burnzone

AD (728x60)

Islam Kaffah: Salat Khusyuknya Pakai Udel

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome


Salam alaikum,
Tulisan ini semata-mata sekadar bewara ulang dengan penjelasan tambahan atas update yang ada di postingan sebelumnya, yaitu Tips Salat Khusyuk Ultimat: Satu di antara Banyak Cara. Ini terkait juga dengan postingan terdahulu Tips Salat Khusyuk Tauhidi: Satu di antara Banyak Cara. Saya anjurkan Sobat membaca dulu kedua postingan sebelumnya untuk membulatkan pemahaman pada postingan yang ini, ya.

Beramal tanpa ilmu: sia-sia.
Berilmu tanpa beramal: sesat.

Memaknai Kaffah, Menuntaskan Pengesaan


Tujuan penulisan kali ini sederhana saja, untuk menghindari salah paham mengenai bagaimana mempraktikkan keesaan syariat hingga makrifat; ulama banyak yang pandai mengajar teorinya, berapa banyak yang menunjukkan cara praktiknya? Bukankah dalam Islam ilmu (yang bersifat batini) itu musti diwujudkan dalam bentuk amal (jasadi) ?

Perhatikan diri kita sendiri. Setiap saat tidak pernah becerai yang namanya lahir-batin itu. lahir-batin kita itu esa. Setiap saat satu dengan lainnya. Setiap kita berpikir dan merasa, pasti ada jejaknya pada anggota badan ini. Apakah dalam bentuk bahasa lisan, maupun dalam bentuk bahasa tubuh. Isi hati kadang masih bisa disembunyikan dengan topeng mimik wajah, tapi tidak bisa tidak isi hati itu selaras dengan pancaran matamu.

Ibadah dalam Islam itu menyelaraskan lahir-batin: doa dan gerak bersatu dalam salat. Ibadah Islam tidak menganaktirikan jasad, apalagi menyiksa jasad. Pelatihan menahan nafsu lahir (tidak makan-minum-senggama) diselaraskan dengan pelatihan menahan nafsu batin (tidak berbohong, berkata keji, berpikir maksiat) bersatu dalam ibadah puasa. Itu pun cukup dari subuh hingga magrib karena berupa pelatihan. Tentu yang ideal itu setelah lulus dalam pelatihan dari subuh sampai magrib itu, kita selalu lulus dalam medan perangnya dalam kehidupan sehari-hari selama 24 jam.

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱدۡخُلُواْ فِى ٱلسِّلۡمِ ڪَآفَّةً۬ وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٲتِ ٱلشَّيۡطَـٰنِ‌ۚ إِنَّهُ ۥ لَڪُمۡ عَدُوٌّ۬ مُّبِينٌ۬
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Q.S. Al-Baqarah:208)

Dengan mempraktikan keesaan dalam ibadah, mudah-mudahan kita ini tergolong muslim yang ber-Islam secara kaffah. Kaffah artinya menyeluruh; lengkap; paripurna; total, termasuk dalam urusan dualisme lahir-batin. Maka tidak ada alasan bagi setiap muslim menghindari atau memisah-pisahkan antara syariat-tarikat-hakikat-makrifat dalam ber-Islam. Jangan sampai kita menjadi muslim yang beriman secara sekular, yaitu yang memisah-pisahkan keesaan yang sejak mula sudah ada dalam totalitas Islam.

Singkirkan sekularisme dalam beriman Islam kita, sebab setiap upaya pemisahan keesaan, setiap sekularitas adalah upaya meneladani langkah-langkah setan. Jangan bermata satu dalam beragama!

Jika amal ibadahmu tidak esa, kamu tidak esa dengan dirimu sendiri. Bagaimana mau bisa menghadapkan jasmani dan ruhanimu ke hadirat Yang Maha Esa?!


Bentuk Lahir Hati dan Bentuk Batin Hati


  • Yang didiamkan itu perasaan, apa hubungannya dengan pusat (udel)? 
  • Bukankah letaknya perasaan itu di hati dan hati itu ada di dalam dada?

Begini, Sobat Sarang.. Perlu kita menggali makna terdalam hadis berikut ini:
“Ingatlah bahwa dalam jasad ada segumpal daging jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.”

Hati Sanubari: Hati yang berbentuk segumpal daging

Secara jasmani, memang organ yang disebut hati ini ada di dada. Ada pada manusia dan binatang. Hati manusia dan hati ayam yang bisa digoreng itu, yang ada di dalam dada itu, itu adalah bentuk jasmani hati (bisa dilihat-diraba),sedangkan dalam bentuk gaibnya (tidak bisa dilihat-diraba) disebut hati sanubari.

Hati sanubari ini tempat nafs, jiwa, atau nafsu bercokol: melakukan aktivitas berpikir dan merasa atau ber-emosi. Coba perhatikan ketika Sobat merasa sedih sekali, sangat sakit hati, atau sedang teramat marah.. bagian tubuh mana yang terasa sesak? Dada, bukan?!

Hati sanubari pada binatang secara ilmiah dikatakan naluri atau insting, bahkan emosi. Sobat yang punya binatang peliharaan di rumah, seperti kucing, anjing, burung, dan ikan hias bisa merasakan "efek emosi" yang ada pada binatang peliharaannya. Bahkan ada kalanya terjadi komunikasi nonverbal antara majikan dengan  binatang peliharaannya.

Di rumah, saya dititipi ikan hias milik teman saya. Ketika teman saya itu pindah rumah, ikan itu saya yang mengurusinya. Baru kemudian saya bisa memahami, mengapa ada orang yang hobi memelihara binatang. Rupanya ada "kontak komunikasi" antara kita dan binatang yang kita urus itu. Kontak yang sulit diuraikan dengan kata-kata verbal.

Di rumah saya di Bandung, kakak saya memelihara banyak kucing. Saya pernah melihat induk kucing yang mengeong dengan aneh sambil menjilati mayat anaknya yang mati karena sakit.

Atau,

Pernah tidak Sobat melihat ayam, kucing, anjing, kambing, sapi yang sedang murung bersedih atau bahkan menitikkan air mata?yakin Sobat juga banyak yang pernah menyaksikan hal serupa. Biasanya paling mudah itu waktu Idul Adha, perhatikan sapi dan kambing di situ.. beberapa di antaranya ada yang menunjukkan emosi seperti itu.

Atau,buka postingan When eMeng Meets Pitik

Atau, lihat gambar-gambar mencengangkan di bawah ini.


Bisa jadi yang begitulah kontak antar-hati sanubari itu: kontak tanpa huruf, tanpa suara.

Hati sanubari juga dimiliki tumbuh-tumbuhan. Ini baru kita ketahui dengan pengetahuan soal aura yang dihasilkan dari proses metabolismenya. Manusia mendeteksinya dengan alat yang disebut pendulum. Silakan simak juga postingan Mas Hasan di D-Empire Islamic Information: Tumbuhan Dapat Menangis, Berpikir, Menjerit, Punya Perasaan




(وَأَنَّهُ ۥ هُوَ أَضۡحَكَ وَأَبۡكَىٰ (٤٣) وَأَنَّهُ ۥ هُوَ أَمَاتَ وَأَحۡيَا (٤٤
...dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis, dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,... (Q.S. An-Najm: 43-44)




Hati Nurani

Akan tetapi, binatang dan tumbuhan tidak mempunyai hati nurani. Ingatlah, dari lima entitas--malaikat, jin, manusia, hewan, dan tumbuhan--makhluk hidup yang diciptakan Allah, hanya manusia yang "Kutiupkan Ruh-Ku ke dalamnya". Hanya manusia  yang sifat entitasnya berupa 3in1: jasad--nyawa/jiwa/nafs--ruh. Sifat jasad itu binasa atau tanpa daya, jasad baru bisa bergerak dan hidup karena dipersatukan dengan ruh. Persis seperti robot dengan energi listrik penggeraknya.

Dari pertemuan jasad dengan ruh inilah munculnya jiwa atau nafsu pada manusia. Jiwa ini pada setiap manusia berbeda-beda, sifatnya unik pada diri masing-masing. Itu sebabnya karakter manusia itu berbeda-beda.

Kalau dianalogikan, jiwa atau nyawa atau nafs ini persis merk baterai pada robot tadi. Bisa beda-beda 'kan merknya?! :D Karena merk baterainya beda, ya beda juga hasil yang tampak dalam kinerja si robot.

Jadi, mohon bedakan jiwa (keunikan karakter setiap manusia) dengan ruh. Jiwa atau karakter setiap orang boleh berbeda-beda, tetapi ruh manusia dengan manusia lainnya itu sama, yaitu cenderung pada kebaikan (hanif).

Nah, induknya hati, induknya pikiran dan perasaan itu bukan hati sanubari, melainkan hati nurani (hati yang berasal dari Cahaya/Nur Ilahi) yaitu ruh. Binatang tidak punya hati nurani atau ruh ini. Ruh itu pikirannya pikiran, perasaannya perasaan. Ruh ini letaknya bukan di dada, melainkan di pusat (pusar atau udel).

Kaitannya dengan hadis di atas,
Yang dimaksud dengan hati berupa "segumpal daging" di hadis tersebut itu mengacu pada perasaan hati sanubari = jiwa = nafs, sedangkan yang diminta didiamkan dalam salat itu perasaan hati nurani (perasaan di dalam perasaan; perasaannya perasaan) = ruh.

Jadi makna hadis di atas bisa seperti ini:
Jika karakter atau jiwa seseorang itu baik, maka baik jugalah seluruh perbuatannya.

Nah, bagaimana supaya karakter atau jiwa atau hati sanubari yang ada di dada itu baik? Ya musti selaras dengan ruh.

Hati sanubari yang di dalam dada harus selaras dengan hati nurani yang di dalam pusat. Baru bisa betul diamnya perasaan, baru bisa betul khusyuk kita.


Lalu, di mana letaknya hati nurani atau ruh atau Nur Ilahi itu pada jasad kita?
Hati nurani atau ruh atau Nur Ilahi pada jasad kita terhimpun di dalam pusat atau udel.
Apa argumentasinya?
Di pusatlah pertama kali anak manusia menerima  makanan dan kehidupan (melalui plasenta). Di pusatlah titik tengah jasad manusia dari ubun-ubun hingga ke ujung kaki. Silakan dibaca lagi, di bagian tubuh mana malaikat mengguratkan tinta takdir jabang bayi pada ibu yang sedang mengandung?

Itu juga sebabnya syariat menganjurkan ketika salat itu posisi tangan itu di atas pusat, sedangkan posisi tangan di samping (di atas pinggang) itu khusus untuk salat dalam keadaan perang.


Lalu, apa hubungannya dengan "Diam"?

Berikut ini sandaran dalilnya:
Rasulullah SAW Bersabda:
الصلاة عماد الدين والصمت أفضل والصدقة تطفئ غضب الرّبّ والصمت أفضل والصوم جُنة من النار والصمت أفضل والجهاد سنام الدين والصمت أفضل.
“Salat adalah tiang agama, tetapi diam itu lebih utama, sedekah dapat memadamkan murka Allah, tetapi diam itu lebih utama, puasa adalah periasai dari siksa neraka, tetapi diam itu lebih utama, jihad puncaknya agama, tetapi diam itu lebih utama.”

Di Hadis lain juga Nabi SAW bersabda:
الصمت أرفع العبادات
Diam adalah bentuk ibadah yang paling tinggi. (H.R. Ad-dailami dari Abu Hurairah)

Adapun Hadist-Hadist Rasulullah SAW yang menerangkan keutamaan Diam:

الصمت زين للعالم وستر للجاهل
“Diam itu adalah perhiasan bagi orang ‘alim (pandai) dan selimut bagi orang jahil (bodoh).”

الصمت سيد الأخلاق
“Diam adalah akhlak yang paling utama.”

الصمت حكمٌ وقليلٌ فاعله
“Diam itu mengandung hikmah yang banyak, tetapi sedikit orang yang melakukannya.” (H.R. Ibnu Hibban)


[sumber]

Allahua'lam.


Heh Mux! Islam itu mudah. Jangan dibikin rumit!!


Ini juga bukan mau bikin rumit kok...,tapi 'kan beramal musti pakai ilmu, toh? Ilmu dunia wal akhirat..Kamu aja kali yang malas ber-iqra; enggan mengusahakan kaffah....

Islam Kaffah: Salat Khusyuknya Pakai Udel
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2012-06-08T20:58:00+07:00
Islam Kaffah: Salat Khusyuknya Pakai Udel
5 411 reviews
Tags: , ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

21 komentar:

MUXLIMO mengatakan...

Postingan paling ribet! Wkwkwkwkw! :g:

sophi mengatakan...

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situ terpancar kehidupan

MUXLIMO mengatakan...

InsyaAllah, Neng Sophi.. semoga Allah juga memudahkan upaya penjagaan hati ini.. Aamiin. Makasih banyak atas segala dukungannya selama ini ya. May Allah Bless You, Dear Sis.. :25:

Ratnawati Utami mengatakan...

Shalat dengan benar bisa menghindarkan dari perbuatan keji dan munkar. jadi kalo ada yang mengaku shalat tapi masih banyak melakukan perbuatan yang menyimpang dari ajaran Islam, shalatnya memang perlu dipertanyakan

MUXLIMO mengatakan...

Betul, Mbak.. perlu dipertanyakan tuh.. :11:

webctfatimah mengatakan...

Assalaamu'alaikum wr.wb, mas Muxlimo yang baik hati...

Semalam udah berkunjung dan menulis di sini. Sayang sekali, semasa sedang menulis, terputus talian internet dan semua tulisan saya terus hilang kerana saya lupa copas terlebih dahulu.

Wah...geram sungguh hati dan terfikir juga mahu marah...hehehe. Tapi marah pada siapa ya. Akhirnya, saya tinggal aja blog mas Muxlimo untuk tenangkan diri dan datang di ketika lain pula. :D

Masya Allah, bisa saja Allah menguji kita dengan sesuatu yang tidak terjangka akan terjadi. Mudahan hari semalam memberi pengajaran untuk hari ini dan hari esok.

Hehehe... foto gajah itu menurut saya, memang sepatutnya dia menangis mas kerana jatuh dalam lubang dalam keadaan terduduk dan tentu payah mahu dikeluarkan bila melihat bentuk tubuhnya yang besar.

Terbayang saya kalau orang yang terlebih gemuk atau obesiti berada dalam keadaan demikian. pasti mereka sedih dan menangis mengenangkan diri sendiri yang tidak bis membantu diri sendiri. Di sini kita bisa membuat refleksi bahawa kehidupan kita sangat memerlukan bantuan orang lain semasa di dalam kesusahan.

Menginsafkan semua foto-fotonya.
Subhanallah walhamdulillah.

Siti Fatimah Ahmad
Sarikei, Sarawak.

webctfatimah mengatakan...

Kembali menyapa mas Muxlimo yang dihormati...

Membaca tentang solat dan penyatuan diri di dalamnya, memberi kesan kepada saya untuk membaiki solat saya yang tentunya mempunyai kelemahan-kelemahan seperti yang disebutkan. Sungguh malunya dengan Allah, jika solat yang kita laksanakan seperti melepaskan batuk di tangga sahaja. Sedangkan solat adalah ibadah penting dan menjadi tonggak kekuatan agama dalam diri seseorang.

Mencapai khusyuk dalam solat bukan hal yang mudah jika roh dan jasad tidak dihadirkan dengan sebenarnya di hadapan Allah. Kebanyakan kita mendirikan solat bukannya menghadirkan diri di dalam solat kerana itu disiplin dalam solat tidak terpancar pada kita di luar solat. Semoga kita selalu berusaha menambah baik iman dan perbuatan solat ini.

Berapa umat Islam hari ini di seluruh dunia tetapi kekuatan dalam kesatuan ummahnya masih lemah dan tidak kita dapati sehingga kini, seorang pemimpin Islam yang bisa mengetuai umat Islam dalam sistem khilafah yang sudah mengakhiri zamannya di Turki.

Solat mempuyai kekuatan luar biasa kerana kita sedang hadir di hadapan Allah tanpa perantaraan apa-apapun. Kita hadir sepenuhnya jiwa dan raga dalam sedar dan faham kepada siapa kita depani. masya Allah, masih banyak kita tidak khusyuk menekuni solat yang hebat ini.

Saya akui kelemahan ini. terkadang apabila membaca kisah khusyuknya solat Saidina Abu Bakar r.a, Saidina Umar r.a, Saidina Usman r.a dan Ali k.r.w juga sahabat-sahabat lain, sangat menakjubkan jika mereka mampu sampai ke tahap tidak merasai adanya dunia ini kerana sedang hadir diri di hadapan Allah. Semoga kita dapat meneladani kecintaan mereka yang hebat kepada Allah.

Terima kasih mas, udah berkongsi. Mudahan Allah memudahkan segala usaha untuk mendapat khusyuk dalam solat dengan roh dan jasad hadir bersama menundukkan diri penuh kehambaan di hadapan Yang Maha Perkasa. Aamiin.

Salam hangat dan mesra selalu dari Sarikei, Sarawak. :D

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam w rahmatullahi w barakatuh, Mbak Fatimah yang senantiasa ikhlas menyambung silaturahim.. :)

Wah, sulit buat saya membayangkan wajah Mbak Fatimah The Monalisa's Smile yang sedang geram dan cemberut ahahah

Benar, Mbak.. foto anak gajah dan burung yang meratap melihat temannya mati itu menjadi bukti kuat betapa para hewan juga Allah karuniai dengan perasaan (hati sanubari) ya..

Kalimat ini saya suka, Mbak
Di sini kita bisa membuat refleksi bahawa kehidupan kita sangat memerlukan bantuan orang lain semasa di dalam kesusahan.


Terima kasih selalu atas kehadiran Mbak dalam muzakarah di blog sarang ini :25:

MUXLIMO mengatakan...

Benar apa kata Mbak Fatimah itu.. memang melakukan salat khusyuk itu tidak semudah yang dibayangkan orang. Jangankan dalam salat, di luar salat saja bila kita coba diamkan hati, suliiit sekali.. paling lama 5 menit, selanjutnya hati kita tanpa sadar mulai "ribut becakap" lagi.

Saya sendiri bukanlah sudah mantap benar dalam hal khusyuk ini, meski demikian, saya menyampaikan ini melalui tulisan blog semata-mata menjalankan hadis “Tidak (sempurna) iman seseorang hingga ia menginginkan bagi saudaranya apa yang ia inginkan untuk dirinya”.(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Adapun apa yang ada di postingan ini maupun yang ada di label di sama-tengah hati sebenarnya juga meneladani makrifat para sahabat utama Rasulullah saw. sebagaimana ucapan

Sayyidina Abu Bakar As Siddiq ra.:
مَا رَأَيْتُ شَيْئًا إِلاَّ وَرَأَيْتُ اللهَ فِيْهِ
"Tiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Allah pada sesuatu tersebut"
Ucapan Sayyidina Umar bin Khattab ra.:

مَا رَأَيْتُ شَيْئً إِلاَّ وَرَأَيْتُ اللهَ قَبْلَهُ
"Tiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Allah sebelumnya"

Ucapan Sayyidina Usman bin Affan ra.:
مَا رَأَيْتُ شَيْئًا إِلاَّ وَرَأَيْتُ اللهَ بَعْدَهُ
"Tiadalah aku melihat sesuatu, keculai aku melihat Allah sesudahnya".

Ucapan Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra.:
مَا رَأَيْتُ شَيْئًا إِلاَّ وَرَأَيْتُ اللهَ مَعَهُ
"Tiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Allah beserta sesuatu tersebut".


"Aamiin" atas doa Mbak dan terima kasih kembali atas kunjungan dan muzakarah Mbak Fatimah di sini. Semoga Allah Swt. memudahkan kita semua dalam khusyuk dalam salat dan ibadah lainnya, semoga Allah Swt. juga berkehendak atas diri kita agar menjadi para kekasih-Nya. Aamiin Aamiin Tsumma Aamiin Yaa Rabb al-alamiin.

Salam cinta dan persaudaraan selalu dari Pontianak, Kalimantan Barat :25:

Kaze Kate mengatakan...

perlu dipertanyakan. bang adam itu anak siapa ya?
*warning MAFIA XD

MUXLIMO mengatakan...

@Kaze: acax2!! :24: :3:

Kaze Kate mengatakan...

wkwkwkwkwk

jual water heater mengatakan...

Dapat darimana sih ini gan? contet2nya bagus2, thnks ya.

MUXLIMO mengatakan...

wah, dapat dari mana-mana, Mas.. hehe makasih atas kunjungannya Mas.. jangan kapok main ke sini ya :21:

Obat Asam Urat mengatakan...

postingan yang sangat menarik,,,,

Lizanovia M. Hadi mengatakan...

saya kok lebih kepikiran ke gambar postingannya ya? begitu menyentuh

MUXLIMO mengatakan...

kepikiran gimana maksudnya tuh, Neng? :6:

Anonim mengatakan...

gambar di postingan itu mirip siluet ane kang mux..makanya mbak liza tersentuh..bukan begitu mbak liza? (pasti deh jawabannya bukan. hehehe :p )

salam hangat teruntuk Kang Mux dan para sobat sarang yang istiqomah di jalan tauhid.

-Arbi-

Monika Yulando Putri mengatakan...

sori kang Adam klo ilmu sy masi cethek bgt tp sy masi ga ngerti hubungan udel-diam-sholat khusyuk... ah atau sy kudu baca berkali2 ya kang *maklum tulisan akang kan berat2 heuheu

btw dalilnya ttg diam derajatnya apa kang? n dalam konteks apa diam itu tertinggi?
*sori klo pertanyaannya begini :)

Anonim mengatakan...

klo sholat masih suka korupsi atau maksiat itu bukan sholat namanya tapi olahraga.yang paling sulit itu menjalani bukan membaca atau memahami.......

:D :D :D

muhammad sarkowi mengatakan...

mantab

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism