burnzone

AD (728x60)

Tauhid Hakiki: Jalan Jazam Pengesaan

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome

Maharuang itu filsafat. Dalam hati itu sirr hati. Ini tasawwuf. Ahli ushul di mulut saja. Tentang Tuhan itu, hanya mengerti saja tentang Tuhan itu. Jangan membaharukan-Nya. Tidak boleh membaharukan Tuhan. Hanya hati yang memandang. Hati kita yang sebenar itu putih. Betulkan jasad dulu. Baru kita akan memandang putih diri kita.

Dalam shalat, matikan pikiran. Inilah kesimpulan nabi-nabi dan wali-wali. Shalat itu segala-galanya dimatikan. Dalam hati inilah persimpulan tubuh. Berarti kita masuk ke dalam Rahasia Allah Yang Mahakuasa. Inilah ilmu jadi. Keimanan tidak bisa tumbang.

Laa ilaaha illallaah, 'tiada Tuhan melainkan Allah'. Berarti tidak ada Zat-Nya dan Sifat-Nya, melainkan Allah saja ADA. Cukup diketahui saja Allah itu.


Dalam tauhid, Wujud itu satu: Yang Menjadikan dan Meng-ada-kan. Qidam, sedia yang Kosong: belum ada apa-apa; belum ada sesuatu. Baqa, kekal: yang di-ada-kan   [alam dan para makhluk] sudah hancur, yang tetap sedia ada: Kosong. Mukhalafah, tidak ada persamaan dengan selain-Nya; dengan Kosong. Qiyamuhu, yang Kosong tidak memerlukan tempat. Wahdaniyah, qul hu Allahu ahad, Satu: bukan muannas [feminin] bukan muzakar [maskulin].

Dalam shalat perlu pensucian. Wajib pensucian dalam pelaksanaan shalat. Pensucian zahir dan pensucian batin.
Syariat [shalat] memerlukan pensucian jasad; makrifat memerlukan pensucian hati. Pensucian jasad: air harus suci-mensucikan. Pensucian hati: pengesaan. Iman harus suci.

Karamah yang diberikan sebenarnya untuk mengukuhkan selain Tuhan. Dalam pengesaan, mengukuhkan selain Tuhan merupakan kemunafikan. Jangan sampai pandangan kita dapat dikaburkan oleh sebutir zarah kekeramatan seorang wali. Dari sudut kesempurnaan, zarah adalah tabir antara kita dengan Tuhan. Kemunafikan ahli makrifat lebih baik daripada ketulusan murid.

Yang merupakan tabir, kebanyakan bagi pemula-pemula adalah tabir. Kebanyakan pemula ingin memiliki karamah atau sesuatu yang melibatkan pandangan terhadap Allah, sedangkan para ahli keruhanian ingin memperoleh Pemberi karamah.

Di sinilah pensucian zahir-batin harus berjalan bersama-sama. Semua aturan agama yang zahir dipadukan dengan batiniyahnya. Pensucian ruhani: mengosongkan hati dari segala sesuatu yang bukan Tuhan.

Ada orang yang pikirannya terganggu was-was dalam pensucian dengan jalan pengesaan ini [Q.S. Fushilat:54]. Ingatlah, kesehatan terkandung dalam pengetahuan. Maka jangan membersihkan dirimu yang lahiriah saja, kesucian batin pun perlu.

Jangan lalai atau lupa, sucikan lahir dan batin. Banyak istigraflah bagi oran gyang menuju kebenaran. Jangan lupa, pensucian adalah langkah pertama bagi orang-orang yang ingin mengabdi pada Tuhan.

Pikiran-pikiran selain Tuhan adalah tabir dan ketidaksempurnaan. Semakin memikirkan selain Tuhan, semakin ditabiri dari Tuhan. Merasa puas dengan selain Tuhan merupakan tanda terpecahnya pikiran.

Maka dalam ibadah, jangan sekali pikiran ingin memperoleh sesuatu selain Tuhan, baik yang diketahui maupun yang tidak diketahui. Karena pengesaan menyangkal apa saja yang dikukuhkan pengetahuan manusia tentang sesuatu selain Tuhan.

Hal seperti ini bisa dibuat tanpa pengetahuan, tetapi masalah pengesaan musti dengan pengertian yang benar. Tidak ada yang bisa menciptakan alam semesta dan isi-isinya dan segala ihwal-ihwalnya selain Tuhan.


Dalam pengesaan kita harus dapat memisahkan yang Qadim dari yang baharu.


Ingat, tauhid dan makrifat disandarkan oada mata hati. Buah dari tauhid dan makrifat itu mukasyafah, musyahadah, dan mu`anaiyah [pembuktian nyata]. Bertauhid supaya kita mengesakan diri pada Allah. Meninggalkan segala yang baharu untuk menghadap kepada Tuhan. Kita tidak mampu menyaksikan diri yang bukan Tuhan, apalagi Diri Tuhan, kecuali kepada Tuhan.

Jika seseorang bertauhid, tetapi masih menyaksikan dirinya dalam kondisi bertauhid, dia masih berpegang pada dua wujud. Berarti belum esa pada Allah yang Qadim dan Sifat Wahdaniyah-Nya yang disifatkan. Bukankah baharu bersifat rusak, tapi kita satu dalam keesaan-Nya.

Dalam bertauhid, seseorang hendaknya selalu esa dengan sifat yang ditauhidkan, yakni Zat Yang Ditauhidkannya. Dijazamkannya. Sirna keberwujudannya dan terbungkus oleh cahaya tauhid. Sudah esa dengan Zat-Nya.

Betul yang dirasakannya. Zat Allah atau Rahasia Allah yang berlaku. Tidak ada perbuatan makhluk atau dirinya yang berlaku. Walaupun dia shalat, karena esanya, tidak ada dirasanya perbuatan dirinya dalam shalat itu. Hanya Perbuatan Wujud Allah atau Zat Allah atau Rahasia Allah. Inilah Diri Allah. Kalau masih ada dirasanya perbuatan dirinya: dia masih berpegang kepada dua wujud.


Kalau belum fana pada Zat Allah, bagaimana mau baqa dengan Tuhannya.  Karena fana itu awal baqa. Setiap fana, musti ada baqa.


Sampai dalam hidup sehari-hari pun. Apa saja yang dikerjakannya, tetap kekal dengan Zat Allah dan diyakininya Zat Allah itu adalah Wujud Allah dan Wujud Allah itulah Diri Allah. Jangan lagi kita katakan atau kita rasakan Zat Allah Memandang, Berkata, dan Hidup. Katakanlah yang sebenar-benarnya: Allah saja.

Karena kita sudah kenal Wujud Allah itu Zat Allah; Zat Allah itu Diri Allah. Yang kita yakini, bukan diri kita sama atau menjadi Allah. Akan tetapi, yang kita yakini Wujud Allah itulah Zat Allah; Zat Allah itulah Diri Allah.


Zat Allah itulah yang kita yakini sebagai Diri Allah, bukan diri kita sama atau jadi Allah. Itu Fir`aun. 


Kalau sudah yakin Diri Allah itu Zat Allah. Janganlah dikatakan lagi Zat Allah yang berkelakuan. Sudah Diri Allah yang Berkelakuan atau Allah yang ber-Zat, ber-Sifat, ber-Asma, dan ber-Af`al. Ingat, hakikat tauhid itu laa mawjudun illallah, 'tiada yang ada, hanya Allah. Inilah keselamatan.





Tauhid Hakiki: Jalan Jazam Pengesaan
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2013-02-21T04:20:00+07:00
Tauhid Hakiki: Jalan Jazam Pengesaan
5 411 reviews
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome
Tags: ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

59 komentar:

Alwi Dahong mengatakan...

yes yes yes pertamax di amankan :D

MUXLIMO mengatakan...

Berhadiah ~O) :13: :3: *pamit subuh dulu, Wet. akan kembali dalam waktu yang tidak ditentukan :3: http://lh5.googleusercontent.com/-_zoLovtiL6g/UM26wgL9e4I/AAAAAAAAH34/uyAjyowW2bU/s89/inshallah.gif

Alwi Dahong mengatakan...

silahkan kang, kebetulan kalu di Lombok udh Habis waktu subuh. :D ditunggu kemunculannya kang :}}

arie Karakter mengatakan...

ke tigax masih sah gk ya ? hihihihiii
hufs hampir lupa …

SALAM ALAIKUM WAROHMATULLAH
KANG MUX & KANG ALWI

Alwi Dahong mengatakan...

alaikum salam warahmatullahi wa barakatuhu, bang Arie

http://lh4.googleusercontent.com/-esPfNBJOoTo/UHWB9xMnrWI/AAAAAAAAGKU/LE77KoCx-Fs/s18/kupi-nanas.gif semangat pagi dari sarang muxlimo untuk sahabat sarang :}}

jimmy ali ghuraisyah mengatakan...

Assalamuallaikum sodaraku semuanya...walaupun blm bisa liat apa komentar kalian saya mau nyapa kalian semua semoga selalu dalam kesadaran sejati..................

arie Karakter mengatakan...

Alaikum salam warohmatullah ...kang jimmy...
tetap semangat ya kang … walaupun blm bs lihat komen … (⌒▽⌒)

Alam Warda Ritonga mengatakan...

Asslamualikum warahmatullah sobat sarang semuanya..

sekedar mengulangi

Zat Allah atau Rahasia Allah yang berlaku. Tidak ada perbuatan makhluk atau dirinya yang berlaku. Walaupun dia shalat, karena esanya, tidak ada dirasanya perbuatan dirinya dalam shalat itu. Hanya Perbuatan Wujud Allah atau Zat Allah atau Rahasia Allah. Inilah Diri Allah. Kalau masih ada dirasanya perbuatan dirinya: dia masih berpegang kepada dua wujud.

Sampai dalam hidup sehari-hari pun. Apa saja yang dikerjakannya, tetap kekal dengan Zat Allah dan diyakininya Zat Allah itu adalah Wujud Allah dan Wujud Allah itulah Diri Allah. Jangan lagi kita katakan atau kita rasakan Zat Allah Memandang, Berkata, dan Hidup. Katakanlah yang sebenar-benarnya: Allah saja.

Karena kita sudah kenal Wujud Allah itu Zat Allah; Zat Allah itu Diri Allah. Yang kita yakini, bukan diri kita sama atau menjadi Allah. Akan tetapi, yang kita yakini Wujud Allah itulah Zat Allah; Zat Allah itulah Diri Allah.

ulasan Abah kali ini, mempertajam kaji sebelumnya

http://lh4.googleusercontent.com/-esPfNBJOoTo/UHWB9xMnrWI/AAAAAAAAGKU/LE77KoCx-Fs/s18/kupi-nanas.gif

Alam Warda Ritonga mengatakan...

Assalamu alaikum brader..

browsing pake apa bro..coba pake google chrome
insyaAllah kelihatan..

arie Karakter mengatakan...

Karamah yang diberikan sebenarnya untuk
mengukuhkan selain Tuhan. Dalam pengesaan,
mengukuhkan selain Tuhan merupakan
kemunafikan. Jangan sampai pandangan kita dapat
dikaburkan oleh sebutir zarah kekeramatan seorang
wali. Dari sudut kesempurnaan, zarah adalah tabir
antara kita dengan Tuhan.

benar sekali … dan inilah jalan dasar bagi Pentauhid sejati …

yaitu melepaskan semua keinginan keinginan utk mencari2 karomah … bergantunglah semata-mata hanya kpd ALLAH … krn sesungguhnya kekeramatan/ karomah itu semata-mata hadiah dari Allah bagi hamba-hambaNya yg benar2 ikhlas …

jika kita tergoda dan terpesona lalu merasa puas dg selainnya … katakanlah :

YA TUHANKU INILAH UJIANMU …
maka DIA akan merahmatimu …

Dalam hadist qudsi Allah berfirman :

Wahai muhammad !! sampaikan kabar gembira kpd pendosa-pendosa … bahwa AKU Maha pengampun …
Dan sampaikan kpd mereka2 yg benar2 ingin bersanding dgn-KU … bhwa AKU sangat Cemburu terhadap apa yg mereka inginkan sesuatu disamping AKU …

Rosulullah saw bersabda :

Semua umatku akan menghembuskan nafas terakhirnya dg keyakinan dan harapan kpd RAHMAT ALLAH …

karena ALLAH telah menjanjikan :
Ampunan-KU meliputi segalanya … dan Rahmat-KU mendahului murka-KU …

jadi ketakutan akan kehilangan IMAN ketika tercabut nyawa dari badan adlh satu2nya penjagaan yg akan menjamin IMAN pd saat akhir …

INSYA ALLAH …

Ayoendhie mengatakan...

Kemunafikan ahli makrifat lebih baik daripada ketulusan murid.
Maksudnya?

arie Karakter mengatakan...

mgkin mksdnya begini mbak... kemunafikkan org yg mengenal ALLAH… lbh baik dibandingkan seorg murid yg tulus dlm arti yg bergantung kpd gurunya krn tdk mengenal Allah …

Allahu a' lam...

*nunggu koreksi abah dan kang.mux*

Bayu Perdana mengatakan...

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh sobat sarang semua ..

Bayu Perdana mengatakan...

Asa ka sentil da Akang Mux ngarasa masih baragajulan abi mah :D. kedah di lereskeun deui ibadahna sareng kalakuan sa didintenna. Astagfirullah

Bayu Perdana mengatakan...

Karena kita sudah kenal Wujud Allah itu Zat Allah; Zat Allah itu Diri Allah. Yang kita yakini, bukan diri kita sama atau menjadi Allah. Akan tetapi, yang kita yakini Wujud Allah itulah Zat Allah; Zat Allah itulah Diri Allah = Bila kita pandang antara manusia satu dengan yang lainnya, jin, setan, iblis, gunung gunung, tumbuhan, semesta alam semuanya memiliki kelakuan dan kehendak masing masing sedangkan yang berkelakuan dan berkehendak adalaha Allah, maka Allah itu kesemua kelakuan kelakuan, kesemuanya kehendak kehendak, kesemua semuanya yang hidup hidup, kesemua semuanya zat zat. padu nya atau kesemuanya adalah Wujud Allah atau Zat Allah atau Diri Allah atau Allah. Semua yang berlaku termasuk kita, adalah Allah. Maka jelaslah baharu tidak akan sama dengan yang Qadim, karena yang Qadim adalah kesemuanya dari baharu, akan tetapi baharu ini dari yang Qadim.

Allahu a'lam

Nunggu koreksi dari Abah, Akang Mux dan semua sobat sarang ..

ifan sofyana mengatakan...

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. kang mux gimana google plusnya sudah di masukan group belum..ane pingin liat postingan bang arbi yg limit edition praktek diam..kalo di izinkan:D

MUXLIMO mengatakan...

keduax masih kosong sebenernya tadi.. kan penunggu lapak mah ga masuk itungan, Brad :}}
Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatu :)

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh,
Alhamdulillah.. bener banget, BangBro.. inilah jalan esa tanpa jadi fir`aun ya http://lh5.googleusercontent.com/-_zoLovtiL6g/UM26wgL9e4I/AAAAAAAAH34/uyAjyowW2bU/s89/inshallah.gif

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh,insyaAllah.. makasih ya.
sing sabar yah.. masih dipikirin cara lain nih :D

MUXLIMO mengatakan...

:8: alhamdulillah, Brad.

arie Karakter mengatakan...

hehe… iya ya … lupa saya kalau penunggu lapak gk masuk hitungan … justru penunggu lapak tukang menghitung … xixixixixixii

MUXLIMO mengatakan...

Betul begitu, Brad dan Mbak Ayoe.
sebagai contoh sederhana: Mursyid tahu murid itu tulus dalam perjalanan mengenal Allah. Nah, Mursyid sebagai orang yang sudah sampai ke tujuan yang dituju murid, tidak serta merta membongkar semuanya. Ada yang sengaja ditahan dengan maksud-maksud baik. Baik bagi si murid itu tentunya, sedangkan mursyid tidak mengambil manfaat apa pun dari murid dan dari pembimbingannya itu. Allahua'lam. :)

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, ah.. bari dibawa santey we, Lur :D da saya ge kieu2 keneh nu aya :}}

MUXLIMO mengatakan...

:8: Kang Bayu.. segala dan semua ini semata Hal Keadaan Tuhan. Meski demikian wajib waspada dan hati-hati. Dalam pengamalannya jangan sampai terbalik. Jangan sampai kehendak baharu kita pandang sebagai kehendak Qadim. Ini yang difatwa zindik karena menempatkan yang bathil di atas yang haq. bahaya. Allahua'lam. :D

arie Karakter mengatakan...

yups … terima ksh kakak pertamaku.. hehe..
kakak kedua (bang arbi) lg pulang kampung …
keknya absen 4 hr deh.. senin baru nongol … kita doakan semoga lancar perjalanannya dan selamat sampai tujuan … amin

MUXLIMO mengatakan...

sebagai petunjuk:
kalau benar perbuatan qadim berlaku atas diri kita: Terasa kok. http://lh5.googleusercontent.com/-_zoLovtiL6g/UM26wgL9e4I/AAAAAAAAH34/uyAjyowW2bU/s89/inshallah.gif Allahua'lam.

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, oh iya.. segera dimainkan, Kang.. :7: wuzzz...! :}}

Bayu Perdana mengatakan...

Muhun Akang Mux kedah ati ati. Hatur nuhun

arie Karakter mengatakan...

yups setuju kang mux …

dan sesungguhnya apapun yg terjadi hanya dg izin ilahi belaka …
tdklah dibenarkan seorg hamba menanggalkan sifat kehambaannya sama sekali…
ia hanya meninggi menjulang ketingkat kesempurnaan seorg hamba ketaraf KHOLIFAH …
sebagai wakil Allah utk melaksanakan hukum2-NYA
dan melakukan IRODAT-NYA …

firman Allah dlm surat an anfal 8: 17 :

Dan bknlah engkau yg melempar ketika engkau melempar tetapi Allah lah yg melempar …

saat itu hamba tlh raib dg zat dirinya dan melakukan itu dg zat Allah … krn semuanya tlh dikembalikan kpada SANG MAHA PENCIPTA …

MUXLIMO mengatakan...

benar sekali, Brad.. dan seorang mursyid yang benar itu selalu dalam keadaan billah. Para beliau ini kalau kata Syaikh Abdul Qadir al-Jailani termasuk pribadi yang mengizinkan, menolak, dan menerima segala sesuatu atas perintah Allah. :) Allahua'lam.

MUXLIMO mengatakan...

sips, Lur :8:

Gusti XaNaNa mengatakan...

Assalamu'alaikum Kang mux dan sobat sarang semuwah....

Ceuk kolot teh kieu :

"Ari maneh teh bener-bener balangsak kusabab neang bae ka "anu jauh". Padahal mah di diri maneh geh geus aya totonden atawa ciciri anu ngarana Sifat, Asma jeung Kalakuan. Sok geura tingali kejero..rasakeun sataker kamampuan anu aya.Omat..tong sampe ngaleuwihan kamampuan diri.

Lamun can mampu tong dipaksakeun mampu..CICINGKEUN wae heula ngarah ANTENG.

Martabat Sifat anu dua puluh teh sabenerna sajati diri maneh. Geura hirupan ku Martabat Af'al... lamun maneh bener lalakona pasti dibere nyaho Martabat Ngaran. Sok geuraan teang di diri maneh, ulah neang "anu jauh" nepi ka poho ka diri sorangan yen "anu jauh" teh aya di diri maneh keneh"

Hapunten Kang Mux...kedah kitu cariosna.. :21:


arie Karakter mengatakan...

Mantap kang mux … heheh.. dan mereka2 inilah yg dijuluki sebagai INSAN PENAKA TUHAN ( HAMBA-HAMBA ROBBANI )

niran azza mengatakan...

salamualaikum,, smua penunggu sarang... Makin ke sini ..ko mkin memudar ea.. Praktik diam qu.. Tp alham dulilah slain shalat dlm brsosialisasi dgn lngkungan jd lbh positif dn suka sok tau,,.mungkin hruz ngulang..dri awal x ea?

banyu urip mengatakan...

aduuuh komentar bang xanana yang biasanya mencerahkan malah membingungkan>>>KENDALA BAHASA ,BRAD !!?

niran azza mengatakan...

btul' mas banyu urip :D jelang magrib ..

Gusti XaNaNa mengatakan...

Mohon maaf sobat sarang semuwah... Insya Allah terjemahan dari pepatah orang tua adalah sebagai berikut :

Kamu itu benar-benar menyusahkan diri karena selalu mencari kepada “yang jauh”. Padahal dalam diri kamu sendiri sudah ada tanda-tanda atau ciri yang namanya Sifat, Asma dan Kelakukan. Coba lihat ke dalam diri...rasakan sesuai dengan kemampuan yang ada. Awas..jangan sampai melebihi kemampuan diri.

Bilamana belum mampu, jangan dipaksakan mampu.. DIAMKAN saja dulu agar TENANG.

Martabat Sifat Yang Dua Puluh itu sebenarnya sejati diri kamu sendiri. Hidupkanlah dengan Martabat Af’al...Jika kamu benar melaksanakannya (menjalankan dalam kehidupan) pasti akan diberi tahu Martabat Asma. Silakan cari pada dirimu sendiri, jangan mencari “yang jauh” sampai-sampai lupa kepada diri sendiri bahwa “yang jauh” tersebut ada pada dirimu juga.

arie Karakter mengatakan...

Benar sekali kang xanana …

kalimat dibawah ini adlh hasil yg diterima oleh syeh abdul qodir al jailani melalui ilham qolbi dan penyingkapan rohani (kasyaf maknawi) :

DIA berkata padaku : Wahai wali.agung AKU tdk pernah mewujudkan DIRIKU dlm sesuatu sebagaimana perwujudan - KU dlm diri manusia …

antox hooligan mengatakan...

Salam alaikum Om Mux dan Ms B̲̣̣̣̥я̲̣̣oº°˚˚°º arie ...
Ane ada sdkit krg faham mksud dr Zindik. Cntoh kcil brlaku pd sy misal: Kalau qt pndangkan mata dn hati pd kosong dn mersa kekal dg allah mk scr otomtis qt "merasa" apa ♈αñƍ brlaku smua baik-buruk adlh khendak allah. Sdh brg tentu akn brpegang pd "la maujudun illa sifatun ilallah" -» brti ɪ̇πɪ̇ JϋG̶̲̥̅̊ǎ̜̣̍ kategori zindik Ɣåª Om??? (Mhon pnjelasan)

Alwi Dahong mengatakan...

ajib ni kang XANANA http://lh3.googleusercontent.com/-dmyj-clDShw/ULpj-VSXknI/AAAAAAAAHgM/3JwWW5vaGwg/s100/GodGreatest.gif

banyu urip mengatakan...

nah sekarang kang dulur xanana emang mencerahkan pisan euy ! Makasih kang alih bahasanya,maklum bukan urang sunda

arie Karakter mengatakan...

Begini mas antox …

ZINDIK = SYIRIK

org2 yg menyembah berhala itu disebut KAFIR ZINDIK ..

nah skrg mas antox simpulkan sendiri pertanyaan mas antox itu ya …

Salam alaikum …

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, ajeb Kan Dulur..
eta pisaaaaaan! :8:

MUXLIMO mengatakan...

alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh,
ya, dibawa santai aja Bang. Sambil praktik jalan terus.. pelan-pelan Allah mengubah tanpa ada perubahan pada diri. http://lh5.googleusercontent.com/-_zoLovtiL6g/UM26wgL9e4I/AAAAAAAAH34/uyAjyowW2bU/s89/inshallah.gif

MUXLIMO mengatakan...

haravv mangkelummm :g:

MUXLIMO mengatakan...

Penaka Tuhan.. hemmmm baru tau nih.. penaka artinya pa'an, Brad? :D

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Masku Antox..
Yang dijelaskan Brad Arie udah bener tuh. Tambahannya: zindik itu kalau gak salah kafir dalam keislaman, contohnya merasa diri jadi Tuhan :D

Nah, dalam praktik yang Mas contohkan di atas, itu bagus dan gak zindik. Artinya kalau segala perbuatan kita terbit dari dalam sama-tengah hati [Ruh Qudus], ini baru sah perbuatan "kita" ini perbuatan yang Qadim.

Tapi kalau kita merasa, berkata, dan berbuat timbulnya dari nafsu [dari hati sanubari yang di dalam dada] lalu kita katakan ini semua perbuatan Qadim, ini yang zindik. InsyaAllah gitu.. Allahua'lam. :)

Teorinya emang kayak yang gampang ya.. jujur, praktik hingga benar-benar merasakan yang Qadim ini yang terus dijihadkan. Ini berlaku buat saya sendiri juga nih.

arie Karakter mengatakan...

Insya Allah mksdnya Insan yg memilki sifat2 ketuhanan …

sifat2 robbani … salah satu contohnya org yg sdh bs memandang dg pandangan Robbani..

Allahu a'lam …

antox hooligan mengatakan...

Alhamdulillah... Paham,Dua panutan ane mangkal dsini rupax, pntes KPM sepi?? :D "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ .. Θΐ ponsel komengx kluar mah... Nape ϑΐ PC mlah sembunyi... Tetep hangat diskusix nih...ĵɑ̤̥̈̊ϑĭ demen..

MUXLIMO mengatakan...

Alhamdulillaah..
soal komen..ini lagi diedit ulang, Mas.. doain yah http://lh4.googleusercontent.com/-suVNZJQsYKI/UNs8eY3Dw0I/AAAAAAAAH8s/fIF6VqYbCfA/s21/aamiiin.png :D

antox hooligan mengatakan...

Insaallah Om Mux, sy yakin tujuan blog ɪ̇πɪ̇ baik mk sgala kendala ♈αñƍ ada akn semakin mbuat keadaanx ĵɑ̤̥̈̊ϑĭ lebih baik... ⌣»̶»┏̲A̶̲̅┓┏̲M̶̲̅┓┏̲I̶̲̅┓┏̲N̶̲̅┓««̶⌣. Om Mux kalau smpet bc komen Tuan HAP ϑΐ KPM ♈αñƍ ilustrasix kereta api, ane mhon bntuan memhami mknax. Krn bhasax berbeda agk binun,sptix ane ЌºQ mrs ada psn2 tersirat ♈αñƍ ßî§ã mbuat sy memahami sesuatu tntg diri sy. :D
Mkasi sblumx, komenin ϑΐ KPM aja kang... Nuhun.

Djunaedi Miradz mengatakan...

Kang Adam mo ksh tau aja sy krm email kalo sempt di trima duluan krn agak urgent ....hatur nuhun kang

MUXLIMO mengatakan...

Oh..ok Bang .. k TKP

niran azza mengatakan...

kang xanana makasih,
kang mux makasih juga.. Simple tp jelas

MUXLIMO mengatakan...

Samasama, Bang :)

Annisa Muslima mengatakan...

Semoga RAHMAT Allah selalu menyertai kita semua.Aamiin......

Basoka Roket mengatakan...

asslmkm...wr.wb. kang saya bleh tanya gk...???

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam, langsung aja Mas.

PUTERA LAUT SUMATERA TIMUR mengatakan...

Tksh Bg Mux.
" Jihad " hingga merasakan yg Qadim dari sama tengah hati.

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism