satu dg Ruh qudus kita harus mensucikan nafsu2 itu... satukan nafsu itu dg cara DIAM … sebelum mencapai Diam yg sempurna tentulah dlm diri kita ini banyak yg berkata2 itulah nafsu... berarti kita blm bisa menembus pintu2 nafsu tadi.. disinilah butuhnya kesabaran dan istiqomah sampai mendptkan DIAM se DIAM - DIAM nya …

Arie Al Sumaterani mengatakan...

setiap keinginan adalah nafsu... dan seperti kata kang adam.. nafsu ingin taat nafsu ingin cepat sampai nafsu ingin bermkrifat nafsu ingin belajar tauhid... dari sini kita bisa membedakan keinginan yg baik dan keinginan yg buruk...coba bayangkan jika kita tidak punya keinginan utk taat tdk punya keinginan utk belajar tauhid.. tentulah kita tdk bisa memperbaiki diri dan tdk bisa mengenal Allah..
Allah menjadikan nafsu supaya kita punya keinginan utk mengenalnya...

disinilah beda nafsu yg baik dan nafsu yg jelek..
tp harus diingat jg.. keinginan yg baik itu terkadang timbul dari nafsu yg jelek.. inilah godaan nafsu..
namun apabila org yg sdh mencapai nafsu mutmainnah walaupun dia punya keinginan utk taat ataupun keinginan utk cepat sampai tp dia tetap dalam penyerahan diri terhadap Allah... dlm arti dia punya keinginan tetapi tdk memaksakan.. inilah sifat nafsu mutmainnah dan yg diatasnya...

niran azza mengatakan...

salam alaikum ..agan2 penunggu sarang... . Berkat Bang Dayat .F
dan prtanya,an2 sahabat lainya... Terjawablah sudah.. Ap yg menjadi tanya ku yg tak trjawab ..alhamdulilah ya allah.... Dn trima kasih bwt yg brtanya...

Bang Arbi mengatakan...

Alaikum salam mas banyu. itu sudah dijawab secara sempurna oleh Kangmux. DICUEKIN aja itu puser. Fokus pada Rasa DIAM di Puser sambil lihat DIAM-nya Tubuh Kosong ini.

Bagaimana Rasa DIAM in bang? tanya dong sama yg DIAM di puser itu.
coba deh, tanyanya dalam hati aja cukup.

Nanti RQ akan memperkenalkan RASA DIAM itu yg bagaimana, jika DIA berkenan.
Jangan tanya keluar, tapi tanya ke dalam (sama-tengah-hati mu)

Bang Arbi mengatakan...

Kang Xanana mana yaa? kangen ih... :4:
Semoga sehat selalu ya Kang n makin sempurna dari hari ke harinya di dalam Mahasuci. Amiin.. :D

budi bonek mengatakan...

Assalamu'alaikum kang adam,kang arbi,kang arie dan semua sobat sarang.,AlhamdulillahiRobbil'alamin.,smoga Allah SWT senantiasa mencurahkan Rahmat,serta karunia kepada Abah Sirad ,kang Adam serta Kita semua AMMin Ya Robbal'alamin.. Mohon ijin Menyimak...

ifan sofyana mengatakan...

Assalamualaikum sobat sarang.boleh koment sedikit. sepertinya yg namanya nafsu itu tetap bersumber dari keinginan diri (ego,merasa aku)walaupun nafsu muthmainnah sekalipun,disinilah banyak orang terjebak dalm perjalanan menuju tuhannya,karena nafsu menipu bukan hanya persoalan dunia saja,bahkan persolan ibadah sekalipun kita terjerat sehingga ibadahnya bukan lillahi taala tapi sudah linnafsi(karena diriku)sehingga tak bernilai di mata Allah.maaf bila salah. wassalam.

PUTERA LAUT SUMATERA TIMUR mengatakan...

kebesertaan = Ba = awalan Bi yakni : bi-abdihi; bi-rasuli; bi-llahi.

Kalau tak silap, pada awal huruf Ba dalam Bismillah.... ada huruf Alif yg tersembunyi.
Alif itu adalah Diri Rahasia Allah = Ruhul Qudus yg ada pada sam tengah hati. Tksh Abah, Bg Mux, Bg Arbi, Mas Arie. Salam kpd semuanya sahabat sarang. Kalau keliru tlg mohon dikoreksi.
Bg Mux & Bg Arbi apakah pusar itu maqam nya titik Ba pada tubuh kita ??
mohon penjelasan, tksh,

Arie Al Sumaterani mengatakan...

maaf bang ifan sopyana... diatas sdh dijelaskan.. bagaimana caranya biar tdk terjebak dg nafsu..
saya mau tanya sedikit.. kamu komen diatas itu pake nafsu gk ? :4:

trs yg dikatakan lillahi ta ala itu yg bagaimana ? :5:
bisa dijelaskan ? :]

Arie Al Sumaterani mengatakan...

Saya coba jwb ya mas putra …

Alif yg tersembunyi didlm huruf ba dlm kalimah bismillah itu mmg ada … kalau mau dibaca alifnya. jdlah alif bismillah...

mkna alif itu adalah Zat / diri rahasia / ruh qudus / nur ilahi
sdgkan makna huruf ba adalah sifat / nur muhammad..

dlm kalangan tasauf puser itu diibaratkan titik hurf ba artinya sifat... disinilah keterkaitannya knp Ruh qudus itu maqomnya ada pada puser.. artinya alif itu tersembunyi dalam huruf ba..

bknkah Zat dan sifat itu tdk bercerai ?

Arie Al Sumaterani mengatakan...

org tauhid itu hanya punya satu pandangan yaitu
LA MAUJUD ILALLAH …

mau itu nafsu amarah.. lawamah… mulhammah .. mutmainnah ... rodiah .. mardiah... kamaliah... semua ini dari Nya … DIA yg mengendalikan (Af'al-Nya)

Allah s.w.t. telah berfirman dalam surah As-Syams, 8-10 :
“Dan Allah telah mengilhamkan jalan kefasikkan dan jalan ketaqwaan..
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang menyucikannya. Dan rugilah orang yg mengotorinya.

jlslah bahwa semua ilham bagi nafsu itu adalah dari-Nya jua..

ilham yg mana yg hrs diikuti ? tentulah ilham ketaqwaan.. muncullah keinginan utk taat beribadah.
tp disini jg kita harus hati2 … kita hrs tau yg mana ibadah yg linafsi dan yg mana ibadah karena Allah.. walaupun semua itu kenyataannya dari DIA karena DIA yg mengendalikan.. disinilah perlunya berserah diri.. dg cara DIAM … maka semua nafsu itu akan tunduk pada perintahNya... yaitu pd Ruh qudus.. krn Ruh qudus inilah yg berkuasa pada diri kita...

kalau nafsu kita tadi menyadari dan merasakan bahwa Ruh qudus inilah yg mengendalikan dan menggerakkan.. dan Ruh qudus inilah yg bisa sampai ke Tuhan … maka barulah bisa dikatakan ibadah kita itu LILLAHI TA ALA … semata2 karena ALLAH …

LA MAUJUDA ILALLAH …

Dayat Fathur mengatakan...

ya bang arbi emang betul dengan ayat diatas "nafsu slalu mengajak kita kepada kejelekan kecuali nafsu yg dirahmati Alloh", bang arbi mengtakan nafsu yg bagaimana? kalo menurut ane bang nafsu yg All in one kecuali yg dirahmati (mutmainnah) maksudnya nafsu makan, minum, marah, hasad, iri dengki sahwat merajalela dsb jd satu namaxa nafsu, tp dibalik itu semua ada RASA di sana ibaratxa ada sebab ada akibat, skali lagi emang benar nafsu itu tidk baik ato jelek kecuali nafsu yg dirahmati, nafsu itu harus kita esakan ya gak bang,,maaf bang arbi ini hanya pemikiran ane aja tntang nafsu itu pintunya rasa karna kata2 abah melalui postingan2 bang mux mengenai bab rasa membuat ane berfikir dan merenung (tafakur)dengan ucapan abah setiap keinginan adalah nafsu, jd ane berfikir dibalik keinginan itu ada rasa di didalamxa...kita tdk tau rasa itu wujudxa seperti apa karna rasa adalah rahasia, kt hanya tau merasakan rasa itu tp tdk bs melihat wujudxa/zatnya seperti apa karna Tuhan adalah laisakamitslihi syaiun, betul gk bang arbi...
oya bang arbi sepertinya bang arie tuh prnah mengalami dan merasakan apa yg sy alami dan pikirkan tntang nafsu rasa itu...
makaxa ane muzakarahkan disini bang mgkn ada yg berfikiran sama dg ane, kalo dah bang mux bang arbi bang arie memberi komen tambah seru dah, seruxa di mana? serunya ya ruh quduslah yang bermain.....

PUTERA LAUT SUMATERA TIMUR mengatakan...

Tksh banyak....mantap brader Arie.

Bang Arbi mengatakan...

Penafsiran orang tentang titik ba ini beragam bang putera.

1. jika titik ba ini dipahami debagai simbol DIRI RAHASIA TUHAN (RQ) maka maqomnya memang benar di pusat. RQ bersifat DIAM, maka rasakanlah DIAM-nya di puser itu agar ESA.

2. Jika titik ba ini dipahami sebagai KOSONG, mengingat bahwa huruf ba ini adalah salah satu huruf dalam bahasa arab, maka titik ba dalam pendekatan bahasa arab itu justru artinya bukan titik, TAPI KOSONG itu sendiri. maka sadarilah bahwa KOSONG INI MELIPUTI SEGALA SESUATU. TUBUH TUHAN.

jadi, berdasarkan kedua persepsi diatas, diketahui bahwa titik ini bisa berarti DIRI TUHAN bisa berarti TUBUH TUHAN.
DIRI dan TUBUH tiada berpisah. Tuhan saja ADA. Ini yg dikatakan telah ESA secara keilmuan. Nah secara praktek sudah ESA belum? sudah dipandangkan Tubuh Putih Mukhalafah belum? cari dalam latihan DIAM, bukan zikir2 atau wirad wirid. selama masih zikir2 selamanya hanya akan berputar di SIFAT. maka DIAM lah, karena DIAM itu penghabisan zikir. Pintu gerbang menuju ke-ESA-an. Mudaham diberi kepahaman ya bang putera :)

*I'll be around (Aku selalu ada)

Bang Arbi mengatakan...

"kalo menurut ane bang nafsu yg All in one kecuali yg dirahmati (mutmainnah) maksudnya nafsu makan, minum, marah, hasad, iri dengki sahwat merajalela dsb jd satu namaxa nafsu, tp dibalik itu semua ada RASA" --> apa yang kang dayat ketahui tentang RASA? RASA itu apa kang? rasa gurih? rasa kupi? rasa nikmat? rasa aku? rasa apa?

Ketahuilah bahwa RASA yang abah maksud disini adalah RQ itu sendiri. maka pintu masuk RQ (Rasa) adalah RQ itu sendiri. RQ ini diri rahasia Tuhan. Tuhan itulah RASANYA RASA. SIRRUL SIRR. RAHASIANYA RAHASIA. ZATNYA ZAT.

maka jika dikatakan mendengar dengan RASA itu maksudnya adalah mendengar dengan RQ.
jika dikatakan RASA pecah ke jasad itu artinya RUH QUDS meliputi sekalian jasad.

Ahsani Fatih mengatakan...

http://lh4.googleusercontent.com/-H8NRRzDoCDk/UFV68_Nf_1I/AAAAAAAAFf4/WRa30gomfoA/s128/api-api-moday.gif <<== yg pernah ke-aMUX wwkwk ampyunn.. http://lh5.googleusercontent.com/-Mx36Nkeb3AI/UFXhjODroRI/AAAAAAAAFv0/a0Xs599J4Sw/h120/sungkem.gif
emang beda.. ngaMUXnya ruh ama ngamuknya nafs..

Dayat Fathur mengatakan...

subhanalloh wal hamdulillah penjelasan bang arie wahh komplit plit bangett bang, yg sy alami sy pikirkan dan rasakan sdh di dipaparkan dengn jelas skali....

Dayat Fathur mengatakan...

ya bang arbi sy tidak mengetahui wujud atau bentukxa rasa itu seperti apa karna rasa itu rahasia kan bang rahasia=zat mutlak, zat mutlak=ruh qudus, ane hanya bisa merasakan rasa/rahasia/RQ itu dan RQ berbicara secara spontan lalu hilang apalagi dlm melakukan diam hakiki yg abah bilang 70% praktikxa di diam kok rasaxa kosong sepi tenang gitu ya jasad rasaxa gk terasa punya jasad..diluar diam pun dlm kesehari-hrian RQ itu slalu dlm pengawasan kita cuma mengingatkan sj lalu hilang apalagi dlm melakukan puasa masyaAlloh asli kita bercakap2 dengannya...maaf bang arbi ini pengalaman ane aja. Mengenai nafsu rasa diatas td kayakxa komen bang arie di bawah mewakili ane juga bang...salam hangat bang arbi

Dayat Fathur mengatakan...

mantap bang mux dh menambahkan dan menjelaskan diskusi kita...

Dayat Fathur mengatakan...

salam bang arbi, sy tertarik dengan komen bang arbi di atas dipandangkan Tubuh Putih Mukhalafah cari dalam latihan diam..bisa gk dijelaskan bang....

Bang Arbi mengatakan...

Alhamdulillah kang dayat :D seneng ane denger komen diatas :8:

Bang Arbi mengatakan...

InsyaAllah sudah dijelaskan semua di blog kang dayat.

Dayat Fathur mengatakan...

mantap bang arie luar biasa....

ifan sofyana mengatakan...

Assalamualikum bang arie..."kalau nafsu kita tadi menyadari dan merasakan bahwa Ruh qudus inilah yg mengendalikan dan menggerakkan.. dan Ruh qudus inilah yg bisa sampai ke Tuhan … maka barulah bisa dikatakan ibadah kita itu LILLAHI TA ALA … semata2 karena ALLAH …" itulah maksud ane saudaraku. untuk sampai kepada Allah sudah tidak ada nafsu(merasa dari diri) lagi,artinya kita sadari bahwa hanya Allah saja ada,La hawla wala quwwata illa billah. seperti kanh adam di atas "bedakan marah yg datang dari nafs dengan yg datang dari ruh. maaf kalo salah. wassalam. semoga kang arie dan sobat semua sealu dalam rahmat dan karunia-NYA. aamiin

o

Arie Al Sumaterani mengatakan...

Alaikum Salam kang ifan.. Amin .. Alhamdulillah …
:8:

PUTERA LAUT SUMATERA TIMUR mengatakan...

Assalamualaikum Bg Mux & sahabat sarang semuanya.
Wah mumpung ada Bg Arbi sdh datang nih.....
saya mau tanya lg nih sama Arbi juga sama Bg Mux dan Mas Arie, ada Saidina Ali Kramawajha berkata : Aku adalah titik Ba, dst...
Kemudian ada lg orang yg mengatakan titik Ba itu Nokhta awal kejadian / penciptaan,
tolong dibantu jelaskan sama kami, krn kami betul2 belum paham maksudnya.
Bg Arbi....
Huruf Ba dalam Bismillah ternyata banyak rahasianya ya bang....dan dalam kaitannya dgn Ruh Qudus, saya & Mas Arie ( pd komen kami di atas ) telah memahami bahwa alif yg tersembunyi dalam huruf Ba pd Bismillah itu sbg simbolik dari RQ bukan titik Ba nya Bang.....Mana sebetulnya ya bang ?
Tksh semua saudara2ku, wassalam

Edgar Ghifar mengatakan...

Alhamdulillah,,

pantaslah masih sulit DIAM,, karena masih banyak berpikir,, ini itu,, smua blum ESA,,

ada yang tau rasa berpikir??? itulah sesuatu bagi yg tau,, tak perlu di pikir lagi rasa berpikir, makin dipikir makin susah,, cukup dirasakan saja,

Abah sudah bilang, segala pikir2,, zikir2,, tanam d perasaan

apa yg diragukan lagi?? jelas tarasa sesuatu itulah MUHAMMAD,,

MUHAMMAD TUBUHKU NUR NYAWAKU


MUXLIMO mengatakan...

http://lh5.googleusercontent.com/-NyfcNUQUYYA/ULpkRODStNI/AAAAAAAAHmA/pS9ZZXWpcWU/s74/wsalam.gif Keluarga Pusaka Madinah bin Sobat Sarang semua.. seneng banget, banyak diskusi di thread ini. Alhamdulilaaaah.. http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif :21:

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Bang Putera.. iya ya..baru sadar juga banyak sekali makna semiotik dari huruf "Ba" ini.. untuk yang lainnya.. saya kira Saudara2 kita yang lain bisa bantu. Soale asli ilmu saya masih segini-gininya. InsyaAllah nanti saya ingatkan Bang Arie dan Bang Arbi dan lainnya ikut nimbrung di sini. :)

Bang Arbi mengatakan...

Bang Putera :) cerita tentang huruf itu memang luas. pintu masuk pun beragam. yg penting jangan terjebak pada ceritanya, tapi maksud ceritanya siapa yg dituju? itu yg dipegang. ini kan ilustrasinya dg pendekatan huruf. kalau pendekatan kancil n buaya kita jadi yg mana? :D

jadi ane pun berpendapat penjelasan mas arie BENAR adanya, jika kita perhatikan arah tujunya kemana. ingat, kita ini bukan huruf, buka titik, tapi seperti kata Sayyidina Ali bahwa arah tujunya adalah AKU. cek lagi redaksinya. :)

Bang Arbi mengatakan...

Woow Edgar penjelasan yang MANTAAAAAPPPSSS :)
quote : sesuatu itu MUHAMMAD :D nice...

Bang Arbi mengatakan...

Ane ikut senang juga :D

PUTERA LAUT SUMATERA TIMUR mengatakan...

Assalamualaikum WW BG Mux, Bg Arbi, Mas Arie & sahabat sarang semua.

Fokus pada Rasa DIAM di Puser :
Merasakan diamnya bathinu abdi = Ruhul Qudus = Diri Rahasia Allah yg ada di pusat kita.
sambil melihat ( melihat dengan rasa ) Diamnya Tubuh kosong = Maha Ruang = Zat Mutlak = Zahiru Rabbi.

Tksh banyak Bg Arbi, tlg dikoreksi kalau keliru dan mohon diperjelas lagi.

Masykur Sahlan mengatakan...

Assalamu'alaikum bang arbi ... saya pendatang baru. perkenankan saya minta petunjuknya ... saya mau tanya, saya pernah melakukan metode quantum ikhlas, menenangkan pikiran dan hati. saya pernah lakukan itu, sampai2 hening sekali rasanya seperti saya menembus sesuatu, serasa hampa dan hanya ada saya sendiri disitu, detak jantung saya tinggal sesekali, dan tiba2 hati saya tanpa komando berkata-kata ana al-haqq terus menerus dan saya tdk bisa hentikan itu, lama2 napas jadi kayak sesak gitu ... karna saya tidak kuat maka saya kembali ke kesadaran saya lagi. saya mau tanya bang ... kira2 itu kejadian apa? apa sama dengan diam-sediam diamnya itu?. terimakasih ...

aryaalea noerzhan mengatakan...

:10: subhanallah...... kalo gak baca baca komen'nya sampe akhir bisa bisa gak faham niii.. banyak tapi tetap satu makna.. satu tujuan..

trimakasih banyak buat sahabat sarang semua'nya...

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism