burnzone

AD (728x60)

Tauhid Islam Tidak Mengajarkan Pengesaan Tuhan

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome.

Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC. Harap maklum.
landscape mode.

Sungguh berbeda: satu dengan esa.


Salam alaikum, Sobat Sarang...
Meskipun tulisan ini bukan sambungan langsung tulisan yang saya janjikan sebelumnya mengenai Ruh Qudus,insyaAllah, tulisan ini dan beberapa tulisan selanjutnya akan menjadi jembatan menuju pemahaman yang utuh mengenai kedudukan Ruh Qudus dalam pengesaan kita di hadirat Ilahi Rabbi. Amin.

Tauhid artinya mengesakan. Bukan mengesakan Allah. Allah sudah Esa. Akan tetapi, mengesakan segala sesuatu yang diciptakan Allah kepada Allah. Jadi jelasnya, tauhid itu mengesakan segala sesuatu, termasuk diri kita, kepada Allah Swt. karena yang ada pada segala sesuatu dan yang ada pada diri kita ialah sebenarnya Af'al (Perbuatan) Allah, Asma (Nama) Allah, Sifat Allah, dan Zat Allah.

Keempat macam inilah yang perlu kita kenal dan kita ketahui karena kenyataan hakikatnya itu ada pada kita, seperti
  1. Af'al Allah   : kenyataan hakikatnya pada diri kita adalah tubuh atau jasad kita;
  2. Asma Allah : kenyataan hakikatnya pada diri kita adalah hati;
  3. Sifat Allah   : kenyataan hakikatnya pada diri kita adalah nyawa;
  4. Zat Allah     : kenyataan hakikatnya pada diri kita adalah rahasia.  

Mengapa Zat dikatakan rahasia? Karena yang namanya Zat itu tidak berbentuk, tidak berwarna, tidak berbau, tidak bertempat, dan lain-lain. Karena Zat itu laysa kamitslihi syai'un, tidak ada seumpamanya. Ini  baru Zat, sedangkan Allah terlebih laysa kamitslihi syaiun. Ini sebabnya Rasulullah melarang memikir-pikirkan soal Zat Allah: bukan karena tidak boleh, melainkan karena memang tidak bisa! Ini baru Zat-Nya, apalagi Allah Pribadi: Sang Maha Pencipta. 

Memikir-pikirkan Zat Allah itu bukan tidak boleh, melainkan karena memang tidak bisa!

Memaksakan yang mustahil itulah yang menimbulkan penyimpangan dan melahirkan dosa.

Keempat macam yang ada pada segala sesuatu dan ada pada diri kita inilah yang perlu diesakan pada Allah. Bukan Allah-nya yang diesakan.

Kalau kita sudah tahu hakikat yang empat ini, bahwa 
Tubuh    hakikatnya Af'al Allah,
Hati       hakikatnya Asma Allah,
Nyawa   hakikatnya Sifat Allah, dan
Rahasia  hakikatnya Zat Allah
tentulah kita sadari, pada diri kita itu tidak ada tubuh, tidak ada hati, tidak ada nyawa, tidak ada rahasia. Yang ada adalah Af'al Allah, Asma Allah, Sifat Allah, dan Zat Allah. 

Inilah maksud sebenarnya perkataan "makhluk itu tidak punya wujud hakiki". Inilah makna sebenarnya  "sekalian makhluk itu fana di hadirat Ilahi Rabbi". Bukan mem-fana-fana-kan diri atau mengosong-kosongkan diri atau meniada-tiadakan diri, seperti yang dilakukan sebagian golongan tasawuf.

Makrifatnya, apa saja yang terpandang mata, semuanya itu adalah Af'al Allah: Perbuatan Allah.
Umpama:
Kita memandang sesuatu yang sudah kita kenal. Katakanlah kita sedang memandang gelas. Begitu kita memandangnya, tidak ada ragu lagi di hati kita bahwa itu adalah gelas. Begitulah pula kalau kita sudah kenal dengan Af'al Allah, mau apa lagi yang diragukan?


Orang yang sudah kenal gelas
tidak akan ragu menyebut
gambar di atas adalah
gambar gelas.


Bahkan kita tahu tiada satu makhluk pun di jagat raya ini yang bisa membuat tubuh nyamuk. Kalau kita sudah sadar tidak ada perbuatan makhluk, tentu perlulah kita sadari perbuatan siapakah itu?

Menurut para muwwahid (orang-orang ahli tauhid) untuk sempurna makrifat kita pada Allah Swt. dan sempurnanya musyahadah (persaksian) kita kepada Allah, hendaklah kita mengetahui tauhidul (jalan peng-esa-an) Af'al, tauhidul Asma, tauhidul Sifat, dan tauhidul Zat. Kalau dikaitkan dengan ibadah, jalan yang sampai kepada Allah Swt. itu syariat, tarikat, hakikat, dan makrifat. Inilah jalan pengenalan yang sampai kepada Allah Swt.


- Syaikh Sirad -

Tauhid Islam Tidak Mengajarkan Pengesaan Tuhan
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2011-12-22T05:43:00+07:00
Tauhid Islam Tidak Mengajarkan Pengesaan Tuhan
5 411 reviews
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome
Tags: , ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

25 komentar:

MUXLIMO mengatakan...

:7:

Anonim mengatakan...

"pada diri kita itu tidak ada tubuh, tidak ada hati, tidak ada nyawa, tidak ada rahasia. Yang ada adalah Af'al Allah, Asma Allah, Sifat Allah, dan Zat Allah."

"Makrifatnya, apa saja yang terpandang mata, semuanya itu adalah Af'al Allah: Perbuatan Allah."

ini dia putus kaji makrifatnya... tinggal dipraktekin dah dalam sholat dan dlm keseharian kita... buka kulit tampak isi... monggo dimakan dan dirasakan sendiri..moga-moga SADAR selalu hendaknya kita..

-Arbi-

Anonim mengatakan...

dulu saya pernah mengelem bagian motor yang pecah krn jatuh bersama ayah saya. waktu itu kami lem nya peke lem UHU (iklan nih..)
waktu itu saya yg pegangi bagian motornya dan ayah yg mengelem. beliau mengelem sambil tersenyum. saya tanya kenapa yah? beliau menjawab: kalau yang satu itu ya satu...bukan bersatu. kata bersatu itu selamanya bermakna dualisme. jadi walaupun dilem ini nantinya juga lepas lagi krn dari awalnya saja sudah dua bagian (bukan satu), walaupun bersatu atau disatukan dengan lem. kalau dari dulunya satu, sekarang satu, nantinya ya juga satu jua ADA-nya. ini baru paham kaji yg harus kita SADARI utk dibawa hidup dan dibawa mati.

duhhh..kangen ama bokap niyyy....hiks https://lh4.googleusercontent.com/-Ttww9V3A4jc/UFV68473V5I/AAAAAAAAFf0/MsTe3q5PAZo/h120/aing-tea-ateuh.gif

-Arbi-

MUXLIMO mengatakan...

Subhanallah... rupanya beneran nih, Bang Arbi emang dibesarkan oleh orang tauhid juga.. jadi sejak sebelum Bang Arbi lahir.. Allah sudah tetapkan Abang jadi orang tauhid. Subhanallah wal hamdulilliah.. jadi pengen tau beliau nih... (*beliau masih ada, Bang?)

Salut saya sama beliau!

MUXLIMO mengatakan...

insyaAllah..aamiiin aamiin aamiiin tsumma aamiin ya Rabb al-alamiiin.. :19:

Anonim mengatakan...

Beliau masih ada kang mux :) hari minggu habis nulis tulisan di atas ane nelp bokap hehehe :p

Waktu itu beliau bilang mau main ke pontianak nih. kaget ane?! trus ane tanya, ada apa disana yah?

rupanya beliau baru aja pulang dari nengok temennya dari SINTANG yang operasi mata di RSCM. kebetulan temen beliau ini pensiunan TNI gitu deh, sekarang katanya jadi "kepala suku" minang di SINTANG. Trus ane bilang, kapan2 maen ke ponti yuk yah. hehehe... (kebetulan temen ane disana juga ada yg jadi "kepala suku" para muwwahid. hhihihihi :D )
Beliau seneng banget tuh. btw, sintang - ponti berapa jam kang?

-Arbi-

Anonim mengatakan...

Semakin lama ane pelajari kajian abah siradj, semakin ngerti ane kenapa bokap ga suka banget ane berguru kebatinan kemana2 sampe akhirnya pun ikut tarekat beliau kelihatan ga suka gitu, tapi ngelarang juga nggak. tapi nyindir aja yg ga tahan dengernya. hahaha https://lh6.googleusercontent.com/-KrIgJgGcMKw/UFV7CcFLw8I/AAAAAAAAFgk/3p34VDxSm68/s128/cumunguuudh.gif

katanya bikin orang jadi ber-firqoh-firqoh bukannya bersatu. syirik (dalam artian keluar dari SATU). kalo islam ya islam aja. ga pake embel2 islam ini atau islam itu. sekarang ane paham maksud beliau. (dulu sering banget beda pendapat, tapi sekarang ane akui kalau beliau benar selalu :) )

-Arbi-

MUXLIMO mengatakan...

Alhamdulillaah, beliau masih ada.. kalo gitu tolong sampaikan salam kenal dan salam takzim :21: dari ane ya, Bro..

waw, beliau udah pulang apa masih di Sintang, Bro? Sintang-Ponti agak jauh sih.. sekira 11 jam perjalanan darat.. ada juga via udara.. tapi ane belum pernah coba :P

Iya ih.. kapan2 main ke sini.. seneng ketemu sesama orang tauhid.. :16:

btw,.. kepala suku para muwwahid? :10: sap-pah..? :15:

MUXLIMO mengatakan...

"beliau kelihatan ga suka gitu, tapi ngelarang juga nggak."
Ooh.. gitu ternyata ya .. luar biasa.. ajeb n bijak banget sikap ayahnya tu, Bang.. saluuuuut! :8: :8: :8:

Anonim mengatakan...

itu tuuhhh yg lg pura2 tidur. hehehe...

beliau blm ke sintang kangmux, masih di jakarta, tapi ada rencana mau main kesana. set dah...11 jam...apa ga makin tua di jalan tuh? http://1.bp.blogspot.com/-vFlfXDrLRgM/UE4rgBnKAjI/AAAAAAAAFcQ/Cx7inRV1Adg/s1600/ngakak.gif

InsyaAllah nanti ane sampaikan salam takzim dari saudara sakampuang di pontianak :)

-Arbi-

Anonim mengatakan...

tapi nyindir aja yg ga tahan dengernya. https://lh3.googleusercontent.com/-H5C4-lpTlCA/UFV6-n9fGvI/AAAAAAAAFgM/OUcR0r0xIHs/s128/cacags.gif
hahaha

-Arbi-

MUXLIMO mengatakan...

ahahahah!! itu mah udah risiko orang yang kena sindir, Bang.. :3:

Muaz Elhaaj mengatakan...

Semakin lama mengamaLkan praktek DIAM, semakin terasa ada sesuatu BANGET ghitu.

Tapi Mas Mux, kenapa kaLo maLam saya sering bermimpi yang buruk ? padahaL setiap kali mau tidur saya selaLu membaca AyatuL Kursy, Bershalawat dan mempraktekkan DIAM.

Mohon PenjeLasannya Mas.

MUXLIMO mengatakan...

Alhamdulillah, MasBro sudi ikhlas mempraktikan DIAM ini. Nah, kalau masih ada mimpi buruk, artinya DIAM Bro belim valid, heheh. InsyaAllah ke depannya ada postingan tentang tidur ini ya.

Sementara ini, mohon sudi berbagi pengalaman DIAM Bro dulu.. yang Bro rasakan sebagai "sesuatu" itu yang bagaimana. InsyaAllah kita bahas sama-sama setakat pemahaman dan pengalaman praktik saya. Kalau kita buntu juga, saya akan konsultasikan dengan Guru, beliaulah pemertanggung jawab praktik ini dunia-akhirat. InsyaAllah. :25:

Muaz Elhaaj mengatakan...

Insya Allah saya akan istiqamah mempraktekkan DIAM ini.

begini Mas Mux. ketika mempraktekkan Diam, terjadi dialog antara dua orang dalam batin saya. yang pertama menyuruh untuk memikirkan kehidupan dunia bahkan tulisan-tulisan dalam blog ini sendiri kadang disuruh memikirkannya entahLah siapa yang menyuruh dan yang kedua menyuruh saya untuk tetap DIAM. dan itu datangnya silih berganti. kalo sudah diam tiba-tiba ada lagi pikiran yang melintas di benak. kadang-kadang kalo dapat DIAM-nya saya merasa saya tidak ada, tapi nanti kalo melintas lagi pikiran, saya kembaLi mendapati diri saya sendiri. jadi silih berganti frekuensinya nich. gimana supaya tetap stabiL di Posisi DIAM...?

"oh iya... terima kasih atas bukaannya tentang ILMU GEBUK SETAN, saya jadi berani nich jalan malam-malam. biasanya saya puLang kantor malam mas, jarak antara rumah dan kantor 39 Km, jalannya kadang memasuki rimba yang kata orang ANGKER tapi berkat tipsnya saya jadi ngak takut lagi, sebelumnya saya harus menunggu pengendara motor lainnya supaya bisa jalan bareng. =))

SALAM hangat ya Buat Abah...!!

ade fauzi mengatakan...

Sekarang saya mau bertanya,,,,,jika mematikan diri sebelum mati,jika nafas bertemu dikedua sisi,jika kata tauhit terucap,apa yang terjadi,,,,silahkan dijawab

Kang Oncom mengatakan...

ILMU GEBUK SETAN??
dimana tu kang postingannya? kasi tau TKPnya kang. ane pengen gebuk setan yang suka ganggu pikiran ane nih :24:

MUXLIMO mengatakan...

nyawa halqum berbunyi sendiri

Bang Arbi mengatakan...

hahaha jawaban yang benar kangmux. ade pun tidak tahu apa kata nyawa di halqum.

ali pasak mengatakan...

Salam HOrmat Semua....
Mohon izin menyimak, dari saya yang masih awam, atau barangkali telah tersesat tdk tentu arah dalam usaha untuk menemukan "KEBENARAN".

Daffa Majid mengatakan...

Kang ade Fauzi, kalau niat belajar, belajarlah yg baik..!
ilmu makrifat itu ilmu luhur, untuk mengenal Tuhan
bukan untuk unjuk gigi dan gagah-gagahan..
GOBLOK itu namanya..!!

Kang Adam ini niatnya murni ngajak ke kebaikan hakiki.. begitu juga Gurunya [salam ta'zim buat beliau]

kalau anda gak bisa ngrasakan, GOBLOK 2x anda..!

MUXLIMO mengatakan...

Silakan, Bang.. senang bertambah saudara di sini.. :)

MUXLIMO mengatakan...

:8: sip, Mas Daffa!

tutorial-blogz mengatakan...

ikut nyimak aja gan..

MUXLIMO mengatakan...

Silakan, Bos :D

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism