burnzone

AD (728x60)

Ketahuilah tentang Ruh Qudus

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tampilan terbaik laman ini pada peramban Chrome
Ruh Qudus itu nyawanya ruh kita. 
Nyawa kita disebut idhafi dan nyawa ruh idhafi itulah ruh qudus

Jadi ruh qudus itu nyawanya nyawa. 
Ini yang berkuasa pada segala ruh.


- Syaikh Sirad -


Salaam, Sobat Sarang...
Membaca quote Syaik Sirad di atas kebanyakan muslim akan berpaling dan mengatakan dalam hati bahwa sesungguhnya hanya Allah Swt. yang mengetahui soal ruh. Benar, Allah Maha Mengetahui. Meski demikian, mustahil Muhammad Rasulullah Saw. tidak mengetahui sama sekali mengenai ini. Sebab, jika beliau tidak Allah karuniai pengetahuan tentang ruh, apalagi tentang ruh qudus, maka kita akan terpaksa menerima  kenyataan yang termaktub dalam postulat-postulat berikut ini:


  • Sungguh, seandainya Nabi Muhammad Saw. tidak mengetahui sedikit pun tentang ruh, niscaya perjalanan Isra Mikraj dan perintah salat lima waktu tidak akan pernah ada dalam khazanah Islam.
  • Sungguh, seandainya Nabi Muhammad Saw. tidak mengetahui sedikit pun tentang ruh, niscaya kalimat ikrar persaksian syahadat selamanya akan sebatas persaksian dalam lisan semata.
  • Sungguh, seandainya ilmu tentang ruh tidak Allah Swt. karuniakan pada hamba-Nya, niscaya Allah adalah Tuhan yang zalim sebab Dia minta dikenal dan disembah, tetapi alat dan ilmu untuk mengenal-Nya tidak Allah  turunkan.


Yang dijadikan sandaran dalam tulisan ini adalah dalil berikut; dalil ayat Quran yang juga dijadikan sandaran bagi saudara-saudara muslim di luar sana yang mengatakan bahwa "soal ruh hanya Allah yang tahu".

وَيَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ‌ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنۡ أَمۡرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلۡعِلۡمِ إِلَّا قَلِيلاً۬ 
Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: "Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (Q.S. al-Israa: 85)



Dengan tanpa mengurangi rasa hormat dan persaudaraan dalam keimanan akidah Islam, saya mohon kesabaran saudara-saudara muslim untuk menantikan postingan selanjutnya mengenai topik ini. Mudah-mudahan tidak ada seorang pun yang membaca tulisan ini terbetik dalam hatinya sebuah kata: sesat. Aamiin. Atau tahanlah kata itu hingga penjelasannya dapat disimpulkan berterima atau tertolak. Setuju?! :)
Ketahuilah tentang Ruh Qudus
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2011-12-19T09:34:00+07:00
Ketahuilah tentang Ruh Qudus
5 411 reviews
Tags: , ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki bagi kalangan khawwas al khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab an-Nazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

40 komentar:

Anonim mengatakan...

Mas Mux :

Boleh tanya, Siapakah Syaikh Siradj itu ?
Sedikit sejarah beliau bolehkah saya dapatkan...

Terima - Kasih

MUXLIMO mengatakan...

Tentu boleh, Mas..
Undang Siradj, nama lengkap beliau. Beliau sudah haji. Berasal dari Jawa Barat tapi sejak belia merantau ke berbagai tempat untuk menuntut ilmu agama sesuai dengan petunjuk alm. ayahanda beliau dan dari guru-guru tauhid beliau.

Alhamdulillah, beliau masih hidup dan tinggal di Pontianak [tempat saya juga merantau karena pekerjaan sekarang, hehehe]. Beliau juga dikenal warga sebagai salah seorang ulama setempat.

Mengenai biografi pribadi beliau, saya musti izin dulu karena setahu saya beliau diwanti-wanti alm. ayahanda beliau agar tidak membesar-besarkan asal-usul nasab beliau [yang memang buat saya pribadi agak "too amazing to be true, but it's real"]

Awalnya beliau pun tidak pernah berniat apalagi merasa layak mengajar ilmu tauhid, tapi kemudian menyampaikan ilmu ini karena desakan dari seorang arif billah yang sekarang sudah almarhum.

Sepengetahuan saya, beliau ini seorang suami dan ayah yang bertanggung jawab dan amat menyayangi keluarga, serta seorang guru agama yang amat peduli dan pengertian dengan murid-murid beliau, termasuk pada saya yang keber-agama-annya masih "seperti ini". :P

Bagi saya, beliau sosok guru agama yang jarang ada. Tidak menempatkan diri pada golongan mana pun, toleran, tanpa pamrih, tidak mencari-cari murid dan tidak mengambil manfaat dari murid dan dari selain Allah, egaliter: murid beliau banyak dari suku bangsa mana pun, dari kalangan nelayan, petani, pekerja bangunan, PNS kecil-kecilan seperti saya, pengusaha, hingga orang-orang intelek dan punya posisi penting di profesinya masing-masing. Tapi beliau amat tegas kalau sudah bicara urusan tauhid. (menular juga pada saya kalau sedang berhadapan dengan orang2 yang meremehkan tauhid, hehehe)

Intinya beliau itu siddiq, tabligh, amanah, fathonah kalau menurut saya pribadi.

Jika Mas berkesempatan main ke Pontianak, singgah saja ke Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, [posisinya berseberangan dengan rumah dinas Gubernur Kalbar], cari pegawai yang namanya Adam <-- ini saya, hehehe. insyaAllah nanti saya antar ke rumah beliau.


n.b.
Sebenarnya beliau sendiri tidak pernah menyebut diri sebagai ustad, ulama, kyai, apalagi sebagai syaikh. Ini inisiatif pribadi saya aja di blog ini mengingat kebanyakan orang sekarang ini cenderung mau mendengar dan percaya kalau dapat informasi dari orang yang punya gelar kebesaran atau gelar keagamaan, hehehe. Afwan.

Selama ini, saya juga sengaja tidak menunjukkan informasi lain selain nama beliau di sini untuk menghindari timbulnya kesan taqlid pada mursyid. Sebab misi utama blog ini juga sekadar menyampaikan. Mohon dimaklumi ya, Mas. :21:

MUXLIMO mengatakan...

ini foto beliau, Mas: (klik kanan lalu buka di tab baru untuk memperbesar gambar)
[img]https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/10118_1050445877284_1709855019_97146_7197167_n.jpg[/img]

Anonim mengatakan...

Mas Adam :

Terima Kasih atas Balasannya.

Melihat ulasan2 anda di BLOG ini Terlihat Jelas bahwa Kecintaan dan Rabitah yang begitu tinggi pada Syeikh.

Sepertinya Pendengaran, Pengelihatan, Hati dan Tulisan anda adalah "Manunggalingnya" dengan Sang Syeikh. Tidak ada Pembenaran Tulisan, KECUALI ucapan sang Syeikh.


Semoga Pemilik Bismillah Selalu memberikan Rahman dan Rahim kepada Para Shaleh, sehingga Kita bisa Terus berlayar diLautan dan terus ikut mabuk dalam menuangkan Anggur Cinta Kepada Nya.

Terima Kasih

MUXLIMO mengatakan...

Ah.. terima kasih kembali, Mas, udah sudi mencari tahu soal narasumber asli ilmu tauhid di sini.. sebab jika tak pernah ada yang tanya, saya tak akan pernah bicara..heheheh..

Iya, Mas.. setiap tulisan di blog ini yang ada nama beliau, utamanya untuk label di sama-tengah-hati, itu murni dari catatan yang beliau diktekan langsung dalam pengajian maupun dalam obrolan santai di luar pengajian.

Sedangkan tulisan lainnya di sini.. itu semata buah iqra berlandaskan prinsip-prinsip tauhid yang mudah-mudahan bermanfaat bagi penulisnya pribadi maupun bagi semua yang membacanya. Aamiin.

Kebetulan kami ini hanya berupa pengajian biasa, Mas.. jadi mohon dimaklumi jika kami tidak akrab dengan konsep rabitah yang disebutkan di atas. Kami hanya mendapat pengajaran bahwa hanya Allah-lah satu-satunya wasilah bagi setiap hamba-Nya. Ada pun para Nabi-Rasul, orang tua, guru agama, guru dunia kita dan semua orang yang pernah memberi manfaat bagi kita secara ilmu, harta, pemikiran, dan tenaga semata berupa asbab dari Sang Musabbib yang memang beliau-beliau layak untuk kita cintai dan kita hormati, ya Mas.. :25:

Terima kasih kembali atas doanya..semoga demikian juga buat Mas dan keluarga. Semoga Allah karuniai kebaikan di dunia dan di akhirat. Aamiin. :25:

MUXLIMO mengatakan...

http://1.bp.blogspot.com/-fY3KyANY_PQ/T7Y4CPpNv4I/AAAAAAAADjE/RV6aYUH-EiY/s320/H.UNDANG.SIRADJ-.jpg

pamanah rasa mengatakan...

kalo dulu ada abah anom....mudah2an cepat2 ada penggantinya

MUXLIMO mengatakan...

InsyaAllah.. aamiin, Mas Pamanah Rasa.. :25:

bahtiarian mengatakan...


Sedikit info tentang ayat ini:
وَيَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ‌ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنۡ أَمۡرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلۡعِلۡمِ إِلَّا قَلِيلاً۬ 
Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: "Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (Q.S. al-Israa: 85)
Imam Muhammad Arrazi dalam kitab tafsirnya ( Tafsir Alkabir wa Mafatihulghaib) menyebutkan bahwa pada suatu kesempatan kaum Yahudi meminta kaum Quraisy bertanya kepada Muhammad tentang tiga perkara. Jika dijawab dua perkara dan menyimpan perkara yang ketiga, berarti Muhammad adalah nabi. Ketiga perkara itu adalah tentang Ashabulkahfi, tentang Zulqarnain, dan tentang ruh.
Lalu, kaum Quraisy menanyakan ketiga hal itu. Saat ditanya ketiga hal itu, Rasul Allah berkata: besok saya jawab pertanyaan itu (tanpa menyebut insya' Allah). Setelah hari itu, wahyu terhenti selama beberapa lama (sekitar 40 hari) dan turunlah ayat 23-24 dari surat Alkahfi yang artinya

23. "Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, "

24. kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini."

Selanjutnya, Allah menjelaskan, melalui wahyu, tentang Ashabulkahfi dan Zulqarnain serta menurunkan ayat 85 dari surat Al-Israa tentang ruh yang tidak dijawab serinci kisah Ashabulkahfi dan Zulqarnain untuk memberi bukti kepada kaum Quraisy dan kaum Yahudi bahwa Muhammad adalah nabi dan utusan Allah.

Demikian yang bisa saya sarikan dari hasil bacaan saya terhadap tafsir Arrazi berkenaan dengan ayat 85 surat al-Israa tsb.
Semoga bermanfaat. :23:

Lasrimeja mengatakan...

max Muxlimo,

sedikit bertanya lebih detail,

Kalau nyawa kita sebenarnya adalah ruh idhofi, dan nyawa ruh idhofi adalah ruhul quddus. maka siapakah nyawa Ruhul quddus, apakah Allah, Zat atau yang tak bernama??

mohon penjelasaanya.

salam yohan

MUXLIMO mengatakan...

wadaawww..makin dahsyat aja ni tanyaannya, Bang Yohan.. :9: jhehehe..

Di sini kita perlu berhati-hati dan menahan diri berdasarkan petunjuk, Bang.

Jika kita sebut nyawanya ruhul quddus itu Allah atau Yang Tak Bernama, ini berbahaya .. dikawatirkan kita jatuhnya membaharukan Tuhan.

InsyaAllah yang disebut Ruhul Quddus atau Nur Ilahi itu Zat. Dan Ruhul Quddus atau Nur Ilahi atau Zat ini pada Allah adalah Sifat. Jika Sifat Allah saja sudah berupa Zat (yaitu yang tanpa tafsir/laysa kamitslihi syai'un), maka Zatnya Zat ini pastilah terlebih maha-tanpa tafsir.

Cukup kita yakinkan bahwa Allah itu Rabbul Izzati atau Tuhannya sekalian zat. Ini lebih aman dan ini yang lebih sesuai dengan petunjuk "kalla lisanuhu". Dan yang sebaiknya kita lakukan ketika sampai di sini adalah "naik saksi" (syahadat).

Jika kita paksakan memikirkan ini, inilah yang dilarang Rasulullah Saw. dalam salah satu sabda beliau. Sebab, dikhawatirkan kita akan mengulang atau terjerumus ke jurang yang sama dengan umat sebelumnya (pemegang Zabur, Taurat, dan Injil) yang lalai dan memaksakan diri menafsir yang tak bisa ditafsir. <-- fenomena inilah yang kemudian dimanfaatkan Trio Laknatullah: Iblis, Dajjal, Setan untuk membelokkan tauhid yang benar di titik kritis: mengarahkannya pada pemahaman wahdat al-wujud atau menurut versi barat sebagai paham dan praktik Kabbalah.

Memang cerdas tapi licik luar biasa yang namanya Iblis laknatullah itu ya, Bang. :24:

Allahua'lam.
Demikian yang bisa saya sampaikan setakat ini, Bang Yohan. Lebih-kurangnya mohon dimaafkan ya. Yang Haq dari Sang Haq, yang dhaif dari diri dhaif ini.

Senang bertambah teman tauhid satu lagi di sini. :16:

Lasrimeja mengatakan...

Terima kasih Mas Muxlimo atas penjelasannya.

Berawal dari penyampaian Tuan Guru Syaikh Sirad diatas, bahwasanya saya berkesimpulan bahwa tiap-tiap sesuatu yg punya hidup pastilah ada yang menghidupkan atau mungkin disebut causa prima. Oleh karenanya saya cuma berkesimpulan Kalau Ruhul Quddus adalah juga juga diciptakan atau kenyataan yg pertama, sehingga mesti dan pasti ada yg menciptakan atau mungkin simplenya bahwa Hidupnya Ruhul Quddus bersumber dari mana??. saya sama sekali tidak bermaksud untuk mengutak-atik sumber hidup dari Ruhus Quddus, cuma ingin mencari kejelasan hirarky awal dari semua yang hidup atau perbendaharaan awal.

Dan sekarang saya baru mengerti bahwa yg dimkasud dengan Zat bagi pemahaman para ahli ma'rifat adalah tertumpunya di Ruhul Quddus. Selama ini saya berpaham bahwa Ruhul Quddus adalah Nur Muhammad sebagai sifat dan zat adalah sebagai Allah yang Laysa Kamishlihi syaiun.

Mas Muxlimo,
Bisa saya menghubungi anda lewat telpon/

salam
yohan

MUXLIMO mengatakan...

Ah.. alhamdulillah, rupanya kekhawatiran saya semula tidak terbukti. :21: :8:
Tentu Bang Yohan, kita bisa kontak juga via telpon. Tapi baru saja kemarin ada sahabat kita dari Batam coba telpon saya, tapi baru sebentar sudah terputus. Entah sinyal Kalbar-Batam kurang bagus atau bagaimana. Memang selama ini di tempat tinggal saya sinyalnya selalu tidak stabil. Sering ketika bicara via phone terputus tiba-tiba. Maklumlah, saya tinggal agak ke pinggir kota, Bang Yohan.

Bagaimana kalau kita coba dulu voicecall via yahoomesenger saja dulu? Bang Yohan bisa add saya di muxlimo@yahoo.com. Biasanya sinyal net lebih stabil daripada sinyal selular. Gimana, Bang? :)

Anonim mengatakan...

salam om muxlimo,
Sy ingin bertanya yg masih mengganjal pd cara pandang pemahaman saya, apakah ruhul qudus itu hakikat muhammad?? mohon di jelaskan secara terperinci!!! Aku sejati = muhammad = ruhul qudus, karena sy prnah mndengar sebuah pemahaman bila mncari dzat selamanya tidak akan ketemu, namun bila mengenal atau mencari hakikad muhammad bisa.
mohon sudi kiranya menjabarkan buat saya yg bingung ini
terima kasih.

Bang Arbi mengatakan...

justru kalau ketemu jadi dua dong mas/mbak :) kan temanya zat itu satu alias ahad.

MUX LIMO mengatakan...

Yap!! setuju ane, Bang Arbi.. :8:

MUX LIMO mengatakan...

Alaikumsalam Mas/Mbak,
Simpulan garis besarnya di atas udah disampaikan ama Bang Arbi.
Adapun di sini saya sekadar menguraikan pemahaman sehingga dihasilkan simpulan sebagaimana yang diutarakan di atas ya.

Jadi insyaAllah begini, Mas/Mbak,
Benar yang dikatakan Mas/Mbak di atas bahwa "Aku sejati = muhammad = ruhul qudus", nah.. mungkin yang Mas/Mbak terlupa sedikit adalah bahwa Aku sejati = muhammad = ruhul qudus juga = zat.

Jadi, sebenarnya Mas/Mbak udah ketemu dengan yang dicari-cari selama ini. Meski memang.. Aku sejati = muhammad = ruhul qudus=zat ini BUKAN Tuhan.

Dalam konteks ini, jadi yang mana yang dikatakan Tuhan itu?
Secara ilmu, ini secara ilmu ya, Hakikat Muhammad itulah Tuhan (Allah Pribadi). Jadi benar juga pandangan Mas/Mbak sebelumnya, yaitu {namun bila mengenal atau mencari hakikad muhammad bisa menemukan zat karena kedudukan zat itu esa dengan Hakikat Muhammad atau esa dengan Allah}

Nah, dalam praktiknya.. tidak usah diingat-ingat lagi hal ini:
bahwa "Aku sejati = muhammad = ruhul qudus=zat"

Cukup disadari saja.

Mengapa tidak usah diingat-ingat lagi?
Karena "ingat" dan "sadar: itu hakikatnya berbeda :)
Bahkan, kondisi ketika kita "ingat" itu justru keadaan lalai atau becerai dari Allah.

Itulah sebabnya ada arif billah mengatakan "lalainya orang yang sudah paham dengan lalainya orang awam itu berbeda bagai siang dan malam, bagai langit dan bumi" :]

Bagi orang yang sudah paham akan hal ini ("Aku sejati = muhammad = ruhul qudus=zat" dan itu semua esa dengan Tuhannya), sekali paham, langsung "jadi". Cukup kekalkan saja kesadaran ini.

Di sinilah bukti bahwa Islam itu mudah dan Allah menghendaki kemudahan bagi umat dalam ber-Islam. InsyaAllah, Allahua'lam.

Demikian kiranya, Mas/Mbak.. mudah2an saya juga bisa beristiqamah mengamalkan apa yang saya sampaikan di atas. Mari sama-sama berjalan.. dan berjumpa lagi di tempat tujuan hakiki yang dicari yang diidamkan itu. Aaamiin ya Rabb.

MUX LIMO mengatakan...

adaw..pamit dulu.. *kerja nguli lagi.. :14:

Bang Arbi mengatakan...

oooo begitu yaaa :20: jadi jangan diingat2 lagi yah...hmmm...kangmux liat sendal ku ga? :10: lupa tadi naronya diman-na...kan jangan diingat2 lagi. hihihihi :3:

MUX LIMO mengatakan...

:2: masyaAllah..! berati Abang ni dahsyat benerrr... jangankan orangnya, sendalnya aja qadim.. :3:

Bang Arbi mengatakan...

wkwkwkwk https://lh4.googleusercontent.com/-H8NRRzDoCDk/UFV68_Nf_1I/AAAAAAAAFf4/WRa30gomfoA/s128/api-api-moday.gif

Bang Arbi mengatakan...

perasaan sendal ane mereknya SWALLOW deh. itu merek QADIM sendal siapa? hihihi :20:

Bang Arbi mengatakan...

Kangmux, ane nemu artikel bagus yg ditulis kawan kita di blog http://ruangfana.blogspot.com/2012/11/sukarno-dan-mati-tersenyum-kisah-sufi.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+blogspot%2FWdRkDE+%28POJOK+MOTIVASI%29#.UJ78FmfUbdU

jadi inget waktu dulu pernah baca bhagavad ghita, waktu arjuna mau memanah pamannya bhisma dalam peperangan, dia tahu bahwa bhisma tidak bisa tembus oleh senjata jenis sakti apapun. kemudian khrisna (utusan Allah SWT) berkata begini : Rasakanlah bahwa Aku-lah yang memanah bukan kamu dan memanahlah. walhasil, bhisma tertembus oleh panah arjuna.

Artinya, jika kita selalu menggandengkan perbuatan kita dengan Aku-nya Allah dan sesuai dg yang dicontohkan Rasulnya maka SEMPURNA lah apapun yg kita perbuat. Sholatlah dan beribadahlah kita dengan paham ini.

Bang Arbi mengatakan...

ini niy, foto jenazah Bung Karno tersenyum. insyaAllah khusnul khotimah ya :)

http://e-gembelonline.blogspot.com/2011/08/foto-foto-jenazah-ir-soekarno.html

kalau pendapat ane sih sederhana aja : kita YAKIN saja bahwa rahmat Allah mengungguli kemurkaannya atas kita. itu saja. jangan adu amal kita dengan rahmat Allah. pasti kalah. rahmat sebelah mata aja sudah ga bisa dibandingkan dengan amal kita. makanya jangan hitung-hitung amal dengan Allah. Rahmat Allah saja yang kita minta dan yakini atas diri kita dan seluruh makhluknya.

MUXLIMO mengatakan...

ah? :2: tapi ane yakin baca merk sendal Abang tu Qadim, bukan swallow ih.. apa sama sikonnya kayak tato naga di lengan ane kali ya? hanya orang-orang tertentu yang bisa liat.. :3:

MUXLIMO mengatakan...

ke TKP.. itu postingan Wet Herman tuh! :8:

paragraf penutupnya ajeb, Bang! ~O)
Artinya, jika kita selalu menggandengkan perbuatan kita dengan Aku-nya Allah dan sesuai dg yang dicontohkan Rasulnya maka SEMPURNA lah apapun yg kita perbuat. Sholatlah dan beribadahlah kita dengan paham ini.

MUXLIMO mengatakan...

"jangan adu amal kita dengan rahmat Allah. pasti kalah."
yups! Allah kok dilawan... :}}

Bang Arbi mengatakan...

ngakunya itu tato naga.....emang sih, tato naga sama tato cicak sama aja bentuknya...mirip. hahaha

bambang wijanarko mengatakan...

Om Mux Dari Pontianak ya
... saya juga tp dari Kubu Raya :D

Kang Oncom mengatakan...

Suryalaya (pondok pesantrennya Alm. Abah Anom) deket tu ama rumah ane (gak deket2 amat sih tp masih bisa naek motor) :3:

sishimaru mengatakan...

Assalamuaalaikum ya salik..
Allohumma Anta Maksudi, wa ridhoka matlubi, a'tini mahabbataka wa ma'rifataka.

ditunggu sharing ilmunya, semoga bisa menjadi pengantar kita kepada haqul yakin..

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, yaa Salik..
Alhamdulillah..insyaAllah..aamiiiin. :21:

darel lo mengatakan...

assalamualaikum
mohon ijin bertanya bang mux
apakah ruh kita diciptakan dari nur muhammad atau dari zat allah ? secara muhammad kan bapak sekalian ruh dan adam bapak sekalian jasad.

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Bang Darel..
Iya,Bang.. insyaAllah untuk segala ciptaan "secara umum" berlaku hadis:
"Ana abu al arwah wa Adam abu al-ajsaad" itu, tapi khusus untuk manusia yang berlaku adalah hadis Qudsi "Wa khuliqa Adama `alaa surati Muhammad, wa khuliqa Muhammad `alaa surati Ar-Rahmaan." [Alat Makrifat]

Jadi, jasad kita ini [laki maupun perempuan] disebut Adam. Batin kita ini [laki maupun perempuan] adalah Muhammad yang di dalamnya terkandung karunia Ilahi Ruhul Qudus [Q.S. Shaad:72 | Ku-tiupkan Ruh-ku ke dalamnya], <--- "Demi jiwa dan Zat Yang Menyempurnakannya" [Q.S. Asy-syams:7]

InsyaAllah itulah sebabnya sekalian malaikat dan jin diperintahkan bersujud pada Adam a.s. karena di dalam diri Adam itu ada Rahasia Diri Allah. Allahua'lam. :)

darel lo mengatakan...

berarti keduanya hadis itu berlaku bagi manusia ya bang ?
jadi kita punya 2 ruh yang satu ruh idhafi(dari nur muhammad), satu lagi ruh qudus(dari nur allah) keduanya digabung menjadi satu atau gimana bang ? bingung ane bang

trus kalo kita berkata kepada diri sendiri "ini aku" itu sebenarnya ruh yang mana yg berkata bang ?
mohon bimbingannya bang mux

MUXLIMO mengatakan...

supaya gak binun, pahami bahwa kedudukan Nur Muhammad dan Nur Ilahi itu bergaulnya mesra: "satu tidak bercampur; bercampur tapi tidak satu" <-- persis seperti air tawar dan air asin di muara sungai. Tidak bisa dipisahkan lagi mana air asin mana air tawar. Esa.

Jadi ketika orang yang sudah kenal menyebut "aku", selalu mengacu pada dirinya diri. :D

Jefry Dewangga mengatakan...

Assalamu'alaikum, Di buku pelajaran saya ruh qudus itu malaikat jibril bang.... apa yang salah?

MUXLIMO mengatakan...

Alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh, DikBro Jefry.. oh..soal Ruh Qudus kaitannya ama Malaikat Jibril pernah kok dibahas di komentar postingan ini: Zikir Diri-Rahasia Tuhan kepada Tuhan [Scroll ke bawah cari diskusi saya ama Mas Dayat Fath ya :20: ]

muhammad sarkowi mengatakan...

mantab

Agus Sumarna mengatakan...

asslmu alaikum,bang mux, sedikit bermuzakarah mengenai ilmu Allah..
ruh adalah seumpama titisan air..sedang ruh al Quds, bagai laksana lautan tak bertepi,.."mata memandang yang memandang", disitu lah letaknya ruh, dan ruh lebur dalam lautan ruh alQuds,tubuh sang maha suci ..ucapkan lah syadahat, kan terasa nikmat nya..nikmat..

 

Ikuti kabar terbaru via e-mail

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism