burnzone

AD (728x60)

Kalimat Talqin Sakaratul Maut untuk Diri dan Keluarga Meraih Husnul Khatimah [Bisa Jadi di Alam Barzakh Kelak Anda Menyesal Tidak Membaca Ini]

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome




Salam alaikum, tulisan berjudul Bacaan Talqin Sakaratul Maut untuk Diri dan Keluarga ini kami dedikasikan untuk Anda semua, umat Muhammad Rasulullah Saw akhir zaman. Tanpa jemu dan malu kami sampaikan bahwa apa yang akan Anda baca ini adalah Pusaka Madinah: kajian ilmu dan amal Islam yang diamanahkan Nabi Muhammad Rasulullah Saw. kepada kalangan khawwasul khawwas. Majlis hakiki yang sejak mula disampaikan pada ±1400 tahun lalu ini baru dipergilirkan di tiga tempat di permukaan Bumi: Madinah al-Munawarah (Jazirah Arab), Turki, dan Indonesia. Diucapkan dengan syukur, bukan dengan ujub dan kufur. Tiga tempat yang bisa dikatakan sebagai ujung barat, pertengahan, dan ujung timur akidah Islamiyyah.

Tentu saja ilmu, pahaman, dan amalan amanah Rasulullah Saw ini dalam perjalanannya ke ujung timur pernah singgah di semua wilayah yang dilalui dalam syiarnya. Itu sebabnya para pewaris risalah khawwasul khawwas ini tersebar di banyak tempat secara tersembunyi. Khususnya untuk wilayah Nusantara, yang baru kita ketahui dari blog ini saja, risalah ini pernah singgah pula di Malaysia dan Brunei Darussalam. Itu sebabnya kami (yang di Indonesia) katakan di sini, pemberitaan karunia dan amanah ini kami ucapkan dengan syukur, bukan dengan ujub dan kufur. Sebab ilmu tauhid yang hakiki adalah hak setiap muslim dan sesama muslim hakikinya adalah bersaudara; sebenar-benarnya satu tubuh.

Sejak disampaikannya amanah tauhid hakiki ±1400 tahun lalu, mungkin baru kali ini ada yang lancang membocorkannya ke hadapan publik. Dan ini akan saya pertanggunggjawabkan di hadirat Ilahi Rabbi dan di hadapan Nabi Muhammad Rasulullah Saw. di akhirat kelak  Akan saya pertanggungjawabkan kelancangan ini dengan penuh bangga dan syukur. InsyaAllah. Aamiin.



Mari kita mulai dengan meng-iqra fondasi ilmu dan dalil mengenai talqin sakaratul maut.
Makna talqin secara bahasa adalah menuntun orang untuk mengikuti kata-kata yang diucapkan. Kita disunnahkan untuk mentalqin orang yang akan meninggal dunia atau sedang menjalani sakaratul maut. Sebagaimana disabdakan Rasulullah Saw, "Talqinlah orang-orang yang akan mati dengan kalimah La ilaha ilallah."


عن عثمان قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: مَنْ مَاتَ وَ هُوَ يَعْلَمُ أّنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ اْلجَنَّةَ
Dari Utsman (bin ‘Affan radliayallahu anhu) berkata, telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, “Barangsiapa mati dalam keadaaan mengetahui (berilmu) bahwasanya tiada ilah (yang berhak disembah) selain Allah, maka ia akan masuk surga”. [H.R. Muslim]

Pernah dikatakan kepada Wahab bih Munabbih r.a., “Bukankah kunci surga itu kalimat “laa ilaaha illallah”?. Beliau menjawab, “Ya! tetapi tidak ada kunci itu melainkan ia memiliki gigi-gigi, jika engkau datang dengan (membawa) kunci yang memiliki gigi-gigi dibukalah (pintu surga itu) bagimu. Tetapi jika tidak, tak akan dibukakan (pintu itu) bagimu.” [H.R. Bukhari]

Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberikan syafaat, kecuali orang yang bersaksi/ mengakui kebenaran (kalimat tauhid) sedangkan mereka mengetahuinya. (QS. Az-Zukhruf: 86 ).

Berkata al-Hafizh Ibnu Katsir r.a., “Kecuali orang yang mengakui kebenaran sedangkan mereka mengetahuinya" ini adalah ististna munqathi’ (pengecualian terputus), yaitu tetapi yang bersaksi dengan kebenaran (kalimat tauhid) di atas bashirah dan ilmu maka sesungguhnya syafaatnya akan bermanfaat baginya di sisi-Nya dengan izin-Nya”. [Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim: IV/ 166].

Berkata asy-Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iriy, “kecuali orang yang mengakui kebenaran sedangkan mereka mengetahuinya, yaitu Allah ta’ala  mengecualikan bahwasanya orang yang bersaksi dengan kebenaran  yaitu kalimat “Laa ilaaha illallah”, sedangkan ia berilmu (mengetahui) kalimat tersebut dengan ilmu yakin, maka hal ini yang menjadikan para malaikat dan para Nabi memberi syafaat kepadanya. Maka berfirman Azza wa Jalla "kecuali orang yang mengakui kebenaran sedangkan mereka mengetahuinya" dengan hati mereka apa yang mereka saksikan dengan lisan mereka. Maka al-muwahhidun (orang-orang yang bertauhid) itu, syafaat itu akan mendapati mereka dengan izin Allah ta’ala “. [Aysar at-Tafasir: IV/ 660].

Katanya lagi, “Sedangkan mereka mengetahui", kalimat ini adalah haliyah (yaitu menunjukkan keadaan ketika bersaksi). Di dalam ayat ini terdapat suatu dalil bahwasanya orang yang tidak memahami kalimat “laa ilaaha illallah” dan ia mengucapkannya, ucapan tersebut tidak akan memberikan faidah kepadanya dan syafaatpun tidak akan meraihnya pada hari kiamat, karena ia harus memahami apa yang dinafikan dan apa yang diitsbatkan. Oleh karena, itu iman orang yang taklid itu diperselisihkan oleh ahli ilmu di dalam keshahihannya”. [catatan kaki dalam Aysar at-Tafasir: IV/ 660].

Berkata al-Imam al-Baghawiy, “Kecuali orang yang mengakui kebenaran", yaitu tauhid, "sedangkan mereka mengetahuinya", yaitu mereka di atas ilmu dan bashirah dengan apa yang mereka bersaksi dengannya”. [Fat-h al-Qadir: IV/ 648].



Dari beberapa dalil di atas beserta keterangannya, jelaslah syarat mendasar yang mesti dipenuhi oleh seseorang yang mengucapkan kalimat “Laa ilaaha illallah” dan kemudian agar ucapan tersebut berfaidah baginya di dunia berupa terpeliharanya darah, harta dan kemuliaannya dan juga bermanfaat baginya di hari kiamat berupa diselamatkan dan dijauhkan dirinya dari kekekalan siksa api neraka dan dimasukkan ke dalam surga yang abadi adalah dengan berilmu atau mengetahui makna dan tujuan dari kalimat yang diucapkannya tersebut.


Bicara perkara mati tentu tidak bisa melupakan kalimah tarjih dari Surah al-Baqarah: 156 berikut ini,

 إِنَّا للهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
 Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita kembali

Kalimah di atas bisa kita pertegas dengan pengertian bahwa kita ini berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Jadi, kita ini dari zat Allah; ber-zat-kan Zat Allah. Bukan Allah.

Supaya tidak seorang pun mabuk lalu mengaku jadi Allah, kita kupas kata kuncinya: "Allah, Zat, dan kita".


Apa Allah itu? Tuhan sekalian Zat [Rabbul izzati]; Yang Maha Esa, bergantung kepada-Nya segala sesuatu, tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada yang setara dengan-Nya (Q.S. al-Ikhlas);

Siapa Allah itu? Yang Maha Pencipta (Q.S. al-A'raaf: 54) Maha Meliputi segala sesuatu.

Bagaimana Allah itu? Yang laysa kamitlishi syaiun; tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya dan Dia Maha Meliputi segala sesuatu (Q.S. an-Nisa:126; Fushilat:54).

Di mana Allah itu? Allah itu dekat (Q.S. al-Baqarah:186). Buktinya ke mana pun kamu berpaling di situlah Wajah-Nya (Q.S. al-Baqarah:115), bahkan Dia padamu lebih dekat daripada kamu dengan urat lehermu sendiri (Q.S. Qaaf:16), wahai manusia.


Apa itu zat? Zat ialah sesuatu yang tidak berbentuk, tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa, tidak ber-arah, tidak bertempat, zat tidak bisa disebut, tidak ada tafsirnya karena zat tidak sama dengan segala yang berupa sifat. [bentuk, bau, warna, arah, tempat, dan lain-lain adalah sifat]

Siapa kita? Manusia.
Apa manusia itu? Makhluk ciptaan Tuhan yang disebut insan.
Seperti apa hakikinya insan itu?

هَلۡ أَتَىٰ عَلَى ٱلۡإِنسَـٰنِ حِينٌ۬ مِّنَ ٱلدَّهۡرِ لَمۡ يَكُن شَيۡـًٔ۬ا مَّذۡكُورًا 
Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, 
sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (Q.S. al-Insan:1)


Perthatikan [zat tidak bisa disebut, tidak ada tafsirnya] dan  [dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut = tidak ada tafsirnya]. Sampai di titik ini, Anda sudah paham bahwa diri hakiki kita ini berupa Zat? Zat siapa? Zat Allah. Dan Zat Allah bukan Allah, melainkan kedudukan Zat itu Esa beserta Allah. Mudah-mnudahan Anda sekarang semakin paham mengenai keesaan Tuhan-hamba

Yang disebut Zat ini punya nama lain Ruh Qudus; disebut juga Nur Allah yang esa dengan Nur Muhammad.

Nah, paradigma dan landasan dalil sudah kita bahas. Sekarang ke menu utama.

Pertama Tuhan. Kemudian Cahaya Diri Tuhan [Nur Ilahi]. Ketiga, Nur Muhammad. Kemudian isi-isi alam (langit, bumi, manusia, dan lain-lain).

Inilah skema pengenalan untuk jalan kita menuju Tuhan.

Hakikat Muhammad adalah bekal yang tidak basi sampai akhirat. Hakikat Nur Muhammad inilah tubuh orang Islam. Mustahil orang Islam tidak mengenal hakikat tubuhnya. Kalau tidak tahu hakikat Muhammad, bagaimana menghadapi sakaratul maut? Maka Muhammad itu jangan disepelekan. Jangan langsung melompat ke Allah saja, lalu Muhammad dilupakan. Bukankah Muhammad itu syafa`atul uzma?

Dalam doa-doa saja orang banyak meminta, "Matikanlah kami dalam Islam." Kalau di dunia Islam, dalam mati pun musti Islam juga, di akhirat juga Islam. Kebanyakan orang mau mati dibacakan Yasin. Itu namanya penghakiman. Kasihanilah dia orang yang mau mati itu malah dibacakan surah yang berisi gambaran kehidupan akhirat di surga dan neraka. Itu sama saja dengan mengingatkannya akan dosa-dosa selama masih sehat. Ada juga orang mau mati disuruh menyebut zikir-zikir. Mana bisa lagi?

Coba diberi bekal supaya perjalanannya sampai di akhirat Islam terus. Hakikat Muhammad ini bukan berupa zikir-zikir dan baca-baca, melainkan hanya berupa perkataan saja. Bekalilah orang yang dalam sakaratul maut itu dengan Hakikat Muhammad sehingga akan mudah ia menghadapi sakaratul maut.

Muhammad itu dia yang awal dan yang akhir; "fil awwali wal akhiri". Pada akhir hayat manusia, Muhammad yang awal akan diperlihatkan pada jasad manusia. Kalau tidak kenal dengan yang diperlihatkan itu, apa jadinya perjalanan siratal maut? Manusia itu siksa akan matinya.

Kalau sudah kenal yang awal, apa yang akan ditakuti lagi menghadapi siratal maut. Pakailah untuk menolong diri sendiri dan sesama muslim dalam sakaratul maut:


"Muhammad
tubuhku,

Nur
nyawaku"



Tuhan tidak ada awal; tidak ada akhir. Muhammad, dia yang awal dan yang akhir. Kita, Adam, ada awal ada akhir. Hakikat tauhid itu "laa mawjudun ilallah", tiada yang wujud selain wujud Allah. Jadi, wujud Hakikat Muhammad itu wujud siapa? Maka dalam ilmu makrifat: Hakikat Muhammad itu Allah, Allah itu Hakikat Muhammad.

Ambillah bekal yang tidak basi dari dunia sampai akhirat ini. Antarkan diri dan sanak keluarga mengembalikan nyawa ke tempat asalnya. Aku, H. Undang Siradj yang dhaif ini sangat cinta dan rindu pada kalian semua aminullah.



Dari pesan ikhlas Syaikh Siradj di atas, bisa kita uraikan beberapa hal.
Kalimat yang berwarna merah di atas, itulah hakikinya kalimah tauhid laa ilaaha ilallah. Kalau Anda paham, pada kalimat itu terhimpun semuanya; Allah, Nur Allah, Nur Muhammad, dan para makhluk seisi alam: Laa mawjudun ilallah.

[Tentu di sini tidak ada anjuran mengganti wirid laa ilaaha illallah dengan versi hakiki bahasa Indonesianya. Itu namanya bid`ah.]

Orang yang sedang menjalani sakaratul maut akan diperlihatkan Allah wujud awalnya. Ingat surat al-insan ayat 1 di atas. Maka tiada gunanya kita meminta mautakum (orang yang menjelang kematian) untuk menzikirkan kalimah apa pun.

Kalau orang itu sudah mengenal Hakikat Muhammad maka ia akan tahu kalimah talqin yang merupakan "kunci bergerigi" sebagai pembuka pintu surga untuknya. (ingat hadis di atas)


Mana pijakan dalilnya?



سُوۡرَةُ الواقِعَة
أَفَبِہَـٰذَا ٱلۡحَدِيثِ أَنتُم مُّدۡهِنُونَ (٨١) وَتَجۡعَلُونَ رِزۡقَكُمۡ أَنَّكُمۡ تُكَذِّبُونَ (٨٢) فَلَوۡلَآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلۡحُلۡقُومَ (٨٣) وَأَنتُمۡ حِينَٮِٕذٍ۬ تَنظُرُونَ (٨٤) وَنَحۡنُ أَقۡرَبُ إِلَيۡهِ مِنكُمۡ وَلَـٰكِن لَّا تُبۡصِرُونَ (٨٥) فَلَوۡلَآ إِن كُنتُمۡ غَيۡرَ مَدِينِينَ (٨٦) تَرۡجِعُونَہَآ إِن كُنتُمۡ صَـٰدِقِينَ (٨٧) فَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ (٨٨) فَرَوۡحٌ۬ وَرَيۡحَانٌ۬ وَجَنَّتُ نَعِيمٍ۬ (٨٩) وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنۡ أَصۡحَـٰبِ ٱلۡيَمِينِ (٩٠) فَسَلَـٰمٌ۬ لَّكَ مِنۡ أَصۡحَـٰبِ ٱلۡيَمِينِ (٩١) وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ٱلضَّآلِّينَ (٩٢) فَنُزُلٌ۬ مِّنۡ حَمِيمٍ۬ (٩٣) وَتَصۡلِيَةُ جَحِيمٍ (٩٤) إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ حَقُّ ٱلۡيَقِينِ (٩٥) فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ
(٩٦)


Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al Qur’an ini?, kamu [mengganti] rezki [yang Allah berikan] dengan mendustakan [Allah].

Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai [oleh Allah] kamu tidak mengembalikan nyawa itu [kepada tempatnya] jika kamu adalah orang-orang yang benar?

Adapun jika dia [orang yang mati] termasuk orang yang didekatkan [kepada Allah], maka dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta surga keni’matan. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan. Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat, maka dia mendapat hidangan air yang mendidih, dan dibakar di dalam neraka. Sesungguhnya [yang disebutkan ini] adalah suatu keyakinan yang benar. Maka bertasbihlah dengan [menyebut] nama Tuhanmu Yang Maha Besar.




Sebentar, Mux. Orang mati tidak bisa beri tahu orang hidup. Dari mana kita tahu yang kamu sampaikan ini benar?

Ya, itu saya pahami. Sebab jauh-jauh hari Quran sudah mengabari akan adanya kaum muslim seperti Anda yang skeptis ini. Perhatikan ayat di bawah ini.

سَنُرِيهِمۡ ءَايَـٰتِنَا فِى ٱلۡأَفَاقِ وَفِىٓ أَنفُسِہِمۡ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمۡ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ‌ۗ أَوَلَمۡ يَكۡفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ ۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ۬ شَہِيدٌ أَلَآ إِنَّہُمۡ فِى مِرۡيَةٍ۬ مِّن لِّقَآءِ رَبِّهِمۡ‌ۗ أَلَآ إِنَّهُ ۥ بِكُلِّ شَىۡءٍ۬ مُّحِيطُۢ (٥٤)سَنُرِيهِمۡ ءَايَـٰتِنَا فِى ٱلۡأَفَاقِ وَفِىٓ أَنفُسِہِمۡ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمۡ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ‌ۗ أَوَلَمۡ يَكۡفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ ۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ۬ شَہِيدٌ (٥٣) أَلَآ إِنَّہُمۡ فِى مِرۡيَةٍ۬ مِّن لِّقَآءِ رَبِّهِمۡ‌ۗ أَلَآ إِنَّهُ ۥ بِكُلِّ شَىۡءٍ۬ مُّحِيطُۢ 
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda [kekuasaan] Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup [bagi kamu] bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (53) Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu. (Q.S. Fushilat:54)


Anda bisa praktikan dan buktikan sendiri dan InsyaAllah hal seperti ini yang akan Anda saksikan:
InsyaAllah, tidak akan ada Mautakum yang dibacakan kalimah tauhid ini tubuhnya lalu kejang-kejang berkelojotan, matanya melotot terbelalak, atau suara napas tercekik.


InsyaAllah, yang akan Anda saksikan adalah serta-merta mautakum itu napasnya tenang, senyap, bahkan kita tidak tahu detik kapan sebenarnya sang mautakum benar-benar meninggal dunia. Bagai menyelinap begitu saja di hadapan kita.

Raut wajahnya pun tenang. Bahkan pernah terjadi ketika dimandikan, saluran pembuangan jasad tersebut tertutup rapat sehingga tidak perlu lagi dibersihkan oleh orang yang memandikan mayit.

Jangan kaget juga bila tiba-tiba seorang yang sedang menghadapi sakaratul maut itu tiba-tiba menoleh pada Anda dan memohon agar Anda segera mendekat dan membisikkan kalimah tauhid itu padanya sambil ia menunjuk-tunjuk ke arah pusatnya.



Nah, wahai saudaraku kaum muslim. Jangan dipakai lagi ajaran para pembohong besar, orang-orang saleh yang telah tidak sadar telah menjadi dukun-dukun bersorban atau ulama-ulama bertanduk, yang mengajari umat soal "yang datang-datang" dalam sakaratul maut itu. Buang jauh-jauh, termasuk orang yang mengajari Anda soal kebohongan satanik itu!


Nah, wahai para ulama yang terpandang, yang banyak pengikutnya, yang hapal Quran, yang hapal hadis, siapa pun Anda dari golongan mana pun Anda, silakan ambil hadiah gratis Pusaka Madinah ini. Jangan malu-malu mengakui bahwa inilah yang selama ini Anda cari-cari sampai buntu tidak dapat-dapat. Ambil dan sebarkan seluas-luasnya agar umat Muhammad tidak ada lagi yang terculik oleh islam-islam abangan dan kebatinan agar selamat semuanya tidak ada lagi rayhan kaum muslim yang terculik ke alam jin, jadi penunggu rumah kosong atau pohon keramat.

Nah, silakan mulai sekarang berkeliling kampung, cari orang-orang yang sedang menjalani sakaratul maut. Praktikkan dan buktikan sendiri. InsyaAllah. Aamiin.


Ayah, Ibu, kita akan jadi keluarga lagi di akhirat kelak. Aamiin.
Janji Allah itu pasti.

Tags: , ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

73 komentar:

MUXLIMO mengatakan...

Bewara. supaya tampilan hasil sharenya tidak eror.. dianjurkan kalau mau share ke Facebook pakai widget di bawah. makasih. :21:
https://lh4.googleusercontent.com/-Z5yF4gTy5LE/ULDOb-KwKMI/AAAAAAAAHQg/vqLK7uYcLQ8/s512/Kalimat%2520Talqin%2520Sakaratul%2520Maut%2520Muxlimo%2520s%2520Lair.png

cape uy,,.. :15:

MUXLIMO mengatakan...

letih sangat nih.. ane izin pamit dulu.. :21: ngaso ~O) :D

Bang Arbi mengatakan...

https://lh5.googleusercontent.com/-Mx36Nkeb3AI/UFXhjODroRI/AAAAAAAAFv0/a0Xs599J4Sw/h120/sungkem.gif salam hormat kepada kangmux. terima kasih atas bukaan ini. jika kiranya hamba boleh bersujud sebagai bentuk syukur maka akan hamba lakukan. tetapi karena Allah dan Rasulnya melarang maka hamba nyatakan saja I LOVE U FULL...

Anonim mengatakan...

Bang Arbi,

Bercanda sedikit dgn tuan. Ha ha

This Mux's posting; is a point blank shot! Bang! Bang! Wow... Wow.....

Hamba Allah Penang

Bang Arbi mengatakan...

Saudaraku HambaAllahPenang yang kucintai karena ALlah yang satu tubuh juga degan ku, benar sekali bahwa tulisan kangmux kali ini sungguh a point blank shot.

Entah kenapa ya, sewaktu membaca tulisan kangmux ini dari awal saya mulai baca terasa ikut merasakan nuansa spiritual kangmux yg penuh dengan rasa sedih dan prihatin dan kasih sayangnya bagi kita. Apalagi sewaktu beliyau menampakkan foto orangtuanya, duhh..serasa hampir mengalir air mata ini. masih terasa nih kesedihannya. bisa kah kiranya saya men-talqin ibu saya nanti? kalau ayah sih memang orang paham kaji.

Bang Arbi mengatakan...

dulu waktu kuliah saya kost dekat kampus. kebetulan kost-an saya itu dekat masjid (hanya selisih 6 atau 7 rumah kalo ga salah). sewaktu selesai sholat ashar dan sedang asyik bergurau dengan teman di pelataran masjid datanglah imam masjidnya ikut duduk bersama kami yang muda2. mungkin karena beliyau berjiwa muda ya walaupun usianya sudah 50-an tahun kali.wkwkwk

tiba2 saja beliyau bilang begini :
saat kita meninggal nanti kejadiannya beragam dan cukup heboh saat itu seolah2 itu kimata kita sendiri yg mengalami dan kita tidak bisa minta tolong kemanapun karena kita harus hadapi kejadian geting itu sendiri, siapapun orangnya.

iblis dan kroni2nya berusaha keras untuk menggagalkan kita dari KHUSNUL KHOTIMAH dengan berbagai macam tipu daya sebagai "senjata terakhirnya" kepada orang yg akan meninggal itu. dengan harapan orang itu meninggal sebagai yahudi, nasrani, kejawen, atau komunis.

mereka akan datang kepada kita sambil membawa segelas air dingin utk menghilangkan dahaga kita (konon katanya org yg akan meninggal itu merasakan haus. allahu a'lam)

mereka akan datang dengan rupa ayah,ibu,kakak,adik,saudara,orang yg kita cintai, bahkan guru kit. tolak semua orang itu sampai datang DIRI KITA SENDIRI yg menjemput kita. lalu kami bertanya, jadi patokannya apa pak? yaa yang jemput kita itu wajahnya MIRIP kita sendiri. kalau bahasa padangnya : DIRI NAN SABATANG. Nah, akhirnya nyambung deh dengan penjelasan kangmux tentang MUHAMMAD yg AWAL sesuai postingan di atas. klop barang tu...

Bang Arbi mengatakan...

JANGANLAH KAMU MATI KECUALI DALAM KEADAAN MUSLIM.

Bang Arbi mengatakan...

ralat : kimata itu salah ketik. yg benar = KIAMAT

Bang Arbi mengatakan...

Saat menunggu DIRI yg menjemput kita, tetaplah berpegang pada MAKNA kalimat LAAILAHAILLALLAH. Ingat yaa, MAKNA... bukan UCAPAN. kangmux telah bukakan tadi maknanya dalam kalimat singkat sesuai kata Abah Siradj:

"Hakikat tauhid itu "laa mawjudun ilallah", tiada yang wujud selain wujud Allah. Jadi, wujud Hakikat Muhammad itu wujud siapa? Maka dalam ilmu makrifat: Hakikat Muhammad itu Allah, Allah itu Hakikat Muhammad."

Saat itulah kita masuk ke dalam Rahmat Allah yang tiada lain adalah DIRI-NYA sendiri melalui "pintu" Diri yg wajahnya mirip dengan wajah kita sendiri.

MUXLIMO mengatakan...

awwh.. I LOVE U FULL juga, Braderrr! ~O) :21:

MUXLIMO mengatakan...

ahaha.. Bang Hamba Allah..then how many "corpses" fell down by this shot? :19:

MUXLIMO mengatakan...

Aamiiin ya Rabb.. :21:

MUXLIMO mengatakan...

:8:

Anonim mengatakan...

tdk ada yg men-talqin ibu sy saat beliau meninggal krn di ICCU. mdh2an alm ibu sy ingat mengucapkan dan mengerti makna-nya. mdh2n sisa beberapa thn terakhir di hdup beliau yg bgtu semangat bljr mengaji smpai bisa sholat menjdi bekal-nya. di tunggu selalu postingannya kang Adam.. ^_^ . sally

MUXLIMO mengatakan...

Aamiiin ya Rabb.. Mbak Sally tidak perlu khawatir menurut saya, soale fakta bahwa baliau (alm. ibunda Mbak) menjelang wafatnya sudah Allah bimbing ke arah-Nya sesuai dengan kadar kemampuan sang hamba.

Buktinya tepat beberapa tahun sebelum ajal, beliau bersemangat mendalami dan mengamalkan agama ini. Bukankah Allah yang Berkehendak demikian atas beliau ketika itu? :)

Kabar gembiranya adalah, kita sebagai anak.. masih diperkenankan berbakti pada orang tua dengan doa. Mari kita sama-sama doakan orang-orang tua kita, Mbak. InsyaAllah, orang-orang tua kita di sana senang menyaksikan silaturahim kita dalam kenangan dan doa mengenai beliau-beliau itu. :)

Bang Arbi mengatakan...

Amiin ya robbal alamin...insyaAllah itu pertanda bahwa di tahun terakhir kehidupan ibunya mbak sally berada dalam "tarikan ilahiyah" untuk mendekat kepada Allah dengan rahmat-Nya. itu pertanda yang nyata. karena Allah lah pemilik semangat (ghirah). Nah, masih ada nih kewajiban mbak sally sebagai anak...MENDO'AKAN beliyau :)

Ketika orang meninggal dunia, maka putus kepada nya 3 hal kecuali :
1. Amal Sholeh
2. Shodaqoh Jariyah
3. DOA ANAK YANG SHOLEH

ketiga hal tersebut akan terus mengalir baginya. karena itulah INVESTASI sejatinya semasa hidup.

Bang Arbi mengatakan...

ralat lagi : 1. Amal sholeh --> ilmu yg bermanfaat. hihihi :p

Anonim mengatakan...

aiih.. Bang Arbi.. komennya banyak ralat.. makanya kalau komen fokus, Bang..jangan inget-inget ae terus.. kan ae jadi maloo..ahik..
https://lh6.googleusercontent.com/-l9O9Nf8uLIg/UKIzekuJyNI/AAAAAAAAHFo/FiRMbsq_81s/s68/wink-and-flirt.gif

"Bunga"

Anonim mengatakan...

alhamdulillah. trm kasih kang Adam dan bang Arbi, melegakan perasaan saya. mudah2an sy bs lbh giat drpd alm bpk dan ibu ,utk mendalami agama islam krn sekian belas thn kebelakang kmi msh skdr islam ktp. semoga saya di mudahkan Allah dalam memahami agama ini. sally.

Bang Arbi mengatakan...

kata orang terlalu banyak focus malah jadi gak focus neng. neng bunga kemana aja siy koq jarang nongol dimari? sibuk jualan ya?

sebenarnya abang lagi memberi contoh neng. kalau salah ya jangan sungkan perbaiki kesalahan kita, bukan malah makin keras dengan kesalahan dan ego masing-masing. wkwkwk (pembenaran niy hihihi)

Anonim mengatakan...

aihh..abang bisa aja..
https://lh6.googleusercontent.com/-l9O9Nf8uLIg/UKIzekuJyNI/AAAAAAAAHFo/FiRMbsq_81s/s68/wink-and-flirt.gif

lagi-lagi "Bunga"

Bang Arbi mengatakan...

Amiin... :8:

MUXLIMO mengatakan...

Alhamdulillah, insyaAllah, Mbak Sally tidak perlu berkecil hati.. saya pribadi sejujurnya juga aslinya Islam KTP kok dan waktu pertama kali duduk belajar di pengajian, saya banyak gak ngertinya sama uraian tauhid hakiki ini.. tapi alhamdulillah karena di hati saya yakin ini jalan yang benar, saya ikutin terus, saya catet terus tausyiah tauhid biar gak ngerti juga, hehehe.. :4:

alhamdulillah, janji Allah di Surah Al-Ankabut terbukti.. siapa yang bersungguh-sungguh akan diberi petunjuk. sedikit demi sedikit, akhirnya saya mulai rada paham dengan tauhid ini meski belum juga "sampai".

so, mari kita saling dukung dalam perjalanan kita ini ya, Mbak :25:

Bang Arbi mengatakan...

abang emang serba bisa koq neng. benerin genteng juga bisa. genteng hatinya neng bunga tapinya. ahik... :16:

MUXLIMO mengatakan...

Bilangin ke nyonya ahhh... :-"

Bang Arbi mengatakan...

:2: kabuurrr... :7:

Anonim mengatakan...

iya.. saya juga di bw santai.sb krn sikon sy mmg bgtu. tdk bs mencari ustadz utk belajar ato ke pengajian. smpai akhirnya bs msuk ke blog ini. semakin sering ke sni smakin byk tau slh saya..slh guru slh ilmu...apalgi ada klimat kang adam ttg setan bersorban...astagfirulloh. ternyata salah alamat. sally lagi ^-^

MUXLIMO mengatakan...

Sip, Mbak Sally.. :8: memang kuncinya ada di santai. Dalam tauhid, kita disuruh "diam", artinya disuruh santai ya :D

Anonim mengatakan...

Fahami saat bersaksi....tiada faham, kan tertipu...hidupmu pasti kan tertipu tanpa kau sadari....

Ketika bersaksi...Fanalah diri...Tiadalah diri...sebetul-betul tiada diri...
Sadarilah siapa aku....tiadalah aku...fanalah aku....
Akan bertemu Aku....yang ada Aku....Hiduplah dengan Aku....

Sungguh indah tiada diri....lapang dada bukan dicari...tapi memang diberi...karena itu adalah "janji"... dan Aku Sang Maha Menepati Janji....

Sungguh nyaman si fana...kemana berkelana...Selalu Dia yang pertama...

Semakin lama semakin nyata...bahwa diri tiada daya...tapi tetap diberi "daya".....untuk "fana" atau sengsara....

Pilihlah.....!!
Silakan......!!
Ingat...!!!!!
Aku Maha Melihat...
Aku Maha mengetahui...
Aku Maha Teliti......


-XaNaNa- 8-}

NB: Salam hormat Kang Mux...semoga Allah merahmati Kang Mux dan keluarga...Aamiin....
Untuk Bang Arbi dan rekan lainnya....semoga Allah tetap menaungi dan menunjuki kita jalan yang lurus....untuk benar-benar menjadi khalifah_nya...Aamiin...

B-)

Bang Arbi mengatakan...

http://lh5.googleusercontent.com/-Mx36Nkeb3AI/UFXhjODroRI/AAAAAAAAFv0/a0Xs599J4Sw/h120/sungkem.gif salam sungkem kepada Kang Xanana...

baiknya kumpulan puisi dari kang Xanana n kang Antox dibuat postingan tersendiri tuh kang. hiihi..

Anonim mengatakan...

Eiiit... Hati-hati Bang Arbi.... |:-D| Itu bukan puisi...itu laguuuuuu.......=))

-XaNaNa-

Bang Arbi mengatakan...

Oh itu lagu? kapan launching-nya? koq ane ga tau. secara gitu loh, ane produser yg punya "studio rekaman" alias kamar mandi bagi yg suka nyanyi sambil mandi http://1.bp.blogspot.com/-vFlfXDrLRgM/UE4rgBnKAjI/AAAAAAAAFcQ/Cx7inRV1Adg/s1600/ngakak.gif

MUXLIMO mengatakan...

Alhamdulillaah, aamiiin.. semoga demikian juga buat Kang Xanana dan keluarga ya.. :25:

beuh, komen-komennya makin "bahenol", Kang.. padat, sintal, bernas, berisi.. :8: :D

MUXLIMO mengatakan...

wat eu guud ay dia :8: udah tuh, Bang! :3:

MUXLIMO mengatakan...

oh..lagu toh.. :2: kapan bikin pidio klipnya, Kang?! kalo butuh model.. :-]~~ kontak aja yah.. B-)

Bang Arbi mengatakan...

Judulnya aja Fahami Fana kang. kalo dibuat pidio klip-nya kita mo jadi ap-pah? FANA? http://1.bp.blogspot.com/-vFlfXDrLRgM/UE4rgBnKAjI/AAAAAAAAFcQ/Cx7inRV1Adg/s1600/ngakak.gif

MUXLIMO mengatakan...

wkwkwkkwkw iya yah... :2: gapapalah pokoke jadi model aja.. asal jangan jadi pohon atau tiang yang dipeluk2 kayak di pelem indihe aja.. :g:

Bang Arbi mengatakan...

mau dong...ane peran jadi puun-nya atau jadi tiangnya deh. tapi yg boleh peluk cuma aktrisnya aja, jgn aktornya lho.

Anonim mengatakan...

ahik.. siap-siap eke peyuk ya, Bang Arbi.. eke aktris lowh..

http://lh6.googleusercontent.com/-l9O9Nf8uLIg/UKIzekuJyNI/AAAAAAAAHFo/FiRMbsq_81s/s68/wink-and-flirt.gif
"Bunga"

Bang Arbi mengatakan...

ampun deh, dah jam satu malam niy neng. masiy keluyuran ajah. pulang tidur sana... http://lh6.googleusercontent.com/-GXVjUZ8JLTk/UFV7IRrngqI/AAAAAAAAFh8/G2mkhsEiOrs/s128/pecut.gif

Anonim mengatakan...

itulah, Bang.. eke atut pulang sendirian.. anterin dong Bang.. :]
http://lh6.googleusercontent.com/-l9O9Nf8uLIg/UKIzekuJyNI/AAAAAAAAHFo/FiRMbsq_81s/s68/wink-and-flirt.gif
"Bunga" lagi

Bang Arbi mengatakan...

eke aja atut ama yei...
kangmux boleh gak "ilmu gebuk setan" ane praktekin sekarang? :3:

MUXLIMO mengatakan...

JIAKAKAKAK!! TEGAAAAAAAAAA!! =))

Bang Arbi mengatakan...

=)) http://1.bp.blogspot.com/-vFlfXDrLRgM/UE4rgBnKAjI/AAAAAAAAFcQ/Cx7inRV1Adg/s1600/ngakak.gif

Annisa Muslima mengatakan...

Alhamdulillah..........
Akhirnya muncul juga postingan ini.....
terimakasih banyak ya akang,InsyaAllah saya share ke orang sekampung
moga banyak yang baca dan MEMPRAKTIKAN nya......

Baru saya baca sekali berikut komentarnya

Minimal harus saya baca 3 kali

Bang Arbi mengatakan...

bacalah sesuai aturan pakainya ya mbak :) http://lh4.googleusercontent.com/-esPfNBJOoTo/UHWB9xMnrWI/AAAAAAAAGKU/LE77KoCx-Fs/s18/kupi-nanas.gif :4:

Annisa Muslima mengatakan...

sesuai aturan pakainya...?
aturanya beda2 antara saya dan anda

Kalau saya memang musti baca lebih dari satu kali
MAKLUM saya kan LOLA ( Loading Lama )

Semoga BUKAN sekedar baca sampai rampung
tapi semoga ALLAH memahamkan apa2 yang saya baca

InsyaAllah diamalkan.......

Bang Arbi mengatakan...

Amiin... semoga Allah memberi paham atas apa yg kita baca diatas ya mbak lola. hihihi :p

Annisa Muslima mengatakan...

InsyaAllah wa aamiin....^_^

Anonim mengatakan...

aamiin. hihihi... bc-nya g ckup sekali dua kali.. tau deh brp x sdh.. sally ^_^

moerad qrad mengatakan...

sama nech ma neng Annisa...harus baca berulang2....:D

MUXLIMO mengatakan...

makasih kembali, Mbak :) gapapa nanti Allah yang pahamkan. insyaAllah :)

MUXLIMO mengatakan...

hehehe bawa santay aja, Wet.. sooner or later paham juga.. :D

MUXLIMO mengatakan...

hihihi.. gapapa Mbak Sally.. yang penting ruh kita udah ikut baca lho.. insyaAllah nanti tau-tau tanpa Mbak sadari, Mbak jadi paham keesaan ini dan terbukakanlah semua pesan Quran dan hadis itu saling melengkapi. InsyaAllah, aamiiin. :25:

MUXLIMO mengatakan...

Jadi, sudah ada dua kunci yang disampaikan Syaikh Siradj di blog ini:
1. untuk menghadapi kekuatan setan, kapan pun di manapun, pakai:
TUHAN TUBUHKU, YAA BUDDUHUN.

2. untuk pakaian keselamatan menghadapi ajal, pakailah:
MUHAMMAD TUBUHKU, NUR NYAWAKU.

Ini ilmu jadi sehingga "khasiat"-nya tidak perlu menunggu orang yang mengamalkannya paham dulu. insyaAllah. Aamiiin. :)

Bang Arbi mengatakan...

Siaapp laksanakan gan :) hehee.. oya kang, TUHAN TUBUHKU YA BUDDUHUN itu pakainya cukup disadari saja atau pake dibaca juga dalam hati?

MUXLIMO mengatakan...

Duaduanya boleh dan insyaAllah jadi kok, Bang :]

Anonim mengatakan...

aamiin. kang, saya mau ty nh..tiap x sy mau msuk kesni psti urutannya dr akun fb sy ke kronologi fb akang trus nyari yg jdul di atas itu bru klik bru nyampe sni.. ada shortcut g biar sy g muter2 bgni..( gaptek pol..) tlg di bntu ya kang ya...hehehe.. Sally.

MUXLIMO mengatakan...

siip.. gini shortcutnya, Mbak Sally :20:
http://lh3.googleusercontent.com/-pHVO6643KIw/ULL9-AB0R1I/AAAAAAAAHSU/92G6zWEgwLs/s351/Networkedblog.png

Nanti Mbak akan masuk ke laman networkedblog lalu klik aja "FOLLOW". Nanti tiap ada postingan baru, otomatis muncul di timeline Mbak. [Jangan lupa kasitau orang sekampung ya, suruh pada follow aja pake link ini: http://bit.ly/WrdTCM ] :4: moga2 lancar ya, Mbak.. makasih loo... :21:

Anonim mengatakan...

Antox
Teriris hati saya dg mata berlinang membacanya...
Sungguh Luar biasa apa yg tersirat, tdk mudah utk mendapatinya dg gamblang diluaran sana.....
Terima Kasih Om Mux atas ke ikhlasan men share tentang pelajaran2 tauhid ini. Sampaikan JG RASA TERIMA kASIH yg tulus kpd ABah UNDANG SIRADJ yg beliaupun dg tangan terbuka memberi ijin terpostingx pelajaran2 tauhid. saya merasa begitu dekat seolah ikut dlm pengajian mskipun tdk hadir scr langsung...
Terima Kasih

MUXLIMO mengatakan...

Alhamdulillah.. makasih kembali, Mas Antox.. insyaAllah salam Mas akan saya sampaikan pada beliau :25:

Hari Sarwono mengatakan...

alhamdulillah...................trims masbro adam,,

Fitriani NurSolihat mengatakan...

Subhanallah...
makasih kang ilmunya, bermanfaat banget :D

MUXLIMO mengatakan...

Subhanallah wal hamdulillah, Mbak Fitri.. moga manfaat dunia-akhirat yaa.. aamiiin http://lh5.googleusercontent.com/-ACvMINZL0bU/ULpjs5Un44I/AAAAAAAAHf8/OOqMVCUj2zk/s88/allah_bless.gif

MUXLIMO mengatakan...

alhamdulillah.. trims back, Mas Hari :D

Pical mengatakan...

Kalau bisa melompat, saya melompat saking girangnya, dan bersyukur se syukur2nya, dengan keikhlasan bang saudara tauhidi disini terutama, kang mux dan bang arbi, dan kawan2 semua. allahu akbar

Pical mengatakan...

Allahu Akbar, Hanya Allah yang mengetahui dan memberikan penghargaan yang sebaik-baiknya atas sebab kebaikan Abah dan saudara2 tahuidku semua, yang sudi memberikan penerangan tentang ilmu yang tersembunyi dan sukar dicari dan tak ternilai.. kepada kami,

xdna mengatakan...

Assalamu'alaikum...


"Muhammad
tubuhku,

Nur
nyawaku"

"Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita kembali"

kang mux dan penghuni sarang, dan para silent reader semuanya salam kenal semua, semoga kita dalam lindungan, rahmat, kasih sayang dah barokah Allah SWT.

mohon pencerahannya :21: soal nya masih rancu.. masih remang2 belum begitu jelas...

1. maksud nya "Nur nyawaku" itu apa yah ?
2. apakah ruh manusia itu terbuat dari Nur Muhammad ?
3. "Nur nyawaku" ada hubungan nya ga dengan allah meniupkan ruh ketika dalam kadungan ? apakah nyawa dengan ruh berbeda ?

maaf kalau pertannyaan nya terdengar bodoh... :21:









Dayat Fathur mengatakan...

salam alaikum bang mux...ane minta masukannya/pendapatnya neh,,yg sering ane liat kan biasaxa kalau ada orang sdg mengalami sakratul maut itu banyak yg baca yasin atau mentalqinya/menuntunnya dg laailahaillalloh atau Alloh. nah gimana caraxa kita mau mentalqin orang yg sekarat itu dg kalimat "muhammad tubuhku nur nyawaku" apakah melalui telingaxa atau bagimana bang...apakah dengan suara pelan atau tidak pake suara mentalqinya..makasi

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, cukup dengan dibisikkan ke telinga mautakum tadi, Mas. Via telepon juga bisa kalau mautakum keluarga kita itu jauh di luar kota. :)

Dayat Fathur mengatakan...

alhamdulillah..makasi bang mux

PUTERA LAUT SUMATERA TIMUR mengatakan...

Assalamualaikum WW.

tolak semua orang itu sampai datang DIRI KITA SENDIRI yg menjemput kita. yang jemput kita itu wajahnya MIRIP kita sendiri. kalau bahasa padangnya : DIRI NAN SABATANG.

Tksh ya Bg Arbi...
Saya pun pernah diberi tahu mengenai hal yg sama oleh seorang teman FB dari Kalimantan. tapi tak ada penjelasannya :)
Insya Allah sy jadi lbh mengerti dan yakin. sekali lg tksh Bg Arbi.

say mengatakan...

alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillahirabbil 'alamiin
hanya itu yg bsa saya ucapkan atas bimbingan ABAH GURU diatas, nterima kasih yg sbesar2x khus tuk ABAH GURU n BANG MUX beserta kluarga besar SARANG n "PUSAKA MADINAH". YAA ALLAH, YAA RASULALLAH RIDHOI N SYAFAATILAH GURU KAMI BSERTA MURID2X YG IKLAS MENYAMPAIKAN PETUNJUKMU, DAN TUNJUKILAH KAMI SELALU K JALANMU YG LURUS DAN HAQ AAMIIN. SALAM tuk BANG MUX N SAHABAT SARANG SEMUA. ASSALAMU 'ALAIKUM WR.WB

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism