burnzone

AD (728x60)

Intisari Kitab Langka: Bayanu Syahadat - Kesempurnaan Shalat

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome.

Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC. Harap maklum.
landscape mode.



Salam alaikum, Sobat Sarang - Keluarga Pusaka Madinah dan seluruh umat tauhidi ummat Muhammad Shalallaahu `alaihi wa salam. Topik kita kali ini adalah intisari Kitab Bayanu Syahadat, kitab peninggalan ulama mutahaqama dan ulama al-faham generasi terdahulu [salaf].

Kitab ini disebut kitab langka bukan hanya karena sangat langka orang yang masih menyimpannya, melainkan juga karena sangat sulit menemukan orang yang bisa menerangkan teknik praktiknya dengan benar, yaitu praktik amal ritual shalat yang sesuai dengan teladan shalat Nabi Muhammad Saw. Berdasarkan informasi dari Guru kita, K.H. Undang bin Yahya Siradj, masih banyak yang mengamalkan isi kitab ini justru malah merusak musyahadah pada Allah sehingga nilai ibadah shalatnya pun ikut rusak.

Dari kitab Babul Ihsan kita membahas kesempurnaan niat dan takbiratul ihram dalam shalat. Nah, dalam kajian kitab Bayanu Syahadat ini, rukun qalbi dalam shalat itu kesempurnaannya diperhalus lagi. Tulisan ini pun sekaligus melengkapkan apa-apa yang belum dijelaskan dalam tulisan mengenai Rahasia dan Kitab Shalat Kaum Salaf pada publikasi blog ini tempo hari.

Sekadar mengingatkan kembali, bahasan mengenai dasar-dasar rukun qalbi dalam shalat juga pernah dimuat di blog ini:
  1. Makna Hakiki Gerakan dalam Shalat
  2. Tips Shalat Khusyuk Tauhidi
  3. Tips Shalat Khusyuk Ultimat
  4. Shalatnya Islam Kaffah


Baiklah, mari kita kemon, Pak Ogah!
XD


Terdahulu, mari kita buka Q.S. Al-A'raaf ayat 172.

Dan [ingatlah], ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka [seraya berfirman]: "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul [Engkau Tuhan kami], kami menjadi saksi". [Kami lakukan yang demikian itu] agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami [bani Adam] adalah orang-orang yang lengah terhadap ini [keesaan Tuhan],..."


Berpijak pada ketetapan dalam ayat di atas, kita ketahui bahwa dahulu di alam arwah--sebelum ruh ditiupkan pada jasad--sudah kita sempurnakan syahadat dengan seruan,"Balaa syahidna." Di alam dunia juga kita perlu menyempurnakan balaa syahidna ini sebab sebenarnya ada ancaman Allah di ayat di atas itu.

[Kami lakukan yang demikian itu] agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami [bani Adam] adalah orang-orang yang lengah terhadap ini [keesaan Tuhan]

Makna hakikinya: "Aku tidak mau tahu jika kamu pada yaumil qiyamah nanti tidak tahu tentang keesaan ini!"

Maka di dunia juga kita musti sempurnakan balaa syahidna ini.
Di mana kita melakukannya?
Di dalam ibadah yang utama: shalat.

Di dalam shalat, bagaimana kita menyempurnakan balaa syahidna ini?
Menurut maqam-maqam orang hakikat dan makrifat, diketahui bahwa:
kedudukan syariat di dalam shalat ialah dalam duduk;
kedudukan tarikat di dalam shalat ialah dalam berdiri;
kedudukan hakikat di dalam shalat ialah dalam ruku`;
kedudukan makrifat di dalam shalat ialah dalam sujud;

Menurut maqam-maqam orang hakikat dan makrifat, juga diketahui bahwa:
puji syariat pada Allah di dalam shalat yaitu Laa ilaaha illallaah;
puji tarikat pada Allah di dalam shalat yaitu Laa na`budu illallaah;
puji hakikat pada Allah di dalam shalat yaitu Laa mawjudun illallaah;
puji makrifat pada Allah di dalam shalat yaitu Laa na`rifu illallaah.

Ucapan-ucapan ini jangan diucapkan dengan mulut juga jangan diucapkan dengan hati. Masih ada orang yang ketika mengamalkan kesempurnaan balaa syahidna ini dengan menyelip-selipkannya di dalam rukun qauli shalat, yaitu ketika mengucapkan takbir. Apa jadinya shalat kita jika ketika takbir di mulut, sambil dalam waktu bersamaan kita usahakan mengucapkan puji-puji di atas itu di dalam hati?
Itu namanya shalat kalang-kabut! XD

Shalat yang seperti itu yang dikatakan: "Kita shalat, kita tahu; tapi kita tidak shalat di dalam shalat, tidak tahu."
Shalat yang seperti itu yang terkena fa wailullil mushalliin [Q.S. al-Ma`un:3-4]; shalatnya orang-orang celaka.

Praktik-praktik seperti inilah perlu terbimbing.
Agar tidak terjadi kesimpangsiuran dalam bacaan shalat, ucapkan puji syariat-tarikat-hakikat-makrifat itu dengan sirr hati. Sirr itu rasa; rasa itu Rahasia. Caranya dengan kita menyempurnakan mad badal di dalam setiap takbir. Tiga alif [harakat] ketika menyebut Asma-Nya: "Allaaahu Akbar!"

Sekali lagi, puji-puji itu tidak diucapkan dengan mulut dan hati. Cukup dengan sirr. Karena sirr tidak bermulut dan berlidah, maka ucapannya itu tidak berhuruf dan tidak bersuara. Kalau sudah mahir, ucapan-ucapan itu jangan diingat-ingat lagi ketika takbir. Sedikit pun jangan diingat lagi! Sebab itu pekerjaan sirr.

Jadi, Rahasia Allah bukan yang shalat itu?!
Apa Rahasia itu? Zat.
Apa Zat itu? Diri Allah.

Inilah makna hakiki perkataan "Diri Allah memuji Tuhannya. Ini baru disebut qadim menyembah qadim. Jadi tidak ada diri baharu memuji Tuhannya. Yang seperti itu najis batin. Maukah ber-imam pada orang yang bermaksiat batin ketika shalat?!

Jadi shalat ini tidak ada "aku"-nya lagi. Kalau sudah diketahui, sempurnakanlah. Rasakanlah bahwa Rahasia Allah yang shalat. Bukan diingat, melainkan dirasakan.


Syaikh Siradj


Catatan:
Dalam praktik tafakur dikatakan kita harus mendiamkan pikiran dan perasaan. Tapi, di tulisan di atas dikatakan puji-puji itu dirasakan. Jangan bingung. Yang diminta didiamkan dalam tafakur itu perasaan yang baharu, alias perasaan yang ada di dalam dada, yaitu yang di hati sanubari. Yang di dada ini masih tempat bercampurnya bisikan-bisikan nafs dan bisikan setan. Itu sebabnya beberapa kalangan tasawuf yang amalannya pakai atur-tahan napas dan masih memfokuskan zikir di dada dikatakan masih duduk di kebatinan, belum di makrifat.

Yang diminta dalam tafakur itu diamnya perasaan baharu, supaya bisa mendengarkan perasaannya perasaan. Logikanya, kalau perasaan yang datang dari nafs ini bicara terus tidak mau diam, kapan mau mendengarkan perasaannya perasaan bicara?
:P

Oya, mau tahu setebal apa kitab Bayanu Syahadat yang isinya amat berharga ini?
Hanya setebal 7 lembar, lho! 8O
Intisari Kitab Langka: Bayanu Syahadat - Kesempurnaan Shalat
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2013-02-18T09:38:00+07:00
Intisari Kitab Langka: Bayanu Syahadat - Kesempurnaan Shalat
5 411 reviews
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome
Tags: , ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

65 komentar:

jimmy ali ghuraisyah mengatakan...

Assalamuallaikum....

arie Karakter mengatakan...

Wa alaikum salam ... gimana kang jimmy sdh bs lihat komennya ??? mudah2an sdh bs ya... hehe

arie Karakter mengatakan...

[ Kami lakukan yang demikian itu ] agar di
hari kiamat kamu tidak mengatakan:
"Sesungguhnya kami [ bani Adam] adalah
orang - orang yang lengah terhadap ini
[ keesaan Tuhan]
Makna hakikinya : "Aku tidak mau tahu jika
kamu pada yaumil qiyamah nanti tidak tahu
tentang keesaan ini !"

SUBHANNALLAH BERIKANLAH KAMI PETUNJUKMU YA ALLAH …
AGAR KAMI TDK TERGOLONG ORG - ORG YG LENGAH …

banyu urip mengatakan...

PLOOONG ..... ALHAMDULILLAH ...HILANG LAGI 1000 TABIR YANG MENGHIJABI DIRIKU . Makasih abah juga tok mentor adam mux

Bang Arbi mengatakan...

Alaikum salam wr.wb. Kang Jimmy :D mudahan sehat selalu ya kang n dalam keberkahan Allah.

Bang Arbi mengatakan...

jadi teringat waktu Bang Bahri Batam menjelaskan ke ane seminggu yg lalu sebelum ada postingan ini. beliau berkata kurang lebihya begini :

Saat SHOLAT itu kita tidak memuji atau berdoa lagi, krn yg berdoa itu sudah NUR yang bedoa n memuji. Lalu kitanya ngapain? MENYAKSIKAN SAJA kejadian itu. BALAA SYAHIDNA.
Begitu pula saat berdoa, dengarkan saja NUR itu yang berdoa sesuai maunya dia, selama ini kan kita yg berdoa tuh. Asli ane masih belajar ttg ini Bang Bahri Batam http://lh3.googleusercontent.com/--Ku8oIXhZLM/ULpkHQ037BI/AAAAAAAAHi8/KkDNvp5QnRg/s75/mashallah.gif

Terima kasih Bang Bahri Batam n Kangmux, especially Abah ku tersayang. ane merinding mengetik ini...

InsyaAllah bagi yg NGAKUNYA makrifat tapi tidak sholat segeralah bertaubat n berhenti dari semua kebodohan ini. Bersyariatlah, masuk lah KE DALAM ISLAM secara kaffah...UTUH...Ber-Syariat lah dengan Makrifatnya...

Bang Arbi mengatakan...

Amiin ya Allah...setuju deh sama mas arie... mamen :D

bimo seno mengatakan...

Assalamualaiukum semuanya....

arie Karakter mengatakan...

mau tahu setebal apa kitab Bayanu Syahadat yang isinya
amat berharga ini ?
Hanya setebal 7 lembar, lho !

Allahu akbar !! hanya 7 lembar namun Dasyat isinya…

SIRRUSIRR ( RAHASIA DIBALIK RAHASIA)

Oh ya … benar sekali itu bang Arbi … yg sholat itu adalah NUR …
hakikinya ZAT MENYATAKAN DG NUR-NYA …
jd intinya bkn kita yg sholat tp ALLAH MEMUJI DIRINYA SENDIRI DGN ASMA'NYA …
MENGUJI DIRINYA DGN AF'AL NYA …
DAN ALLAH MENYAKSIKAN NUR ZAT- NYA SENDIRI …
TDK ADA LAGI YG DI INGAT2 … YG ADA HANYA RASA .
RASA KESADARAN … AKHIRNYA HILANG RASA …

RASANYA PERASAANLAH YG MERASA …
BKN KITA LAGI YG MERASA…

MUTIARA MUHAMMAD ADA DI SAMA TENGAH HATI

(MU) HAMMAD (TIA) DA (RA) SA MUHAMMAD …

arie Karakter mengatakan...

terima ksh bang Arbi … tp mana kupi tawarnya?
saya suka yg tawar - tawar aja bang..
yg gk ada RASA - nya

(☆^ー^☆) hehe

arie Karakter mengatakan...

Alaikum salam warohmatullah …

Annisa Muslima mengatakan...

Alaykum salam wa rahmatulloh wa barakatuh..........

Alhamdulillah komentar sudah bisa terlihat....(^__^))
:4: :4: :4: :4:

Bang Arbi mengatakan...

hah? kupi tawar ya? biasanya mas antox yg sediain buat kita2 dimari. wkwkwk... cangkirnya pada belum dicuci mas arie, bentar ya ane cuci dulu pake air MAHASUCI :D

Bang Arbi mengatakan...

penjelasan mas arie senada dengan penjelasan bang bahri batam. saling menguatkan. ane suka :8: ~O)

arie Karakter mengatakan...

Sama kok … bang Arbi jg... kan satu tubuh bang … hehe..
yups … kita itu saling menguatkan bang dan saling melanjutkan apa yg telah ditulis oleh kang mux yg sumbernya dari Abah tentunya …

intinya kita dan semua sobat disini saling berbagi dan berdiskusi … hehe...

arie Karakter mengatakan...

oke jgn lama - lama nyucinya bang …
kan pake AIR KEMURAHAN ALLAH ( MAHA SUCI )

O(≧∇≦)O

Alam Warda Ritonga mengatakan...

Subhanallah....

salam kena Mas Arie Karakter, jimmy ali ghuraisyah, Sis Annisa Muslima and mas Banyu Urip... betul Bang Arbi pernyataan Mas Arie Karakter menguatkan pernyataan Bang Bahri Batam...

Subhanallah,, membuat saya merinding dan http://4.bp.blogspot.com/-yjAbSnNem1I/T4lo2yQOhhI/AAAAAAAADMI/iXEkROvHK5A/s1600/kade-peso.gif

Alam Warda Ritonga mengatakan...


Puji syariat pada Allah di dalam shalat yaitu Laa ilaaha illallaah;
Puji tarikat pada Allah di dalam shalat yaitu Laa na`budu illallaah;
Puji hakikat pada Allah di dalam shalat yaitu Laa mawjudun illallaah;
Puji makrifat pada Allah di dalam shalat yaitu Laa na`rifu illallaah.

Kenapa pada Puji tarikat dan Makrifat memakai dhomir nahnu???
mohon pencerahan,, apa makna hakikinya???

Bayu Perdana mengatakan...

Assalamualaikum sobat sarang semua ..

mohon bantuannya nih maklum kurang fasih bahasa arabnya hihihi ...

kalau :

Laa ilaaha illallaah saya tau artinya bahwa tiada Tuhan selain Allah

Laa na`budu illallaah, mohon untuk di kasih tau terjemahannya :D

Laa mawjudun illallaah, saya tau artinya bahwa tiada wujud kecuali Allah

Laa na`rifu illallaah, mohon untuk di kasih tau terjemahannya :D

Maksudnya tidak di ucapkan dengan mulut dan hati itu artinya di rasakan saja sesuai arti / maksud dari bacaan tersebut gitu ya ?. Mohon koreksi nya.

Ngomong ngomong pak sopir kok komennya pada tidak nampak lagi ya :D

Wassalamualaikum




MUXLIMO mengatakan...

karena Nahnu itu yang hakikinya Berkelakuan, Bang :)

MUXLIMO mengatakan...

alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh,
haissh.. komen masih bermasalah rupanya ya :14:

Laa ilaaha illallaah; tiada Tuhan, melainkan Allah,
Laa na`budu illallaah; tiada yang menyembah, melainkan Allah,
Laa mawjudun illallaah; tiada yang maujud, melainkan Allah
Laa na`rifu illallaah. tiada yang mengenal, melainkan Allah

Ingat hadis qudsi:
"Aku adalah Perbendaharaan Yang Tersembunyi. Aku Berkehendak untuk dikenal maka Kuciptakan makhluk dan dengan-Ku mereka mengenal-Ku" http://lh6.googleusercontent.com/-SAmAIsEDuUs/ULpkFGcrmAI/AAAAAAAAHiM/5y7eDO-TE00/s93/fatwa.gif

MUXLIMO mengatakan...

alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, masih tacan katingal komenna nya Kang? :5:

MUXLIMO mengatakan...

aamiiin ya Rabb.. http://lh4.googleusercontent.com/-suVNZJQsYKI/UNs8eY3Dw0I/AAAAAAAAH8s/fIF6VqYbCfA/s21/aamiiin.png

MUXLIMO mengatakan...

Alhamdulillah..

MUXLIMO mengatakan...

http://lh3.googleusercontent.com/--Ku8oIXhZLM/ULpkHQ037BI/AAAAAAAAHi8/KkDNvp5QnRg/s75/mashallah.gif
tuh kan terbukti.. kalau udah "sampai" pasti pandai dengan sendirinya. Ini bukti kebenaran al-Kahfi:65 kan?! kan?! kan?! http://lh5.googleusercontent.com/-_zoLovtiL6g/UM26wgL9e4I/AAAAAAAAH34/uyAjyowW2bU/s89/inshallah.gif

MUXLIMO mengatakan...

alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas Bimo.. http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif

MUXLIMO mengatakan...

syerem.. do'i bawa2 piso tuh!! :2:

Bang Arbi mengatakan...

benar mas arie :D SATU TUBUH MAHASUCI, DIDALAM MAHASUCI AKU BERADA

niran azza mengatakan...

asalamu,alaikum smua.. Brhubung aku blum faham .. Jadi aku cma mau bolak-balik halaman.. Sanpai menrti dasar..dulu & Mudah2an halaman2nya ga berat untk d bolak-balik... :p

arie Karakter mengatakan...

Alhamdulillah … tetap dg Izin - NYA … insya ALLAH …

hajirin mengatakan...

assalamualaikum sobat semua
akhirnya bisa komeng juga

btw,kok saya makin ketinggalan pelajaran ajah,mohon doanya sobat semua,biar dimudahkan daa belajr tauhid....

Bang Arbi mengatakan...

Alaikum salam bang haji :D
Amiin ya Allah..... ^__^

ano bae mengatakan...

asalamu,alaikum..bang arbi..mo nanya neh..dlm praktik diam ..menjalalani hari2/aktifitas it musti gmana.. So,alnya ane jd bnyak trmenung/diem/ intinya bingung..dn aq udh prnah ngintip comenan/jwbn prtanya,an d atas tp di mana ea.. Smbunyi nya.. Berat ngebolak blik blog nya kang mux ne..maklum pke phonsel ..jadul pula... Makasih sblumnya

ano bae mengatakan...

asalamu,alaikum..bang arbi..mo nanya neh..dlm praktik diam ..menjalalani hari2/aktifitas it musti gmana.. So,alnya ane jd bnyak trmenung/diem/ intinya bingung..dn aq udh prnah ngintip comenan/jwbn prtanya,an d atas tp di mana ea.. Smbunyi nya.. Berat ngebolak blik blog nya kang mux ne..maklum pke phonsel ..jadul pula... Makasih sblumnya

Bahri Batam mengatakan...

Hehehe Sehat Bang Arbi ?? Bang Mux sehat Bang ?? semoga semua sobat sarang sehat yaaa? Amiiin. Ane terpacing nih coming… Betul Bang Arbi, Sblm kita Takbir hrs kita
o Berdiam diri dulu
o Pusatkan perhatian disama tengah hati (pusat) karena disitulah terhimpun tubuh-hati-nyawa-rahasia dan disitu pula cahaya diri kita
o Diam dan sadar se sadar2nya
o Menyaksikan (Sahadat)
o Yakinkan kita ini bertubuhkan Maha Suci (Maha suci tubuhku dan aku berada dalam Maha Suci)
o Pandanglah yg putih (kosong) itu disama tengah hati (bila perlu sampai jernih betul)
o Kemudian kita Takbir, Pada takbir Allaaah hu AKBAR maka disitulah terganti sdh bukan kita lagi yg shalat dan yg Qadim itulah yg Shalat kita hanya menyaksikan saja. Ini biasanya disertai dgn merinding hingga menangis jika kita dikaruniai Allah. Amiiin,
Ini hanya sekedar sedikit comeng Bang hehehe …..Terima kasihku yang tak terhinga buat yg tersayang Abah, Bang Mux, Bang Arbi n semua sobat Sarang.

MUXLIMO mengatakan...

Ajeb dari sang ahli :8:

Gusti XaNaNa mengatakan...

Wa'alaikum salam Bang Ano. Semoga Bang Ano selalu dilindungi oleh Allah SWT.

Sebelumnya saya mohon maaf karena telah lancang berusaha menjawab kegundahan Bang Ano... Insya Allah kita dalam keadaan 'saling tolong-menolong dalam kebaikan..aamiin.. :)

DIAM tafakur adalah men-DIAM-kan fikiran dan perasaan kita. Kita bawa DIAM tafakur tersebut kedalam kehidupan kita sehari-hari yaitu men-DIAM-kan fikiran dan perasaan kita terhadap kejadian sehari-hari. Jangan diikuti fikiran dan perasaan tapi DIAM kan saja dan kembalikan kepada Allah yang mempunyai haq.

Sebagai contoh saja, ketika kita memperoleh kesenangan, maka rasa senang tersebut kita DIAM-kan saja, jangan diperturutkan karena apabila diperturutkan malah akan menjerumuskan kita. Kita akan lupa siapa diri kita sehingga akan timbul sifat-sifat yang memperturutkan hawa nafsu kita atas kesenangan yang kita peroleh tersebut dan kesenangan itu malah menjadi rasa yang dibenci Allah misalnya rasa ujub, rasa bangga dan rasa takabur. Kita kembalikan rasa senang tersebut kepada Allah selaku pemilik rasa yang sebenarnya. Insya Allah, rasa senang yang kita kembalikan tersebut akan Allah gantikan dengan rasa yang dirahmati Allah, bisa jadi rasa senang tersebut menjadi rasa syukur, rasa bersahaja, rasa sabar atau rasa-rasa lainnya yang dirahmati oleh Allah.

Begitu juga sebaliknya, ketika kita diberikan kedukaan atau susah, maka rasa duka atau susah tersebut kita DIAM-kan saja, jangan diperturutkan. Kembalikan rasa duka atau susah tersebut kepada Sang Pemilik Rasa yaitu Allah. Apabila kita perturutkan, akan timbul perasaan-perasaan yang dibenci Allah misalnya rasa putus asa, rasa amarah, rasa dengki atau dendam atau rasa-rasa hewani lainnya. Insya Allah, rasa duka yang kita kembalikan tersebut akan digantikan Allah dengan rasa-rasa yang dirahmati oleh Allah seperti rasa sabar, rasa menerima ketetapan Allah, rasa ikhlas atau rasa-rasa lainnya yang dirahmati oleh Allah.

Begitu juga dengan fikiran kita, apapun yang terlintas dalam fikiran kita, kita kembalikan kepada Allah selaku pemilik pikiran..Insya Allah, Allah akan memberikan ilham pemikiran kepada kita untuk menghadapi atau menjalani hidup dan kehidupan ini. Hidup kita akan dengan sendirinya tertata tanpa kita berusaha menatatanya karena kita selalu mengembalikan semuanya kepada yang Haq yaitu Allah dan kita “membiarkan” Allah yang mengatur hidup kita.

Semoga kita tetap dalam "laa hawla walaa quwwata illa billaahil'aliyul adziim"

Semoga Bang Ano selalu dirahmati oleh Allah.... aamiin... :)

jimmy ali ghuraisyah mengatakan...

jahaha...aku masih gak bosa comen2 gak keliatan pembicaraan nya upss ya sudah gpp...

Bahri Batam mengatakan...

http://lh3.googleusercontent.com/-AueAdZKDXk0/ULpj-_Z91sI/AAAAAAAAHgQ/ySZ6P1Wmkxk/s100/GodGreatestGirl2.gif
setuju banget bang Xanana

niran azza mengatakan...

asalamu,alaikum smua and mt pagi... Bwt kang xanana..makasih pnjelesanya... Insya,allah..akan maju truz jika ad di bimbing... Sbab tanpa bimbingan... Tkut mlenceng dri jalur... Jgn bosen ngejelasin ..

Bayu Perdana mengatakan...

Hatur nuhun Akang Mux translette na hehe, komen komen na atos katingal deui. Sumuhun, hadis qudsina ∂ï kaji deui ku abi.

arie Karakter mengatakan...

Pada takbir Allaaah hu AKBAR maka
disitulah terganti sdh bukan kita lagi yg shalat dan yg Qadim
itulah yg Shalat kita hanya menyaksikan saja. Ini biasanya
disertai dgn merinding hingga menangis jika kita dikaruniai
Allah.

yups setuju saya dg apa yg disampaikan oleh Bang Bahri ^_^ …

berhubung bang Bahri telah mbuka mslh rasa … saya akan tambahkan sedikit … Bahwa biasanya rasa itu dtg menjalar mulai dari tulang sulbi naik kepunggung hingga meliputi seluruh kepala ( dgn rasa nikmat yg tdk bs diungkapkan dg kata2 ) kemudian turun menyebar meliputi seluruh jasad … tp terkadang jg mulainya dari ujung kaki..

tp dlm praktiknya bagi kita yg blm merasa jgn mencari2 rasa … biarlah Rasa itu dtg sendiri …
dan jgn pula kita terhanyut dlm rasa itu.. krn rasa itu msh dlm sifat jamal-Nya … trskan sampai hilang Rasanya … maka DIA lah yg berdiri tanpa rasa …

karena Rasa itu adlah awal pengenalan..
jk sdh Esa mk tdk ada lg rasa dan yg merasa...
yg mengenal dan yg dikenal …
yg menyaksikan dan yg disaksikan …
hilang keserba dua-an …
krn mmg asalnya Esa …

YA ALLAH SEANDAINYA SIFAT SOMBONG, RIYA' MEMBANGGAKAN DIRI MASUK DLM KETAUHID-ANKU.
MENGALIR DLM LISAN DAN UCAPANKU … SEDANGKAN AKU TDK MNGERTI ATAU MENGERTI …

MAKA AKU BERTOBAT DAN BERSERAH DIRI DGN MENGUCAP :

LA ILAHA ILALLAH MUHAMMADURROSULULLAH …

azfiamandiri mengatakan...

Baheula mh elmu th mahal, tp amal mh murah .
Ayeuna mh elmu th murah, tp amal mh mahal ...
- KH Anwar Musyaddad, Garut -

( Dulu mencari ilmu tuh mahal; gurunya jarang, percetakan jarang, beli kitab msti ke sebrang,, tapi amal murah; para ulama msh dimuliakan, nasehat mereka diamalkan, keadilan ditegakkan, negara makmur beriman, klo jaman sekarang sebaliknya, ilmu murah ( Pengajar banyak, Tempat belajar banyak - bego aj klo belajar msti melulu kuliah - perpustakaan banyak, toko buku banyak, minjem jg bisa, di internet aplgi, yg nyediain beasiswa jg banyak - tp bukan buat orang bego! - tapi amal mahal; figur ulama banyak tercoreng, akibatnya ceramah mereka diperolokkan, kesetiakawanan sosial makin renggang, remaja labil, disuruh belajar mlh tawuran, yang santri ikut pacaran, jadinya ngaji putus di tengah jalan, gelar Sarjana lahir tiap tahun, tp kemakmuran hidup seolah 'cerita rakyat' yg turun-temurun ... )

Tp, yg ini sy jamin ilmu nya MAHAL, amalnya pun MAHAL. Syukron, MUX !

( Hampura kakara nimbrung, kahalang rereget dunya nu mimiti ditalapungan hiji-hiji ... )

MUXLIMO mengatakan...

tp dlm praktiknya bagi kita yg blm merasa jgn mencari2 rasa … biarlah Rasa itu dtg sendiri …
dan jgn pula kita terhanyut dlm rasa itu.. krn rasa itu msh dlm sifat jamal-Nya … trskan sampai hilang Rasanya … maka DIA lah yg berdiri tanpa rasa …


Gak salah 'kan ane percayakan ini-itu padamu, wahai pewaris Pusaka Madinah?! :8:

Di blog ini oleh kami dan para pewaris Pusaka Madinah, semua sudah diurai, dirinci, dan diungkapkan. Hanya yang mau berpikir yang mendapat pelajaran [Shaad:29], tapi di antara yang mau berpikir, ada wewenang Allah di situ [Mudatsir:54-56]. Dan di atas semua itu, syarat utama ketersampaian adalah al-Ikhlas. Allahua'lam.
http://lh5.googleusercontent.com/-_zoLovtiL6g/UM26wgL9e4I/AAAAAAAAH34/uyAjyowW2bU/s89/inshallah.gif

MUXLIMO mengatakan...

Alhamdulillah, Sang Pujangga Pusaka Madinah turun gunung.. :D :8: Kang Dulur!

MUXLIMO mengatakan...

Astagfirullah.. hampura Kang Jimmy.. aduh.. karunya pisaaan.. sing sabar yah.. http://lh5.googleusercontent.com/-_zoLovtiL6g/UM26wgL9e4I/AAAAAAAAH34/uyAjyowW2bU/s89/inshallah.gif

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, sip..dilanjut, Bang gali-menggalinya :11:

MUXLIMO mengatakan...

eh, gening urang lembur oge c Kang Bayu teh?! :2:
hehehe.. ajeb, Kang Dulur.. mangga gera dipesekkan dugi ka beuti na :D sing kekengingan ah.. aamiin http://lh4.googleusercontent.com/-suVNZJQsYKI/UNs8eY3Dw0I/AAAAAAAAH8s/fIF6VqYbCfA/s21/aamiiin.png

MUXLIMO mengatakan...

MasyaAllah.. sungguh tepat-akurat-berbukti apa-apa yang di-iqra sama Abah Guru K.H. Anwar Musyaddad di atas itu, Kang Dulur!

Alhamdulillah, di Garut masih ada pengajar yang membimbing manusia dengan kualitas. Salam takzim ti abi ka beliau, Lur!

Sawangsul na, Kang Dulur.. mugia mangpaat nya. Alhamdulillah, geus jago silat jiga na.. bisa nalapungan rereget dunya hiji-hiji :3: :8:

Saya ge menta dihampura ah, Lur.. can sempet kamamana yeuh.. :14:

Bayu Perdana mengatakan...

Aamiin Ўªãªª robbal alamin Akang. Nya urang lembur keneh abi Kang :D

Bahri Batam mengatakan...

Alhamdulillah Bang Mux, Bang Arie, mudah2an kita semua di sarang ini mendapat karunia Allah, Amiiin.

MUXLIMO mengatakan...

http://lh5.googleusercontent.com/-_zoLovtiL6g/UM26wgL9e4I/AAAAAAAAH34/uyAjyowW2bU/s89/inshallah.gif http://lh4.googleusercontent.com/-suVNZJQsYKI/UNs8eY3Dw0I/AAAAAAAAH8s/fIF6VqYbCfA/s21/aamiiin.png Bang Bahri yang diridhai Allah Swt. :)

arie Karakter mengatakan...

Alhamdulillah kang mux … dan tetap saya mohon doanya jg dari Abah dan kang mux …

jujur ada getar rasa tersendiri yg muncul dari dlm saat saya membaca komen akang yg diatas ini …

ALHAMDULILLAH

arie Karakter mengatakan...

Amin ya Robbal alamin … insya Allah bang Bahri

MUXLIMO mengatakan...

sama2, Brad.. ane pribadi juga masih perlu doa darimu dan Sodara-sodara tauhidi semua ya.. http://lh4.googleusercontent.com/-suVNZJQsYKI/UNs8eY3Dw0I/AAAAAAAAH8s/fIF6VqYbCfA/s21/aamiiin.png

Bang Arbi mengatakan...

kalau dalam bahasa arab gelar Bang Bahri Batam itu RODHIALLAHU ANHUM.

Alwi Dahong mengatakan...

Menurut maqam-maqam orang hakikat dan makrifat, juga diketahui bahwa:
puji syariat pada Allah di dalam shalat yaitu Laa ilaaha illallaah;
puji tarikat pada Allah di dalam shalat yaitu Laa na`budu illallaah;
puji hakikat pada Allah di dalam shalat yaitu Laa mawjudun illallaah;
puji makrifat pada Allah di dalam shalat yaitu Laa na`rifu illallaah.

sungguh ane baru tau nih tentang yg diatas :D

terima kasih buat abah dan kang mux yg telah mengepostkan ilmu ilmu tauhid ini.

ifan sofyana mengatakan...

Assalamualaikum. buat Mas Bimo Seno.Insya Allah segala sesuatu yg niatnya baik,akhirnya jg baik.

MUXLIMO mengatakan...

makasih kembali, Wet :D

MUXLIMO mengatakan...

alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh.. lanjut, Kang Ifan.. :D

muhammad bachrain mengatakan...

assalaamu alaikum.. maaf saya orang baru.. boleh gabung dan belajar nggak ?.. saya ketemu blog ini mulanya iseng cari "asma izzazil haq".. eh, malah ketemu blog ini.. apakah diblog ini ada proses "pendaftaran".. bila ada sudikah kiranya saya didaftarkan..

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Mas Muhammad Bachrain,
Selamat datang dan selamat bergabung di sini..

Segala-galanya dari Allah, maka tiada satu pun yang berhak memasang harga untuk ilmu-Nya. Sebagaimana diteladani junjungan kita Nabi Muhammad Rasulullah Saw., insyaAllah Guru kami tidak mengambil manfaat dari selain Allah Swt., Mas. :)

Jadi tidak ada daftar-daftaran apalagi bayar-bayaran di sini. :)

erik rusdianto mengatakan...

Alhamdulillah.....
Dan janganlah kamu tukar perjanjianmu dengan Allah dengan harga yang sedikit (murah), sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
(QS.AN-Nahl..95)
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.
(QS.AN-Nahl..128)

muhammad sarkowi mengatakan...

mantab

Raden Mangto mengatakan...

subhanallah, syukron kasiron. dilanjut kakang, salam kenal buat ikhwan semua.saya juga mengucapkan salam takzim buat Abah, tak lupa buat Kang Mux, Kang Arie, Kang Arbi, Gusti Xanana, jena Anisa, dan seluruh Ikhwan tauhid. semoga semua sehat dan membawa berkah buat umat islam sekalian.wass

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism